NovelToon NovelToon
Pengantin Paksa Sang Mafia

Pengantin Paksa Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Mafia
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mentari_Senja

Alya Maheswari, gadis sederhana dengan masa lalu kelam, dipaksa menikah dengan Arkan Virello, seorang mafia dingin dan kejam yang tak percaya cinta.

Pernikahan mereka bukan tentang cinta, melainkan perjanjian darah. Namun di balik sikap dingin Arkan, tersembunyi obsesi berbahaya. Dan di balik kepasrahan Alya, tersimpan rahasia yang bisa menghancurkan segalanya.

Ketika cinta mulai tumbuh di antara ancaman, pengkhianatan, dan dendam lama, satu pertanyaan muncul:

Apakah mereka akan saling menyelamatkan, atau justru saling menghancurkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mentari_Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pria yang Mengawasi

Hujan turun tipis di luar jendela kamar Alya, dan saat ini Alya terlihat gelisah. Ia berdiri di dekat tirai, menatap halaman Mansion Virello yang luas dan gelap.

Lampu taman menyala redup, memantulkan bayangan pohon yang bergoyang pelan tertiup angin.

Semuanya tampak terlihat normal, namun Alya tetap saja merasa tidak nyaman. Sejak beberapa hari terakhir, ia selalu merasa diawasi, tetapi bukan oleh Arkan.

Tatapan Arkan berbeda, dingin dan tajam. Pria itu tidak pernah menyembunyikan pengawasannya. Tapi kali ini terlihat berbeda, ini seperti bayangan yang mengintai dari kejauhan.

Alya menghela napas pelan, mencoba menenangkan pikirannya sendiri. "Mungkin aku cuma terlalu banyak berpikir," gumamnya lirih.

Namun saat ia hendak menutup tirai, matanya menangkap sesuatu. Seseorang di balik pagar luar, yang terlihat hanya bayangan tinggi yang berdiri diam di bawah lampu jalan.

Jantung Alya berdegup dengan kencang, ia memicingkan mata, mencoba memastikan apakah itu ilusi atau benar-benar seseorang.

Bayangan itu tampak tidak bergerak, seolah memang sedang menatap ke arah mansion, atau mungkin menatap ke arahnya.

Alya mundur satu langkah, tangannya gemetar saat perlahan menutup tirai.

"Siapa orang itu?" bisiknya.

Malam itu, Alya tidak bisa tidur, perasaannya terus dihantui bayangan pria misterius tadi. Ia mencoba menyakinkan diri, bahwa itu mungkin hanya penjaga keamanan, atau orang yang kebetulan lewat.

Tapi ada sesuatu yang tidak cocok, cara seseorang itu berdiri. Diam, kaku, seperti sedang menunggu sesuatu.

Dan entah kenapa, insting Alya mengatakan satu hal, bahwa itu bukan kebetulan.

Keesokan paginya, Alya turun ke ruang makan dengan langkah pelan. Arkan sudah duduk di sana, seperti biasa, rapi, tenang, dan penuh kontrol.

Tatapannya langsung beralih pada Alya, begitu ia masuk. "Kamu terlihat begitu lelah."

Alya duduk perlahan, "Aku tidak bisa tidur."

"Kenapa?"

Alya terlihat ragu untuk mengatakannya. Haruskah dia mengatakan tentang seseorang itu?

Atau justru itu akan membuatnya menjadi semakin rumit?

Namun sebelum ia sempat menjawab, Arkan kembali bicara.

"Apa ada sesuatu yang sudah mengganggu pikiranmu?"

Alya menatapnya sejenak, ada sesuatu dalam cara Arkan berbicara, seperti dia sudah tahu apa yang terjadi.

"A-aku..." Alya menggigit bibir bawahnya. "Aku merasa seperti sedang diawasi."

Arkan menatap Alya dalam-dalam, "Diawasi? Maksudmu kamu sedang di awasi oleh seseorang, begitu?"

Alya mengangguk, "Iya, tadi malam aku melihat seseorang di luar. Dia berdiri di dekat pagar, dia hanya diam dan tidak bergerak sama sekali."

Tatapan Arkan berubah sedikit lebih halus, tapi Alya melihatnya. Ada rasa kesal dalam diri Arkan.

"Atau mungkin, itu hanya penjagamu?" tanya Alya yang mencoba terlihat tenang.

