Rosalia Aviesta adalah seorang gadis yang dilahirkan di keluarga terpandang dan terkaya.
Dia menjadi incaran Pembunuh karena dia menyaksikan tragedi yang sangat tragis.
Akankah Rosalia Aviesta bisa lolos dari pembunuhan berencana?
apakah ada orang yang akan menolongnya?
Baca terus kelanjutan ceritanya ya...
Jangan lupa tinggalkan jejak setelah berkunjung...
terima kasih..😉😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lia.F, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chap_16.
"Lia! Li ...." Steve berhenti berteriak saat mendapati Lia berada di pelukan Kai sambil memejamkan matanya.
Rana dan Rani merasa lega karena Lia bisa selamat berkat Kai. Mereka langsung mendekati Lia dan Kai, Steve hanya terdiam memandang dari jauh. Steve bingung dengan pemikiran dan sikap Kai yang kadang kala berubah-ubah.
Lia membuka matanya dan melihat ke arah Kai, Lia masih berada di dalam pelukan Kai. Kai pun menatap Lia dengan penuh perasaan, Lia merasa tidak ingin lepas dari pelukan Kai saat itu, sudah lama dia tidak merasakan pelukan hangat dari orang yang dia sayangi itu.
"Kai," Angel memanggil Kai membuat lamunan Kai dan Lia buyar.
Kai langsung melepas pelukannya pada Lia, dan menggandeng Angel. Rana dan Rani yang di dekat Lia hanya terdiam saat Kai melepaskan tangannya dari Lia dan memilih Angel.
"Li, kita pulang sekarang?" ucap Rana.
Lia hanya menganggukan kepalanya, seakan mulutnya bungkam tidak bisa bicara satu kata pun saat melihat Kai memegang tangan Angel dan berlalu pergi dari hadapannya.
Rana mengemudi mobil Lia, dan langsung pergi dari Kafe itu. Steve menghampiri Kai dan Angel yang sedang berjalan menuju mobil mereka.
"Kai tunggu!" Steve menghentikan Kai yang mau masuk mobil.
"Ada apa?" Kai kembali menutup pintu mobilnya dan menyuruh Angel menunghu di dalam mobil.
"Apa maksudnya ini semua?" tanya Steve.
Kai bingung dengan pertanyaan yang di lontarkan oleh Saudaranya itu. Kai mengernyitkan dahi karena tidak memahami kemarahan Steve padanya.
"Apa yang kamu katakan? maksud apa sih, aku nggak ngerti." Kai malah balik bertanya pada Steve.
"Maksudmu apa menyelamatkan Lia berkali-kali jika kamu memang sudah tidak menyukainya." Steve membentak Kai dengan emosinya yang sudah memuncak.
Steve berpikir kalau Kai mempermainkan perasaan Lia, makanya dia sangat marah pada Kai. Kai yang masih bingung, hanya membalas semua pertanyaan Steve dengan senyumannya saja.
Steve semakin emosi pada Kai, saat Steve mau menyerang Kai, Angel langsung menghentikan Steve. Angel mengingatkan ikatan persaudaraan mereka meskipun mereka tidak sedarah.
"Steve, untuk apa kamu menyerang Kai hanya karena wanita itu," kata Angel.
"Lia bukan wanita biasa, seharusnya Kai lebih mengenal dia daripada aku." Steve bicara masih dengan emosinya.
"Kenapa jadi aku? aku tidak tau dia siapa, aku hanya menolongnya karena memang aku ingin menolong dia, bukan karena apa-apa." Kai membela dirinya karena tidak tau dimana letak kesalahannya.
"Sudah, sudah ... kalian kayak anak kecil saja. Kai ayo pulang. Dan kamu Steve, susul Lia jangan sampai dia kenapa-kenapa." Angel melerai mereka agar tidak berdebat lagi.
Angel dan Kai masuk kedalam mobil, Stevw juga kembali ke mobilnya. Mereka pulang ke arah yang berbeda, Steve kembali ke rumah Lia. Dan Kai kembali kerumahnya bersama Angel.
***
Sesampainya di rumah Kai, Angel dan Kai lamgsung turun dari mobilnya. Angel duduk di sofa dan di sambut oleh Mama Kai yang duduk di sebelah Angel.
Angel menceritakan semua yang terjadi di kafe tadi pada Mama Kai. Sedangkan Kai, dia langsung masuk ke dalam kamarnya untuk istirahat.
"Tante, tadi Kai hampir berantem sama Steve." Angel mengawali pembicaraan dengan Mama Kai.
"Boleh tante pegang tangan kamu? tante ingin melihat sendiri apa yang terjadi sebenarnya," ucap Mama Kai.
