NovelToon NovelToon
Kisah Perjalanan Hidup Aira

Kisah Perjalanan Hidup Aira

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Balas Dendam / Penyelamat
Popularitas:37
Nilai: 5
Nama Author: pena merpati

seorang anak yang harus menjadi korban perceraian orang tua nya,hidup dengan nenek dan kakek dengan begitu banyak cemoohan dari orang orang maupun teman-teman nya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pena merpati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 19

Hari ini adalah hari minggu jadi Aira pun masih bermalas-malasan di kasur nya ,namun tak lama sang ibu pun membangunkan Aira Eka meminta bantuan kepada Aira untuk membantu membersihkan rumah.

Aira pun yang di bangun kan sang ibu pun lekas membuka mata nya,ia pun lantas membersihkan kamar nya terlebih dahulu tak lupa ia juga mencuci muka serta menggosok gigi nya.

Aira pun lantas membantu ibu nya membereskan rumah dan juga mencuci pakaian,ia tak ingin ibu nya terlalu lelah karena ibu nya sedang hamil jadi sebisa mungkin ia membantu pekerjaan sang ibu di rumah.

Aira yang melihat ibunya tengah di dapur dan sedang memasak pun menghampiri,ia pun ingin membantu ibu nya memasak sekalian ia ingin belajar memasak bersama ibu nya.

"Ibu boleh Aira bantu memasak,Aira juga ingin belajar memasak"pinta Aira

"Boleh dong,ayo bantu ibu untuk mengupas ini,,kau juga harus belajar memasak sayang supaya nanti setelah kau menikah kau bisa memasak makanan untuk suamimu kelak"ucap

"Ibu itu masih terlalu lama,sekarang saja Aira masih baru duduk di bangku sekolah SMP jadi ibu tidak perlu memikirkan sampai kesana ya Aira tidak ingin nanti terburu-buru menikah Aira ingin bekerja dulu membahagiakan ibu "ucap Aira sambil memeluk Eka

"Baiklah sayang ,Sekarang Ayo kita masak"ucap Eka

Mereka pun memasak bersama sambil Eka yang mengaja putrinya memasak , setelah beberapa saat makanan yang mereka buat pun jadi dan mereka pun menata di meja makan.

Setelah semua selesai lantas mereka pun sarapan bersama,sesudah itu tak lupa Aira juga membantu ibu nya membereskan piring kotor dan mencuci nya.

Siang hari saat Aira tengah berada di dalam kamar nya samar-samar ia mendengar bahwa ibu nya tengah bertengkar dengan ayah nya entah apa yang mereka perdebatkan Aira pun tidak tau, aira yang penasaran ia lantas melihat dari lubang pintu kamar ibu nya dan ia pun bisa mendengar apa saja yang ayah nya katakan,bahkan Aira bisa melihat secara langsung dimana Rudi yang saat itu tengah memegang kipas tangan tiba-tiba melempat kan benda itu tepat di wajah Eka dengan kasar. Eka pun hanya bisa diam dan menundukkan kepada nya sambil menahan isakan tangis nya berharap bahwa ibu nya Siti serta bapak nya arti dan Aira tidak mendengar saat ia dan suami nya tengah bertengkar, namun itu hanya bisa menjadi angan nya saja karena Aira sudah tau apa yang membuat sang ibu akhir-akhir ini terlihat sangat murung dan tiba-tiba menangis.

Aira yang melihat itu pun hanya bisa diam dan menahan suara nya namun tidak dengan Aira mata nya yang tiba-tiba loso begitu saja membasahi pipi nya itu, Aira yang sebenarnya tidak ingin ikut campur dan tidak ingin terlibat dengan perdebatan orang tua nya pun kini terpaksa harus melihat bagaimana sikap ayah sambung nya kepada sang ibu.

Aira pun segera menghapus air mata nya dan perlahan ia kembali kedalam kamar nya , Aira pun yang tidak ingin mendengar lagi pertengkaran orang tua nya pun memilih untuk keluar dari rumah ia menuju kerumah nenek nya yang berada tepat di sebelah.