Arkan menyandarkan punggungnya, lalu tersenyum tipis. "Tidak ada penjaga yang berdiam diri seperti patung."

"Jadi... itu bukan orang-orang suruhanmu?"

Arkan berdiri lalu mengambil ponselnya, dan berjalan beberapa langkah.

"Mulai hari ini," katanya tanpa menoleh. "Kamu tidak akan keluar mansion tanpa pengawalan."

Alya terdiam, "Tapi Arkan..."

"Itu bukan permintaan," potong Arkan cepat.

Alya menggenggam ujung bajunya, perasaan tidak nyaman itu kembali muncul. "Tapi, siapa dia, Arkan?"

Arkan akhirnya menoleh, dan untuk pertama kalinya, Alya melihat sesuatu yang jarang muncul di mata Arkan. Perasaan khawatir.

"Terlalu cepat untuk memastikannya," jawabnya. "Tapi satu hal yang pasti, bahwa dia bukan seseorang yang ingin kamu temui."

Hari itu, suasana mansion terasa berbeda. Beberapa pria berpakaian hitam, mulai terlihat berjaga di sudut tertentu.

Pengamanan diperketat, dan Alya tidak diizinkan keluar sama sekali. Ia berjalan di koridor panjang mansion, merasa seperti berada di dalam sangkar emas yang semakin sempit.

Langkahnya terhenti saat melihat salah satu pelayan. Mbak Rini, yang sedang membersihkan meja.

"Mbak."

Wanita itu menoleh dan tersenyum hangat.

"Iya, Nona Alya?"

Alya mendekat, "Beberapa hari ini, seperti ada sesuatu yang aneh, ya?"

Mbak Rini terdiam sejenak, seolah sedang mempertimbangkan jawabannya. "Di tempat seperti ini, yang aneh justru sudah biasa, Nona."

"Maksudnya?"

Wanita itu hanya tersenyum samar, "Terkadang, kita lebih baik tidak tahu terlalu banyak."

Jawaban itu tidak menenangkan sama sekali, justru membuat Alya semakin yakin, bahwa ada sesuatu yang sedang terjadi. Dan dia berada di tengahnya, tanpa tahu apa-apa.

Malam kembali datang, dan bersama malam, rasa takut itu kembali muncul. Alya berdiri di depan jendela, tempat yang sama seperti semalam.

Tirai masih tertutup, tangannya merasa ragu untuk membuka tirai itu. Namun rasa penasaran akhirnya menang, perlahan ia menarik tirai itu. Seketika napasnya tercekat, karena seseorang itu ada lagi.

Di tempat yang sama, di bawah lampu yang sama. Menghadap ke arah mansion, seolah memang sedang menunggu.

Alya mundur cepat, jantungnya berdegup lebih cepat. Seseorang benar-benar sedang mengawasinya, dan kali ini seseorang itu mulai bergerak.

Kepalanya sedikit terangkat, seperti menyadari bahwa Alya sedang melihatnya. Alya langsung menutup tirai dengan kasar, tangannya gemetar hebat.

"Tidak... tidak... ini bukan hal yang normal," gumamnya sambil berbalik, mencoba menjauh dari jendela.

Namun langkahnya terhenti saat mendengar pintu terbuka, Arkan masuk dengan langkah cepat. Tatapannya langsung mencari Alya.

"Apa kamu melihatnya lagi?"

Alya menatapnya, dengan tangan masih gemetar. "Iya, aku melihatnya lagi, bahkan seseorang itu mulai bergerak, seolah tahu bahwa aku sedang melihatnya."

Arkan menghela napas panjang, rahangnya mengeras. Tanpa berkata apa-apa lagi, ia berjalan ke arah jendela dan membuka tirai dengan sekali gerakan.

Namun di luar jendela tampak kosong, seseorang itu telah menghilang.

Alya mendekat, "Dia tadi memang ada di sana."

Mata Arkan menyapu ke area luar dengan tajam, seperti seorang predator yang sedang mengendus bahaya.

"Dia sengaja menunjukkan dirinya," gumam Arkan pelan.

"Maksudnya?"

Arkan menoleh, tatapannya kini jauh lebih gelap. "Ini bukan sekedar pengawasan, tapi ini seperti sebuah pesan untukku."

"Ta-tapi, siapa yang mengirim pesan seperti itu?" tanya Alya lirih.

