Sebuah pernikahan memang semua orang memimpikan itu . Namun bagi anak SMA di minta untuk menikah di usia muda . Apa bisa ?
Bahkan mungkin saat ini yang ada dalam pikiran mereka . Nanti nongkrong dimana sehabis pulsek (pulang sekolah ). Nanti lulus sekolah lanjut dimana .
Tapi memang ada hlo . Gama , memang harus sudah di takdirkan menikah muda dengan gadis yang memang susah sekali di atur . Alesya .
nantikan terus dan baca ya .. harus . dukung juga othor biar semangat .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tyas Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16
Pertandingan basket sudah akan di mulai . Jeni sudah mengajak Alesya dan Kirana untuk duduk di kursi paling depan . Supaya Gama dapat melihat Jeni saat memberi support .
" Ayo udah jangan pada protes " ucap Jeni .
" Pada lebay " ucap Alesya .
" Ini bukan lebay ya sya . Ini namanya mendukung . Tuh yang sono yang namanya lebay " ucap Jeni menunjuk ke arah Dinda yang sedang memberikan minum kepada Gama . Namun Gama terlihat menolaknya . Dan menunjukkan botol minum di sampingnya .
" Yah di tolak doi " ucap Kirana .
" Sukurin . Biar tahu malu tuh anak " ucap Jeni .
Alesya menatap kesal . Namun Alesya mencoba biasa saja .
" Katanya pernikahan bukan untuk main main " batin Alesya
Gama menatap Alesya yang juga duduk bersama teman temannya . Pandangan keduanya bertemu . Namun Alesya terlihat mengacungkan jari tengahnya . Gama tersenyum miring .
" lihat saja nanti " pikir Gama .
Sekolah dari SMA Nusa Bangsa sudah memasuki lapangan . Sorak penonton semakin riuh .
Saat itu bola yang mereka mainkan jatuh di depan Alesya .
" Nggak jago mainnya " bisik Jeni .
Pemain dari sekolah sebelah datang dan mengambil bola itu . Tapi tatapan matanya menatap Alesya kagum .
" Sorry " ucapnya .
Alesya hanya mengangguk .
" Gue yakin dia suka sama lo " ucap Jeni .
" Mana ganteng lagi . Tapi masih ganteng abang Gama " ucap Kirana menirukan suara Jeni .
" Kirana itu kata kata gue . Tapi its oke . Itu memang kenyataan " ucap Jeni .
" Ya ya terserah lo " ucap Kirana .
Alesya sudah bosan melihat yang hampir setengah pertandingan . Tak sedikit siswi yang mencari perhatian kepada Gama . Alesya lebih memilih untuk memainkan ponselnya .
Gama lalu mengirim pesan kepada Alesya di sela istirahat .
" Kalau bosan pulang dulu . Nanti biar di jemput supir " isi pesan Gama .
Alesya melirik sekilas kearah Gama . Namun saat Alesya hendak membalas pesan Gama . Pemain dari sekolah sebelah mendatangi Alesya. Lebih tepatnya pemain yang merupakan kapten . Pengambil nola di depan Alesya .
" Hai boleh kenalan nggak ?" tanyanya.
Alesya yang fokus ke ponselnya lalu di senggol Jeni .
" Gue ?" Alesya nunjuk dirinya .
" Iya, lo " ucapnya .
" Dia Alesya , gue Jeni dan ini Kirana " ucap Jeni karena Alesya tak kunjung menjawab .
" Oke , gue Dimas " ucap Dimas .
" Dimas ayo " teriak teman Dimas .
" Lumayan juga " ucap Jeni
" Nggak usah kegatelan " ucap Alesya .
" Ya bisalah buat cadangan " ucap Jeni .
" Dia suka Alesya . Bukan lo " ucap Kirana .
" Ambil ambil " ucap Alesya .
" Makasih ya sya . Lo terbaik " ucap Jeni .
" Dia belum tentu mau sama lo " ucap Kirana .
" Lo jahat banget " ucap Jeni .
Jeni lalu memeluk Alesya .
" Kirana , lo harusnya tidak boleh jujur . Bilang saja untuk tidak terlalu halu " ucap Alesya .
" ih kalian memang mulut jahat " ucap Jeni merajuk .
Alesya dan Kirana tertawa puas .
Pertandingan selesai . Alesya sudah meminta ijin untuk keluar lebih dulu . Alesya akan pulang bersama Gama .
" Gue mau ke kamar mandi dulu " ucap Alesya berbohong agar kedua sahabatnya tidak ikut keluar bersamanya .
" Oke jangan lama . Ini sudah selesai " ucap Kirana .
Alesya mengangguk . Namun tak selang lama Alesya mengirim pesan kepada Kirana . Kalau dia pulang lebih dulu .
Alesya sudah menunggu Gama di dalam mobil . Sebelum banyak orang .
" Gila rame banget " ucap Alesya melihat teman temannya keluar . Dan tak sedikit suporter dari sekolah sebelah .
" Lama banget sih " ucap Alesya kepada Gama yang baru saja masuk mobil .
" Kangen ?" tanya Gama
" Dih najong " ucap Alesya .
Gama lalu menutup mulut Alesya
" Sama suami nggak boleh ngomong gitu . Nanti durhaka " ucap Gama .
Alesya segera menjauhkan tangan Gama . Lalu menatap ke jendela . Namun tampak shaka berjalan ke mobil Gama .
