NovelToon NovelToon
Yang Hilang Tanpa Pergi

Yang Hilang Tanpa Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Penyelamat / Single Mom
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Green_Rose

Merlin percaya bahwa cinta cukup untuk membuat seseorang tetap tinggal disisinya. Sampai suatu hari, ia menyadari bahwa, cinta tidak selalu kalah oleh cinta pada orang ketiga. Melainkan, ia kalah oleh tanggung jawab.

Reyno tidak pernah benar-benar pergi dari sisinya. Dia masih pulang. Masih memanggil nama Merlin seperti biasa.

Tapi perlahan, kehadirannya berubah. Perhatiannya terbagi. Waktunya bukan lagi milik satu hati. Dan tanpa disadari, Merlin mulai kehilangan seseorang yang masih ada di sisinya.

Di antara kewajiban dan perasaan,
siapa yang seharusnya dipilih?
Dan ketika semuanya sudah terlambat,
apakah cinta masih punya tempat untuk kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Green_Rose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Yhtp *12

Tepat saat mereka selesai makan dan baru saja membereskan piring, Reyno tiba-tiba berbicara sambil menatap istrinya dengan antusias. "Ayo keluar nanti siang! Kita jalan-jalan. Udah lama banget kan kita gak kencan, gak pergi berdua ke mana-mana."

Mata Merlin sedikit membesar, seolah tidak percaya mendengar ajakan itu. Ia menatap Reyno dengan wajah berseri. "Serius? Kamu gak ada urusan apa-apa hari ini? Gak ada yang manggil-manggil?" tanyanya memastikan, takut kalau-kalau ini hanya mimpi.

"Iya, serius dong. Hari ini jadwalnya kosong melompong. Hari ini waktunya penuh buat kamu aja. Buat kita berdua," jawab Reyno sambil tersenyum lebar, matanya berbinar tulus.

Kalimat sederhana itu ternyata cukup untuk membuat hati Merlin melompat bahagia. Ia langsung mulai sibuk memikirkan rencana.

Banyak tempat yang ingin ia datangi.

Ada kafe kecil favorit mereka dulu yang suasananya nyaman sekali. Ada taman kota tempat Reyno pertama kali menyatakan cintanya, tempat yang selalu menjadi kenangan manis. Atau mungkin sekadar pergi ke bioskop, menonton film sambil makan terlalu banyak popcorn seperti kebiasaan mereka saat masih pacaran dulu.

Dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama dikecewakan, Merlin mulai berharap lagi. Berharap hari ini akan berbeda. Berharap hari ini benar-benar milik mereka berdua.

 *

Menjelang siang, Merlin sudah berdiri di depan cermin besar di kamar tidur, merapikan sisa-sisa riasan tipis di wajahnya. Ia jarang berdandan berlebihan di rumah, tapi hari itu ia ingin terlihat cantik. Ia ingin terlihat istimewa di mata suaminya. Ia ingin menjadi wanita yang paling indah dilihat Reyno hari ini.

Saat sedang berusaha memasang anting kecil berwarna mutiara, tiba-tiba terdengar suara ponsel Reyno berdering panjang dari arah ruang tamu. Sekali. Dua kali. Lalu berdering berkali-kali tanpa henti.

Merlin mengernyitkan dahi sebentar, namun tidak terlalu memikirkannya. Mungkin saja itu urusan kantor yang mendadak, pikirnya. Nanti pasti Reyno akan mengurusnya sebentar lalu kembali lagi padanya.

Namun beberapa menit kemudian, pintu kamar terbuka agak kasar. Reyno berdiri di ambang pintu, napasnya sedikit terengah, dan wajahnya yang tadinya cerah berubah menjadi pucat dan penuh kepanikan.

"Mer ..." panggilnya pelan, suaranya bergetar.

Wanita itu langsung berbalik badan, menatap suaminya lekat-lekat di pantulan cermin.

"Kenapa, Rey? Ada apa?" tanyanya, hati-hati menjawab.

"Yara masuk rumah sakit lagi," ucap Reyno cepat, tanpa berbelit-belit. Kalimat itu keluar begitu saja, tajam dan langsung menusuk hati Merlin.

Senyum yang baru saja terukir indah di wajah Merlin perlahan memudar, hilang berganti rasa dingin yang menjalar di dada. Ia menurunkan tangannya yang sedang memegang anting.

"Kenapa lagi? Ada apa dengannya?" tanyanya pelan, berusaha tetap tenang meski rasanya ingin sekali menangis saat itu juga.

"Katanya dia pingsan di kampus pas lagi kuliah. Tiba-tiba aja jatuh, terus gak sadarkan diri. Teman-temannya yang nelpon aku barusan," jelas Reyno terlihat sangat gelisah. Ia mondar-mandir kecil di depan pintu, tangannya berkali-kali mengusap wajah. "Aku harus ke sana sekarang, Mer. Aku harus liat keadaannya."

Keheningan menyelimuti ruangan itu. Sangat sunyi. Hanya ada suara napas mereka berdua.

Untuk beberapa detik yang terasa begitu lama, Merlin hanya berdiri diam di depan cermin. Masih dengan satu anting yang sudah terpasang, dan satu lagi masih ada di tangannya. Gaun cantik yang ia pakai, riasan yang ia buat, rambut yang ia tata rapi, semuanya tiba-tiba terasa sia-sia.

"Oh ...." Hanya itu yang berhasil keluar dari bibirnya. Satu kata yang hampa dan berat.

Reyno langsung mendekat, menggenggam bahu istrinya dengan wajah penuh rasa bersalah. Ia tahu ia sedang mengecewakan wanita ini lagi. Ia tahu janjinya baru saja diingkari.

