NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Menjadi Istri Tiga Pangeran Dingin

Transmigrasi: Menjadi Istri Tiga Pangeran Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Masuk ke dalam novel / Cinta setelah menikah
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Diah Nation29

Author kembali dengan cerita lebih menantang,ingat ya dilarang meniru karya hasil buatan asli author. Up setiap hari dijam yang sama😍


Bagaimana jadinya jika kamu terjebak di dalam kisah tragis yang kamu tulis sendiri?

Anna, seorang penulis novel, mendadak terseret masuk ke dalam naskah terbarunya yang berjudul Transmigrasi: Menjadi Istri Tiga Pangeran Kejam. Ia terbangun dalam wujud tokoh utama wanita—seorang istri yang diabaikan, dianggap buruk rupa, dan dibenci oleh tiga pangeran berdarah dingin.

Mengetahui plot mengerikan yang menanti di depan mata, Anna harus memutar otak. Bisakah sang penulis menjinakkan tiga pangeran kejam ciptaannya, atau justru ia akan mati di tangan karakter yang ia buat sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Nation29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengkhianatan di Balik Bayang-bayang

Malam itu, suasana di aula utama kediaman Jianwu terasa sangat mencekam. Hou Juntian, Mo Jiu, dan Putra Mahkota berkumpul, menanggalkan segala formalitas demi membahas situasi yang kian genting.

"Kakak Pertama, ada kabar baik. Penawar racunmu sudah ditemukan dan besok Anning akan kembali," ucap Hou Juntian sambil memberikan sebuah surat laporan dari pengawal bayangan.

Mo Jiu menghela napas lega, raut wajahnya yang pucat kini sedikit lebih tenang. "Baguslah, aku harus segera berterima kasih pada Anning secara langsung," ucapnya sambil menyesap teh hangat.

Di tengah ketegangan itu, Putra Mahkota tiba-tiba melempar candaan ringan. "Akhirnya, istriku akan kembali."

Ucapan itu sontak membuat Mo Jiu tersedak air tehnya, sementara Hou Juntian melemparkan tatapan setajam pisau ke arah Putra Mahkota.

"Siapa istrimu, Yang Mulia?" desis Hou Juntian dengan sindiran dingin. "Tang Anning adalah istri kami. Bagaimana bisa Anda mengklaimnya sebagai istri Anda?"

Putra Mahkota tidak terpengaruh oleh amarah mereka. Ia justru tersenyum tipis dengan penuh wibawa. "Oh... secepatnya Tang Anning akan menjadi istriku juga. Dan asal kalian tahu, untuk masalah yang kalian hadapi sekarang, Shen Changge adalah dalang di balik semua kekacauan ini."

"Apa?!" teriak Mo Jiu dan Hou Juntian bersamaan, kaget bukan main.

"Kalian tenanglah dan lihatlah ini," lanjut Putra Mahkota sembari mengeluarkan bukti rahasia. "Aku baru saja mendapatkan informasi akurat dari pengawal bayanganku. Shen Changge dan selirnya selama ini sedang menyusun rencana besar untuk menghancurkan kalian dari dalam."

Ruangan itu seketika menjadi sunyi senyap. Kebenaran yang diungkapkan Putra Mahkota menghantam kesadaran mereka. Ternyata, selama ini musuh yang mereka cari justru berada tepat di bawah atap kediaman yang sama, menunggu saat yang tepat untuk menghancurkan segalanya.

***

Sementara itu, di Aula Leluhur, Shen Changge masih berlutut menjalani hukumannya. Di tengah kesunyian, Yu Rou muncul membawakan nampan berisi makanan.

"Kakak Shen, makanlah dulu. Aku membawakan makanan kesukaanmu," rayu Yu Rou dengan nada lembut yang membuat Shen Changge merasa sedikit lebih bersemangat.

"Terima kasih, Rou'er. Kau memang sangat pengertian," ucap Shen Changge, menerima suapan makanan itu.

Di balik senyum manisnya, Yu Rou menyimpan pikiran yang jauh berbeda. Kalau bukan karena kedudukanmu sebagai suami dari Putri Tang Zhen, mana mungkin aku mau menyukaimu. Lagipula, kau sebenarnya sangat mudah dibodohi, Shen Changge, batinnya dengan senyum licik yang tersembunyi.

"Shen Lang, apakah Kakak Tang masih membenciku? Dan kenapa kedua saudaramu begitu kejam padaku? Aku takut..." isak Yu Rou, sengaja mengeluarkan air mata buaya agar Shen Changge merasa iba dan semakin tersulut emosinya terhadap keluarga sendiri.

Shen Changge menghela napas, mencoba menenangkan wanitanya. "Rou'er, berhentilah menangis. Tang Anning tidak salah, dia tidak kejam. Hanya saja, aturan dalam pernikahan ini memang melarang keras untuk memiliki selir," jelas Shen Changge mencoba bersikap objektif meski hatinya bimbang.

Yu Rou segera mengubah taktiknya. Dia memasang wajah pura-pura marah. "Shen Lang, bukankah kau mencintaiku? Seharusnya kau memilih aku, bukan Tang Anning!"

Melihat Yu Rou yang tampak terluka, pertahanan Shen Changge runtuh. "Sudahlah, Rou'er. Kau tetap di hatiku, dan aku berjanji akan memastikan Tang Anning menerimamu nanti."

Shen Changge menarik Yu Rou ke dalam pelukannya. Di balik dekapan itu, Yu Rou tersenyum penuh kemenangan; dia berhasil mengunci hati pria bodoh di depannya dan semakin dekat dengan tujuannya.