" Itu ngapain Shaka ke sini ?" tanya Alesya kepada Gama .
Gama hanya menggelengkan kepalanya . Sebelum ketahuan , Alesya pindah ke kursi belakang .
" Gam , gam " teriak Shaka mengetuk jendela .
Gama lalu menurunkan kaca mobilnya .
" Hem " jawabnya .
" Gue nebeng ya " ucap Shaka .
Gama melirik ke Alesya . Alesya memberi kode untuk menolak .
" Gue mau pacaran dulu . Sorry , lo bareng Raga " ucap Gama .
" Gaya lo . Nggak papa sekalian gue kenalan sama kakak ipar" ucap Shaka.
" Nggak bisa . Soalnya kita mau ke apartemen " ucap Gama lalu menutup kaca mobilnya .
Shaka tak percaya dengan ucapan Gama
" Woy ketos . Jangan macam macam lo ya . Pacaran yang sehat " teriak Shaka .
Gama tersenyum kecil lalu melajukan mobilnya . Alesya lalu duduk di kursi belakang .
" Pindah " ucap Gama .
" Sini aja " ucap Alesya .
" Pindah . Aku bukan supir kamu " ucap Gama yang mulai aku kamu .
Alesya lalu pindah ke depan .
" Mau mampir dulu nggak ?" tanya Gama .
" Kemana ?" tanya Alesya polos .
Gama menunjuk dengan dagunya
" Hotel ?" lirih Alesya .
" Gama lo ketos mesum " Alesya lalu memerah .
" Sama istri sendiri sah sah saja " ucap Gama .
Alesya menutup telinganya .
" Dasar mesum " pikir Alesya .
" Kenapa berhenti ?" tanya Alesya .
" Mama minta di belikan kue . Katanya akan ada teman Mama yang datang "ucap Gama lalu turun dari mobil .
Di saat Gama hendak kembali ke mobil . Ada seorang gadis menghampiri Gama . Dari seragamnya dia dari sekolah Nusa Bangsa .
Terlihat dia menyapa Gama dan hendak meminta nomor ponsel Gama . Namun Gama beralasan tidak membawa ponsel .Memang benar ponsel Gama ada di dalam mobil . Gama lalu berjalan dan masuk ke dalam mobil .
Gadis itu melihat sekilas Alesya . Dia tahu jika Gama sedang bersama seorang perempuan . Dan dia juga sekolah dari sekolah yang sama dengan Gama .
" Ternyata dia sudah punya pacar . Tapi baru pacar . Aku harus bisa dapatkan dia " ucap gadis itu .
Gama hanya menurunkan Alesya di depan rumah .Gama tidak ikut masuk. Masih ada tugas yang harus Gama selesaikan .
" Gama mana nak ?" tanya Mama Gita yang langsung menghampiri Alesya .
" Kak Gama balik pergi lagi kak . Katanya masih ada yang harus dia selesaikan " ucap Alesya
" Ya sudah sana mandi . Nanti turun makan malam bareng . Mana sudah masak banyak " ucap Mama Gita .
" Makasih Ma . Alesya ke atas dulu ya " Alesya lalu naik ke kamarnya . Merebahkan tubuhnya sejenak . Hingga tak terasa dia tertidur . Tanpa mandi terlebih dahulu .
Mama Gita yang menunggu Alesya untuk makan malam melihat jam di tangannya .
" Bibi , minta tolong panggilkan Alesya . Saya mau bikin susu dulu buat dia " ucap Mama Gita .
" Baik bu "
Bibi lalu mengetuk beberapa kali namun tidak ada sahutan dari Alesya .
" Bibi turun saja . Biar saya saja " ucap Gama .
" Ayam ayam ayam " bibi terkejut dengan kedatangan Gama .
" Ayamnya sudah bibi goreng " ucap Gama tersenyum tipis .
" Lagian ya den . Kalau jalan suka sekali nggak ada suara " ucap Bibi lalu meninggalkan Gama .
" Maaf ya bik" ucap Gama merasa bersalah .
" Tidak apa apa den . Ya sudah bibi turun dulu " ucap Bibi
Gama lalu masuk ke kamarnya . Alesya masih tidur dengan seragam sekolahnya . Gama mendekatinya , lalu mencoba untuk membangunkan Alesya .
Namun Alesya menangis sesegukan . Entah apa yang dia mimpikan sampai dia terlihat begitu sedih .
" Alesya , sya bagun " ucap Gama
" Kakak aku minta maaf " ucap Alesya dengan isak tangisnya dalam tidur .
Gama mengelus lembut rambut Alesya . Mencoba untuk menenangkan Alesya .
Alesya lalu berbalik dan memeluk Gama .
" Aku kangen Kak . Alesya minta maaf " ucap Alesya lagi .
" Sudah bangun . Makan malam di tungguin Mama . Nanti ayamnya keburu hidup lagi " ucap Gama .
Alesya lalu terbangun dan melepaskan pelukannya .
" Kapan kamu pulang ?" ucap Alesya .
Gama mengusap air mata Alesya . Lalu berdiri di tepi ranjang .
" Buruan bersihkan diri kamu . Mandi , nanti dikira aku apa apain kamu " ucap Gama .
Alesya lalu berdiri dan masuk ke kamar mandi dengan wajah kesal .