seorang wanita cantik turun dari motor merapikan rambut panjang yang sedikit berantakan tertiup angin,lalu ia melangkah menuju fakultasnya,karna melangkah sambil menunduk melihat handphone kakinya tersandung batu, tubuhnya tersentak ke depan Aluna memejamkan mata karna dia yakin tubuh nya sebentar lagi akan mencium tanah, tapi setelah beberapa saat dia tidak merasakan sakit justru dia merasa tubuh nya ada yang menahan, saat Aluna membuka mata pandangan nya berhenti pada sorot mata tajam nan dingin..
penasaran dengan ceritanya? yuk lanjut baca🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen kaka Agustin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
Setelah acara selesai Aluna mengantar Alfian dan keluarganya pulang
Nenek dari Alfian yaitu ibunya Ammar sejak acara selesai selalu menggandeng tangan Aluna
Istri dari tuan Hanggono itu sepertinya sangat menyukai calon cucu menantunya
"sayang, besok nenek tunggu di rumah yah, sebelum nenek kembali ke Jogja, kita jalan-jalan dulu" ucapnya
Aluna tersenyum lembut" baik nek besok Aluna kerumah " jawabnya
"baiklah nenek pulang dulu" ucapnya
Lalu Aluna menyalami keluarga Ammar begitu pula Daniel, Sera dan Kania yang ikut mengantar sampai depan rumah
"aku pulang dulu" ucap Alfian
"iya mas hati-hati" jawabnya
"besok aku jemput jam 8" katanya lagi
"iya " ucap Aluna
Lalu Alfian menyusul masuk ke dalam mobil
Mobil pergi meninggalkan kediaman Daniel.
Setelah mobil tidak terlihat lagi, mereka melangkah masuk ke dalam rumah
Menuju kamar masing2 untuk beristirahat
Aluna masuk kedalam kamarnya, menutup pintu lalu menguncinya
Lalu masuk ke kamar mandi untuk bersih2
15 menit...
Aluna keluar
Mengenakan jubah mandi
Lalu melangkah menuju ruang ganti
Mengenakan piyama
Duduk di depan meja rias mengoles skincare
Setelahnya dia berbaring telentang sambil mengscroll media sosialnya
Dia meng upload satu fotonya dengan Alfian
Lalu meng tag akun Instagram Alfian
Setelah berhasil dia meletakan ponselnya di nakas lalu menarik selimut dan mulai memejamkan mata sambil tersenyum
......................
Alarm berbunyi nyaring
Dia mengerjapkan mata meraba samping nakas
Melihat jam
4:45
sebentar lagi masuk waktu subuh
Di bangun terduduk menyandar dikepala ranjang
Mengumpulkan kesadarannya
Dirasa cukup dia turun dan melangkah ke kamar mandi
20 menit
Aluna keluar dengan wajah segar, bau harum tercium dari badan nya.
Dia mengganti pakaian lalu menggelar sajadah dan melaksanakan sholat
......................
jam 7:00
Aluna turun ke bawah
Di dapur sudah ada Sera dan Oma Kania yang ikut membantu pelayan menyiapkan makanan
" pagi mom, Oma" sapanya
"pagi sayang" jawab mereka bersamaan
"nanti aku mau pergi mom ke rumah mama Hera" ucapnya
"loh memang ada apa sayang" tanya Oma
" nenek Mita mau ajak Luna jalan-jalan sebelum pulang ke Jogja"jawabnya
"oh begitu, " kata Oma
Sera hanya tersenyum tipis, dalam hati dia bersyukur Aluna bisa di terima oleh keluarga calon suaminya.
Daniel dan Darren muncul dari arah belakang
Disusul keluarga yang lain termasuk eyang Dewi
Mereka semua sarapan bersama sebelum pulang ke rumah masing2.
Ya hari ini keluarga dari Oma dan eyang akan pulang, termasuk eyang Dewi yang juga akan ikut pulang,
sebenarnya Aluna menahan eyang Dewi agar menginap 2 hari lagi, tapi eyang tidak bisa karna kebun nya sudah lama dia tinggal, akhirnya Aluna pun setuju.
Mereka semua sudah ada di teras mansion, berpelukan tanda perpisahan,
Satu persatu mobil meninggalkan halaman Ruman Daniel, saling melambai kan tangan.
sebelum melangkah masuk ke dalam rumah
Mereka menoleh saat ada mobil memasuki gerbang mansion
Itu mobil Alfian
Dia lalu turun
Berjalan mendekati Aluna dan keluarganya
"selamat pagi dad,mom dan oma" sapanya menyalami satu persatu para orangtua
"pagi nak, ayo masuk" ajak oma
Lalu mereka melangkah masuk kedalam rumah
Duduk di ruang tamu
Aluna pergi ke kamar untuk bersiap
Setelah rapi dia lalu turun
menghampiri Alfian lalu berpamitan ke semua orang.
