NovelToon NovelToon
Jodoh Pilihan Mama (Single Mommy).

Jodoh Pilihan Mama (Single Mommy).

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:52.3k
Nilai: 5
Nama Author: selvi serman

Di usianya yang sudah genap dua puluh tujuh tahun Sandi Atmojo belum sedikitpun memikirkan tentang pernikahan sehingga kedua orang tuanya jadi khawatir putranya tersebut akan memilih hidup Single seumur hidup. Untuk mencegah hal itu sampai terjadi, sang mamah terus memaksanya untuk mencari calon istri, namun jawaban Sandi tetap sama, yaitu belum berniat menikah sebab belum memiliki calon. "Jika kamu tidak sanggup mencari calon istri, biar mama yang akan mencarikan calon istri untuk kamu." Pada akhirnya sandi tak dapat menolak lagi, dan membiarkan mamah mencarikan calon istri untuknya. Akan tetapi, Sandi tak menyangka jika pilihan mamahnya adalah seorang wanita yang berstatus single Mommy.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16.

Rupanya bukan hanya Vania yang terkejut setengah mati menyaksikan keberadaannya, namun Sandi pun demikian. Pria itu sama terkejutnya saat menyaksikan keberadaan wanita cantik yang dikenalinya sebagai salah seorang pegawainya di hotel.

"Tuan Sandi Admodjo...."

"Vania...."

Ibu menatap ke arah putranya dan juga calon menantunya secara bergantian.

"Apa kalian sudah saling kenal?."

"Tu_tuan Sandi adalah pimpinan hotel tempat Vania bekerja, Bu." Vania yang menjawab. Sungguh, tidak sedikitpun terbesit dibenak Vania jika putra dari Bu Dinda adalah Sandi Admodjo. Vania menyesali kebodohannya yang tidak mencari tahu latar belakang Bu Dinda sebelum menerima tawaran dari wanita itu. Seandainya Vania tahu bahwa Bu Dinda adalah ibunya Sandi, Vania pasti tidak akan berpikir dua kali untuk menolak tawaran wanita itu.

Di saat Vania tengah menjawab ibu, Sandi justru terlihat diam seribu bahasa dengan kesimpulannya sendiri tentang calon istrinya itu.

Wajah Vania semakin kehilangan semangat setelah tahu jika calon suaminya ternyata adalah seorang Sandi Admodjo.

"Dia bahkan tidak tersenyum sedikitpun padaku." Batin Vania. Jika masih ada kesempatan untuk membatalkan pernikahan ini, Vania ingin sekali melakukannya. Tapi sayangnya, Vania tidak tega melihat kekecewaan Bu Dinda jika sampai ia membatalkan pernikahan ini. Sungguh, Vania merasa seperti orang terbodoh di muka bumi ini.

"Ya Tuhan, takdir apa lagi ini?." Lanjut batin Vania dengan keputusasaan di hati.

Vania terus disibukkan dengan lamunannya hingga kalimat ijab Kabul yang terucap dari mulut Sandi berhasil menyadarkan Vania dari lamunannya.

"Saya terima nikahnya Vania Damayanti binti Arman Hidayat dengan mahar tersebut tunai."

Terlihat jelas gurat lelah di wajah Vania. Bukan lelah karena bekerja, namun lelah menghadapi takdir hidupnya. Lagi-lagi, pandangan Vania tertuju pada putrinya yang terlihat sangat bahagia atas pernikahannya.

Usai prosesi ijab Kabul, ibu meminta Vania mencium punggung tangan suaminya sebagai tanda penghormatan seorang istri terhadap suaminya.

"Sekarang kamu sudah menjadi menantu ibu, dan itu artinya kamu harus memanggil ibu dengan sebutan mamah, sama seperti Sandi!." Kata ibunya Sandi sebelum sesaat kemudian memeluk menantunya.

Entahlah, Vania bingung harus bersikap seperti apa. Di satu sisi ia beruntung karena mendapat ibu mertua yang begitu menyayanginya namun di sisi lain pria yang kini telah bersatus sebagai suaminya justru terkesan mengabaikannya. Bukannya berharap lebih, Vania hanya kasihan jika setelah pernikahan ini putrinya bukannya mendapat figur seorang ayah tapi justru tersakiti oleh sikap Sandi yang mungkin tidak bisa menerima kehadiran mereka.

Deg.

Prasangka buruk Vania langsung terpatahkan saat melihat Sandi membawa tubuh mungil Sesil ke dalam gendongannya.

"Bagaimana kabarmu, anak cantik?." Jantung Vania berdebar kencang saat melihat betapa lembutnya Sandi memperlakukan putrinya. Tatapan pria itu pun terlihat begitu teduh saat memandang Sesil, sangat jauh berbeda ketika sedang menatap dirinya.

"Kabar Sesil baik, Om." Jawab Sesil dengan wajah berbinar.

