Follow IG @autumn_autumn94
Prisa Azalea anak kuliah semester akhir harus melakukan hal yang tak masuk akal dan terjebak dengan pernikahan kontrak bersama pria asing demi uang agar bisa menyelesaikan kuliahnya.
"Baiklah Alea, ini cuma setahun lo pasti bisa," batin Azalea, saat berada di depan penghulu.
Mau tau kelanjutan kisahnya ikuti terus keseruan cerita, "Nikah Kontrak Dengan Pria Asing"
happy reading semoga ada yang suka dengan karya ini.😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon diya widiya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ponsel Baru
Alea pov
Aku keluar dari kelas dengan terburu-buru aku keluar karna waktu sudah menunjukkan pukul dua belas, aku yakin Jika Gio sudah menungguku.
Benar saja nampak beberapa mahasiswa membicarakan bahwa ada bule ganteng di depan saat berpasan Alea tak sengaja mendengarnya.
Aku melihat Gio di dalam mobilnya yang sedikit terbuka aku mnyuruhnya agar tak mendekatiku namun bukanya mengerti dengan isyarat mata yang kuberikan kepadanya.
Sekarang dia malah mendekatiku lebih dekat lagi dan mulai menangkupkan kedua tanganya di wajahku.
“Kenapa sweatheart, matamu kemasukan debu?” tanya Gio sambil meniup mataku
“Aduh bakal jadi gosip lagi nih besok, sudah cukup yang aku dengar tadi pagi dikatain simpanan Om-om apalagi setelah kejadian ini huh,” batin alea sambil mendengus kesal.
Alea langsung menarik tangan Gio dan membawanya menuju mobil.
“Nanti aku jelasin kak ayo!” ajak Alea.
Gio hanya mengikuti Alea, ia nampak sedikit bingung dengan sikap Alea.
Di dalam mobil Alea meceritakan kejadian yang menimpa dirinya dan juga ponsel rusaknya namun ia tak mengatakan jika yang menabraknya adalah orang yang sama dengan yang menabraknya di bioskop kemarin.
Tau sendiri jika ia menceritakan hal tersebut yang ada Gio semakin marah lagi dengan orang itu.
Aku tak menyangka bahwa satu kampus dengan Nino, karena aku juga tak pernah melihatnya selama kuliah di sana.
Mungkin karena aku terlalu sibuk mencari uang sehingga tak pernah memperhatikan orang-orang yang berada di sekelilingku hanya Sisil saja yang selalu menemani hari-hariku.
“Jalanin mobilnya kak kita diliatain orang,”
“Kenapa musti perduli dengan orang?” jawab Gio santai.
“Ish ... kakak nih kenapa gak pernah denger kata-kataku sih, aku gak mau besok jadi bahan gosip mereka lagi capek di ghibahin terus. Malah dikira aku Simpanan Om-om lagi,” kesal Alea
“Serously?” tanya Gio serius sambil mengetatkan rahangnya nampak sedikit marah mendengar Alea dijadikan bahan gosip, sedikit kasihan namun mau bagaimana lagi.
Akhirnya Gio segera meninggal kan kampus
“Kita mau kemana kak ini bukan jalan pulang?”
“Ke mall, beli ponsel sweatheart!”
Hanya perlu menempuh waktu perjalanan sekitar 15 menit mereka telah berada di parkiran Mall.
“Ayo!”
Gio membukakan pintu mobil untuk Alea dan menggandeng tangan Alea menuju ke dalam, sepanjang mereka berjalan mereka menjadi pusat perhatian.
Setelah berkeliling mencari Counter ponsel dengan lambang apple kroak di dalam mall akhirnya mereka menemukanya.
“Mba minta ponsel keluaran terbaru,” kata Gio kepada pegawai di situ.
“Buat pacarnya ya mas?” kata salah satu pegawai perempuan di situ
“Bukan,” jawab Gio dengan sedikit jeda sampai pegawai yang lain datang membawakan yang diminta oleh Gio. “Buat Istri saya,” tekan Gio.
Nampak sedikit kecewa terlihat oleh di mata para pegawai tersebut, sepertinya tak ada lagi kesempatan mendekati Gio karena ia mengira kalo Gio masih single .
Para pegawai toko pun tambah tercengang melihat Gio melakukan pembayaran dengan Black Card limited Edition yang hanya dimiliki oleh kalangan atas atau orang indonesia menyebutnya Crazy Rich.
“Berapa?”
“Semuanya 19 juta pak,” jawab pegawai itu.
“Beruntung banget ya mbaknya, udah cantik dapet suami bule ganteng, tajir lagi,” bisik-bisik di belakang terdengar di telinga tajam milik Alea, ia memang sedikit peka dengan gunjingan orang.
Gio sepertinya juga mendengarnya ia hanya tersenyum menanggapi hal tersebut, tanpa berlama-lama kami pun meninggalkan toko tersebut.
“Ini ponselnya, susah kalo nggak ada ponsel aku jadi nggak bisa tau kabarmu,”
“Makasih,”
“Sama-sama sweety ayo kita makan dulu baru pulang,” ajak Gio
“Nanti sebelum pulang kita ke toko buku dulu ya kak, aku mau cari buku soalnya ada yang nggak ada di Perpustakaan tadi,” pinta Alea
“Baiklah,” balasnya.