"Aku janji gak lama, ya? Aku cuma ke sana sebentar, ngecek aja kalau dia udah sadar, aku langsung balik lagi ke sini. Kita jalan-jalan abis itu, oke?"

Kalimat itu lagi. Janji yang sama. Alasan yang sama. Dan anehnya, kali ini Merlin tidak lagi merasa tenang atau terhibur mendengarnya. Justru rasa takut dan kecewa itu semakin menumpuk.

"Kita bisa jalan besok aja ya? Atau lusa? Atau kapan aja kamu mau, aku yang atur jadwalnya," lanjut Reyno cepat, berusaha menebus kesalahannya.

Merlin menatap wajah suaminya lekat-lekat selama beberapa detik. Ia mencari tanda bahwa Reyno benar-benar ingin bersamanya, tapi yang ia lihat hanyalah kekhawatiran untuk wanita lain.

Lalu perlahan ia tersenyum kecil. Senyum yang sangat tipis, sangat pucat, dan sangat rapuh.

"Iya. Gak papa. Kamu pergi aja dulu," jawabnya datar.

Jawaban itu terdengar biasa saja, terdengar seperti biasa. Namun entah kenapa, dada Reyno terasa sedikit tidak nyaman mendengar nada bicara istrinya yang berubah begitu dingin dan jauh.

"Aku beneran harus pergi sekarang ya, Mer. Kasihan dia sendirian di RS."

"Iya, Rey. Aku ngerti. Udah sana," ucap Merlin pelan.

Ia bahkan berjalan mendekat, mengambilkan jas ringan milik suaminya yang tergantung di belakang pintu, lalu menyodorkannya. Seperti istri yang baik. Seperti biasanya. Seperti yang selalu ia lakukan selama ini.

Dan Reyno terlalu sibuk dengan kecemasannya sendiri, terlalu sibuk memikirkan Yara, sampai ia tidak menyadari satu hal penting, bahwa senyum istrinya hari itu sudah tidak sampai ke matanya lagi. Tidak ada kilat bahagia di sana. Yang tersisa hanyalah kekosongan.

Pintu apartemen tertutup rapat. Bunyi kunci diputar terdengar jelas. Dan sekali lagi, Merlin ditinggalkan sendirian di ruangan yang seharusnya hangat dan penuh rencana indah itu.

Wanita itu masih berdiri diam di tempatnya cukup lama. Ia menatap pantulannya sendiri di cermin besar itu. Gaun cantik warna krem yang tadi membuatnya bahagia mendadak terasa tidak penting sama sekali. Anting kecil di telinganya terasa lucu dan menggelikan. Dan riasan tipis yang ia pakai dengan susah payah sejak tadi, terasa memalukan. Seolah ia berdandan untuk orang yang salah.

Perlahan Merlin berjalan pelan menuju tepi tempat tidur, lalu duduk diam di sana. Sangat diam. Hening. Dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama menahan diri, air matanya jatuh.

Bukan tangisan besar. Bukan tangisan histeris atau berteriak-teriak. Hanya air mata kecil yang mengalir diam-diam di pipinya. Air mata yang jatuh karena kecewa yang menumpuk terlalu lama. Air mata karena sadar bahwa lagi-lagi ia kalah. Ia kalah oleh seseorang yang selalu terlihat lebih membutuhkan Reyno dibanding dirinya.

Padahal hari ini ... hari ini ia hanya ingin menjadi prioritas sekali saja. Sekali saja dalam hidupnya sebagai istri.

Malam harinya, Reyno baru pulang ke apartemen hampir pukul sebelas malam. Suasana di dalam rumah sudah gelap, hanya ada sedikit cahaya lampu lorong dari luar yang masuk menerangi ruangan.

1
Himna Mohamad
👍👍👍👍👍
Moms Shinbi
lanjut thor
Himna Mohamad
gass kk
Green_Rose: yuhu... esok yah. insyaallah
total 1 replies
rh
lanjut thor
Green_Rose: oke siap. tapi esok yah. insyaallah
total 1 replies
Moms Shinbi
keren thor
Gricelda Pereira
oiiiiiiiii lanjuuuut dong thoor
Moms Shinbi
gasss thor
Green_Rose: yuhu, esok ya esok. insyaallah
total 1 replies
rh
lanjut thor
Green_Rose: Oke, siap.

makasih banyak udah mau mampir
total 1 replies
Wayan Sucani
Nyesek
Green_Rose: makasih banyak. 😭😭😭😭😭 terharu aku tuh
total 1 replies
rh
lanjut thor
Green_Rose: siap laksakana
total 1 replies
Moms Shinbi
cepat pergi merlin buat ray menyesal tpi jngn mo kenbali padanya.
Green_Rose: hiks hiks hiks.
total 1 replies
Moms Shinbi
astaga dadaku rasanya sesak bnget pasti saki jdi marlin
🥹🥹
Green_Rose: huhuhu... banget. merlin cukup sabar yah. kalo aku, mmm entahlah
total 1 replies
Moms Shinbi
ayo lnjtut thor buat rey nyesel
Green_Rose: siap. entar kita bikin dia jungkir balik ngejar
total 1 replies
Alia Chans
keren😍
Green_Rose: yuhu🌹🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Himna Mohamad
merlin tinggalin aja laki2 seperti itu
Green_Rose: iy ih... udah aku katakan gitu sama Merlin. eh... tu anak kekeh sih
total 1 replies
Himna Mohamad
notif yg ditunggu2
Green_Rose: Ya allah. makasih banyak udah mau mampir. 😭 pen nangis rasanya saat dapat komen di karya aku. aku pemula
total 1 replies
Moms Shinbi
pergi saja tingglin suamimu biar dia sadar
Green_Rose: Ya Allah makasih banyak buat komen pertama yang datang ke karya aku. makasih udah mau mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!