NovelToon NovelToon
Gairah Cinta Terlarang

Gairah Cinta Terlarang

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Selingkuh / Cinta Terlarang
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nopani Dwi Ari

"Sekali saja kita melangkah melewati batas ini, Arden... semuanya tidak akan pernah sama lagi."

Alyssa tidak pernah menyangka pernikahannya akan menyeretnya ke dalam pusaran dosa yang terlarang. Sebagai istri yang berbakti, ia selalu menekan keinginan pribadinya demi menjaga kehormatan keluarga besar suaminya.

Namun, benteng pertahanan itu runtuh saat Arden—adik iparnya—kembali dari luar negeri.

Arden bukan lagi remaja tanggung yang dulu ia kenal. Pria itu telah menjelma menjadi sosok dewasa yang penuh pesona, perhatian, dan diam-diam menawarkan kehangatan yang tak pernah Alyssa dapatkan dari suaminya sendiri.

Di sisi lain, Arden tersiksa. Semakin ia mencoba menjauh, semakin ia mendambakan Alyssa—wanita yang seharusnya haram untuk ia sentuh.

Kini, keduanya terjebak dalam tarik ulur perasaan yang menyiksa. Antara kesetiaan pada keluarga, atau menyerah pada godaan gairah yang candu.

Saat batas suci itu akhirnya dilanggar, siapkah mereka membayar harga yang teramat mahal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nopani Dwi Ari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.15 -Titik terendah Sebuah Pernikahan

Jam makan siang pun tiba. Adrian memutuskan untuk meninggalkan tumpukan berkas kantornya demi menemui Hanum yang masih dirawat di klinik. Dokter bilang, wanita itu sudah diperbolehkan pulang siang ini. Langkah Adrian terasa mantap sembari menjinjing sebuah paper bag berlogo restoran mewah ternama.

Klek.

Pintu kamar rawat terbuka. Di atas ranjang, Hanum tampak sedang terkekeh pelan menatap layar ponselnya. Namun, begitu menyadari kehadiran Adrian, raut wajahnya seketika berubah manis.

"Adrian? Kamu datang?" tanya Hanum dengan binar mata bahagia.

"Iya, aku bawakan makan siang untukmu," balas Adrian sembari mendekat dan meletakkan paper bag tersebut di atas meja lipat.

"Wah, terima kasih banyak, Adrian!"

Hanum tersenyum senang saat membukanya. Makanan favoritnya. Namun, saat Adrian sibuk mengambilkan minum dan membelakanginya, sudut bibir Hanum terangkat sinis. Dengan gerakan cepat dan tanpa sepengetahuan Adrian, ia mengambil ponselnya, memotret makanan mewah tersebut, lalu mengirimkannya langsung ke nomor Alyssa.

sebuah pesan provokatif ia sematkan di sana:

[Suamimu membelikan aku makan siang. Menyenangkan sekali.]

Pesan terkirim. Hanum tersenyum puas membayangkan betapa hancurnya perasaan Alyssa saat membaca pesan itu. Ia lalu menyantap makanannya dengan lahap.

Namun, di tengah-tengah suapan, pandangan Hanum tertuju pada Adrian yang duduk di kursi samping ranjang. Pria itu tampak melamun dengan tatapan kosong, mengaduk-aduk makanannya tanpa selera.

"Kamu kenapa, Ad?" tanya Hanum, menghentikan kunyahannya.

"Aku? Tidak apa-apa. Lanjutkan saja makan siangmu," balas Adrian cepat, mencoba tersenyum lalu ikut memasukkan sesuap nasi ke mulutnya.

"Tidak. Aku mau kamu jujur," potong Hanum dengan nada menuntut yang dibuat sedih. "Apa kamu... sudah mulai mencintai Alyssa dan berniat meninggalkanku? Iya, kan?"

"Bukan! Bukan begitu, Num," panik Adrian gelisah. "Aku tidak mungkin mencintai Alyssa. Hanya saja... Alyssa mengajakku ke Bali. Sebentar lagi adalah hari anniversary pernikahan kami."

Dada Hanum seketika terasa panas dihantam rasa cemburu yang membakar.

"Tidak! Tidak boleh! Adrian tidak boleh pergi ke mana pun, apalagi berduaan dengan Alyssa!" teriak Hanum dalam hatinya.

"Tapi... aku sudah menolaknya mentah-mentah," lanjut Adrian pelan.

