NovelToon NovelToon
Setelah Lima Tahun Berlalu

Setelah Lima Tahun Berlalu

Status: tamat
Genre:CEO / Lari Saat Hamil / Single Mom / Tamat
Popularitas:289k
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

Kyranza wanita yang baru saja di terima di sebuah perusahaan ternama membuat kehidupannya lebih baik dari sebelumnya. Bagaimana tidak sebelumnya dia harus melakukan tiga pekerjaan sekaligus dalam sehari untuk bisa menafkahi putra semata wayangnya itu.

Kejadian lima tahun yang lalu setelah bercerai dengan suaminya membuat kyra menjadi wanita yang tangguh.

Tapi semuanya hanya hanya sekejap mantan suaminya itu kembali muncul dan terus mengganggu kehidupannya.

" Menikah kembali denganku, maka hidupmu akan baik-baik saja"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16

Beberapa jam kemudian, Kyra perlahan membuka matanya. Pandangannya terasa kabur dan kepalanya masih sedikit pusing. Ia berusaha fokus. Cahaya lampu yang lembut, aroma antiseptik yang samar, dan suasana kamar yang sunyi.

Ini bukan kontrakannya.

Rasa panik langsung menyerang Kyra. Ia berusaha duduk, tetapi tubuhnya terasa sangat lemas.

“Aldian! Aldian!” panggil Kyra, suaranya parau dan lemah.

Ia mencoba melepaskan infus dan turun dari ranjang, tetapi pintu kamar terbuka dan Bagas masuk, membawa sebuah nampan makanan.

“Jangan bergerak!” perintah Bagas tegas, segera meletakkan nampan itu di meja dan bergegas menghampiri ranjang Kyra.

“Bagas? Kenapa aku di sini? Aldian di mana?!” tanya Kyra panik, mencoba mendorong tangan Bagas yang menahannya.

“Tenang, Kyra. Kau pingsan. Aku membawamu ke rumah sakit. Kau demam tinggi,” jawab Bagas, mencoba menenangkan. “Aldian baik-baik saja, dia ada di sini.”

Seolah menjawab panggilan ibunya, dari sofa di sudut ruangan, Aldian muncul. Bocah itu sedang duduk manis, sibuk mengunyah sepotong sandwich besar yang tampaknya baru dibelikan, dengan beberapa kotak jus di sisinya.

“Bunda! Bunda sudah bangun?” seru Aldian, segera turun dari sofa dan berlari ke sisi ranjang Kyra.

Kyra meraih putranya dan memeluknya erat-erat, air mata lega mengalir di pipinya. “Aldian, kamu tidak apa-apa, Nak? Kamu makan apa?”

“Aldian makan sandwich dari Om Bagas, Bun. Om Bagas bilang Aldian belum makan dari tadi pagi,” jawab Aldian polos, menyeka sisa remah makanan di sudut bibirnya.

Kyra menoleh ke arah Bagas yang kini berdiri diam di samping ranjang.

“Bapak… yang membawa saya ke sini?” tanya Kyra, nadanya bercampur aduk. Ia mengedarkan pandangan lagi ke sekeliling ruangan yang mewah. “Dan ini… kamar apa? Saya tidak mampu membayar kamar semahal ini, pak Bagas. Saya harus segera keluar.”

Bagas mengabaikan ancaman Kyra dan hanya menatap Aldian. “Aldian, coba kamu habiskan dulu jusmu di sofa, ya. Om mau bicara sebentar sama Bunda.”

Aldian menurut. Setelah Aldian kembali ke sofa, Bagas mencondongkan tubuh sedikit, menatap Kyra.

"Dengarkan aku baik-baik, Kyra. Kau pingsan. Kau hampir mati karena kelelahan dan kurang gizi. Dokter bilang kau harus istirahat total. Aku yang membawamu ke sini, dan aku yang akan menanggung semua biayanya,” tegas Bagas.

Kyra menggeleng lemah. “Tidak! Saya tidak butuh uang Bapak! Saya akan minta perawat memindahkan saya ke kamar biasa.”

Kyra merasakan air mata mulai mendesak keluar, marah karena ia benar-benar tak berdaya dan terjebak dalam jebakan Bagas. Ia hanya bisa menatap Bagas dengan tatapan penuh kebencian.

“Saya bilang tidak, Pak Bagas!” desis Kyra, suaranya naik sedikit. “Saya tidak pernah meminta bantuan Bapak! Saya tidak mau berhutang budi pada Bapak!”

Bagas menatapnya dengan pandangan dingin dan tak bergeming. Ia tahu Kyra menolak karena harga diri, dan Bagas memutuskan untuk merobohkan benteng harga diri itu dengan kebenaran yang pahit.

Bagas berjalan sedikit lebih dekat, merendahkan suaranya agar Aldian di sofa tidak mendengar.

