Senin, Jumat
“APA?! Jadi kamu pembunuh?!”
Lise membeku.
Matanya membesar, lalu
“ASTAGA! Jadi kekasihku SEORANG PEMBUNUH? Ya ampun, senangnyaaaaa~!! 😍❤️”
Kevin cuma bisa bengong.
Ia pikir Lise bakal kabur... ternyata malah makin nempel dan mulai nanya-nanya, “Korban pertamamu siapa?”
“Berarti... kamu bakal bunuh siapa pun yang nyakitin aku, kan?”
Kevin terdiam, lalu mengangguk. "Tentu saja"
Lise tersenyum lembut, tapi gila.
🔪❤️✨
✨Ini kisah tentang Lise, gadis biasa yang cuma pengen hidup damai. Tapi semua berubah sejak dia bertemu Kevin, pria pendiam dengan masa lalu yang... berdarah.
Tapi entah kenapa, cinta justru tumbuh di antara dua jiwa yang tak seharusnya bersatu.
Lise tak takut. Bahkan ketika kenyataan paling kelam muncul, dia tetap memilih untuk bertahan.
kadang... cinta tidak datang dari tempat yang aman. Tapi dari seseorang yang diam-diam... bersedia membunuh dunia, demi kamu.
[Novel ini masih dalam tahap REVISI, akan ada sedikit perubahan dan pasti ada TYPO juga😌]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evelyne lisha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
// Bab 16 - Permulaan //
**CHAPTER III**
🌸🌸🌸
.
.
DRRKK~~
Pintu terbuka lebar, merujuk pada ruangan yang bisa disebut ruang belajar. Namun ruang belajar itu tampak terlihat seperti ruang kerja.
Seorang pria berkaca mata memasuki ruangan tersebut dengan beberapa kertas di tangannya.
''Tuan Muda''
Pemuda yang duduk di bangku kerja menoleh.''bagaimana situasinya?''
Pria itu menaruh lembaran kertas di atas meja dan mulai membukanya satu per satu.
''misi tim satu alpha satu sudah selesai di rencana awal, empat bulan lalu''
''bagus''
''tapi saat sedang rapat untuk misi kedua, mereka kehilangan komunikasi dan dikabarkan sudah gagal menjalani misi karena diserang''
''sudah menyelidiki siapa pelakunya?''
''sedang kami selidiki, namun informasi nya cukup rumit dan sulit dijangkau. Namun saya mendapatkan potretnya. Seperti perkiraan saya, dia adalah pembunuh yang berasal dari organisasi mafia yang cukup besar''
Haven, memberikan beberapa potret yang terambil oleh mata mata bawahannya
''Dia di juluki dengan nama Killer-K''
Pemuda itu tersenyum ketika melihat potret killer-k di tangannya.
''memangnya sehebat apa dia sampai sampai bisa di juluki dengan nama killer-k seperti itu''
''menurut informasi, dia adalah salah satu pembunuh terbaik, sedangkan untuk menemukan informasi yang berkaitan dengan kata 'K' itu sendiri sanga sulit''
Pria yang terduduk di kursi itu tersenyum '' kalo begitu, harus di selidiki lebih lanjut dong,ya kan, Haven??''
''baik tuan muda, sebelum itu''
Haven mengeluarkan beberapa berkas lagi
''ini adalah beberapa data penyelidikan yang anda minta tuan muda''
Senyuman terukir jelas di wajah pria itu, mata birunya menatap tajam pada berkas yang di pegangnya.
''menurut informasi yang di dapatkan, gadis itu..''
''nah nah'' pria itu melambaikan tangannya seolah menyuruh haven berhenti bicara
''gak perlu di jelaskan lebih lanjut, yang terpenting adalah, masukkan saya ke sekolah SMA CLIEF secepatnya''
''baik tuan muda''
🌸🌸🌸
CAHAYA mentari, mengantarkan pagi yang cerah. Lise menuruni tangga dengan ceria, dengan kaos t-shirt pink dan celana jeans biru gelap tak lupa dengan tas kucing berwarna hitam yang dibelikan oleh kevin dipakainya, dirinya siap untuk keluar.
''mau kemana pagi pagi begini, Lise?''
Tanya kevin yang tiba tiba muncul di belakangnya.
''aku mau kerja part time'' jawab lise singkat
''ini kan weekend, kamu masih kerja, gak libur?'' tanya Kevin heran.
''Enggak, justru kalo Restoran itu bukanya dari jam delapan sampai jam tiga''
Kevin mengerutkan keningnya, bingung dengan apa yang dikatakan Lise
''bukannya kau kerja paruh waktu di kafe? Kenapa jadi restoran?''
''Eh, aku belum bilang ya?, kemarin lusa aku menanyakannya pada restoran pas lagi makan bareng teman-teman, dan katanya ada lowongan untuk pekerja part time''
Kevin diam mendengar perkataan Lise, bukan diam karena diam, tapi pikirannya justru melayang layang.
''lalu, bagaimana dengan yang di kafe?''
''kalo itu bagian malam, kenapa?"
''mmm~" Kevin menggeleng kepalanya, "hanya saja, kamu sibuk banget kerja part time, gak cape apa?''
Lise hanya terdiam mendengarnya, sangat jelas kalo dia lelah, tapi mau bagaimana lagi, rasa lelah itu ada namun Lise harus tetap bekerja, selain untuk makan dan biaya sekolahnya yang hanya mengandalkan pekerjaan ini, ia juga harus setidaknya memberi ke keluarganya.
kalo bisa, Lise pun ingin bersekolah dengan tenang tanpa gangguan pekerjaan. Namun, Lise masih memilki kewajiban itu, karena tidak mungkin juga Lise meminta nafkah dari ayah yang bahkan tidak peduli dengan dirinya.
Begitulah kira kira alasan kenapa ia begitu bekerja keras soal pekerjaan dan uang yang sangat di butuhkan di jaman jaman saat ini.
benar apa yang di katakan oleh revan waktu itu ''terkadang hidup juga perlu perjuangan''
karena itu juga, meski lise sangat lelah, ketika ingat kata kata itu, seketika semangatnya kembali muncul.
''aku memang capek, tapi, aku gak punya pilihan''
Lise tersenyum lalu pergi meninggalkan Kevin, Ia menghela nafas dan duduk di sofa.
''kenapa dia begitu semangat mencari uang, ya? padahal aku sendiri menumpukkan uang yang gak pernah di pakai''
_________________________________
semangattt/Determined//Determined/