Mendengar penuturan Adrian, Hanum terdiam sejenak. Manik matanya menatap lekat raut wajah Adrian yang tampak dipenuhi rasa bersalah. Tiba-tiba saja, sebuah ide gila dan licik melintas di benak Hanum. Ide yang akan memastikan Adrian tetap berada dalam genggamannya—sekaligus menghancurkan Alyssa sedalam-dalamnya.

Sebuah senyuman tipis yang penuh persekongkolan jahat perlahan terukir di bibir Hanum.

*

*

Sementara itu, Alyssa yang baru saja mendapatkan pesan foto dari Hanum tengah berjalan keluar kafe bersama Arden. Awalnya mereka berencana langsung pulang, namun Arden terlebih dahulu melangkah ke bangunan sebelah—mengajaknya melihat calon studio musik milik pria itu.

Ting.

Ponsel di genggaman Alyssa bergetar. Sepasang matanya menatap nanar ke arah layar, di mana foto makanan mewah pemberian Adrian terpampang nyata, lengkap dengan pesan bernada pamer dari Hanum. Dada Alyssa terasa dihantam batu besar. Rasa sesak kembali menguasai paru-parunya.

"Ada apa, Kak?" tanya Arden peka. Langkahnya terhenti, menatap cemas perubahan raut wajah Alyssa yang mendadak pucat.

Alyssa buru-buru mematikan layar ponselnya. "Aku... aku tidak apa-apa, Kok," balasnya mengulas senyum tipis yang dipaksakan.

Ia lalu mengekor di belakang Arden, melangkah masuk ke dalam ruangan studio yang cukup luas tersebut. Arden menjelaskan rencananya dengan antusias—bahwa ia akan membangun studio ini bertahap, dengan kantor di lantai dua yang bersebelahan langsung dengan ruangan pribadinya. Pria muda itu bahkan bercerita ingin bekerja sama dengan agensi besar untuk menaungi sebuah grup idol.

Alyssa mencoba mendengarkan dengan penuh perhatian. Namun, pikiran dan hatinya terus melayang pada Adrian yang saat ini tengah tertawa bahagia memanjakan Hanum di klinik.

"Menurutmu, ruangan ini bagusnya didesain seperti apa, Kak?" tanya Arden berbalik badan.

Melihat Alyssa hanya mematung dengan pandangan kosong, Arden menghela napas pelan. Tanpa aba-aba, ia mengikis jarak, menundukkan sedikit tubuhnya, lalu...

Cup!

Satu kecupan lembut dan hangat mendarat tepat di kening Alyssa.

"Arden!" seru Alyssa terperanjat, spontan memegang keningnya dengan mata membelalak.

"Jangan melamun. Kalau melamun, cantiknya hilang," bisik Arden rendah tepat di depan wajah Alyssa, mengulas senyuman jahil yang sanggup membuat kedua pipi Alyssa mendadak bersemu merah padam.

Sentuhan Arden bagaikan kejutan listrik yang seketika menghapus bayangan Adrian dan foto dari Hanum dari kepalanya. Alyssa menatap manik mata Arden yang begitu bening dan tulus. Di saat Adrian terus memberinya luka, pria muda di depannya ini justru selalu tahu cara menghapus duka itu dalam sekejap.

Alyssa menghembuskan napas pelan. Keberanian yang selama ini terpendam mendadak membuncah keluar.

"Arden... soal tawaranmu tadi," potong Alyssa pelan, membuat senyum jahil di wajah Arden perlahan berganti menjadi tatapan serius. "Aku tidak sedang emosi atau terpaksa."

Tanpa diduga dan tanpa memberikan Arden kesempatan untuk merespons, Alyssa menarik napas panjang, lalu berjinjit dan mendaratkan ciuman manis tepat di bibir Arden.

Arden tersentak kecil, matanya membelalak kaget atas tindakan nekat dan manis dari kakak iparnya tersebut. Namun, keterkejutan itu hanya berlangsung sedetik. Naluri dan rasa cinta yang selama ini ia tahan seketika pecah.

Detik berikutnya, Arden melingkarkan tangannya yang hangat ke pinggang Alyssa, sementara jemari satunya menahan lembut tengkuk Alyssa. Ia membalas ciuman itu, mengubahnya menjadi lebih dalam, menuntut, dan terasa begitu panjang di dalam studio yang sunyi tersebut.

