NovelToon NovelToon
PEWARIS NAGA EMAS

PEWARIS NAGA EMAS

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Balas Dendam / Fantasi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: suryadharma

Di sebuah kabupaten kecil di provinsi Jawa Barat, di Negara Nusantara, Arkan Wijaya baru saja lulus SMA, namun saat pulang dia mendapati rumahnya kosong, kedua orang tuanya tidak ada, dia mencari kesana kemari namun tidak ada kabar tentang mereka, hanya menemukan secarik kertas bertuliskan "Arkan kamu sudah dewasa, carilah jalanmu sendiri, kami tidak bisa terus menjagamu, dan ada kewajiban yang harus kami lakukan, suatu saat nanti mungkin kamu akan mengerti, maafkan kami Arkan." Dan di samping kertas itu ada cincin emas berbentuk kepala dan permata kecil berkilau di kedua matanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon suryadharma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 Mahkota Keabadian dan Panggilan Langit

Kemenangan di Altar Terlarang Papua

mengguncang seluruh Nusantara seperti gempa bumi spiritual. Langit yang sempat terbelah emas dan hitam kini kembali cerah, dan aura kegelapan yang selama ribuan tahun menyelimuti tanah air lenyap sepenuhnya. Berita itu menyebar lebih cepat dari angin: Raja Naga Arkan Wijaya telah menyelesaikan takdir warisan cincin dan memusnahkan akar kegelapan abadi.

Di puncak gunung yang penuh reruntuhan altar, Arkan Wijaya berlutut di tengah puing-puing, tubuh kekarnya penuh luka dalam yang menganga. Darah mengalir dari dada, bahu, dan punggungnya. Napasnya tersengal, tapi matanya masih menyala dengan api kemenangan. Cincin Naga Emas di jari telunjuknya kini bersinar terang seperti matahari kecil, segel ketiga telah terbuka sepenuhnya.

Sela Juanda berlari mendekat, lututnya lemas karena kelelahan dan air mata. Tubuh seksi dan cantiknya penuh debu dan luka, tapi ia tak peduli. Ia memeluk Arkan erat, menangis di dada pria itu.

“Kamu… bodoh sekali! Hampir saja aku kehilangan kamu!” isak Sela, suaranya pecah.

Arkan tersenyum lemah, tangan besarnya mengusap rambut Sela dengan lembut. “Aku janji… aku akan selalu kembali padamu.” Suaranya serak tapi penuh dominasi yang tak hilang meski sekarat.

Pasukan Paviliun yang tersisa berlutut mengelilingi mereka, sorak kemenangan pelan mulai terdengar. Juanda Hartono dan para elder segera mendekat, memberikan pil penyembuhan tingkat tertinggi yang mereka bawa. Arkan menelan tiga pil sekaligus. Energi hangat menyebar di tubuhnya, luka-luka mulai menutup dengan cepat berkat Teknik Penyembuhan Naga yang telah mencapai tingkat sempurna.

Dalam waktu satu jam, Arkan sudah bisa berdiri tegak. Ia memeluk Sela di depan semua orang, mencium kening, pipi, dan akhirnya bibir gadisnya dengan penuh kepemilikan. Sorak sorai membahana semakin keras.

Malam harinya, di perkemahan mewah yang didirikan di lereng gunung, pesta kemenangan digelar meski suasana masih tegang. Arkan duduk di singgasana darurat bersama Sela di pangkuannya. Api unggun besar menyala, daging binatang roh dipanggang, dan anggur spiritual mengalir deras.

Arkan berdiri, suaranya menggelegar ke seluruh gunung. “Hari ini, kita bukan hanya menang perang. Kita menjaga takdir Nusantara! Mulai saat ini, Paviliun Naga Emas adalah pelindung resmi tanah air ini!”

Sorak sorai mengguncang langit. Arkan kemudian menarik Sela berdiri di sampingnya. “Dan Ratu Sela Juanda adalah jantung dari semua kemenangan ini.”

Sela tersipu, tapi matanya penuh kebanggaan.

Setelah pesta, Arkan dan Sela kembali ke tenda kerajaan pribadi. Begitu pintu tertutup, Arkan langsung mengangkat Sela dan melemparkannya ke ranjang dengan lembut. Ia menindih tubuh gadis itu, menciumnya dengan ganas dan penuh syukur karena masih hidup.

Malam itu adalah malam paling panjang dan penuh gairah mereka. Arkan mencintai Sela seolah ingin meninggalkan jejak di setiap inci tubuhnya. Sela balas dengan liar, kuku jarinya meninggalkan bekas di punggung kekar Arkan. Naga Qi mereka bercampur begitu kuat hingga tenda dipenuhi cahaya emas samar. Arkan naik ke Nascent Soul Tingkat 3 awal, sementara Sela mencapai Tingkat 2.

