(MASA PEROMBAKAN, Mulai besok akan di reupload dari awal dengan alur yang sama namun mungkin agak berbeda. Maksud berbeda disini ialah di mana alur yang awalnya tidak diceritakan akan dicantumkan membuat alurnya tak terburu², thx^^)
Shou merupakan seorang siswa yang jenius di SMA yushinoe, dia dikenal oleh semua orang di sekolahnya. Karena kejeniusannya, dia selalu diperlakukan khusus oleh guru-guru nya. Namun hal itu membuat siswa-siswa lainnya iri dan kesal padanya, dia bahkan sering di jahili oleh siswa lainnya sampai-sampai dia tidak memiliki teman seorang pun.
Namun pada suatu hari sepulang sekolah, dia berpapasan dengan seorang laki-laki yang memakai jubah hitam, dia menawarkan kehidupan baru yang lebih menarik dan mungkin lebih baik dari kehidupan nya saat kini, Shou pun menerima tawarannya.
Tiba-tiba kepala nya pusing dan badannya terasa ringan, tubuhnya terasa terangkat dan dibawa ke suatu tempat.
Setelah dia bangun, kehidupan barunya sudah menanti di depan mata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shukaku master, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CH-16 Si Jenius Telah Bangkit
Ririn dan Violet pergi dari perpustakaan setelah memastikan Shou tidak kekurangan apa-apa lagi, mereka ingin menghabiskan hari libur mereka untuk membeli parfait seperti yang telah mereka rencanakan sejak lama.
Sementara itu, Shou kegirangan dengan jumlah buku yang melimpah di perpustakaan. Dia mulai membaca satu persatu buku tanpa menghiraukan yang lain.
Buku adalah salah satu elemen yang paling disukai Shou, terutama buku yang memiliki banyak teka-teki dan sulit untuk dipelajari. Sangat cocok dengan buku-buku sihir yang tengah dibacanya kali ini, banyak sekali gambar dengan tulisan kuno yang dia sendiri pun tidak paham.
Hari demi hari Shou habiskan dengan membaca, sudah berpuluh-puluh buku yang selesai dibacanya dalam satu minggu ini. Bu Ellia sebenarnya agak risih dengan pola hidup Shou yang hanya makan roti di setiap hari, mandi 3 kali sehari dan tidur tepat 8 jam. Selain itu dia habiskan waktunya hanya untuk membaca dan membaca, ingin sekali bu Ellia menyuruhnya berolahraga setidaknya di pagi hari.
Tapi melihat Shou yang nampak begitu serius saat membaca, bu Ellia mengurungkannya karena tidak tega.
Secara diam-diam ternyata Shou sering kali mempraktikkan sihir dan sudah mampu menggunakan berbagai sihir.
Setiap malam sebelum tidur, dia diam-diam pergi ke luar akademi untuk mencoba sihirnya. Dia juga bahkan bisa mengkloning dirinya supaya bisa mengelabui bu Ellia saat mengeceknya di malam hari.
Shou sengaja menyembunyikan semua itu untuk sementara waktu, dia ingin membuat kejutan pada bu guru Elizabeth yang pernah membuatnya menderita.
Keesokan harinya, Ririn dan Violet berkunjung ke perpustakaan. Keduanya tampak terkejut dengan tumpukan buku yang ada di samping Shou.
“Semua buku itu yang akan dia baca atau yang sudah dibacanya?” tanya Ririn.
“Yang akan, biasanya setumpuk buku itu dia bereskan saat matahari terbenam. Dia tidak pernah keluar dari perpustakaan selain untuk membeli stok roti, meskipun dia benar-benar menghemat tapi pola hidupnya sangat tidak sehat.” jelas Bu Ellia.
“Hmm, dia tuh ya!” Ririn menggulung kedua lengan bajunya dan menghampiri Shou, Violet pun mengikutinya.
Brak!
“Hei, aku tak pernah menyuruhmu untuk bermalas-malasan seperti ini!” ucap Ririn dengan intonasi yang sangat tinggi.
“Setidaknya kamu memakan makanan yang sehat.” ujar Violet.
Shou tidak menggubris, dia masih sibuk memecahkan kode yang tertulis di dalam buku.
Ririn pun kesal, dia mengambil buku sihir yang tengah dibaca oleh Shou dan langsung di tutup.
“Aku tidak sedang bermalas-malasan, aku sedang sibuk membaca.” Shou menghela nafas, dia melahap sepotong roti yang telah ia siapkan sebelumnya untuk mengganjal lapar.
Ririn memukul kepala Shou cukup keras, “Sudah. Kau terlalu banyak membaca, mari kita mempraktikkannya secara langsung!”
“Aku sudah bisa menggunakannya, jadi itu tidak perlu.”
Mendengar itu, Ririn dan Violet merasa tak percaya, apalagi bu Ellia yang selama ini mengawasi Shou paling lama.
Shou membuktikannya dengan mengeluarkan percikan listrik di atas telunjuknya, hal itu benar-benar membuat Violet, Ririn, dan juga bu Ellia menghela nafas.
“Elemen petir!?”
“Eh, aku belum memberitahu hal ini kepada kalian ya?”
“Belum, kau tak pernah mengatakannya sekali pun!” ujar Ririn.
Violet ikut mengangguk-ngangguk, “Tak pernah sekali pun.”
“Kapan kamu belajar menggunakan sihir? Setiap hari yang kulihat kamu hanya menghabiskan waktu untuk membaca.”
Shou pun akhirnya menjelaskan semua tentang latihan sembunyi-sembunyinya kepada Bu Ellia dan yang lain, serta alasan mengapa dia melakukannya.