NovelToon NovelToon
Jodoh CEO Lumpuh

Jodoh CEO Lumpuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Terpaksa Menikahi Suami Cacat / CEO
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Itsaku

Pernah sesekali terlintas untuk pergi dari dunia ini selamanya. Mengakhiri takdir yang telah digariskan, yang terkesan tak adil. Karena sudah terlalu lelah dengan semuanya. Akan tetapi hati kecilnya kerap berkata, 'Jangan...!!'

Hingga suatu ketika dia benar-benar tak ingin melawan lagi. Bahkan untuk protes saja tak bisa dia lakukan lagi. Karena menurutnya itu tidak akan mengubah apapun pada kehidupannya...
Karena ketidakadilan sudah terlanjur mendarahdaging dalam dirinya...
Menjalani semuanya, apapun itu. Hingga tiba waktunya. Itulah keputusan terakhirnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itsaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Setuju

"Felly bilang, kamu akan menikahi Yumna?" tanya Bu Kartika setelah Niko dan Felly tak terlihat lagi.

Elbara diam.

"Jawab mama, Bara...!!" titah Bu Kartika, sangat memaksa.

"Kalau mama tahu, aku menikahinya hanya untuk membuat Felly menyerah. Mama pasti tidak akan setuju." gumamnya dalam hati.

"Iya, ma." balas Elbara kemudian.

"Bukannya kamu bilang, semua perempuan itu sama. Kenapa tiba-tiba berubah pikiran? Dan kamu memilih Yumna?" tanya mamanya lagi.

"Karena dia yang bisa diterima Aluna." jawab Elbara.

"Kamu menikah demi Aluna?!" Bu Kartika menyipitkan matanya, dia meragukan alasan yang disampaikan oleh putranya sendiri.

"Kamu yakin..., semua yang kamu lakukan untuk Yumna, semata-mata demi Aluna?" Bu Kartika masih ingin mengorek lebih dalam lagi.

"Hanya dia yang bisa mengubah Aluna. Mama tentunya juga sudah melihat kan, bagaimana perubahan Aluna sejak Yumna datang...?" balas Elbara.

Bu Kartika berpikir, apa yang disampaikan Elbara ada benarnya. Tapi, mengajak orang menikah tanpa ada rasa apapun. Apa itu mungkin...?!

"Apa Yumna setuju?" tanya Bu Kartika.

"Dia akan memberikan jawaban hari ini. Makanya aku datang ke sini." jawab Elbara.

"Ya, sudah. Ayo masuk! Mama juga ingin tahu." begitu kata Bu Kartika.

"Entah apa yang sedang dipikirkan anak ini? Awas saja kalau dia sampai mempermainkan Yumna." umpat Bu Kartika dalam diamnya.

___

Bu Kartika, Elbara, Yumna, dan Aluna, sekarang berada di dalam kamar Yumna. Aluna yang masih lugu, duduk manis di pangkuan Yumna sambil memainkan boneka kecil yang dia bawa dari rumah. Sementara tiga orang dewasa yang bersamanya, sedang dalam mode diam untuk menata hati masing-masing sebelum memulai pembicaraan.

"Yumna, sudah ada mama di sini. Jadi bagaimana, kamu mau menikah dengan saya?" Elbara mengawalinya tanpa basa-basi.

"Menikah...?!!" Aluna memberi reaksi yang sangat cepat.

Aluna menatap Elbara dan Yumna bergantian.

"Ibu mau menikah sama papa Bara?" tanya Yumna. "Itu artinya, ibu dan papa akan berdua terus iya kan...? Seperti mama dan papaku. Jadi aku punya mama. Iya kan...?!!" celotehnya.

Wajah Aluna berseri-seri dan matanya tampak berbinar. Ekspresi yang demikian sudah membuat mereka tahu, kalau Aluna tidak keberatan jika papanya dan gurunya menikah. Ketiganya tidak menyangka, akan mendapatkan respon yang seperti itu dari Aluna.

"Jadi..., Aluna mau Bu Yumna jadi mama Aluna?" tanya Bu Kartika dengan hati-hati.

"Aku mau Oma...!!" jawabnya tanpa ragu. Apalagi dibonusi senyuman yang sangat manis.

"Aku mau punya mama seperti Bu Yumna. Aku suka sama Bu Yumna." akunya dengan jujur.

"Jadi kapan papa dan ibu menikah?" tanya Aluna sambil menatap Elbara.

"Yumna...?!" panggil Elbara.

Yumna kemudian mengangguk. Artinya iya. Dia bersedia menikah dengan Elbara.

"Yumna..., kamu yakin...?" tanya Bu Kartika, masih ragu. Bagi Bu Kartika semua ini sangat janggal.

"Iya, Bu." jawab Yumna.

Bu Kartika menoleh pada Elbara. Tatapan matanya tidak bersahabat.

"Aluna, Aluna main sama sus dulu ya, boleh? Ibu mau bicara sama Oma dan papa Bara." tutur Yumna sambil mengusap rambut Aluna.