Alfian membukakan pintu mobil untuk Aluna
dia lalu berlari masuk ke kemudi,
Mobil bergerak perlahan keluar dari gerbang
ditengah jalan Aluna bertanya
"mas sudah sarapan"
"sudah tadi di rumah sayang" jawabnya
"syukurlah" ucapnya lega
"kenapa Hem?" tanyanya balik
"tidak , aku hanya khawatir takut mas belum sarapan, " jawabnya lirih
Alfian tersenyum senang mendapat perhatian dari Aluna
"terimakasih sayang, sudah perhatian" ucapnya sambil mengelus jemari Aluna lembut
"sama-sama mas, sudah seharusnya" jawabnya membalas genggaman tangan Alfian
Lau Aluna meminta Alfian mampir ke toko kueh terlebih dahulu
Dia ingin membawa sesuatu untuk keluarga Alfian
Aluna membeli aneka kue, dan cemilan2 UMKM
Setelah selesai dia membayar lalu keluar dari toko dan masuk kedalam mobil
"sudah yang" tanya Fian
"sudah mas" jawabnya
Mobil bergerak kembali' menuju kediaman Alfian.
......................
Setelah sampai mereka turun dari mobil,
Aluna menenteng paperbag kue2 yang tadi ia beli
Mereka melangkah masuk ke dalam rumah
Terlihat di ruang tamu Hera, nenek dan kakek
Sedang mengobrol sambil meminum teh
Langkah kaki mereka menyita perhatian semua yang ada di ruang tamu
Hera berdiri menyambut anak dan calon menantu
"sudah sampai sayang" ucapnya
Aluna menyalami Hera lalu cipika cipiki
"iya ma" jawabnya
mereka melangkah menuju nenek dan kake
Menyalami mereka Lalau duduk di kursi sebrang
"ma ini Aluna bawa kue sedikit" katanya sambil menyerahkan paperbag ke pada Hera
"kenapa repot2 sekali sayang" jawab Hera
Menerima paperbag dan di serahkan ke pelayan.
"apa kamu sudah sarapan nak" tanya nenek Mita ke Aluna
"sudah nek"jawabnya lembut
"ya sudah nenek siap2 dulu ," ucapnya
"iya nek" jawab Luna
"ayo Hera kita siap2, " ajaknya ke arah menantunya
"iya ma" jawab Hera
Mereka melangkah menuju kamar masing2
......................
Setelah semua siap, mereka semua melangkah keluar menuju mobil
hari ini Fian yang jadi supir para wanita kesayangnya
Rencananya nenek Mita akan membelikan Aluna set perhiasan
Sebagai hadiah karna kemarin dia belum sempat memberikan apa2 ke Aluna.
Mobil berhenti di pusat perhiasan terkenal di kota itu
mereka turun lalu melangkah masuk
Nenek Mita langsung menggandeng tangan Aluna
Alfian yang melihatnya melongo tidak percaya
Hera terkekeh pelan " sabar, itu tandanya nenekmu sangat menyukai Aluna"
sambil mengelus pundak anaknya
Alfian menghela nafas berat lalu ikut melangkah di belakang mereka
Saat mereka masuk semua pramuniaga bahkan manager berbaris dan menunduk hormat
"selamat datang nyonya" sapa manager
nenek Mita hanya tersenyum tipis
lalu mereka duduk di kursi yang sudah di sediakan
Aluna yang sejak masuk memperhatikan tampak heran
Ini bukan sambutan biasa,
nanti dia harus bertanya ke Alfian.
"tolong tunjukan koleksi terbaik dan limited edition, tentunya yang terbaru" ucap nenek Mita kepada manager toko
"baik nyonya akan kami siapkan" jawabnya
Lalu melirik memberi kode ke arah pramuniaga.
pramuniaga itu mengangguk mengerti lalu melangkah pergi.
"kenalkan dia calon cucu menantuku, dan kalian harus ingat wajahnya, jika cucuku ini datang kemari layani dia seperti kalian melayani keluargaku"" ucapnya tegas
"baik nyonya " jawab mereka serempak
"bagus" balas nenek Mita
Lalu 3 orang pramuniaga datang membawa 3 set perhiasan
"ini nyonya" jawabnya salah satunya
Sekarang di hadapan mereka ada 3 set berlian yang sangat indah tentunya mewah dan mahal
nenek Mita menoleh ke arah Aluna" sayang pilih lah mana yang kamu suka"
Aluna terkejut mendengarnya "apa maksud nenek" ucapnya
nenek Mita tersenyum hangat" perhiasan ini sengaja nenek siapkan untuk kamu sayang"ucapnya lembut
"tapi nek. apa ini tidak terlalu berlebihan " jawab Luna lirih
"tidak sayang, kamu pantas mendapatkan nya" jawabnya
"ayo pilih saja, "lanjutnya
Aluna menatap Hera dan Alfian bergantian
Alfian hanya mengangguk
Hera mengelus tangannya lembut" pilihlah nak, " ucapnya
"baiklah" ucapnya pasrah
"ayo sayang pilih saja" ucap nenek Mita antusias
Aluna tersenyum hangat melihat betapa dia di sayangi, dia sangat bersyukur
Lalu dia memilih , melihat satu persatu berlian itu
tatapan nya tertuju kearah berlian bermata biru, dia suka desain nya
Aluna memilih blue diamond
Menurutnya ini paling elegan. Dan desainnya tidak terlalu ramai..
Desain yang sederhana tapi justru terlihat mewah dan elegan dibandingkan berlian yang lain
Aluna tersenyum" Aluna pilih yang ini nek" ucapnya
Nenek Mita tersenyum
"bagus sayang. pilihanmu sangat tepat"
"iya sayang seleramu sangat bagus" timpal Hera
Nenek Mita memberi kode untuk membungkus berlian yang di pilih aluna
Setelah selesai mereka melanjutkan perjalan. Menuju mall
udah baca ceritanya malah berhenti di tengah jalan lagi...
awas aja... 😤😤