Di dunia modern yang penuh hiruk-pikuk, seorang pemuda bernama Lin Xiao meninggal dunia karena kecelakaan tragis. Jiwa-nya yang kuat tidak lenyap, melainkan bereinkarnasi ke dalam tubuh seorang bocah yatim piatu berusia lima belas tahun bernama Xiao Lin di sebuah desa kecil di benua kultivasi bernama Benua Qingyun. Tubuh baru ini lemah, meridian-nya rusak, dan bakat kultivasinya hanya tingkat rendah sekali. Namun, Lin Xiao membawa serta ingatan lengkap kehidupan sebelumnya serta sebuah sistem warisan kuno yang tersembunyi di dalam jiwa-nya: “Cincin Reinkarnasi Abadi”.
Dengan pengetahuan modern, tekad besi, dan rahasia sistem yang memungkinkan ia menyerap energi langit bumi ribuan kali lebih cepat, Xiao Lin mulai perjalanan kultivasi yang tak terbayangkan. Ia akan membalas dendam atas kematian orang tua angkatnya, menghancurkan sekte-sekte tirani, menaklukkan kerajaan-kerajaan, melintasi lautan daratan, memasuki alam roh, alam dewa, hingga akhirnya menantang para dewa kuno dan iblis
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan Ketua Sekte Gunung Api dan Pertempuran Puncak di Gunung Hijau
Tiga hari setelah serangan pertama dipukul mundur, Gunung Hijau masih dipenuhi aroma darah dan abu. Array pelindung sekte sudah diperbaiki, tapi semua orang tahu ini bukan akhir. Pagi itu, langit di selatan berubah merah darah. Ribuan kapal roh api muncul dari balik awan, membawa pasukan utama Sekte Gunung Api yang jumlahnya lebih dari 8.000 orang elit.
Di depan barisan kapal paling besar berdiri Ketua Sekte Gunung Api sendiri — Huo Tian, seorang lelaki berusia lima puluh tahun dengan tubuh seperti gunung api hidup. Qi-nya Tahap Raja Tingkat 9 (puncak), aura api hitam primordialnya membuat awan di sekitar gunung mendidih. Di sampingnya ada dua puluh tetua inti Tahap Raja Tingkat 7–8.
Huo Tian suaranya menggelegar seperti ledakan gunung berapi.
“Xiao Lin! Keluarlah! Kau telah membunuh anak buahku dan menghina sekte kami. Hari ini aku sendiri yang akan mengambil nyawamu dan membakar seluruh Gunung Hijau hingga menjadi lautan api!”
Seluruh Sekte Gunung Hijau bergetar. Murid-murid berbaris di tembok pertahanan, wajah mereka tegang tapi penuh tekad.
Xiao Lin berdiri di puncak gerbang utama Puncak Awan. Ling’er melayang di bahu kanannya. Pedang Awan Daun sudah di tangan, Cincin Dewa Daun Abadi berdenyut hangat. Ia menatap lautan api musuh tanpa rasa takut.
“Ketua Huo Tian,” suaranya tenang tapi menggema ke seluruh gunung dengan qi Raja, “kalian datang mencari mati. Hari ini… tidak ada satu pun dari kalian yang akan pulang hidup-hidup.”
Pertempuran puncak pecah.
Array Api Neraka raksasa musuh menabrak kubah pelindung Gunung Hijau. Ledakan qi mengguncang seluruh gunung hingga retak-retak. Pasukan elit Gunung Api menyerbu seperti gelombang api, sementara pasukan Gunung Hijau bertahan di balik array.
Xiao Lin melompat ke depan. Ia mengaktifkan Cincin Dewa Daun Abadi sepenuhnya.
“Panggilan Pasukan Dewa Besar!”
Ling’er berubah menjadi cahaya hijau raksasa. Ribuan roh alam muncul dari tanah gunung — pohon roh raksasa, angin dewa, akar hidup, dan badai daun. Mereka menyerbu pasukan musuh seperti tentara alam yang tak terhitung.
