NovelToon NovelToon
Fall In Love With You, Mr Tomi.

Fall In Love With You, Mr Tomi.

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen Angst
Popularitas:26.6k
Nilai: 5
Nama Author: selvi serman

"Saya mohon menikah lah dengan putri saya! Putri saya sangat mencintai nak Tomi. Waktu saya tidak lama lagi, dan saya akan pergi dengan tenang jika sonia telah menikah." Tangis Sonia semakin pecah mendengar permintaan Daddy-nya sedang kritis di rumah sakit, kepada pria yang sudah setahun terakhir dicintainya secara diam-diam. Ya, diam-diam, sebab Sonia tidak pernah mengutarakan perasaannya terhadap pria itu kepada siapapun, termasuk pada Daddy-nya.

Sonia memang sangat mencintai pria yang merupakan bosnya tersebut, akan tetapi Sonia juga tidak ingin menikah dengan cara seperti itu. Ia ingin berusaha menaklukkan hati Pria bernama Tomi tersebut tanpa permintaan atau paksaan dari pihak manapun. Namun kondisi Daddy-nya yang sedang sekarat membuat Sonia tak tega untuk banyak berkata-kata, apalagi untuk menolak.

Akankah pernikahan Sonia berjalan layaknya pernikahan bahagia pada umumnya, atau justru kandas ditengah jalan, mengingat Tomi tidak memiliki perasaan apapun terhadap Sonia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16.

"Dari mana saja? Bukankah kamu tahu, aturan perusahaan di larang keluyuran di saat jam kerja, sekalipun itu masih di lingkungan perusahaan." Sonia yang hendak mendudukkan tubuhnya di kursi kerjanya lantas mengurungkan niatnya dan menoleh ke sumber suara.

"Kenapa diam saja?." Ucapan Tomi terdengar pelan namun terkesan tegas. Ya, Tomi tidak memperlakukan Sonia dengan spesial dari pegawai lainnya, meskipun wanita itu adalah istrinya.

"Bukankah tuan sendiri yang meminta Nona ambar untuk memerintahkan saya membantu mengurus persiapan untuk pembuatan iklan produk baru? Saya sudah melakukan tugasnya dengan baik, dan Nona Pricilia sendiri yang telah memperbolehkan saya kembali ke meja kerja saya, tuan." jawab Sonia seadanya.

Mendengar itu alis tebal milik Tomi sontak bertaut dengan sempurna. Tanpa berpamitan pada Sonia, Tomi berlalu begitu saja menuju ruang pembuatan iklan.

"Ceklek."

Semua yang berada diruangan tersebut dibuat panik menyadari kedatangan Tomi, terutama Ambar, yang berpikir telah terjadi kesalahan tanpa disadarinya dalam proses pembuatan iklan, sehingga menyebabkan bos mereka tersebut mendatangi ruangan.

"Apa ada yang _." Ambar tak dapat menuntaskan kalimatnya saat menyadari tatapan tajam Tomi.

"Tinggalkan saya berdua saja dengan Nona Pricilia!." Titah Tomi.

"Baik, tuan." Ambar langsung lega. Rupanya Tomi sedang ingin berduaan dengan pujaan hatinya, bukannya telah terjadi kesalahan, begitu pikir Ambar sebelum memerintahkan timnya meninggalkan ruangan tersebut. Sedangkan Cili nampak melebarkan senyum penuh kemenangan, ia pikir kedatangan Tomi untuk meminta maaf padanya akibat sikap dingin pria itu terhadapnya kemarin.

"Aku tahu kau pasti akan datang padaku, Tomi." Dalam hati Cili dengan berbangga hati, berpikir jika dirinya masih memiliki hati Tomi seutuhnya.

Cili meminta Tomi menempati sofa kosong di sampingnya, namun tak ada respon dari Tomi, pria itu justru berdiam diri pada posisinya, menatap mantan tunangannya itu dengan tatapan tak terbaca.

"Apa maksudmu melakukan semua ini?."

