Nara adalah seorang gadis yang memiliki kekurangan yang terletak pada wajahnya ia setiap hari dibully oleh teman sekelasnya sampai ketika ia menyelamatkan seorang pria mulai sejak itu kehidupannya berubah kedatangan pria itu membuat hidupnya menjadi lebih baik. pria itu selalu melindunginya dan membantunya ketika ia menghadapi masalah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anastya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16
seketika semua siswa diam karena teriak kan Keandra. lalu Nara mencoba menenangkan keandra.
"udah jangan marah"ucap Nara.
lalu Kiandra berkata "kalau Nara nggak bisa diharapin, terus siapa yang bisa diharapin, kalian"ucap Keandra.
"kenapa kalian selalu nyalahin Nara untuk semua hal, memangnya manusia nggak boleh berbuat salah . apa kalian yang merasa selalu benar"ucap Keandra membela Nara.
Nara yang melihat Kiandra sudah mati-matian membelanya langsung berbicara.
"siapa yang bilang aku nggak bisa presentasiin susunan acara buat pesta nanti"ucap Nara.
lalu Milka langsung berkata"bukannya kamu bilang kalau catatan susunan acara yang udah kamu buat hilang ya"ucap Milka.
"kan aku cuman bilang kalau catatan susunan acaranya hilang, aku nggak bilang bahwa aku nggak bisa mempresentasikannya kan"ucap Nara.
"tapi tanpa catatan susunan acara bagaimana bisa kamu mempresentasikannya"tanya salah satu anggota OSIS.
"ya tentu saja ,dengan mempresentasikannya secara lisan"jawab Nara.
lalu Nara meletakkan buku catatannya di atas meja dan mulai mempresentasikan susunan acara yang telah ia buat sebelumnya. iya tidak hanya berbicara tetapi menulisnya di papan tulis. Keandra yang melihat Nara berbicara dengan lantang,saat mempresentasikan susunan acara, tanpa sadar ia menatap Nara dengan tatapan yang sangat mendalam.
hal ini diperhatikan oleh teman-teman Kiandra siapa lagi kalau bukan Brian dan Fernando.
"lihat itu Keandra"ucap Brian.
"kenapa sama Keandra"tanya Fernando.
saat Fernando menatap ke arah Keandra barulah ia sadar maksud Brian sebenarnya.
"dia masih bilang bahwa dia tidak punya perasaan kepada Nara .padahal sudah jelas-jelas dari tatapannya saja bahwa Keandra sangat menyukai"ucap Brian.
"bukan hanya dari tatapannya saja, tapi lihat juga bagaimana dia membela nara saat Nara di pojokan tadi oleh siswa lain"ucap Fernando.
"iya ,padahal bukan Keandra yang di pojokan tapi dia yang marah sampai tidak bisa mengendalikan dirinya"ucap Brian.
"jadi sekian persentasi yang dapat saya sampaikan, jika ada tambahan dari kalian silahkan di kemukakan"ucap Nara.
"jika ada yang mengerti bisa ditanyakan sebelum kita keluar dari lab ini"ucap Keandra.
"semuanya sudah perjelas oleh Nara jadi menurutku tidak ada lagi yang tidak paham"ucap Brian.
"bagaimana pendapat kalian"ucap Alex.
lalu serentak semua anggota OSIS mengatakan "benar tidak ada lagi yang harus diperjelas karena semuanya sudah jelas"
"baiklah jika masalah pesta sudah beres kita beralih lagi ke masalah turnamen antar kelas yang akan diadakan sebelum pesta akhir pekan"ucap Keandra.
"jadi setiap kelas wajib mengikutinya. dan pastikan setiap kelas memiliki perwakilan"ucap Keandra.
"lalu bagaimana yang tidak ada perwakilan nya"tanya salah satu anggota OSIS.
"aku rasa itu nggak mungkin deh, soalnya yang aku tahu semua cowok di setiap kelas pasti ada yang suka main basket "ucap Keandra.
"jadi pastikan kalian untuk memilih perwakilan yang terbaik untuk turnamen Minggu depan"ucap Keandra.
"jika tidak ada lagi yang ditanyakan. maka kita akhiri saja sampai di sini pertemuannya. silakan kembali ke kelas masing-masing dan beraktivitas seperti biasanya"ucap Alex selaku wakil ketua OSIS.
lalu mereka semua pun keluar dari lab bahasa dan kembali ke kelas mereka masing-masing. baru saja Nara ingin kembali ke kelas, Sisil langsung menghentikannya.