Setelah pergi dari Counter ponsel mereka menuju restoran dan memesan makanan.
“Gimana kuliahnya hari ini?” tanya Gio sedikit penasaran.
“Nggak banyak masalah, cuma aku harus mengejar ketinggalanku memarin dan akan mulai menyusun skripsiku,” jawab Alea.
“Tenang saja aku akan membantumu nanti sweatheart,” kata Gio dengan santai.
“Hemm ...,” jawab Alea singkat.
“Ayo kita makan lalu lanjut mencari buku,” Kata Gio.
Mereka makan dengan tenang tanpa adanya percakapan sampai selesai.
Setelah Selesai makan mereka menuju toko buku namun Alea sedikit Kaget melihat anak kecil menghampirinya sekitar usia 3 tahunan ia menangis sepertinya terpisah dengan orang tuanya.
Alea pun meninggalkan Gio dan mendekati anak tersebut.
''Kamu nggak apa-apa, di mana orang tuamu?” tanya Alea pada anak tersebut.
“Hwaaaa ... Buna Hwaa,” bukanya menjawab anak itu malah memeluk Alea seolah Alea adalah ibunya.
“Siapa dia Sweatheart?” tanya Gio sedikit bingung.
“Sepertinya dia terpisah dengan ibunya kak,” jelas Alea.
“Hey Girls siapa namamu?” gadis kecil itu sepertinya takut dengan Gio, Ia semakin memeluk erat tubuh Alea
“Tidak apa-apa sayang, siapa namamu? tante akan mengantarkanmu ke bundamu,” bujuk Alea sedikit menenangkan anak itu.
“Kak cepat cari ice crean dan boneka!” perintah Alea.
“Untuk?”
“Biar dia gak nagis lagi,” kata Alea, Gio menuruti perkataan Alea dan kembali membawa sebuah boneka tedy baer besar dan juga ice cream.
“Ini!” Di luar dugaan anak itu langsung mengambil boneka dan ice cream yang diberikan Gio dia langsung berhenti menangis.
“Ayo ceritakan sama tante sama siapa kamu kesini?’
“Buna Hiks ... Moa Tadii pedang tanan Buna Tapi Bunana enda adha ladi Moa enda lihat Buna di mana?” kata sang anak kecil tersebut yang masih cadel.
“Kita bawa saja ke pusat informasi mana tau ibu ya ada di sana,” kata Gio
Akhirnya merekapun pergi ke pusat informasi dan benar saja tampak seorang ibu panik di sana sepertinya menangis .
“Apa itu Ibumu?” Tanya Gio
Anak itu langsung turun dari gendongan Alea lalu berlari meninggalkan Alea dan Gio.
“Bunaaaaaa ... Moa caliin Buna dali dadi hwaaaa janan tindalin Moaaa,” anak kecil itu menangis sejadi-jadinya dipelukan sang ibu.
“Mba, lain kali hati-hati ya anaknya jangan sampai hilang lagi,” kata Alea mewanti-wanti sang Ibu.
“Iya mba trimakasih banyak ini kelalaian saya saya keasyikan berbelanja sampai tidak sadar kalo Amoa sudah hilang dari pengawasan saya, sekali lagi saya sangat bertrimakasih yang sebesar-besarnya,” ucap sang Ibu.
“Iya bu sebagai sesama, kita memang harus saling menolong,” jelas Alea, Gio merasa bangga karna Istrinya sangat baik kepada siapapun walaupun orang yang tak dikenalnya sekalipun.
“Sebagai ucapan trimakasih saya saya berikan kartu vouvher makan gratis di restoran saya mbak, silahkan mampir jika kalian memiliki waktu luang!” kata sang ibu anak tersebut dan ternyata memiliki usaha restoran di dekat sini.
“Baiklah kapan-kapan kami pasti akan mampir!”
“Baiklah saya permisi dulu ya mba, Amoa bilang trimakasih dulu sama tante dan omnya!”
“Teimaacih Ante, om maacih bonekana Moa suta bonetanya Bey bey Ante om,” anak kecil menggemaskan itupun pergi bersama ibunya dan melambai-lambai kepada kami.
“Apakah kamu suka dengan anak kecil sweatheart?”
“Tentu saja, mereka sangat menggemaskan aku akan memilikinya suatu saat nanti!” ceplos Alea, hal itu membuat Gio sedikit kaget.
“Ayo kak, kita lanjut mencari bukunya baru pulang ini sudah mau sore.” kata Alea.
Gio hanya mengangguk dan pergi mengikuti arah Alea ia masih saja teringat tentang Alea ingin memiliki anak, Ia sedikit bersalah pada Alea perasaan itu membuat hatinya sakit.
***
Bersambung ...
Trimakasih bagi siapapun yang masih setia dengan cerita saya 🙏
Jangan lupa tinggalkan jejak dan votenya ya
🙆💜💜💜🙆
Gomao
aku prnh bca pas di link fb. ini sdh ada apknya, jd cri2 lg. bru ktmu. 🤣🤭