“Mengapa kau tidak mau menerima bantuanku saja, Kyra?” tanya Bagas, nadanya berubah menjadi lebih menusuk. “Kau menolak setiap sen dariku, kau menolak kartuku, padahal kau harus berjuang sendirian sampai pingsan begini.”

Bagas bersandar di tepi ranjang. “Seharusnya, aku yang marah sekarang. Seharusnya, aku yang menuntut. Seharusnya aku yang mempertanyakan kenapa kau pergi lima tahun lalu tanpa mengatakan apa-apa!” Bagas menekankan setiap kata.

Kyra terhenyak. Wajahnya yang pucat kini semakin memucat. Kyra memutuskan untuk menghilang sepenuhnya dari Bagas tanpa jejak, tanpa komunikasi. Ia melakukan itu bukan tanpa alasan melainkan tekanan dari ayahnya Bagas yang meminta dia untuk meninggalkan Bagas, karena mengetahui anaknya itu menikah diam-diam.

Kau tahu apa yang kudapatkan? Keheningan selama lima tahun. Dan sekarang, kau menolak bantuanku, padahal kau tahu aku bisa memberikan kehidupan yang lebih baik untuk putra kita.”

“Itu berbeda,” bisik Kyra, mencoba mempertahankan argumennya.

“Tidak, itu tidak berbeda,” potong Bagas cepat. “Kau pergi karena kau ingin pergi, itu pilihanmu. Kau menyembunyikan Aldian, itu pilihanmu."

Bagas mengepalkan tangannya di sekitar tangan Kyra. “Aku tidak bisa memperbaiki apa yang Ayahku buat di masa lalu, tapi aku bisa memperbaikinya sekarang. Kumohon, terima bantuanku ini. Anggap ini sebagai aku yang membayar semua yang telah Ayahku perbuat padamu dan pada kita. Anggap saja aku manusia paling bodoh saat itu, tapi tidak bolehkan manusia sepertiku menerima maafmu"

Tiba-tiba, Bagas tidak bisa menahannya lagi. Dorongan emosional yang kuat membanjirinya. Ia merunduk, memeluk Kyra erat-erat di ranjang rumah sakit, tanpa memedulikan infus di tangan Kyra.

“Aku… aku merindukanmu, Kyra,” bisik Bagas, suaranya tercekat. Pelukan itu kuat, penuh kerinduan yang terpendam selama bertahun-tahun dan rasa penyesalan yang mendalam. “Aku tidak pernah berhenti mencintaimu.”

Kyra terkejut dengan pelukan mendadak itu. Pelukan yang terasa familiar, hangat. Pelukan yang telah lama tidak ia rasakan lagi.

Setelah beberapa saat, Bagas melepaskan pelukan itu, menatap Kyra. Wajahnya kini lembut.

“Aku akan memastikan kau aman, Aldian aman. Mulai sekarang, fokusmu adalah pulih. Sisanya, biar aku yang urus. Kau dan Aldian tidak akan kembali ke kontrakan itu,” kata Bagas,

Kyra tidak tahu harus berbuat apa, dia masih diam. Dia masih syok dengan apa yang barusan rasakan.

1
Lilik Juhariah
miris
ayu cantik
gantung
Lisa
Terimakasih y Kak utk karyanya..kita tunggu karya² selanjutnya y..👍😊
Atmita Gajiwi
/Heart//Heart//Rose/
Lisa
Wah sekarang rumahnya Bagas & Kyra selalu ramai tuh 😊
Nuri 73749473729
lanjut
Eno Pahlevi
LANJUTT.... DITUNGGU TRIPLE UPDATENYA THOR 🥰🥰🥰🥰
Muji Lestari
🤣🤣🤣lucu rewan
Nuri 73749473729
lanjut
Mazree Gati
SORRY THORR KLO AKHIRNYA BALIKAN SAMA BAGAS,,,END, UNSUB,,
Hari Saktiawan
lama banget update nya
Lisa
Happy wedding Revan & Dira..bahagia selalu & labggeng ya 🙏
Erna Riyanto
cerita Damian dan Dewi lanjutin dong thorrr....lama bgt lho...digantung
Uthie
Mampir untuk genre cerita seperti ini 👍👍👍
Boby The Blind Massage Entertaiment AND Freelance (BOBY_freelance)
Kalau sudah begini jalan ceritanya, kayaknya ini Prepare to ending.
Hari Saktiawan
dinovel nama arka kok banget Thor lu suka ya
ig: denaa_127: nama gebetan, jujurr🤭
total 1 replies
Arwondo Arni
jujur aja kl kamu mencintai Dira lgsg nikah aja biar ngak sepi
Lisa
😊 Kalau lagi sakit Revan baru inget tuh sama Dira 🤭
Lisa
Sehat selalu y Kyra, debaynya juga..
Maria Anyela Rosa
kok jadi melow begini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!