Seorang wanita dari jaman modern masuk ketubuh Permaisuri yang di jadikan pilar Kekaisaran, Dinny Winata.. umur 25 tahun, Dinny terkejut saat jiwanya di tarik paksa oleh cahaya yang datang ke tubuh nya
"Siapa kau?" tanya Dinny
"Aku jiwa yang dihianati dan di buang ke dalam jurang kebencian" jawab wanita yang persis dengan Dinny
"Apa mau mu? sampai menarik jiwaku yang sedang duduk di balkon" ucap ketus Dinny
"Hahaha... balaskan rasa sakitku, aku serahkan putriku dan putra untuk kau jaga, bukan nya kau di dunia ini hidup sendiri" ucapnya dengan nada penuh kebencian. Dinny menggerutu tidak jelas
"Tidak mau tiba-tiba punya anak, dsini aja aku masih single-single loh" jawab kesal Dinny. wanita yang menatap penuh kebencian langsung menatap penuh kerapuhan
Penasaran dengan cerita ini? yuk mampir kecerita Nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16
"Jadi mereka terkena racun?" tanya ibu suri Ning pada salah satu pengawal bayangan. pengawal itu pun mengangguk.
"Bagus... mungkin ini kutukan dari dewa karena mereka sudah berbuat jahat, pastikan tidak ada penawaran untuk mereka" ucap Ibu suri Ning.
"Baik yang mulia... hamba undur diri" ucap pengawal bayang dan menghilang dari sana.
"Mo.... siapkan sambutan kita untuk kedua penghianat itu, aku ingin kau menyiapkan pesta yang luar biasa" ucap dingin ibu suri. Bibi Mo pun langsung mengangguk.
"Aku benci yang namanya penghianat.... dulu kalau bukan ibu mu, putra-putra ku akan tetap hidup... sekarang aku tidak membutuhkan manusia bodoh seperti mu, Ang Bei sudah ada. aku pastikan dia yang akan melanjutkan tahta kekaisaran ini nantinya" gumam ibu suri Ning sambil tersenyum miring. para pelayan yang berada disana pun bisa melihat mata kejam yang di tahan beberapa tahun pun kembali.
Ibu suri Ning bisa terbilang Permaisuri terkuat jaman Kaisar dahulu, tapi karena pelayan tidak tahu diri menjebak suaminya di saat dirinya baru melahirkan. dan kedua Selir milik Kaisar Ning terdahulu, baru meninggal. karena melahirkan, tahu suaminya tidur dengan pelayan yang dia percaya Ibu suri Ning, murka. bahkan Kaisar tidak bisa menahan amarahnya istrinya itu, setelah di hukum pelayan itu memohon karena dirinya sedang hamil. ibu suri terdahulu pun dengan terpaksa mengangkat pelayan itu menjadi gundik, dia tidak ingin keturunan kekaisaran menjadi rakyat. dan kesempatan itu di jadikan kesempatan gundik itu membunuh para pangeran bahkan putra mahkota, Ibu suri Ning murka dan mengurung gundik itu di kediaman dingin, sampai dia melahirkan. setelah melahirkan ternyata Kaisar terdahulu langsung membunuhnya dengan tangan sendiri, dia marah karena putra mahkota dan putra kedua nya mati. gundik itu hanya menyisakan para tuan putri.
Ang Bei yang mendengar ucapan nenek nya pun tersenyum miring, dia bersembunyi di balik kegelapan. tak ada yang mengetahui Lelaki kecil dan Tampan itu sedang mencari tahu.
"Mouse... ambil semua harta ayah tercinta ku, jangan lupa juga masukkan ramuan ini ke dalam kamar mandi milik ayah ku... aku hanya ingin memberikan hadiah yang manis sebagai putra" ucap lirih Ang Bei. Mouse yang berada di kantong Ang Bei pun langsung menimbulkan kepalanya dan mengangguk saat mendengar ucapan tuannya itu.
"Cit.... cit...." jawab Mouse.
Mouse pun pergi meninggalkan tempat itu. dan Ang Bei pun menghilang dari balik kegelapan, sedangkan Nuning. dia sedang membuat sesuatu yang tidak di duga.
Mouse tersenyum bahagia melihat koin emas yang menumpuk, dia pun langsung memasukkan koin dan emas batangan milik Kaisar Rui Ning. Mouse menyukai germelap germelip seperti itu.
"Cit... Cit...." Mouse berlari ke arah pintu kamar mandi, semua harta Kaisar Rui Ning sudah tersimpan rapih di dalam cincin ruang Ang Bei. Mouse pun mengeluarkan bubuk yang di berikan tuan, dia pun menaburkan bubuk itu kedalam kolam tempat Kaisar Rui Ning berendam.
Setelah itu dia pun berlari untuk kembali ke tempat tuan nya, Permaisuri Ai Ning tersenyum mengejek saat mendengar ucapan Yuyung.
"Ternyata putra ku begitu pintar.... Tidak perlu menunggu perintah dari ibu nya ini, baiklah kita tinggal tunggu kedua penghianat itu! aku tidak sabar melihat mereka menderita, hahaha.... Kematian itu terlalu mudah bagi kedua penghianat itu Yuyung" ucap Permaisuri Ai Ning. Yuyung yang berada di ruang biru pun hanya menggelengkan kepala.
"Tuan anda terlalu kejam..." ledek Yuyung. Permaisuri Ai Ning mendengus saat mendengar ledekan dari Yuyung.
"Itu belum seberapa Yuyung sayang.... aku belum mengeluarkan kekejaman ku, jadi kita nikmati saja alur cerita yang dibuat oleh Author nya ya" ucap Permaisuri Ai Ning.
BOOM
UHUKKKK
"Apa aku berhasil Ju?"
BERSAMBUNG........
2 kaki = 10 kilo?
siapa yang batuk?? 🤭