Huo Tian tertawa murka. “Bocah sombong! Aku sendiri yang akan menghabisimu!”
Ia melompat dari kapal roh dan menyerang Xiao Lin dengan tinju penuh kekuatan.
“Api Neraka Primordial – Tinju Penghancur Jiwa!”
Api hitam primordial menyambar seperti meteor yang bisa membakar jiwa. Xiao Lin tidak mundur. Ia balas dengan tinju penuh.
“Jurus Raja Daun Awan – Tinju Langit Runtuh Abadi!”
Dua tinju bertemu. Gelombang qi menghancurkan setengah lereng gunung. Huo Tian mundur tiga langkah dengan darah mengalir dari sudut mulutnya. Matanya penuh keterkejutan.
“Kekuatanmu… sudah mendekati Tahap Kaisar?!”
Xiao Lin tidak memberi kesempatan. Ia melesat maju seperti kilat. Pedang Awan Daun menebas cepat. Dua tetua musuh Tahap Raja Tingkat 7 mati seketika. Huo Tian terdesak mundur terus, wajahnya penuh luka bakar.
Di belakang, pasukan Gunung Api mulai kacau. Pasukan elit Gunung Hijau yang dipimpin Mu Qinglan dan Ling Yun menyerbu dengan semangat baru. Ling’er memanggil akar-akar raksasa yang menelan ratusan musuh dalam sekejap.
Suara sistem bergema di jiwa Xiao Lin:
“Selamat! Anda memimpin pertempuran puncak dan membunuh 18 orang elit musuh termasuk dua tetua inti. Energi Qi +750.000. Poin Pengalaman +1.200.000. Peluang terobosan ke Tahap Kaisar naik menjadi 98%. Warisan baru terbuka: ‘Formasi Dewa Daun Abadi’ (dapat memanggil formasi pertahanan alam untuk seluruh sekte).”
Xiao Lin mengangkat pedang tinggi. Badai daun keemasan menutupi langit.
“Semua pasukan Gunung Hijau! Serbu! Hari ini kita hancurkan Sekte Gunung Api!”
Sorak-sorai meledak. Pasukan musuh mulai mundur ketakutan. Huo Tian menggertakkan gigi dan mengeluarkan bola api darah primordial — sinyal mundur darurat.
“Xiao Lin… ini belum selesai! Aku akan kembali dengan seluruh kekuatan sekte kami!”
Pasukan Gunung Api mundur dengan cepat, meninggalkan ribuan mayat di lereng gunung.
Xiao Lin berdiri di tengah medan pertempuran yang penuh darah dan abu. Napasnya masih tenang. Mu Qinglan mendarat di sampingnya, wajahnya penuh kekaguman.
“Kau… sudah menjadi pilar sekte kita.”
Xiao Lin menatap ke arah selatan. “Perang besar masih panjang. Tapi sekarang… saatnya aku tembus ke Tahap Kaisar.”
Malam itu, di paviliun pribadinya, Xiao Lin duduk bersila di kolam qi raksasa. Ia menyerap qi rampasan pertempuran dan qi gunung yang kental.
Suara sistem bergema keras:
“Selamat! Penyerapan qi rampasan selesai. Energi Qi +920.000. Poin Pengalaman +1.500.000. Tingkat kultivasi naik ke Tahap Raja Tingkat 9 (Puncak Mutlak). Siap terobosan ke Tahap Kaisar kapan saja.”
Xiao Lin membuka mata. Cahaya qi hijau keemasan menyala di tubuhnya. Ia tersenyum tipis.
“Besok… aku akan tembus ke Tahap Kaisar. Dan setelah itu… aku akan datangi Gunung Api sendiri.”
Di Gunung Api yang jauh, Huo Tian kembali dengan wajah penuh luka dan amarah. “Persiapkan semua! Serang lagi dengan seluruh kekuatan sekte! Xiao Lin harus mati!”