NovelToon NovelToon
Putri Tanpa Cahaya

Putri Tanpa Cahaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Akademi Sihir / Fantasi
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dyana

Sakura adalah anak dari selir yang sejak lahir dianggap tidak memiliki kekuatan. Karena itu ia sering dibully dan diremehkan oleh keluarga bangsawan tempatnya tinggal.
Hidupnya semakin tragis ketika ia terus-menerus diracuni secara perlahan, membuat tubuhnya lemah dan sakit. Di tengah penderitaannya, satu-satunya orang yang melindunginya adalah ibunya. Namun sang ibu akhirnya dibunuh oleh pihak yang berkuasa di dalam keluarga itu.
Setelah kehilangan segalanya, Sakura yang tersisa dalam keputusasaan tanpa sadar mulai membangkitkan kekuatan besar yang tersegel di dalam dirinya. Kekuatan itu selama ini tersembunyi, dan kini perlahan mulai bangkit, mengubahnya dari gadis yang dianggap lemah menjadi sosok yang berpotensi mengguncang dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31- Batas Yang Di Paksa

Ruangan terasa sunyi.

Hanya suara napas pelan yang terdengar.

Sakura terbaring di ranjang kecil di ruang alkimia.

Tubuhnya lemah.

Keringat masih membasahi dahinya, meskipun udara di ruangan itu dingin. Beberapa luka di lengannya telah dibersihkan, namun masih tampak kemerahan. Dadanya naik turun perlahan, seolah setiap tarikan napas membutuhkan usaha.

Sudah beberapa jam berlalu sejak kejadian itu.

Namun ia belum benar-benar sadar.

Di sampingnya Master Kaelen Arcturus berdiri diam.

Tanpa suara.

Tanpa gerakan.

Tatapannya tertuju pada tubuh Sakura.

Lebih tepatnya pada sesuatu yang tidak terlihat oleh mata biasa.

“…Tidak stabil,” gumamnya pelan.

Tangannya perlahan menyentuh pergelangan tangan Sakura.

Dingin.

Terkontrol.

Aliran energi di dalam tubuh Sakura langsung terasa.

Kacau.

Tidak beraturan.

Seperti arus yang bertabrakan tanpa arah. Namun di balik kekacauan itu, ada sesuatu yang berbeda.

“…Meningkat.”

Matanya menyipit sedikit.

“Tekanan eksternal mempercepat reaksinya…”

Ia terdiam.

Sejenak.

Pikirannya bekerja cepat.

Menghitung.

Menimbang.

“Kalau begini…”

Kalimat itu tidak selesai.

Namun keputusan sudah terbentuk.

Tidak terlihat namun pasti.

Sakura perlahan membuka mata.

Pandangan pertama yang ia lihat langit-langit ruangan.

Kabur.

Bergetar.

“…Aku…”

Suaranya hampir tidak terdengar.

“Kau masih hidup.”

Suara dingin itu langsung memotong.

Sakura menoleh pelan.

Penglihatannya mulai fokus.

“Master… Kaelen…”

Ia mencoba bangkit.

Tubuhnya bergerak sedikit dan rasa sakit langsung menjalar.

“Ugh!”

“Jangan bergerak.”

Nada perintah.

Tidak keras.

Namun tidak bisa ditolak.

Sakura langsung berhenti.

“Tubuhmu hampir hancur,” lanjut Kaelen.

Suaranya datar.

Namun kata-katanya tajam.

“Kalau dipaksa lagi… kau bisa mati.”

Sakura menatap langit-langit lagi.

Napasnya pelan.

“…Tapi aku masih hidup.”

Kaelen tidak menjawab.

Hanya menatapnya.

Tatapan yang sulit dibaca.

Tidak ada pujian.

Tidak ada kelegaan.

Hanya pengamatan.

Sakura menelan ludah pelan.

Dadanya masih terasa panas.

“…Aku mendengarnya lagi,” katanya akhirnya.

Hening.

“Suara itu…”

Matanya sedikit bergetar.

“Dan tubuhku… bereaksi sendiri…”

Ia mengangkat tangannya sedikit.

Gemetar.

“…Aku tidak bisa mengendalikannya.”

Kaelen akhirnya berbicara.

“Karena itu bukan kekuatan yang stabil.”

Jawaban singkat.

Namun tidak membantu.

Sakura menunduk.

“…Lalu apa aku harus berhenti?”

Pertanyaan itu keluar lebih pelan.

Namun lebih jujur.

Lebih… manusiawi.

Hening.

Ruangan terasa semakin dingin.

Kaelen menatapnya.

Dalam.

“…Tidak.”

Jawaban itu langsung.

Tanpa ragu.

Sakura sedikit terkejut.

Matanya membesar sedikit.

“Kau tidak punya waktu untuk berhenti.”

Nada suaranya tetap dingin.

Namun ada tekanan di dalamnya.

Lebih dari sebelumnya.

“Kalau kau berhenti sekarang…”

Ia berhenti sejenak.

Lalu

“…kau akan mati tanpa pernah memahami kekuatan itu.”

Sakura terdiam.

Kata-kata itu menggantung.

Berat.

Mencekik.

Ia tidak tahu apakah itu ancaman…

atau peringatan.

Atau

kebenaran.

Namun satu hal jelas tidak ada jalan mudah.

“Mulai hari ini…”

Kaelen berbalik.

Jubahnya bergerak pelan.

“Latihan kita akan berubah.”