"Kok manggilnya masih Om, sih? Sekarang Om sudah menikah dengan mamahnya Sesil, itu artinya Sesil harus memanggil Om Sandi dengan sebutan papah!." ibunya Sandi menimpali.

Vania sontak memandang pada ibu.

"Memangnya boleh?." Sesil menangkup wajah tampan Sandi dengan kedua tangan mungilnya.

"Tentu saja boleh, sayang!." Balas Sandi.

"Papah.... Akhirnya Sesil punya papah." Sesil benar-benar terlihat bahagia.

Deg

Kedua bola mata Sandi seketika berkaca-kaca saat pertama kali mendengar Sesil memanggilnya dengan sebutan papah.

Vania meremat kebaya yang dikenakannya dengan sekuat tenaga saat mendengar panggilan tersebut lolos dari mulut putrinya. Bukan karena marah, tapi karena ada yang bergejolak di dalam diri Vania. Biarlah ia menjalani kehidupan rumah tangga yang tak tentu arah asalkan putrinya bahagia, Vania rela.

Setelah mengabadikan beberapa foto dalam momen pernikahan sederhana tersebut, ibu pun mengajak mereka semua untuk segera pulang. Ya, pulang, karena mulai hari ini ibu akan mengajak menantu serta cucunya untuk tinggal bersama. Tentunya mbak Atun pun akan ikut bersama, karena wanita itu merupakan baby sitter Sesil.

Ibu sengaja mengemudikan mobil Vania untuk kembali ke rumah, agar Vania menumpangi mobil Sandi.

"Sungguh, saya tidak tahu jika putranya Bu Dinda ternyata adalah anda, tuan. Seandainya saya tahu, saya pasti tidak akan menerima tawaran Bu Dinda untuk menikah dengan putranya." Setelah cukup lama suasana hening tercipta, Vania akhirnya buka suara. Ia merasa perlu menjelaskan agar Sandi tidak berpikiran buruk tentang dirinya, terutama tentang maksud dan tujuannya menikah dengan pria itu.

"Apa menurutmu alasanmu itu dapat diterima oleh akal sehat?." Bukannya menjawab, Sandi justru balik bertanya. Jujur, Sandi seperti belum percaya jika ibunya Sesil adalah Vania Damayanti, pegawai yang menduduki posisi sekertaris manager di hotelnya, mengingat wajah serta bentuk tubuh Vania masih terlihat seperti anak gadis, terlebih usia Vania masih sangat muda.

Vania berusaha untuk bersikap tenang.

"Percaya atau tidak, tapi seperti itulah kenyataannya, tuan Sandi Admodjo." Vania tidak memaksa Sandi untuk percaya padanya namun ia merasa perlu untuk mengatakan yang sebenarnya.

"Jika benar begitu, lalu apa sebenarnya alasanmu hingga bersedia menikah dengan pria yang tidak kau ketahui sosoknya?." Merasa terpojok, Vania lantas menjawab pertanyaan Sandi tersebut dengan sejujurnya.

"Saya ingin Sesil mendapatkan figur seorang ayah." Jawaban Vania sontak membuat Sandi menolehkan pandangan ke arah Vania.

"Saya hargai kejujuranmu. Baiklah, kau menikah demi putrimu dan saya menikah demi mamah." Secara tidak langsung Sandi membangun batasan di dalam hubungan pernikahan mereka, setidaknya itu yang dapat disimpulkan oleh Vania dari perkataan Sandi.

Obrolan keduanya berakhir begitu saja setelah mobil yang dikemudikan Sandi tiba di rumah.

Ibu yang tiba lebih dulu, nampak menghampiri mobil putranya, hendak menyambut kedatangan sang menantu di rumah mereka.

"Selamat datang Vania, semoga kamu betah tinggal di rumah ini, sayang." Kata ibu.

Vania meresponnya dengan anggukan yang disertai senyuman tipis.

Ibu mengajak Vania masuk ke dalam rumah dan tak lama kemudian Sandi menyusul.

Sungguh, Vania tidak pernah membayangkan bisa menginjakkan kaki dikediaman megah milik keluarga Admodjo, terlebih sebagai menantu dari keluarga tersebut.

"Ayo Vania, mamah antar ke kamar!." ajak Ibu dan Vania pun mengangguk mengiyakan.

"Silahkan masuk, sayang. Ini kamarnya Sandi dan mulai hari ini akan menjadi kamar Kamu juga." Kamar Sandi berada di lantai dua.

"Terima kasih, M_mah." Lidah Vania masih terasa kaku dengan panggilan barunya terhadap Bu Dinda.

"Tidak perlu berterima kasih, sayang. Sebagai mamah mertua, sudah sewajarnya mamah memperlakukan menantu mamah dengan baik."

Setelah berada di dalam kamar tersebut, pandangan Vania terfokus pada ranjang berukuran king size yang nampak dihiasi kelopak bunga mawar berbentuk hati.