Arkan menatapnya beberapa detik, lalu ia berkata. "Lebih tepatnya musuhku."

"Dan aku..." ucap Alya. "Kenapa dia menatap ke arahku?"

Arkan mendekat, langkahnya pelan tapi penuh tekanan. Ia berhenti tepat di depan Alya.

"Karena kamu, sekarang adalah bagian dari duniaku. Dan di dunia ini, semua yang berharga akan menjadi target mereka."

Napas Alya tercekat, ada sesuatu dalam cara Arkan mengatakan itu. Bukan hanya ancaman, tapi juga pengakuan bahwa dirinya berharga.

Namun sebelum Alya sempat menjawab, Arkan mengangkat tangannya. Bukan untuk menyentuh, tapi untuk menahan jarak. Seolah mengingatkan batas di antara mereka.

"Aku tidak akan membiarkan siapa pun menyentuhmu," lanjutnya tegas.

Namun entah kenapa, alih-alih merasa aman. Justru Alya merasa semakin terperangkap, karena sekarang dia tahu satu hal.

Bahaya itu nyata, dan pria yang mengawasinya di luar sana belum selesai.

1
Vie
lanjut kak.... makin seru... 👍👍👍👍
Vie
lanjut kak.....
Vie
lanjut kak...makin seru..... 👍👍👍
Vie
lanjut kak.... makin seru... 👍👍👍👍
Vie
ya makanya kamu jangan keluar rumah sudah tau tidak aman kan, lebih baik dim manis didalam, daripada celaka kan...
Vie
seru juga ceritanya, gak ngebosenin, menarik..... penasaran sama lanjutanya tetap semangat kak, lanjutkan ceritanya sampai tamat.... 👍🏻👍🏻🤭👍🏻
Vie
nah itu kamu udah tahu kan alya,gak usah diperjelas lagi, daripada nanti ujung2nya berakhir bertengkar, saling menyalahkan dn saling tidak mau mengalah.... 🤭🤭🤭
checangel_
Sampai segitunya 🤧
checangel_
Jauh darimu terasa hampa, tapi membuatmu tetap berada di sampingku membuatku lega ~ Arkan said (dalam hati) 🤭
checangel_
Ada kalanya dunia harus bersuara membela keadilan itu, bukan?🤧
checangel_
Dan tak semudah itu juga untuk membalikkan kertas yang sudah bertinta /Hey/
checangel_
Yang penting bukan imannya ya Alya/Facepalm/
checangel_
Betul, apalagi kalau berpikirnya sudah sampai ke perasaan, bukan pilihan lagi yang menyapa, tapi antara keyakinan dan keraguan yang menggema 🤭
checangel_: Bisa yuk
total 2 replies
checangel_
Cieee🤭
checangel_: Kabur ah 🏃🏻‍♀️🤣
total 2 replies
Vie
kamu cemburu tau... cemburu berarti tanda cinta ada dihatimu, walaupun kamu menepis perasaan itu, tapi Kamu tidak bisa menyangkalnya. jujurlah pada hatimu sendiri arkan.... 🤭🤭🤭🤭
Vie
ya.... kamu gak salah kok.... alaminya seorang manusia hal menyukai lawan jenis adalah manusiawi karena itu berarti kamu masih memiliki hati apalagi dia istri mu sendiri, sudah seharusnya kamu jaga dia dan kamu lindungi serta bahagiakan dia.... tapi jangan biarkan perasaan itu menjadi sebuah kelemahan mu juga, tapi harus Kamu jadikan kekuatanmu dalam melindungi apa yang menjadi milikmu......
Vie
nah loh ga bisa ngomong kan.. padahal kamu udah ada sedikit rasa sama alya.... ya mungkin karena sekarang dia adalah istri mu yang sudah seharusnya kamu bertanggung jawab dan juga sudah seharusnya kamu jaga dia dan perlakuan dia seperti layaknya seorang istri....
Lovelynzeaa🌷
SEMANGAT THORR🥰🙌
Lovelynzeaa🌷
coba bikin lanjut S2 thorr gantung soalny siapa yg mau balas dendam
Lovelynzeaa🌷: okee kak, yg novel baru kakak harus bnyk" up ya kak🙏☺️
total 6 replies
Lovelynzeaa🌷
Thor ini end nya kaya end sebelah nggak trauma banget soalny😭
Leo Draven: Rahasia dong/Shy/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!