Hidup Bang Jack berubah drastis setelah memasang aplikasi asing. Ia mendadak memiliki kekuatan fisik luar biasa dan akses misi rahasia negara.
Jack harus melawan jaringan mafia yang berkolusi dengan penguasa. Bukti dikumpulkan, kejahatan diungkap, dan pelaku diamankan.
Mampukah ia mengantarkan keadilan agar selamat sampai di tujuan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na-Hyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Misi Menyusup ke Gudang Pusat
Malam semakin larut. Kota yang gemerlap justru menyimpan banyak rahasia gelap. Bang Jack memarkir motornya di tempat tersembunyi, tidak jauh dari kompleks bangunan besar.
Di hadapannya berdiri kokoh Gudang Pusat Distribusi Makanan Negara. Pagar tinggi dan kawat berduri melingkari seluruh area tersebut. Lampu sorot berputar terus-menerus memindai setiap sudut.
"Jadi ini sarang utamanya. Jantung dari semua kebusukan ini."
"Sistem, pindai area. Berikan data lengkap keamanan dan rute masuk."
[SCANNING... SISTEM KEAMANAN TINGKAT TINGGI TERDETEKSI.]
[PENGAMAT: 50 ORANG BERSENJATA API. CCTV: 200 UNIT. ALARM SENSOR GERAK.]
[RUTE TERBAIK: VENTILASI UDARA DI BAGIAN BELAKANG. RISIKO: SEDANG.]
"Ventilasi ya? Pas sekali untuk ukuran tubuhku."
"Baiklah. Misi penyusupan dimulai sekarang. Mode senyap aktif."
Bang Jack bergerak tanpa suara memanfaatkan bayang-bayang gedung. Kecepatan dan kelincahannya membuatnya sulit terdeteksi mata manusia. Ia memanjat dinding beton dengan mudah menggunakan kekuatan tangannya.
Sesampainya di atap, ia segera menemukan lubang ventilasi besar. Penutup besi dibuka perlahan tanpa menimbulkan bunyi sedikitpun.
Ia masuk ke dalam dan meluncur turun melalui terowongan logam yang gelap. Di dalam sana, suhu udara sangat dingin dan bau logam menyengat.
"Tempat ini luas sekali."
"Sistem, arahkan aku ke ruang penyimpanan utama dan ruang administrasi."
[NAVIGASI AKTIF. ARAH KANAN. JARAK 500 METER.]
Bang Jack terus berjalan cepat di atas jembatan penyeberangan pipa besar. Dari atas sana, ia bisa melihat isi gudang yang sangat mengejutkan.
Ratusan ton beras, gula, minyak, dan daging beku tertumpuk rapi. Namun sebagian besar barang itu terlihat sudah sangat tua dan berdebu.
"Jadi semua stok cadangan negara disimpan di sini. Dan membusuk begitu saja."
"Sementara di luar sana anak-anak sekolah kelaparan dan makan makanan busuk."
Tiba-tiba ia mendengar suara langkah kaki dan percakapan di bawahnya.
"Cepat kerjakan! Besok pagi harus sudah siap semua!"
"Siap Bos! Yang bagus kita sortir untuk dijual ke pasar. Yang kadaluarsa atau rusak parah, campur saja dengan yang baru. Nanti dikemas ulang pakai label tanggal baru. Siapa yang tahu?"
"Hahaha! Pintar Kamu. Begitulah cara kita dapat untung berkali-kali lipat."
"Uang negara habis, rakyat menderita, kita yang kaya raya."
Darah Bang Jack mendidih mendengar percakapan keji itu. Tangannya mengepal kuat hingga kuku menancap ke dalam daging.
"Jadi begini caranya. Mereka tidak hanya mencuri, mereka juga memalsukan data. Kalau begitu aku harus mengambil bukti aslinya sebelum diubah."
Bang Jack terus melaju hingga sampai di atas ruang administrasi. Ruangan itu terang benderang meski sudah tengah malam. Beberapa orang tampak sibuk memindahkan tumpukan berkas dan hard disk.
"Mana data server tahun ini? Cepat bawa ke ruang bos!"
"Jangan sampai ada yang tertinggal atau bocor ke luar."