Dua insan itu terhanyut dalam desakan rasa yang terlarang namun terasa begitu nyata.

Perlahan, Alyssa melepaskan diri dari ciuman penuh gairah tersebut dengan napas yang sedikit memburu. Manik matanya menatap lurus ke dalam iris mata Arden yang menatapnya intens.

"Aku serius," bisik Alyssa lirih namun penuh penekanan, meruntuhkan seluruh batas yang selama ini memisahkan mereka.

Arden terdiam tak menjawab pertanyaan dari istri kakaknya tersebut. Ia menatap Alyssa lekat-lekat, mencoba mencari celah kebohongan atau keraguan di manik mata wanita itu. Namun, yang ia temukan hanyalah kesungguhan yang membara di tengah rasa sakit yang teramat sangat.

Sebuah senyuman tipis—kali ini penuh dengan kehangatan dan rasa memiliki—perlahan terukir di wajah tampan Arden.

Tanpa mengikis tatapannya, Arden menarik Alyssa ke dalam pelukan erat. Ia menyandarkan dagunya di atas kepala Alyssa, mengusap punggung wanita itu dengan lembut seolah ingin menyalurkan seluruh kekuatan yang ia miliki.

"Aku tidak pernah main-main dengan perasaanku, Kak... maksudku, Alyssa," bisik Arden rendah, mengubah panggilannya untuk pertama kali dengan nada suara yang begitu intim.

Alyssa memejamkan mata, membalas pelukan Arden tak kalah erat. Wangi maskulin dan hangatnya tubuh Arden mendadak membuat seluruh rasa sesak di dadanya menguap.

"Mulai detik ini, kamu tidak perlu lagi mengemis perhatian dari pria yang tidak menghargai mu," lanjut Arden tegas, menangkup kedua pipi Alyssa dan memaksa mata bening itu menatapnya. "Ada aku. Dan aku tidak akan pernah membiarkanmu menangis sendirian lagi."

Alyssa mengangguk pelan, setetes air mata haru akhirnya lolos menetes di pipinya. Namun kali ini, bukan karena kesedihan akibat Adrian, melainkan karena ia merasa akhirnya ada seseorang yang benar-benar memvalidasi keberadaannya.

Alyssa tahu ini salah, tapi rasa frustrasi dan lelah karena rumah tangganya selama empat tahun ini membuat dirinya menyerah—lalu mengambil jalur nekat.

Bersambung ....

1
jumirah slavina
siap 86 kapten
jumirah slavina
gak ada yang gak mungkin., Kamu aja juga selingkuh Al.,

udah'lh Al., lepasin aja., laki² seperti itu tidak pantas d'tunggu
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
makan tuh perempuan playing victim
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
🌺🌺
amit-amit😒
rini marlina sari
lanjut
jumirah slavina
abaikan bisikan syaitan ini Al
jumirah slavina
muak Aku... muak. Aku sm Kamu Ad....
🌺🌺: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
telat Al... telat... sudah kelelahan baru sadar., astagaaaaaaaa🤣🤣
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
Kak Ariiiiiii., ceekeek Adriiiiii.,
jumirah slavina
hheehh gak boleh !!!
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
jumirah slavina
mo ngapain kalian dalam kamar hotel wwooii
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
astagaaaaaaaa., macam jelangkung aja s' sArden., tetiba nongol 🤦🏻‍♀️🤣🤣🤣
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
jumirah slavina
gak usahhhhhh balikkkkk !!!
Aku muak sama Kamuuuu...!!!
jumirah slavina
pergi sonooooo... pergiiiiiii...
jumirah slavina
udah'lh Ad... pergi sono., muak Aku menengok'mu...
jumirah slavina
bohong Ma., dia mo ngajakin Alis menantu Mam selingkuh...


🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
dasar laki² menyebalkan Kamu Adriiii !!!
jumirah slavina: 🥰🥰🥰🥰🥰🥰❤❤❤❤💞💞💞💞
total 8 replies
EpiWidayanti
stress si Adrian 😏
jumirah slavina: joom lah kita beramai²

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
jumirah slavina
bughhhhhhh... bughhhhhhh... Jumi memukul kepala Adri yang penuh kotoran

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
jumirah slavina
ati² sArden., mengintip bisa bikin stress dan bintitan

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 5 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!