Cili memasang wajah polosnya. "Aku tidak mengerti apa maksudmu."

"Jangan berpura-pura bodoh, Cili! kau tahu betul apa yang aku maksud." Tomi mengulas senyum menyeringai, seolah ingin menunjukkan bahwa ia tak segampang itu untuk dibodohi, apalagi oleh dirinya.

"Kenapa kau membelanya? Bukankah pernikahan kalian terjadi karena sebuah keterpaksaan, lalu kenapa kau tega bersikap seperti itu padaku hanya demi wanita itu, Tomi?."

Tomi kembali menyeringai. Rupanya benar dugaannya, Cili sudah tahu tentang pernikahannya dengan Sonia, makanya Cili sengaja memanfaatkan Ambar yang tidak tahu menahu tentang hubungan pernikahannya dengan Sonia.

"Jangan bilang kau sudah mulai jatuh cinta padanya, Tomi?." Cili mulai terpancing, hingga wanita itu tanpa sadar mulai meninggikan suaranya.

"Turunkan nada bicaramu, Ingat aku adalah pemilik perusahaan ini! Aku bisa saja memutuskan kontrak kerja sama kita akibat sikap kurang menyenangkan darimu, Nona Pricilia Marda." Tomi menekankan bahwa disini keputusan ada ditangannya, sedikit saja Cili melakukan kesalahan maka kontrak kerjasama yang dibanggakan oleh wanita itu bisa saja berakhir begitu saja.

Sebelum benar-benar berlalu meninggalkan ruangan tersebut, Tomi menyempatkan diri menoleh sekilas pada mantan tunangan yang telah menorehkan sejuta luka dihatinya tersebut. "Berhenti mengganggu Sonia! Dan untuk perasaanku terhadapnya, itu bukanlah urusanmu." Tegas Tomi.

Menyaksikan Tomi keluar dari ruangan tersebut, baik Ambar dan juga timnya serta asisten pribadi Cili kembali memasuki ruangan.

"Are you Ok?." Pertanyaan dari asisten pribadinya tersebut tidak dijawab oleh Cili. Wanita itu justru terlihat mengepalkan kedua tangannya.

Tanpa di sadari oleh siapapun, termasuk Tomi, rupanya dari balik dinding tembok Sonia menyaksikan Tomi keluar dari ruangan tersebut.

*

"Apa kau yakin mereka menikah hanya karena sebuah wasiat?." Pertanyaan pertama yang dilontarkan Cili terhadap asisten pribadinya setelah mereka masuk ke mobil.

"Tentu saja. Tomi menikahi Sonia hanya karena wasiat dari Daddy-nya Sonia. Lagipula aku yakin sekali Tomi masih sangat mencintaimu, dan tidak mungkin berpindah hati pada orang lain, termasuk pada Sonia." Linda berusaha meyakinkan Cili atas informasi yang didapatkannya. Rupanya sebelum menerima pengajuan kontrak kerja sama dengan Andrean Group, Cili telah mengetahui bahwa Tomi telah menikahi seorang gadis untuk menunaikan sebuah wasiat. Dan, tentunya informasi tersebut didapatkan oleh Linda, sang asisten pribadi.

"Tapi dari sikap Tomi, mereka tidak seperti menikah karena terpaksa. Tomi membela wanita itu di hadapanku, Linda." Cili hampir menangis saat teringat akan sikap Tomi yang terkesan membela Sonia dihadapannya tadi.

"Itu pasti hanya perasaan kamu saja, lagian tuan Tomi begitu mencintai kamu, mana mungkin berpaling pada wanita yang usianya tujuh tahun lebih muda darinya. Ayolah Cili... berpikir lebih jernih! Kamu tahu sendiri kalau tipikal tuan Tomi adalah wanita matang, bukannya gadis muda seperti si Sonia itu." Linda berusaha meyakinkan Cili bahwa perasaan Tomi terhadapnya pasti masih sama, dan tidak mungkin berpaling pada wanita lain.

