NovelToon NovelToon
Akibat Kesalahan Satu Malam (Kemelut Cinta)

Akibat Kesalahan Satu Malam (Kemelut Cinta)

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Cintamanis / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:19.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rou Hui

Jeany adalah gadis yang tak pandai bergaul karena memiliki fobia sosial. Hidupnya tak lagi sama sejak ia kehilangan kesuciannya.

Rasa bersalah karena telah merenggut kesucian Jeany membuat Kevin ingin selalu menjaga gadis itu sebagai seorang sahabat. Tanpa disadari, perhatian yang ia berikan membuat Jeany jatuh hati padanya. Gadis itu harus tersiksa karena sakitnya cinta sepihak. Namun ia tahu tidak mungkin memiliki Kevin, yang telah menambatkan hatinya pada kekasih cantik bernama Stevi.

"Apa aku gak boleh mempertanggungjawabkan perbuatanku? Kamu tahu aku selalu dihantui rasa bersalah!" -Kevin-

"Kamu egois. Kamu cuma mau ngilangin rasa bersalahmu. Tapi aku ... di sini aku sakit!" -Jeany-

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rou Hui, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bantu Aku Mendekati Jeany

Pertanyaan Mita mengejutkan Jeany. Ia berpikir keras mencari jawaban. Namun rasa panik membuat otaknya tak mampu bekerja.

"Eh i-itu ...." Gadis itu masih gelagapan mencari jawaban yang masuk akal.

"Ya ampun udah jam segini aja! Jean, sorry ya aku tutup dulu telponnya. Udah jam makan papaku. Nanti sambung lagi. Dadah ...."

"Iya dadah ...."

Jeany menghela napas lega. Untuk sementara waktu ia terselamatkan dari pertanyaan Mita. Ia lalu berbaring di kasurnya sambil memikirkan percakapannya dengan Mita tadi.

Menjauh dari Kevin? Apa aku bisa?

Hari-hari berikutnya Kevin dan Jeany malah lebih sering bertemu karena jadwal ujian mereka yang sama. Kevin selalu menyapa ramah Jeany ketika bertemu. Bahkan pemuda itu lebih memilih menjadi tutor Jeany ketimbang menerima ajakan teman-temannya untuk pergi jalan-jalan.

"Vin, kalau udah lulus S1 lo rencana lanjut S2 atau langsung cari kerja?" tanya Jeany penasaran ketika mereka sedang belajar bersama di teras kos gadis itu.

"Ehm ... belum tahu. Mama sih nyuruh gue lanjut S2 ke Aussie. Kan di sana ada adik mama gue. Tapi gue malas," jawab Kevin sambil meringis.

"Kenapa malas?"

"Soalnya gue gak mau jauh dari Stevi."

JLEB!

Jawaban Kevin yang apa adanya itu menusuk hingga ke dasar hati Jeany. Sebegitu besarnyakah cinta Kevin untuk Stevi? tanyanya dalam hati.

"Tapi gue juga gak tenang ninggalin lo," ujar Kevin tiba-tiba membuat hati Jeany berdebar.

Gadis itu menatap Kevin dengan pandangan bertanya. Namun yang dilihatnya adalah sepasang mata indah yang sedang menatapnya balik, membuatnya terpana hingga tidak mampu mengalihkan pandangan.

"Gue udah janji bakal selalu menjaga lo." Kevin berkata sambil tetap menatap Jeany. Ia pun tidak sanggup mengalihkan pandangannya dari wajah gadis itu. Entah sejak kapan gadis itu jadi terlihat begitu indah di matanya.

"Seandainya bukan karena merasa bersalah, apa dia bakal jadi sahabat kamu?"

Kata-kata Mita yang kembali terngiang di pikirannya membuat Jeany memutus kontak matanya dengan Kevin. "Udah gue bilang itu bukan salah lo."

Gadis itu ingin Kevin mau dekat dengannya tanpa embel-embel perasaan bersalah. Ia ingin Kevin bersahabat dengannya karena ia memang pantas menjadi sahabat pemuda itu.

Kevin menarik napas dan menghembuskannya, berharap dengan melakukan itu ia dapat mengangkat sedikit beban di hatinya. "Gue juga berharap seiring berjalannya waktu perasaan bersalah ini bakal memudar," katanya pelan.

"Kalo perasaan bersalah lo udah gak ada, apa lo tetap mau jadi sahabat gue?

"Tentu! Kenapa engga?" jawab Kevin mantap.

Jeany menatap ke dalam bola mata Kevin. "Lo tulus mau jadi sahabat gue?"

"Gue tulus, Jean."

"Kalo gitu gue punya permintaan."