"Nara ayo temani aku ke kantin dulu baru kita pergi ke kelas, aku sudah lapar sekali"ucap Sisil
"baiklah aku temani kamu"ucap Nara.
lalu mereka berdua pun pergi ke kantin bersama. baru saja Kiandra ingin menyusul Nara dan Sisil, tiba-tiba saja Brian menghentikannya .
"heii Keandra kamu mau ke mana"tanya Brian.
"aku ingin pergi ke kantin"jawab Keandra.
"apa kamu sudah lupa tentang rencana kita, habis selesai rapat OSIS"tanya Fernando.
"rencana yang mana"tanya Keandra.
"astaga, apa di otakmu hanya ada Nara saja, sampai rencana yang baru saja kita bahas kamu pun lupa"ucap Brian.
"apa maksudmu aku tidak mengerti, aku hanya lupa"ucap Keandra.
"memangnya apa rencana kita"tanya Keandra lagi.
"Kita kan sudah sepakat bahwa hari ini kita akan membahas turnamen basket untuk minggu depan, dan mencari perwakilan untuk kelas kita"ucap Fernando.
"astaga, aku lupa"ucap Keandra.
"kalau begitu ayo kita pergi ke kelas sebelum mereka semua keluar"ucap Keandra.
lalu mereka bertiga pun berlari ke kelas. sesampainya mereka di kelas semua siswa sudah hampir keluar.
"tunggu sebentar"ucap Brian.
"ada apa kenapa kamu menghalangi kami keluar"tanya salah satu siswa.
"kita harus membahas tentang turnamen basket yang diadakan minggu depan"ucap Keandra.
lalu Kiandra mengatur semua teman-temannya dan menjelaskan apa saja yang harus dipersiapkan saat turnamen. belum sempat menjelaskan terlalu dalam tiba-tiba saja Nara dan Sisil masuk ke kelas. pandangan Keandra langsung menuju kepintu .
"heii Keandra, kenapa berhenti "ucap Fernando.
"Haa ,oh bukan apa-apa "jawab Keandra.
"oh liat ke pintu siapa yang datang " ucap Brian.
Lalu Fernando langsung menoleh ke arah pintu dan ia langsung melihat bahwa Nara dan Sisil yang mau masuk ke keles.
" ohh karena itu" ucap Fernando.
Lalu Nara dan Sisil langsung masuk dan duduk di bangku mereka .setelah Nara duduk Keandra kembali melanjutkan pembahasannya dan kembali mengatur teman-temannya agar bisa memenangkan turnamen itu.
Nara yang melihat Keandra dari kejauhan,yang sedang menjelaskan dan mengarahkan teman-temannya untuk turnamen basket, tiba-tiba saja Nara membatin.
"ternyata kalau diperhatikan lebih dalam , ternyata Keandra ganteng juga" batinnya.
tiba-tiba saja Nara tersadar .
"astaga,apa yang sedang aku pikirkan,masa aku mulai suka sih sama keandra.pokoknya enggak boleh Nara , inget enggak boleh" batinnya.
Sambil menepuk-nepuk pipinya .Sisil yang sadar dengan perilaku Nara langsung bertanya kepada Nara .
" kamu kenapa Nara " tanya Sisil.
"haa ,oh enggak apa-apa kok"jawab Nara.
"terus kenapa kamu pukul pipi kamu sendiri, terus kenapa juga pipi kamu merah, atau jangan-jangan kamu sakit ya"tanya Sisil dengan cerewet.
"oh enggak kok aku cuman kepanasan. iya kepanasan itu hee " jawab Nara sambil tersenyum.
Sisil tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Nara.
"kamu nggak bohong sama aku kan"tanya Sisil.
"mana mungkin aku bohong sama kamu. Kamu kan teman terbaik aku"ucap Nara.
"awas aja kalau kamu bohong sama aku ya"ucap Sisil.
Nara yang sadar bahwa Sisil sangat memperhatikan gerak-geriknya langsung panik.
"jangan sampai Sisil tahu bahwa aku mulai menyukai Keandra, Kalau dia sampai tahu maka urusannya akan jadi lebih rumit" ucap Nara.