Di puncak kenikmatan, segel ketiga cincin sepenuhnya menyatu dengan jiwa Arkan. Ia mendapat warisan pamungkas: Mahkota Keabadian Naga — kemampuan untuk memanggil jiwa Naga Emas Agung dalam waktu lama dan teknik menciptakan domain Naga Emas di sekitarnya.

Keesokan paginya, Arkan mengumpulkan seluruh pasukan. Dengan suara yang penuh wibawa, ia mengumumkan:

“Kita akan kembali ke Jakarta dan mempersiapkan era baru. Paviliun Naga Emas akan menjadi Kekaisaran Kultivasi Nusantara. Tapi kita tidak akan berhenti di sini. Ada alam yang lebih tinggi di luar sana. Dan aku akan membawa kalian semua naik bersamaku.”

Perjalanan pulang berlangsung selama sepuluh hari. Di setiap kota yang mereka lewati, penduduk berbondong-bondong menyambut dengan hormat. Nama Arkan Wijaya kini disebut-sebut sebagai Pahlawan Legenda.

Sesampainya di Jakarta, sambutan besar disiapkan. Ribuan orang biasa dan kultivator berkumpul di depan kompleks Paviliun. Arkan dan Sela berjalan di karpet merah, tangan saling genggam. Anak-anak kecil melemparkan bunga emas ke arah mereka.

Di malam kemenangan besar, Arkan berdiri di balkon menara tertinggi bersama Sela. Kota Jakarta terbentang di bawah mereka seperti lautan cahaya.

“Cincin ini akhirnya lengkap,” kata Arkan pelan. “Tapi aku merasakan ada panggilan dari langit. Alam yang lebih tinggi… Dunia Kultivasi Sejati sedang memanggil.”

Sela bersandar di dadanya. “Kalau kamu pergi, aku ikut. Tidak ada pembicaraan.”

Arkan tersenyum, mencium rambutnya. “Tentu saja. Kau adalah separuh jiwaku.”

Dalam bulan-bulan berikutnya, Paviliun Naga Emas berkembang pesat. Arkan membangun akademi kultivasi, rumah sakit spiritual, dan armada pertahanan nasional. Ia juga menikahkan beberapa elder penting untuk memperkuat aliansi.

Suatu malam, saat Arkan dan Sela sedang berbaring setelah sesi cinta yang panjang, cincin bergetar lagi. Suara Naga Emas Agung bergema di benak Arkan:

“Waktunya telah tiba. Gerbang Langit akan terbuka dalam enam bulan. Persiapkan dirimu dan orang-orangmu untuk naik ke alam yang lebih tinggi.”

Arkan membuka mata, menatap Sela yang tertidur nyenyak di pelukannya. Ia mengusap pipi gadis itu dengan lembut.

“Perjalanan baru akan segera dimulai, sayangku,” bisiknya.

Enam bulan kemudian, di puncak Gunung Everest yang diselimuti salju abadi, gerbang langit berwarna emas terbuka lebar. Arkan berdiri di depan gerbang bersama Sela, Juanda, orang tuanya, dan 500 elit terbaik Paviliun.

Sebelum melangkah masuk, Arkan menoleh ke belakang, memandang Nusantara yang telah ia lindungi.

“Aku akan kembali suatu hari nanti,” gumamnya.

Ia menggenggam tangan Sela erat, lalu melangkah masuk ke gerbang cahaya emas bersama seluruh pasukannya.

Cahaya menyilaukan. Saat penglihatan mereka kembali, mereka sudah berada di sebuah dunia baru — alam kultivasi yang jauh lebih luas, lebih kuat, dan penuh bahaya serta keajaiban.

Arkan tersenyum dominan, Pedang Raja Naga di tangannya bergetar excited.

“Selamat datang di dunia baru,” katanya pada Sela dan seluruh pasukan. “Di sini, kita akan menaklukkan semuanya.”

Sela tersenyum, matanya penuh cinta dan semangat. “Bersama kamu, aku siap menaklukkan apa pun.”

Pewaris Naga Emas telah naik ke alam yang lebih tinggi.

1
Manusia Ikan 🫪
pembukaan yang menarik/Chuckle/
Nur Mohammad Rahman Arif: makasih kak
total 1 replies
T28J
aku suka 👍
T28J: jangan lupa mampir ketempat syaa juga kak👍
total 2 replies
Tarmin Dono
bagus sih ni,smngat yaa thor nulisnya,,,,💪💪💪💪💪🙏🙏🙏🙏
Nur Mohammad Rahman Arif: makasih kak, siap🙏🏻😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!