"Sebutkan satu permintaan kamu." Kevin menirukan gaya bicara dalam sebuah iklan rokok yang pernah dilihatnya di televisi.

"Lo jangan kayak gitu di depan Stevi, ntar dia ilfeel," kata Jeany sambil tergelak.

"Pesona gue terlalu besar. Dia gak mungkin ilfeel," jawab Kevin kalem.

Mereka kembali tertawa. Jeany tidak menyangka Kevin yang selalu terlihat keren itu ternyata bisa juga bersikap konyol.

"Trus apa permintaan lo?" tanya Kevin setelah mereka berdua puas tertawa.

"Ganti panggilan lo-gue jadi aku-kamu."

"Ehm .... Kalo itu ...." Kevin terlihat ragu-ragu.

"Jangan mikir aneh dulu. Lo tau kan gue bukan asli Jakarta. Selama ini gue ama sahabat gue gak pernah pake panggilan lo-gue. Gue gak nyaman dengan panggilan itu," jelas Jeany.

"Oh gitu." Kevin mengangguk paham. "Kalau gitu oke mulai sekarang kita pakai aku-kamu!"

"Makasih." Jeany tersenyum tulus.

Kevin menyetujui permintaan Jeany bukan tanpa alasan. Ia berpikir semakin dirinya diterima menjadi sahabat gadis itu, semakin cepat ia dapat melupakan perasaan bersalahnya. Ia yakin Stevi juga tidak akan keberatan. Kekasihnya itu sangat baik dan pengertian.

Sedangkan Jeany, dalam hatinya ada sebongkah perasaan bahagia karena merasa hubungannya dengan Kevin semakin akrab.

Aku gak bisa menjauh dari dia, Mit. Aku bahagia dekat dia. Ijinkan aku egois, seenggaknya sampai kuliah berakhir karena setelah ini aku gak akan ketemu dia lagi ....

Tiga hari kemudian Kevin, Stevi, Jeany dan Randy dipertemukan dalam ruang ujian yang sama. Entah siapa yang mengajak duluan, mereka berempat kini telah duduk di sebuah kafe tidak jauh dari kampus mereka.

Jeany tentu saja awalnya menolak. Ia tahu dirinya tidak akan sanggup membayar makanan di kafe yang terkenal mahal itu. Namun Stevi memaksanya. Stevi menggandeng tangannya seolah mereka adalah sahabat dekat.

Kevin tahu alasan Jeany menolak. Karena itu ia menawarkan diri untuk mentraktir mereka semua, yang langsung disetujui dengan senang hati terutama oleh Randy.

Jeany berusaha memilih menu termurah. Ia sungguh merasa sungkan bila terus dibayari oleh Kevin.

"Jean, masak lo makan sandwich doang? Mana kenyang?" protes Stevi.

"Iya gapapa, gue ada makanan di kos." Jeany menjawab dengan agak malu-malu.

"Aku pesenin spageti juga ya. Kamu suka spageti kan?" tanya Kevin yang dijawab dengan anggukan oleh Jeany.

Pertanyaan Kevin membuat Randy mengangkat alisnya. Lebih tepatnya panggilan aku-kamu yang digunakannya ketika berbicara dengan Jeany membangkitkan rasa penasaran Randy. Ia melirik Stevi untuk melihat reaksi kekasih Kevin itu.

Di luar dugaan, Stevi justru bersikap seolah itu hal yang biasa baginya. Kevin memang sudah memberitahunya sehingga ia tidak kaget ketika mendengarnya secara langsung.

Lain lagi halnya dengan Kevin. Semenjak memakai panggilan aku-kamu dengan Jeany, ia merasa tidak lagi sama seperti sebelumnya. Ia seolah-olah sedang berbicara dengan kekasihnya. Namun ia berusaha meyakinkan dirinya bahwa perasaannya tersebut muncul semata-mata karena ia belum terbiasa.

Ketika sedang menunggu pesanan mereka datang, Randy mengajak Jeany berbicara. "Jean, habis ujian jalan bareng yuk."

"Kayaknya gue gak bisa. Gue mau kerja," tolak Jeany tanpa basa-basi.

"Maksudnya lo mau balik kerja di club?" tanya Randy bersemangat.

"Apa?! Jeany pernah kerja di club?" Stevi bertanya dengan raut wajah tidak percaya. Jeany yang terlihat polos ternyata pernah bekerja di tempat hiburan malam.

Kevin dan Jeany mengeluh dalam hati. Sejak kejadian terenggutnya mahkota Jeany oleh Kevin, pembicaraan mengenai kelab malam sungguh hal tabu bagi mereka berdua. Tidak ada yang ingin mengungkitnya, apalagi di hadapan Stevi.