"Kalau kamu ingin ganti pakaian, mamah sudah menyiapkan pakaian buat kamu di dalam lemari, Vania." Sampai pakaian pun sudah disiapkan oleh ibu untuk menantunya itu.

"Makasih, mah." Vania tidak menyangka bisa bertemu dengan manusia berhati malaikat seperti ibu mertuanya tersebut.

Ibu lantas mengangguk seraya mengukir senyum di bibirnya.

"Kalau begitu mamah ke bawah dulu, takutnya Sesil nyariin."

1
Yallend Mungil
bisa ngk thor updatetan nya banyakin jgn cuma 1 aja 3 bgtu perhari dong
Ayila Ella
kira kira siapa ya yg dulu bucin bara apa Cika,,,next thor
secret
nahh jd salah paham kan bpk securitynya😂 hayoloo bujuk bar yg lg cemburu tp ketutup gengsii🤭 hmm lg dan lg sandi hrs menghadapi si nnek lmpir
secret
syukur deh feeling readers salah, ga ktmu 2 nenek lampirr
alahaayyy mereka tu smsm mauu tp msih bingung ajaa mengungkapkannya🤭🤭
Felycia R. Fernandez
kan kemarin udah minta 2M agar Vania lepas dari ibunya...
Felycia R. Fernandez
Bara kk Thor
Ariany Sudjana
ga Natalie ga ibunya sama saja, sama-sama pelacur murahan 🤣🤣😂😂 heh waras kamu yah? menyebut diri sebagai ibu kandung Vania? ibu macam apa yang menjual putri kandungnya dan lebih percaya sama omongan pelacur murahan seperti Natalie?
Lia siti marlia
cie cie yang kw gep security cika bara 🤣🤣🤣🤣
lah lah bagus sandi kamu bilang gitu sama siapa sih mamahnya vania namanya pokonya dia we ...biar dia sadar kalu dia telah menukar vania dengsn uang 20 miliar 👍 amnesia kali tih orang masih menyebut dirinya ibu mertua 🤭🤭🤭
Lia siti marlia
cie cie cika cemburu 🤭🤭
cie cie bara ke gep jadi kelimpungan kan buat jelasin 🤭🤭
cie cie vania yang melongo karna tingkah kedua nya 🤣🤣🤣
partini
bara bere minheeeee ,, terlalu banyak wanita sih jadi susah sendiri
Ariany Sudjana
kapan sih kena batunya orang tua Vania? sudah jahat, menjual Vania, dan masih juga percaya sama omongan si pelacur murahan Natalie itu
Yallend Mungil: jgn cuma org tua nya tp natalie jg hrs kena batunya🤭
total 1 replies
Lia siti marlia
sahabat rasa saudara ini mah bahagia selalu yah kalian vania cika semoga kalian di ratukan suami kalian😍😍😍
secret
good bahagiaaa2 ajaa van, nikmati hidup😁 ehh tapii feeling bkl ketemu si 2 nenek lampir, bkl hilang deh mood bahagia
❥␠⃝ ͭ🍁ᴍɪᴍɪ💃🅶🅳🅰🆅🅸🅳 : saatnya bahagia bersama suami anak dan mertua juga sahabat jangan pikirin orang-orang gila yang menyakiti mu Vania🥳semoga semua terungkap setelah paman Vania ditemukan dan tentang Ibunya Vania yang sesungguhnya
total 1 replies
secret
udah van air matamu terlalu berharga untuk org gatau diri gitu, mending bahagia2 ajaaa sm paksuu.. kehancuran otw untuk org2 gada otak ituu
Felycia R. Fernandez
apa Vania akan bertemu dengan ibu kandungnya dan Natalie
Felycia R. Fernandez: Chika yang jagonya kk 😆😆
total 2 replies
partini
hemm bisa ketemu mereka sama ibu gemblung plus sodara stres
Lia siti marlia
sandi sama bara sebelas dua belas pertama ogah ogahan di jodohin eh lama lama jadi bucin 🤭🤭🤭😍😍😍kalau c nathali sama ibu nya 11 12 sama sama gak tahu malu dan gak waras 🤣🤣🤣🤣
partini
ibu kandung gemblung
Felycia R. Fernandez: setres kk,bagus masukin ke RS atau bunuh ja 😆
total 1 replies
Karsa Sanjaya
harusnya d bikin surat perjanjian biar kalo ngusik lagi GK bakalan bisa
Lia siti marlia
mending kamu ceritakan saja sama vania sandi soal keterlibatan ibunya 🤭 dan cari tahu juga soal om ical paman nya vania siapa tahu dia mempunyai info yang akurat siap sebenarnya ibu kandung vania soalnya aku kok gak percaya sama ibu vania yang sekarang karna gak mungkin dong seorang ibu kandung tega menjual anak nya demi uang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!