Ketika cinta harus diakhiri karena syarat dari kedua orang tuanya yang mendambakan seorang menantu hafiz Al'quran.
Dan aku terpaksa menikah dengan perempuan lain yang tidak aku cintai karena hutang jasa.
Bagai mana kelanjutannya simak ceritanya di novel. CINTA TERHALANG 30 JUZ AL'QURAN.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pelangi senja11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 16. Mempermalukan
Tidak hanya memuji Reza, para warga juga mencomoh Ariel dan keluarga Pak Imran yang berani datang melamar Anak Pak Ustadz dikampung mereka.
"Sangat tidak tau malu, datang melamar Putri Ustadz, padahal mengaji saja tidak bisa, sudah miskin, tidak jelas asal usul, eh malah melamar Putri Ustadz." Hina warga.
"Benar, jangankan Ustadz Amir, aku aja kalau punya Putri, ogah ah nerima dia tu." Timpal warga lain.
Ariel hanya bisa menunduk, hinaan dan cacian diterima olehnya dengan lapang dada.
Pak Imran menepuk-nepuk pundak Putra angkatnya itu untuk menguatkan.
Arumi yang sudah tidak tahan mendengar omongan warga, dengan raut wajah kecewa dia langsung kekamar.
Sedangkan Reza tersenyum puas, begitu juga dengan Ustadz Amir, keduanya sangat puas sudah berhasil mempermalukan keluarga Pak Imran.
Umi Lia hanya bisa diam, dia tidak berani bersuara, dia takut suaminya marah, jadi apapun keputusan suaminya dia harus terima.
"Imran, sekarang sudah jelas semuanya, Anak mu itu sudah ditolak, sekarang tunggu apa lagi, cepat bawa pulang Anakmu, apa kamu tidak cukup malu, dengan warga?" Ujar Ustadz Amir mengusir secara halus.
Pak Imran dengan hinaan dan dipermalukan, oleh Ustadz Amir, dia keluar dari rumah Ustadz itu membawa pulang serta keluarganya.
Sedangkan Arumi, didalam kamar dia menangis, namun dia tidak bisa mengelak dari kenyataan, dia sudah tidak bisa berbuat apa-apa, karena dia sudah berjanji pada Abinya siapa yang bisa menghafal Al-Quran maka dia akan menerimanya apapun dan siapapun pilihan Abinya.
Sekarang Reza lah yang bisa, jadi mau tidak mau Arumi harus menerima Reza sebagai calon imamnya.
Setelah kepulangan Pak Imran dan sekeluarga, Ustadz Amir Mempersilahkan semua warga yang dia undang untuk mencicipi makanan yang sudah dia siapkan.
Hari ini Ustadz Amir dan Reza benar-benar sangat puas, selain bisa menolak lamaran Ariel dia juga puas karena bisa mempermalukan keluarga Pak Imran.
Entah apa yang membuat Ustadz Amir sangat membenci Pak Imran, tidak ada yang tau, mungkin keduanya punya masa lalu.
"Ternyata ide mu, sangat manjur, sekarang kamulah calon Arumi, dan Arumi sudah tidak bisa menolak kamu lagi." Ujar Ustadz Amir menepuk-nepuk pelan pundak Reza.
"Terimakasih Abi, sudah mau membantuku." Reza sangat berterimakasih pada Ustadz Amir karena Ustadz Amir sudah berpihak padanya.
"Oh ya, sekarang, hubungi keluarga mu, suruh mereka datang besok untuk melanjutkan lamaran kemaren !" titah Ustadz Amir pada Reza.
"Baik Abi, aku akan menelpon mereka sekarang, kalau begitu saya izin kembali kepondok." Reza langsung pergi setelah mendapatkan izin.
Setelah samapi dirumah, Buk Siti terus mengomel, dia tidak terima perlakuan Ustadz Amir pada keluarganya.
Bibi Ima juga sama marahnya dengan Bik Siti, tapi Pak Imran dan Bude Neli menenangkan mereka.
"Kurang ajar, itu Ustadz, dia itu tidak pantas jadi Ustadz, kata-katanya sangat tidak mencerminkan dia seorang Ustadz." Marah Buk Siti menunjuk-nunjuk tangannya seolah sekarang Ustadz berada didepannya.
"Sudah, sudah, Buk, kita tidak berbuat apa-apa, dia menolak itu haknya, jodoh seseorang bukan kita yang mengatur, tapi yang kuasa lah yang merencanakan semuanya.
Ariel yang mendengar dan melihat, dia merasa tidak enak hati, karena masalah ini bermula darinya yang meminta melamar Arumi.
"Buk, Pak, Bude, Bibi, maafkan aku, aku sudah membuat kalian malu dan terhina." Ariel menunduk dan meminta maaf pada semuanya.
Buk Siti langsung memegang kedua pundak Ariel hingga membuat Ariel mendongak.
