Hao Qi hanyalah seorang mahasiswa yatim piatu miskin yang tercekik hutang rentenir dan selalu dipandang sebelah mata oleh orang-orang di sekitarnya.
Namun, nasibnya berubah drastis ketika ia tanpa sengaja mengaktifkan Sistem Toko Sepuluh Ribu Alam di ponsel bututnya. Melalui sistem rahasia ini, Hao Qi bisa menjual barang-barang murah sehari-hari seperti mi instan dan korek api gas ke berbagai dimensi lain dengan bayaran selangit berupa koin sistem, emas batangan, pil penempa tubuh, hingga teknik bela diri kuno.
Sambil menyembunyikan identitas dan kekuatan barunya, Hao Qi mulai melunasi hutangnya, menyadari keberadaan energi Qi di dunia modern, dan melangkah naik untuk menghancurkan para orang sombong yang dulu meremehkannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
"Sistem, pindai kedua benda ini dengan cepat!"
Hao Qi memberi perintah dalam hati. Matanya di balik siluet cahaya putih menatap lekat pada gulungan perkamen emas dan kristal badai salju di atas meja kasir kayu.
"Memindai..."
Suara mekanis Sistem bergema. Layar biru transparan muncul di depan pandangan Hao Qi.
"Gulungan Berkat Dewa Matahari (Tingkat Epik Alam Magis). Fungsi: Jika diaktifkan, akan melepaskan gelombang energi penyembuhan massal dengan radius satu kilometer dan menghilangkan segala rasa takut/ilusi pikiran. Sangat cocok dijual kembali atau digunakan di medan perang."
"Inti Badai Salju Wyvern Kuno. Sumber energi elemen es tingkat tinggi. Dapat dikonversi menjadi 1.500 Koin Saldo Sistem, atau dilemparkan sebagai senjata peledak pembeku berskala besar."
Napas Hao Qi nyaris terhenti. Seribu lima ratus koin?! Dan gulungan penyembuh massal?!
Nilai barang-barang ini sungguh tidak masuk akal jika dibandingkan dengan modal beberapa botol wiski dan sebungkus rokok yang totalnya hanya sekitar sepuluh ribu Yuan di Bumi.
"Bagaimana, Tuan?"
Arthur menatap Hao Qi dengan pandangan penuh harap. Wajahnya yang kasar terlihat sedikit cemas.
"Dua benda ini kudapatkan setelah membunuh Wyvern Es di Pegunungan Utara sepuluh tahun lalu. Gulungan ini adalah sihir suci yang sayangnya tidak bisa digunakan oleh ksatria yang mengandalkan kekuatan fisik sepertiku, dan kristal itu terlalu dingin untuk dipegang lama-lama. Apakah ini cukup untuk sepuluh botol Air Keberanian dan dua puluh Gulungan Asap Ketenangan?"
Hao Qi mengangguk dengan gerakan yang sangat tenang dan berwibawa, meski di dalam hatinya ia sedang menari kegirangan.
"Tuan Arthur, nilai dari benda yang Anda bawa ini memang cukup tinggi. Namun, karena ini adalah transaksi pertama kita dan saya sangat menghargai perjuangan Anda di medan perang, saya akan memberikan penawaran yang lebih baik."
Hao Qi berbalik menuju rak. Ia memindahkan sepuluh botol wiski murni bernilai tinggi dan dua puluh kotak rokok filter premium ke atas meja kasir.
"Sret."
"Selain barang yang Anda minta, saya akan memberikan satu pusaka komunikasi khusus dari toko ini."
Hao Qi mengambil satu kotak smartphone hitam yang telah dimodifikasi oleh Sistem dan meletakkannya tepat di depan Arthur. Ia membuka kotaknya, memperlihatkan benda pipih hitam mengkilap tersebut.
"Benda hitam apa ini? Cermin obsidian?" Arthur mengerutkan keningnya.
"Hahaha!"
"Bukan, Tuan Arthur. Ini disebut Ponsel Komunikasi Sepuluh Ribu Alam."
"Klik."
Hao Qi menekan tombol daya. Layar smartphone itu menyala terang, menampilkan ikon "Katalog" dan "Obrolan" dengan resolusi tinggi.
Arthur terlonjak mundur setengah langkah.
"Whoa!"
"Benda ini bisa memancarkan cahaya! Dan lukisan di dalamnya bergerak sangat mulus! Sihir macam apa ini?!"
"Ini adalah keajaiban teknologi duniaku yang dipadukan dengan sihir Toko Sepuluh Ribu Alam," jelas Hao Qi dengan senyum ceria.
"Sentuh lambang tulisan 'Katalog' ini dengan jarimu."
Arthur menurut dengan ragu-ragu. Ujung jarinya yang kasar menyentuh layar kaca tersebut.
"Bip!"
Layar berpindah, menampilkan deretan gambar Roti Daging Surga (Pizza), Ayam Krispi Penempa Jiwa (KFC), Artefak Pemanggil Angin (Kipas Baterai), dan berbagai barang lainnya lengkap dengan harga tukarnya.
"Demi Dewa Cahaya... ini adalah daftar barang daganganmu?! Tersimpan di dalam lempengan kaca tipis ini?!" Arthur menatap layar itu tanpa berkedip.
"Tepat sekali. Dan jika Anda menyentuh lambang 'Obrolan', Anda bisa mengirimkan pesan tulisan langsung kepadaku dari dimensi Anda. Kapan pun Anda butuh tambahan Air Keberanian atau barang lainnya, cukup tulis pesan di sana. Benda ini tidak akan pernah kehabisan tenaga, dan layarnya tidak bisa dihancurkan oleh tebasan pedang."
Arthur menggenggam smartphone itu erat-erat seolah itu adalah pusaka paling berharga di kerajaannya. Ia menatap Hao Qi dengan mata berkaca-kaca.
"Senior Pemilik Toko... kau bukan hanya seorang pedagang. Kau adalah utusan Dewa yang dikirim untuk menyelamatkan pasukanku! Tidak, Kau pasti adalah dewa itu sendiri! Aku, Komandan Arthur, bersumpah akan menjadi pelanggan setiamu!"
"Saya tunggu kabar kemenangan Anda, Komandan Arthur. Sekarang, kembalilah dan menangkan perang itu."
Hao Qi melambaikan tangannya sambil tersenyum ramah. Ia tidak lupa menjentikkan jarinya untuk mengirimkan selembar Kartu VIP ke dalam saku zirah Arthur.
"Swosh!"
Cahaya putih terang berputar dan menelan tubuh Arthur beserta seluruh barang belanjaannya, membawanya kembali ke Benua Tengah.
Begitu Arthur menghilang, Hao Qi langsung tertawa lepas di dalam tokonya yang sepi.
"Hahaha! Bisnis ini benar-benar tidak masuk akal! Sistem, konversi Inti Badai Salju itu menjadi koin, dan simpan Gulungan Berkat Dewa Matahari di rak pusaka!"
"Memproses... Konversi berhasil. Saldo Host bertambah 1.500 Koin. Total Saldo Host saat ini 1.550 Koin."
Hao Qi tersenyum puas menatap layar statusnya. Koin sebanyak itu bisa ia gunakan untuk Peningkatan Atribut yang jauh lebih gila di masa depan, atau mencairkannya menjadi 1,5 juta Yuan uang tunai bersih tanpa jejak.
"Malam yang sangat produktif. Sistem, keluarkan aku."
"Mengembalikan Host ke dunia asal."
"Swosh!"