Aluna pun patuh, dia turun dari pangkuan Yumna. Lalu keluar kamar.

"Yumna, apa Elbara memaksamu?" tanya Bu Kartika.

"Tidak, Bu. Pak Bara menanyakan hal ini dengan baik." aku Yumna.

"Bara, menikah itu bukan hal sepele." Bu Kartika beralih pada putranya. "Sekalipun demi Aluna. Dan Aluna setuju. Tapi kamu juga harus memikirkan perasaan Yumna." katanya.

"Semua keputusan ada di tangan Yumna, ma." balas Elbara.

"Kalian ini benar-benar...!!" geram Bu Kartika, sampai tak sanggup berkata-kata lagi.

"Satunya tidak jelas. Satunya terlalu pasrah. Ya ampun...!!! Rumah tangga macam apa yang akan mereka bangun...?!!" umpat Bu Kartika.

"Sudahlah! Kalian sendiri yang sudah memutuskan. Jadi kalian juga yang harus menanggung resikonya. Tapi ingat, jangan mengecewakan Aluna!" ujar Bu Kartika dengan tegas.

Bu Kartika kemudian beranjak pergi. Kepalanya berasa mau pecah, karena ulah dua sejoli yang sulit ditebak itu.

___

Sebelumnya...

"Aku terima tawaran pak Bara, bi." ujar Yumna pagi itu, ketika mereka baru selesai sarapan.

"Nona yakin...?" tanya bibi.

"Hidupku sudah tidak ada artinya lagi, bi. Hanya pak Bara dan keluarganya yang menginginkan aku. Entah apapun alasannya. Aku bisa terima." kata Yumna.

"Apapun itu, bibi pasti dukung nona. Bibi akan selalu berada di samping nona." balas bi Nuri.

"Semua juga buat bibi. Pak Bara menjamin kehidupan yang lebih baik buat bibi, kalau aku bersedia menikah dengannya." batin Yumna.

Yumna tiba-tiba kepikiran sesuatu. Tantang asal-usulnya. Dia menatap bi Nuri dalam-dalam.

"Kenapa nona?" tanya bibi, karena dia menyadari sorot mata Yumna padanya tiba-tiba berubah.

"Bibi merawatku sejak bayi kan?" tanya Yumna. Bibi mengangguk.

"Bibi bisa ceritakan dari mana mereka mendapatkan aku?" Yumna bertanya lagi.

"Maaf, nona. Selama ini bibi sengaja tidak memberitahu nona. Bibi takut nona semakin terluka." balas bi Nuri.

"Katakan apa yang bibi tahu...!!" pinta Yumna.

"Bibi tidak tahu pasti, non. Bibi cuma tahu, pagi itu pak Jodi mendapat telepon. Lalu mereka buru-buru pergi. Mereka kembali malam harinya, dan membawa non Yumna yang masih bayi merah."

"Bibi merawat nona selama setahun. Kemudian barulah nona diajak pulang dan diperkenalkan dengan keluarga besar mereka. Bibi merasa ada yang aneh. Karena mereka tidak mengakui nona sebagai anak adopsi. Mereka bilang, Bu Indri akhirnya bisa punya keturunan setelah program di luar negeri. Padahal selama itu, mereka berada di vila." begitu penjelasan bibi.

"Lalu...?" tanya Yumna.

"Setelah bibi akrab dengan pembantu lain di rumah itu. Mereka cerita. Bu Indri sakit hati karena nyonya dan tuan besar selalu mempertanyakan kehamilannya. Apalagi selalu dibandingkan dengan nona Sasa. Mereka menikah hanya selisih minggu. Tapi nona Sasa lebih dulu hamil. Jadi Bu Indri nekat berangkat ke luar negeri untuk program kehamilan.

"Mereka mencari bayi yang tak diinginkan." sahut Yumna. "Dan sekarang bayi yang mereka tunggu kehadirannya waktu itu, tak diakui dan dibuang begitu saja." mata Yumna berkaca-kaca.

"Apa ini salahku bi...?" Yumna akhirnya menangis.

"Tidak, nona. Bukan salah nona. Nona baik. Nona pintar. Jangan salahkan diri sendiri." bi Nuri memeluk Yumna agar merasa lebih tenang.

"Terus kenapa mereka sejahat itu...? Sekarang hidupku tidak ada artinya lagi bi..." Yumna menggeram di sela isak tangisnya.

"Semoga setelah menikah dengan tuan Bara. Nona bisa hidup lebih bahagia." batin Bi Nuri mendo'akan Yumna.

"Keputusanku sudah bulat. Aku akan mengabdikan hidupku untuk keluarga Bu Kartika. Mereka tidak ada hubungan dengan keluarga itu. Dan mereka terima aku tanpa pandang statusku. Kecuali pak Bara... Yang mungkin sengaja mengambil kesempatan untuk menjadikanku boneka untuk urusan pribadinya. Tapi aku tidak peduli. Aku akan jalani semua ini. Seperti apapun endingnya nanti."

......................

1
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Reni Anjarwani
bagus ceritanya doubel up thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!