"Kalau sampai ketemu bukti asli, kita semua bisa masuk bui."
"Tenang saja Pak. Semua sudah dihapus dan diganti data palsu."
"Yang asli sudah siap dibakar besok pagi."
Bang Jack tersenyum miring. Ia tidak boleh membiarkan itu terjadi. "Beruntung aku datang tepat waktu. Bukti asli harus jatuh ke tanganku."
Ia melihat ada satu ruangan terkunci rapat di sudut ruangan. Pintu besi tebal dengan kunci digital kombinasi ganda.
"Itu pasti ruang arsip utama. Di sanalah letak harta karun informasinya."
Bang Jack turun perlahan dari langit-langit dan mendarat di belakang rak besar. Ia bergerak senyap melewati para pegawai yang sibuk bekerja. Tingkat kesulitan misi ini jauh lebih tinggi daripada bertarung.
Satu kesalahan kecil, misi gagal dan nyawa taruhannya. Akhirnya ia sampai tepat di depan pintu besi itu.
Pintunya tebal. Kuncinya rumit. Tapi tidak ada yang mustahil baginya.
"Sistem, bantu aku membuka kunci ini. Waktu sangat terbatas."
[MEMBACA ENKRIPSI... SANDI TERDETEKSI.]
[MEMBUKA KUNCI... 10%... 50%... 100%. BERHASIL!]
Klik.
Pintu besi itu terbuka perlahan. Bang Jack segera menyelinap masuk dan menguncinya kembali.
Di dalam ruangan itu gelap gulita. Hanya ada cahaya redup dari layar monitor. Rak-rak besi memenuhi seluruh dinding berisi berkas dan data digital.
"Akhirnya ketemu juga. Ini bukti kejahatan terorganisir."
Bang Jack berjalan mendekati salah satu server utama yang masih menyala. Tangannya siap menyambungkan perangkat penyimpanan data dari sistem. Namun tepat saat jari-jarinya hendak menyentuh tombol power...
Ting!
Lampu ruangan menyala terang secara tiba-tiba. Suara bel alarm berbunyi sangat keras memekakkan telinga.
WUUUUUUUUUT!!! WUUUUUUUUUT!!!
"Gawat!!"
"SIAPA DI SANA?! KELUAR Kamu TIKUS PENYUSUP!!"
Suara hardikan berat terdengar dari arah pintu yang kini terbuka lebar. Seorang pria gemuk berjas hitam berdiri di sana diiringi dua puluh pengawal bersenjata.
Wajahnya merah padam menahan amarah yang meluap-luap.
Dua puluh pengawal segera mengacungkan senjata api ke arah Bang Jack. Situasi genting. Terkurung di ruangan sempit dengan lawan bersenjata lengkap.
Bang Jack tidak panik. Ia justru tersenyum santai membalas tatapan itu.
"Aku? Aku orang yang datang untuk membereskan kekacauan kalian."
"Siapa pun Kamu, Kamu berani masuk ke wilayah terlarang. Nyawamu habis hari ini."
"Namaku Bang Jack. Dan kalian semua tertangkap basah mencuri dari negara."
"Bang Jack?! Si ojol sialan itu?! Gila sekali dia berani sampai ke sini!"
Pria gemuk itu terkejut namun segera menyembunyikan rasa takutnya. "Tangkap dia! Jangan biarkan dia keluar hidup-hidup dari ruangan ini!"
"Serang! Bikin dia cacat agar tidak bisa mengganggu lagi!"
Para pengawal menerjang maju dengan senjata siap menembak. Namun gerakan mereka terlalu lambat bagi mata Bang Jack.
Bugh! Brak! Aww!
Hanya dalam hitungan detik, sepuluh orang terkapar tak berdaya. Tubuh mereka terpental menghantam rak-rak berkas yang tinggi.
"Apa?! Satu lawan sepuluh bisa kalah?! Dia monster apa?!"
"Jangan tembak! Hati-hati jangan sampai merusak dokumen penting!" teriak pria gemuk panik.
"Terlambat Pak. Dokumen ini sudah jadi milik bukti keadilan." Bang Jack bergerak cepat menghindari tembakan acak dari samping.