Aira pun masuk kedalam rumah  nenek nya dan mencari nenek nya yang rupanya sedang duduk di dalam rumah sambil menonton berita di televisi.

"Nenek sedang apa serius sekali menonton televisi nya"tanya Aira

"Ini Nenek sedang menonton berita yang menyiarkan bahwa seorang suami yang tega membunuh istri nya dan melakukan kdrt "Jawab nenek nya Aira

"Lihat lah Aira nenek geram sekali mendengar nya, laki-laki seperti itu pantas mendapatkan hukuman yang berat" sambung nya lagi

Aira yang mendengar ucapan nenek nya pun seketika teringat bagaimana tadi ia melihat dengan mata kepala nya sendiri bahwa sayang ayah sambung tengah melempat kan kipas kewajah sang ibu dengan kerasnya.

Aira sebenarnya ingin mengatakan kepada sang nenek namun ia tak ingin nenek nya terbebani dengan itu semua,lantas Aira akhirnya memutuskan untuk tidak memberi tahu sang nenek tentang kejadian berusan.

"Aira kenapa kamu diam sayang"ucap nenek Siti

"Tidak apa nek,di mana kakek"tanya

"Biasalah lah kau seperti tidak tahu dengan kakek mu,kakek mu mana bisa diam dirumah pasti ada saja yang di kerjakan nya bahkan nenek sampai cepek memberitahu kakek mu itu untuk beristirahat "ucap nenek Siti dengan kesal karen asuami nya itu tidak bisa berdiam diri di rumah selalu mengerjakannya sesuatu terkadang badan nya tidak enak pun masih saja mengerjakan sesuatu di luar tidak mau beristirahat

Aira pun hanya diam dan mendengarkan ucapan sang nenek nya itu yang berbicara dengan kesal terhadap kakek nya.

Aira pun berada di rumah nenek nya hingga sore ia memilih menemani nenek nya di rumah dari pada harus pulang kerumah dan menyaksikan pertengkaran ibu nya dan melihat kekerasan yang di lakukan ayah sambungnya itu.

Sore hari pun tiba Aira pun pulang kerumah dan ingin segera mandi serta merebahkan diri nya di dalam kamar,atau mungkin ia akan belajar dari pada ia harus memikirkan hal-hal lain. Namun saat sampai di rumah Aira melihat sang ibu yang tengah berada di ruang tv namun terlihat bahwa tidak ada yang terjadi ,semua berjalan seperti biasanya .

"Aira kamu dari mana " tanya Eka

"Oh Aira dari rumah nenek Bu,Aira menemani nenek yang di rumah sendiri an "balas Aira

"Oh baiklah,segeralah mandi ini sudah sore "uacp

"Baiklah Bu ini Aira juga ingin mandi sudah bau asem,hehehe" kekeh Aira sambil berpura-pura mencium bau badan nya

Aira pun segera berlalu dan membersihkan diri nya ,lalu ia pun masuk kedalam kamar dan duduk di meja belajar nya lantas ia pun membuka buku pelajaran nya.

Namun saat Aira mencoba fokus untuk belajar ia tetap tidak bisa ,Aira selalu terbayang-bayang dengan apa yang ia lihat tadi namun setiap Aira bertanya kepada sang ibu,Eka pun selalu berkata bahwa diri nya baik-baik saja tan tidak perlu khawatir,karena tidak bisa fokus belajar akhir nya aira pun memutus kan untuk merebahkan diri nya di kasur serta memandang ke atas langit-langit kamar nya.

Di saat itu lah Aira berubah menjadi gadis yang pendiam dan tidak seperti biasanya yang selalu ceria dan crewet serta banyak tingkah nya,ia selalu memikirkannya ibu nya bahkan terkadang saat ia sendirian ia selalu teringat saat ia masih sekolah di SD selalu di kata i oleh teman-temannya bahkan Aira tidak memiliki teman kecuali Santi dan ana yang masih mau berteman dengan nya, Aira juga terkadang sering menangis diam-diam di dalam kamar nya tanpa suara .

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!