"Kau benar, Tomi tidak mungkin mencintai wanita itu." Gumam Cili pada akhirnya, setuju dengan semua ucapan Linda untuk meyakini bahwa perasaan Tomi terhadapnya masih tetap sama, tak ada yang berubah. Mungkin sikap dingin Tomi saat ini dipicu oleh rasa kecewa pria itu akibat perbuatannya di masa lalu, begitu pikir Cili.

Di saat Cili tengah berusaha mendoktrin pikirannya sendiri dengan satu kalimat bahwa Tomi masih mencintainya dengan sepenuh hati, pria itu justru tengah duduk termenung di kursi kerjanya. Entah apa yang kini sedang dipikirkan oleh Tomi, yang jelas pria itu seolah enggan beranjak dari posisinya saat ini.

"Apa anda baik-baik saja, tuan?." Tanya asisten Azam mencemaskan kondisi tuannya.

Bukannya menjawab pertanyaan asisten Azam, Tomi justru balik melontarkan pertanyaan yang mampu membuat asisten Azam tertegun untuk beberapa saat.

"Apa menurutmu, Sonia sudah tahu tentang hubunganku dengan Cili di masa lalu?."

"Untuk itu saya tidak bisa memastikannya tuan, tetapi menurut kata orang, insting wanita itu sangat tajam. Tidak menutup kemungkinan Nona Sonia telah mengetahuinya, mengingat saya pernah memergoki beberapa pegawai membahas tentang masa lalu anda dengan Nona Cili." Jawab Asisten Azam.

Mendengar itu, Tomi sontak menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi kerjanya.

"Maaf tuan, bukannya saya ingin ikut campur dalam urusan pribadi anda, tapi menurut saya, akan lebih baik jika anda berterus terang pada istri anda tentang hubungan anda bersama Nona Cili di masa lalu, dengan begitu kedepannya tidak akan ada kesalahpahaman di antara anda dan istri anda, tuan." Demi kebaikan rumah tangga tuannya, Asisten Azam memberanikan diri menasehati Tomi.

Tomi masih diam saja, namun dalam hati ia membenarkan nasehat asisten pribadinya tersebut. Berterus terang pada Sonia tentang hubungannya dengan Cili di masa lalu pasti jauh lebih baik ketimbang ia diam saja, apalagi jika dugaannya benar, Sonia telah mengetahui hal itu dari orang lain.

1
Lentera Aksara
kalau itu ulet bulu
Sonia suruh pindah aja Thor
kasian Dede bayinya
Felycia R. Fernandez
😅😅😅😅😅
Dwi ratna
pst si cabe level akut dah
secret
hmmm siapa tuhh yg diliat sonia
sutiasih kasih
lanjut thorrr... udah g sabar😍😍
Ayila Ella
waduh siapa tuh, jangan bilang itu si cilok
Lia siti marlia
siapa tuhhh sonia bikin penasaran aja
Ami LeoGirl
Cikarang selatan hadir.... kpn up lgi thorr
Nurul
Ditunggu lanjutannya......
Uba Muhammad Al-varo
Tanggerang hadir kakak Author 🙏🙏💪💪💪💪💪
Uba Muhammad Al-varo
cilli....... bukan nya sadar malah tambah gila karena obsesi dan keegoisanmu dan karena perbuatan ini juga kamu akan berakhir menderita dan menyesal, nggak mau menurut sih apa yang dikatakan oleh Linda 👿👿
sutiasih kasih
cili cari hidup susah...
Ami LeoGirl
Lajutkn up semangt
Lentera Aksara
kota udang hadir Thor 😁
Nurminah
jangan sampe kejebak ama obat perangsang ya Thor jujur muak liatnya
secret
akhirnya perjuanganmu membuahkan hasil tom, hrs hati2 karena si cabe blom kapok
secret
Palembang thorr, salam kenal dari wong kito galo😁
Lusi Hariyani
hati2 tomi jaga sonia bahaya mengancam
Syifa
kaka yg banyak donk aplopnya
Ayila Ella
waduh gawat si ular mau bikin olah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!