Kevin menginjak kaki Randy yang berada di sebelahnya.

"Aduh apaan sih, Vin!" protes Randy yang tidak peka dengan isyarat dari sahabatnya itu.

"Buruan save nomor baru lo," kata Kevin sambil menyodorkan ponselnya pada Randy.

Namun di layar ponsel telah tertulis sebuah pesan yang membuat Randy tersenyum penuh arti.

[Jangan bilang Stevi kalo gue pernah ke club.]

Randy lalu mengetik sesuatu di ponsel Kevin dan mengembalikannya. Kevin seketika menampakkan wajah tegang begitu membaca kalimat yang diketik oleh Randy.

[Asal lo bantu gue deketin Jeany.]

1
Nona En En
g tau udah berapa kali aku baca novelmu ini thooor,,,,
Rou Hui: Bahagia sekali baca komentar ini. Makasih ya Kakak masih ingat novelku 🥰🥰🥰
total 1 replies
Hutami Putri Wulandari
walau udah berkali2 baca tp tetep kangen sama novel ini ... novel yg bawa aku jadi suka baca sedari anak pertama aku bayi dan sekarang udah SD masih balik lagi kesini tengok siapa tau ada karyawan baru...
Rou Hui: Ya ampun kayaknya anak kita seumuran. Aku nulis ini pas anakku masih bayi. Sekarang dia udah kelas 1 SD. Makasih banyak ya, Kak, udah suka ama novelku 🥰🥰🥰
total 1 replies
Starry💫
Hai, Thor. Aku balik lagi kesini, entah untuk ke berapa kalinya, karena sudah lebih dari tiga kali aku baca novel ini 🤩
Yeahhh, sesuka ini aku sama novelmu🫠
Rou Hui: Ya ampun makasih sekali, Kak. Aku senang karya lamaku masih diingat ❤️❤️❤️
total 1 replies
Monica Gendut Gendut
aku udah baca novel ini 2 Kali Thor, tp novel satunya kenapa ndak diselesaikan
novel " dipaksa bercerai"
sdh berapa tahun vacun Thor, sejak corona sampai sekarang
Rou Hui: Maaf, Kak. Semoga saya bisa lanjut nulis lagi. Makasih udah suka sama karya saya.
total 1 replies
ken darsihk
Rika teman nggak ada akhlak 😠😠😠
ken darsihk
Syukak sama pesan nya author bijak bngtt 😍😍
Qaisaa Nazarudin
Ternyata Kevin Masih aja percaya sama mamanya,Sedangkan dia tau mamanya dr dulu gak suka dan gak restu hubungan mereka,Bukannya cari tau,Malah lebih membela mamanya,Untung aja mamanya sekarang udah mati,Jadi dia bisa bersama dgn Jeany dan anaknya,Ciba aja kalo mamanya masih ada..ckk
Qaisaa Nazarudin
KENNY=KEvin jeaNY
Qaisaa Nazarudin
Lisa..Lisa..Dengan kamu tahu dengan kamu membocorkan semua ini, Secara tak sengaja kamu telah memberi tau Kevin kalo itu bukan anaknya Randy, Berarti itu anaknya Kevin,Maka Kevin akan lebih semangat lagi utk mengejar Jeany..🤣🤣🤣🤣👍👍
Qaisaa Nazarudin
Ternyata banyak banget komplik nya..
Qaisaa Nazarudin
Kan Kevin jadi salah paham,Di sini seperti nya hanya Kevin yg berjuang sendiri..
Qaisaa Nazarudin
Jeany terlalu Egois,Di ahak nikah gak mau,Padahal Kevin udah berjuang demi hubungan mereka,Sanggup di usir dari rumah,Lha Jeany malah anteng2 aja dekat dengan Pria lain..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Gak salah Kevin mikir gitu,Selama ini Jeany selalu melarang Kevin masuk ke kosan,Lha Randy? Hanya alasan SAKIT di bolehin masuk?? ckck..
Qaisaa Nazarudin
Temen yg gak patut di ikutin dan contohin..
Qaisaa Nazarudin
Lha mulai deh DRAMA nya..
Selviana Budi Lestari
Luar biasa
Septi Bklu
jln cerita nya bagus banget tp sayang gak ada kelanjutan nya
Rou Hui: Terima kasih apresiasinya, Kak ❤️
total 1 replies
Kg Mughni Siddiq
Lumayan
Dewi Sri
/Good//Good/
Lusia Emilia Titik Kristiani
beberapa kali baca episode ini selalu mengandung bawang thor....😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!