Sakura menegang.

“…Seperti apa?”

Kaelen menoleh sedikit.

Bayangannya jatuh di wajah Sakura.

“Lebih cepat.”

Hening.

“…dan lebih menyakitkan.”

Beberapa hari kemudian…

Latihan dimulai kembali.

Namun kali ini tidak seperti sebelumnya.

Kaelen tidak lagi menunggu Sakura pulih sepenuhnya.

Ia tidak memberi waktu untuk beristirahat.

Setiap malam latihan dilakukan.

Tanpa jeda.

Tanpa kompromi.

Ramuan yang diberikan lebih kuat.

Lebih pekat.

Lebih… berbahaya.

“Minum.”

Sakura tidak bertanya.

Ia langsung meminumnya.

Beberapa detik tidak ada reaksi.

Namun kemudian

“AAAH—!”

Tubuhnya langsung terjatuh.

Tangannya mencengkeram lantai.

Rasa sakit menghantam dari dalam.

Lebih brutal dari sebelumnya.

Aliran energi dipaksa bergerak.

Tidak mengikuti jalur alami.

Namun dipaksa membuka jalan.

“Jangan tahan.”

Suara Kaelen terdengar dari atasnya.

Dingin.

Stabil.

“Biarkan alirannya bergerak.”

Sakura menggertakkan gigi.

Air matanya hampir keluar.

Namun ia menahannya.

“Kalau kau melawan kau hancur.”

Kalimat itu kembali.

Seperti hukum yang tidak bisa dilanggar.

Sakura terdiam.

Rasa sakitnya tidak berkurang.

Namun ia berhenti melawan.

Perlahan…

ia mencoba mengikuti.

Mengalir bersama rasa itu.

Membiarkannya lewat.

Membiarkannya membuka jalan.

“UGHH!”

Tubuhnya bergetar hebat.

Namun sedikit demi sedikit aliran itu mulai stabil.

Tidak sepenuhnya.

Namun cukup.

Kaelen mengamati.

Matanya tidak berkedip.

Setiap perubahan kecil ia catat.

“…Bagus…”

Namun suara itu hanya ada di dalam pikirannya.

Hari demi hari berlalu.

Latihan tidak berhenti.

Tidak melambat.

Justru semakin berat.

Setiap malam

Sakura dipaksa melampaui batasnya.

Dan setiap malam ia hampir hancur.

“AAAH!”

Tubuhnya bergetar.

Meridian yang rusak dibuka paksa sedikit demi sedikit.

Rasa sakitnya seperti robek dari dalam.

Seperti tubuhnya dipisahkan dan disusun kembali.

Namun di tengah semua itu suara itu selalu datang.

“Kau adalah kunci…”

Sakura menggertakkan gigi.

“Diam…!”

Namun suara itu tidak hilang.

Tidak pernah.

Ia selalu ada.

Menunggu.

Mengamati.

Mendorong.

“Bebaskan aku…”

“Tidak…!”

Sakura memukul lantai.

Namun tidak ada yang berubah.

Kaelen berdiri di kejauhan.

Mengamati.

Tidak membantu.

Tidak menghentikan.

Hanya melihat.

Seperti seorang peneliti yang menunggu hasil.

Suatu malam Sakura jatuh.

Tubuhnya tidak bisa bergerak.

Napasnya kacau.

Pandangan kabur.

“…Aku… tidak kuat…”

Suaranya hampir hilang.

Tangannya lemas.

Tidak bisa menopang tubuhnya lagi.

Kaelen mendekat.

Langkahnya tenang.

Ia berhenti tepat di depan Sakura.

Berjongkok.

Menatapnya.

Untuk sesaat tangannya terangkat.

Hampir menyentuh Sakura.

Namun ia berhenti.

Tatapannya berubah.

Lebih dingin.

Lebih tegas.

“…Kau harus kuat.”

Suaranya lebih rendah.

Lebih dekat.

“Kalau tidak…”

Ia tidak melanjutkan.

Namun maknanya jelas.

Sakura menatap lantai.

Napasnya berat.

Tubuhnya menolak bergerak.

Namun ia menggenggam lantai.

Kuat.

Dengan sisa tenaga ia mendorong tubuhnya.

Bangkit.

Perlahan.

Gemetar.

Namun berdiri.

Kaelen memperhatikannya.

Dan untuk sesaat senyum tipis muncul di wajahnya.

Cepat.

Hampir tidak terlihat.

Namun cukup untuk menunjukkan sesuatu.

Kepuasan.

Di tempat lain…

Kegelapan menyelimuti.

Prajurit bayangan berdiri diam.

Tidak bergerak.

Tidak bersuara.

Namun mereka melihat.

Selalu melihat.

“Perkembangan meningkat drastis.”

Suara lirih terdengar.

“Namun tidak stabil.”

Hening.

Beberapa detik.

“Perintah tetap.”

“Mengawasi.”

Tatapan mereka tertuju ke arah akademi.

Ke satu titik.

Ke satu nama yang tidak pernah mereka ucapkan.

Namun selalu mereka pikirkan.

Sakura.

Dan di balik semua itu sesuatu terus menunggu.

Dengan sabar.

Dengan lapar.

Menanti saat ketika batas itu…

akhirnya benar-benar hancur.

----

1
Yarim Yovan
menarik
Kali a Mimir
padahal ceritanya bagus kok sepi
Kali a Mimir: siap🤭
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!