Ia melompat ke atas meja kerja lalu menendang dada dua orang sekaligus. Dengan gerakan silat yang cepat dan mematikan, satu per satu musuh tumbang.
Tinggal tersisa pria gemuk itu yang kini gemetar hebat di pojokan. "Jangan... jangan dekati aku! Aku pejabat tinggi! Kamu tidak boleh sentuh aku!"
"Pejabat? Pejabat yang mencuri makanan rakyat? Kamu sampah masyarakat!"
Bang Jack mencengkeram kerah baju pria itu dan mengangkatnya mudah. "Jawab pertanyaanku! Mana data asli dan mana makanan yang layak makan?!"
"Lepaskan! Aku tidak tahu apa-apa! Aku hanya menjalankan perintah!"
"Bohong! Kamu manajer gudang kan? Kamu yang tanda tangani laporan!"
"Baiklah! Baiklah aku bicara! Data asli ada di hard disk biru itu! Dan untuk makanan... yang bagus sudah dikirim ke gudang rahasia. Yang tersisa di sini... yang mau diedarkan besok..."
"Terus bicara! Yang mana?!" desak Bang Jack makin keras.
"Itu... itu semua makanan kadaluarsa! Sudah disimpan bertahun-tahun! Kami hanya mengganti kemasan dan tanggal expirednya agar terlihat baru!"
Darah Bang Jack mendidih mendengar pengakuan itu. Ia melempar tubuh pria gemuk itu ke dinding dengan kasar.
"Jahanam! Kalian berniat membunuh anak-anak sekolah ya?! Makanan kadaluarsa bisa menyebabkan keracunan massal! Bahkan kematian!"
"Kami tidak peduli! Yang penting anggaran terserap dan uang masuk kantong! Rakyat kan banyak mati tiap hari. Apa bedanya tambah beberapa orang saja?"
"Dasar iblis! Kalian tidak punya hati nurani sama sekali!"
Bang Jack tidak mau bicara panjang lebar lagi. Ia mengikat pria itu kuat-kuat. Ia segera mengambil hard disk berisi data asli yang ditunjukkannya.
"Sistem, salin semua data ini sekarang. Jangan sampai ada yang hilang."
[MENYALIN DATA... 50%... 100%. BERHASIL. DATA AMAN.]
"Bagus. Sekarang aku harus lihat langsung bukti fisiknya."
Bang Jack keluar dari ruangan administrasi dan kembali ke area penyimpanan. Ia membuka secara acak beberapa karung beras dan kotak daging beku. Tanggal produksi tertera jelas. Sudah lewat masa pakai bertahun-tahun. Warnanya pun sudah berubah. Baunya mulai menyengat tidak sedap.
"Ini nyata. Benar-benar busuk dan beracun. Bayangkan kalau ini sampai masuk ke perut anak-anak kecil. Perut mereka sensitif. Pasti akan ada korban jiwa."
Tiba-tiba layar sistem memberikan peringatan merah menyala.
[PERINGATAN KRITIS! DETEKSI BAKTERI BERBAHAYA.]
[JENIS: SALMONELLA DAN E.COLI. TINGKAT KERACUNAN: TINGGI.]
[PERINGATAN: JANGAN SAMPAI TERKONSUMSI OLEH MANUSIA.]
"Gawat! Ini lebih parah dari dugaan awal. Ini senjata pembunuh massal."
"Aku tidak boleh biarkan satu pun kotak ini keluar dari gerbang."
Bang Jack segera bergerak menuju pintu keluar darurat. Namun saat sampai di sana, ia melihat pemandangan yang sangat mengejutkan.
Puluhan truk kontainer sudah terparkir rapi di area muat. Para pekerja sibuk memuat kotak-kotak makanan beracun itu ke dalam kendaraan. Dan di depan barisan truk itu, berdiri seorang pria berseragam dinas lengkap.
Wajahnya terlihat sangat akrab. Seseorang yang pernah Bang Jack temui sebelumnya.
"Pak Herman?! Bapak?! Kenapa Bapak ada di sini?!"
Pria itu menoleh perlahan. Wajahnya tampak sedih namun penuh kepasrahan. "Maafkan aku Bang Jack... Aku tidak punya pilihan lain..."