Angel bersedia dan mengulurkan tangannya untuk di lihat oleh Mama Kai. Mama Kai memiliki kekuatan membaca setiap pikiran seseorang dengan membuat kontak fisik.
Dan sekarang Mama Kai ingin melihat secara langsung apa yang terjadi sehingga membuat Kai sangat lemas melalui Angel.
Selesai melihat dari kontak fisik Angel. Mama Kai tau niat Kai sebenarnya. Tapi Mama Kai tidak mau mengatakan apa pun untuk sementara waktu sampai Kai memberitaunya sendiri.
"Terima kasih Angel, kamu sangat membantu." Mama Kai tersenyum pada Angel.
"Sama-sama tante." Angel pun membalas senyuman tantenya itu.
***
Di rumah Lia termenung mengingat kejadian yang tadi dia alami. Bukan karena dia terkejut akan meninggal, tapi dia berpikir tentang Kai yang masih menolongnya. Pelukan hangat dari Kai masih dia rasakan, tatapan Kai padanya seakan penuh arti. Lia tidka bisa berhenti memikirkan hari ini.
Steve berulang kali mengetuk pintu kamar Lia, tapi tidak ada satu jawabanpun dari Lia. Kemudian Steve masuk, Steve melihat Lia tardiam di atas tempat tidurnya sambil memegang bonek kesayangannya.
Ya benar, boneka taddy itu dari Kai. Sebelum kejadian yang membuat Kai menghilang, mereka sempat bermain di takan hiburan. Dan Kai memenangkan boneka taddy yang besar untuk Lia.
"Ehem ..." Steve membuyarkan lamunan Lia.
"Steve, ada apa?" tanya Lia sambil melihat ke arah Steve yang masih berdiri di depan pintu kamarnya.
"Tidak, aku hanya berpikir. Kenapa gadis yang manis ini termenunh sendirian di dalam kamar." Steve sedikit menggoda Lia dengan rayuannya itu.
"Lebay ih kamu. Sini duduk bersamaku." Lia tersenyum sambil menyuruh Steve duduk di sebelahnya.
Steve mendekati Lia dan duduk di sebelahnya. Steve masih saja menggoda Lia, Steve ingin melihat senyuman di wajah gadis manis itu.
"Hei, apa yang sedang kamu pikirkan? bukankah aku sekarang ada di dekatmu, kenapa kamu masih termenung," ucap Steve.
"Tidak, bukan apa-apa kok Steve. Aku hanya memikirkan ...." Lia berhenti berbicara saat Steve memotong perkataannya.
"Kai. Kamu sedang memikirkan Kai, bukan?" tanya Steve dengan wajah yang serius.
Steve hanya tidak senang melihat gadis yang dia sayangi menderita hanya karena Adiknya. Tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena hati Lia memang hanya untuk Kai.
Steve beranjak dari tempat duduknya tanpa mengucapkan sepatah katapun. Lia heran melihat sikap Steve yang terkadang begitu sensitif padanya.
"Hei, ada apa denganmu? aku bahkan belum menjawab pertanyaanmu, tapi kenapa kamu sudah ingin pergi begitu saja." Lia menghentikan langkah kaki Steve yang sudah menuju pintu kamar Lia.
"Tanpa kamu jawab aku sudah tau jawabannya Lia." Steve berdiri di depan pintu sambil menjawab pertanyaan Lia.
Lia mendekati Steve yang sedang bersikap aneh padanya. "Ada apa denganmu, Steve? tidak biasanya kamu seperti ini." Lia memegang tangan Steve.
"Lia, ini sudah malam. Lebih baik kamu segera tidur, besok kita ada ujian di sekolah, bukan?" ucap Steve sambil menyentuh lembut pipi Lia.
Lia tertegun menatap wajah Steve yang menyatakan kasih sayangnya pada Lia. Sentuhan tangan Steve berbeda dari biasanya.
.
.
.
.
.
MAAF JIKA MASIH ADA KESALAHAN DALAM PENULISAN CERITANYA ...
**JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN BINTANG NYA YA ...
DUKUNGAN KALIAN AKAN MEMBUAT AUTHOR SEMANGAT UNTUK UPDATE BAB SELANJUTNYA...
NANTIKAN KELANJUTAN CERITANYA PARA READERSKU**** ...
TERIMA KASIH ...
IG : Blue Flower
like & sub
mmpir juga thor ke novelku :)
baik2 saja kan??
makasih yak sudah update cerita.
aku bawa boomlike, dan boomrate buat karya kecemu ini.
semangat yak.
salam dari Novel PELARIAN 😊
mampir ya..