****

Gerbang Kota

Tang Anning dan Wen Xie akhirnya tiba di gerbang kota setelah menempuh perjalanan cepat selama tiga hari.

"Kakak, kita sudah tiba," ucap Anning sambil menatap Wen Xie yang masih tampak lemah. "Nanti, begitu sampai di kediaman Jianwu, aku akan segera memanggil tabib untuk memeriksa kondisimu."

"Adik, ini hanya luka ringan, jangan terlalu khawatir," jawab Wen Xie mencoba menenangkan.

"Ikuti ucapan ku," potong Anning dengan nada yang sangat tegas. Aura wibawa yang terpancar dari gadis itu begitu kuat, membuat Wen Xie terdiam seketika, tak mampu membantah.

"Baiklah, aku ikut saja," ucapnya pasrah.

"Bagus."

Tang Anning dan Wen Xie duduk di dalam kereta kuda yang ia sewa dari sebuah desa terpencil di bawah gunung salju. Sepanjang perjalanan, Anning tidak membiarkan luka cakaran hewan buas di tangan Wen Xie semakin parah; ia terus memperhatikan dan memastikan balutan lukanya tetap bersih.

"Kakak, bagaimana sebenarnya ceritanya kau bisa terluka separah ini?" tanya Anning dengan nada kesal yang diselimuti rasa cemas. "Waktu itu kau bilang hanya ingin melihat kondisi di dalam gua, tapi justru kau keluar dengan keadaan hampir mati."

Wen Xie menarik napas panjang, menahan nyeri di lukanya. "Maaf, Adik. Kakak tidak bermaksud meninggalkanmu dalam ketakutan. Setelah aku masuk ke dalam gua, ternyata ada seekor harimau besar yang menjaga tempat itu. Aku tidak punya pilihan lain selain bertarung dengannya untuk mendapatkan Bunga Teratai Salju itu."

Wen Xie terdiam sejenak sebelum melanjutkan, "Namun anehnya, setelah kami bertarung cukup lama, harimau itu tiba-tiba berhenti dan pergi begitu saja."

"Setelah membuat kakak terluka parah, akhirnya kakak mengambil Bunga Teratai Salju itu," Wen Xie menjelaskan keadaan yang terjadi di gua itu kepadaku.

"Kenapa tidak memanggilku? Kakak, kau sekarang tidak sendirian. Kau punya adik, yaitu aku. Kenapa kau ceroboh sekali?" gerutuku kesal, namun Wen Xie hanya bisa tersenyum lemah.

"Karena kau harus dilindungi. Jika kau terluka, bisa-bisa kakak kena hukum oleh suamimu," canda Wen Xie, mencoba mencairkan suasana.

"Haiya, benar juga, aku lupa," aku terkekeh pelan menanggapi candaannya.

Setelah kami bercerita sepanjang perjalanan, akhirnya kereta kuda tiba di gerbang kediaman Jianwu. Dari kejauhan, aku bisa melihat Hou Juntian, Putra Mahkota, dan Mo Jiu yang wajahnya tampak pucat pasi menunggu kehadiranku di depan gerbang.

Kereta yang kutumpangi berhenti, dan aku segera keluar, namun aku mendahulukan kakak angkatku untuk turun lebih dulu.

"Pengawal, bantu aku! Kakakku terluka, segera panggil tabib!" seruku dengan panik.

"Baik, Nona," sahut pengawal dengan sigap.

Hou Juntian dan Mo Jiu terlihat terkejut karena bukannya menghampiri mereka, aku justru sibuk memperhatikan kondisi Wen Xie, pengawal bayangan kesayangan Hou Juntian itu. Di sisi lain, Putra Mahkota justru tampak menahan tawa melihat pemandangan tersebut.

"Ning'er, kau kembali. Tapi... kenapa kau memanggil Wen Xie dengan sebutan kakak?" tanya Hou Juntian akhirnya, menatapku dengan tatapan penuh selidik.

1
Seven Wann
karakter fl nya terlalu menye menye
Xue Lian: aduh kak... author baru pertama kali nulis karakter fl nya menye-menye...lain kali author buat karakter nya lebih badas ya🤭🤭
total 1 replies
Xue Lian
Hai...reader!!!

Terimakasih yang sudah spam like.

author punya give away buat kalian sebagai pembaca setia.

author akan masukin nama kalian sebagai karakter didalam novel author.

bagaimana? jika kalian setuju like komen author atau balas komen author "Setuju".

pastinya seru nama kalian jadi karakter dinovel author🥰🥰

ditunggu ya😍
Xue Lian
Hai, para Readers! 👋🥰

Terima kasih sudah membaca Transmigrasi: Menjadi Istri Tiga Pangeran Dingin. Semoga kalian menikmati setiap bab yang Author tulis.

Jika kalian menyukai cerita ini, jangan lupa beri dukungan dengan like, komentar, dan vote agar Author semakin semangat melanjutkan kisah Tang Anning dan para tokohnya. 💖

Mohon maaf ya kalau untuk saat ini Author hanya bisa update 2 bab per hari. Bukan karena tidak ingin update lebih banyak, tetapi karena Author menulis cerita ini terlebih dahulu di buku tulis, lalu menyalinnya satu per satu ke aplikasi. Jadi prosesnya memang membutuhkan waktu.

Terima kasih atas kesabaran, dukungan, dan semangat yang selalu kalian berikan. Semoga kita bisa terus menikmati perjalanan cerita ini bersama. 🤗✨

Salam manis,

Author Diah Nation29 🌸
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!