"Nak, kamu tidak salah, kamu melamar sudah lumrah, karena kalian saling mencintai, tapi seharusnya seorang Ustadz tidak benar mempermalukan kita didepan banyak orang." Ujar Buk Siti sembari memegang kedua bahu Ariel.
"Benar Nak, justru yang kami khawatirkan kamu," timpal Bude Neli.
"Aku tidak apa-apa, Bude, Ibuk, Bapak, Bibi, aku sudah menerima, jodoh, rezeki, maut, semua sudah diatur oleh yang kuasa, anggap aja aku dengan Arumi tidak jodoh, dan aku yakin Tuhan sudah merencanakan yang lebih baik untukku." Ariel pasrah dan berserah diri pada yang Maha Kuasa, Maha mengatur semuanya.
"Alhamdulillah, kamu pasrah, kamu tenang aja, kami semua keluarga mu, kami semua menyayangi mu." Ujar Bude memberi semangat pada Ariel.
"Terimakasih Bude, suatu saat nanti aku akan membalas kebaikan kalian." Ariel sangat bersyukur disaat dia tidak bisa mengingat siapa dirinya, masih ada keluarga yang mau menerimanya dan menganggapnya seperti keluarga.
"Ya sudah, sekarang ayo kita makan, aku sudah lapar." Ajak Bibi.
***
"Bagaimana apa sudah ada kabar " tanya Deril saat Re sudah duduk didepannya.
Deril dan Re saat ini berada disebuah ruangan yang luas dan rapi, ruangan yang indah dengan cat biru laut.
"Tidak ada, Ariel bagaikan ditelan bumi," jawab Re duduk berhadapan dengan Deril didepannya hanya terhalang meja.
Deril menghela nafas kasar, dia begitu frustasi, sudah hampir dua bulan Ariel menghilang namun belum juga ada titik terang tentang keberadaan Ariel.
"Bagai mana dengan para polisi, apa masih melanjutkan pencarian?" tanya Re karena Deril sudah melapor pada polisi.
Deril yang duduk dikursi kebesarannya menggeleng, polisi juga sama, sampai sekarang juga tidak bisa menemukan Ariel.
"Terus gimana Tante Rita, apa dia masih seperti tempo hari?" tanya Re lagi yang khawatir dengan perempuan paruh baya yang selalu menolong dan baik kepadanya.
"Mama saat ini sudah mulai sedikit menerima, dia sudah mau makan seperti biasa, tapi dia juga tidak percaya Ariel sudah tiada sebelum dia melihat jasadnya." Jawab Deril.
"Syukurlah, kalau begitu, berarti dia sama seperti kita, aku yakin Ariel masih hidup, tapi kita tidak tau dimana dia dan bagaimana keadaannya."
"Aku berharap Adik ku baik-baik saja, semoga dia selalu dalam lindungan Allah SWT." Harap Deril tentang Adiknya.
"Amin, aku juga berharap begitu. Baiklah kalau begitu, aku pamit dulu, masih banyak pekerjaan." Re minta izin dari Deril.
Deril Mempersilahkan Re, setelah itu Deril disibukkan lagi dengan pekerjaannya.
Sementara dirumah besar dan mewah, seorang wanita paruh baya terlihat sedang berbicara dengan seseorang lewat telepon.
"Gimana Abah, apa Abah sudah mendapatkan titik terang tentang keberadaan Ariel ?" tanya perempuan paruh baya yang tidak lain adalah Nyonya Rita.
"Abah sudah melakukan pengajian tujuh hari-tujuh malam, dan setelah tahajud, Abah juga selalu berdoa, agar dipertemukan dengan Cucu Abah walaupun hanya lewat mimpi." Abah Ilham melakukan pengajian meminta petunjuk tentang keberadaan Ariel cucunya.
"Lalu bagaimana Abah, apa Abah sudah mendapatkan petunjuk ?" tanya Nyonya Rita lagi antusias ingin mendengar tentang Putranya itu.
"Belum ada, kamu yang sabar ya Nak, dan alangkah baiknya kamu juga berdoa setiap tahajud, kamu tidak lupa 'kan dengan do'a yang Abah ajarkan ?" tanya Abah Ilham.
"Tidak Abah, aku akan melakukan seperti yang Abah minta." Jawab Nyonya Rita.
Setalah cukup pembicaraan, keduanya mengakhiri obrolan dengan assalamualaikum sebelum menutup teleponnya.
Bersambung.
Ternyata orang" kampung g' prnh liat wajahnya fira,,klo si reza liat pasti dia mau jga ma fira..
Jdi g' sabar liat si ustad itu bungkam,,
Tpi g' pa" jga sich lo mereka nikah kn mereka bkan saudara kandung
Semoga cepat ktmu y kesel aq ma ustad sombong itu..Apa ariel y pemilik kebun yg baru itu..