Kenzo Matthew, harus merasakan hidupnya hampa setelah masa lalunya yang kelam karena ditinggal menikah oleh sang kekasih yang telah berselingkuh. Kini semakin hancur karena melihat perselingkuhan sang ibu di depan mata hingga pada akhirnya kedua orang tuanya itu pun berpisah. Membuat Kenzo menjadi seorang bad boy dan ikut bergabung dengan geng motor.
Hingga pada akhirnya ia bertemu dengan seorang wanita bernama Diandra Olivia Jhonson, yang sangat membenci geng motor karena pernah merenggut nyawa adiknya.
Seiring berjalannya waktu, Kenzo semakin menyukai kepribadian Diandra dan membuatnya jatuh cinta, serta membuatnya insyaf.
Akankah Kenzo berhasil untuk mendapatkan hati Diandra?
Akankah Diandra melanggar janjinya untuk tidak berhubungan dengan pria yang berhubungan dengan genk motor?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rya Kurniawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menolong Diandra
Terlihat 2 pria tampan yang kini pun berlari menuju ke arah kolam renang saat menyadari siapa orang yang tercebur. Kedua pria tersebut tak lain adalah Kenzo dan Satria. Kenzo yang sedari tadi memang memperhatikan Diandra dari jarak jauh, sedangkan Satria yang tadi meninggalkan Diandra di sana saat hendak mengambilkannya kue, sehingga tahu betul jika jika wanita itu lah yang saat ini berada di dalam kolam renang.
Keduanya juga sama-sama langsung menceburkan diri ke dalam kolam untuk menolong Diandra yang di saat itu kesulitan untuk bernafas, karena tidak bisa berenang, hingga pada akhirnya ia pun tenggelam. Akan tetapi bagaimanapun Satria berusaha untuk cepat sampai ke tempat tujuan, tetap saja Kenzo sebagai pemenangnya yang langsung saja meraih tubuh Diandra dan membawanya ke tepi kolam.
Di saat itu Danu yang juga menyadari bahwa anaknya tercebur langsung saja mendekati anaknya itu.
"Diandra, bangun Diandra, bangun … !" Panggil Kenzo dan terus saja mengguncang tubuh Diandra sembari menekan-nekan dadanya berusaha untuk mengeluarkan air yang sudah banyak tertelan oleh wanita tersebut.
"Jangan mendekat, kau yang telah membuat Diandra menjadi seperti ini." Kenzo mendorong tubuh Satria dengan kasar saat pria tersebut menghampiri Diandra.
Satria mendengus kesal dan merasa tak terima, "Apa maksudmu? Kenapa kau malah menyalahkanku?" Tanyanya.
"Jika kau tidak meninggalkan Diandra sendiri di sini, dia tidak akan tercebur ke dalam kolam dan wanita ini yang dengan sengaja mendorongnya!" Ucap Kenzo dengan emosi dan menunjuk ke arah Laura.
"Aku tidak sengaja Ken, aku tadi tersandung," ucap Laura yang membela dirinya.
Lalu Sasa juga datang mendekati sahabatnya dan terlihat juga di saat ini sedang ramai yang mengerumuni Diandra.
"Diandra bangun Nak. Apa yang sebenarnya terjadi, kenapa anak saya bisa tercebur seperti ini?" Tanya Danu yang terlihat cemas.
"Hah Anak? Jadi Pria ini ayahnya Diandra?" Batin Kenzo yang menyadari jika dirinya telah salah paham. "Wanita ini yang sudah sengaja mendorong Diandra Om," jawab Kenzo yang lagi-lagi langsung menunjuk ke arah Laura.
"Heh siapa kamu, kenapa kamu berani sekali menuduh anak saya seperti itu!" Bentak Vira yang merupakan ibunya Laura, ia tak terima anaknya dituduh seperti itu.
"Kalau Tante tidak percaya, Tante bisa lihat CCTV yang ada di situ. Kita bisa lihat apakah Anak tante ini sengaja atau tidak," tantang Kenzo yang membuat Laura pun membelalakkan matanya dan merasa ketakutan.
"Ma, sudah Ma jangan diperpanjang. Memang aku tadi yang yang menyebabkan Diandra tercebur, tapi aku nggak sengaja," jelas Laura sehingga membuat ibunya itu terdiam.
"Ck," cibir Kenzo yang sama sekali tak mempercayainya.
Sementara itu Danu terlihat masih mencoba untuk berusaha menolong anaknya dan berharap jika Diandra akan segera bangun.
"Om, bagaimana kalau kita kasih Diandra nafas buatan aja. Biar aku yang memberinya," ucap sasa menawarkan diri.
"Itu ide bagus, cepat kamu lakukan sekarang Sayang," ucap Jasmine yang mendengar akan hal itu. Begitu juga dengan Danu yang ikut menyetujuinya.
Lalu segera saja Sasa pun memberi pertolongan kepada Diandra, hingga tidak berapa lama kemudian …
"Uhuk … uhuk … ."
Diandra tersadar dan menyemburkan air dari mulutnya itu.
"Sayang, akhirnya kamu bangun juga, Papa sangat mengkhawatirkan kamu," ucap Danu dan membantu Diandra yang di saat itu hendak duduk.
Kenzo yang tadinya terlihat begitu khawatir terhadap Diandra, kini tampak lega karena melihat wanita tersebut sudah sadar. Begitu juga dengan Satria.
"Aku Kenapa Pa?" Tanya Diandra yang terlihat bingung.
"Kamu tadi tercebur ke dalam kolam dan pria ini yang sudah menolong kamu," ucap Danu menunjuk ke arah Kenzo, membuat pandangan Diandra pun langsung menatap ke arah pria tersebut.
"Terimakasih ya Ken," ucap Diandra.
"Iya, sama-sama Di. Syukurlah kamu baik-baik saja," jawab Kenzo.
Satria yang merasa jika dirinya sama sekali tak berguna, bahkan tak bisa menyelamatkan wanita yang disukainya itu segera saja pergi meninggalkan acara pesta. Sasa yang melihat kakaknya itu pun mengerti bagaimana perasaan Satria saat ini dan merasa kasihan, tetapi mau bagaimana lagi karena memang Kenzo yang sudah menyelamatkan Diandra.
"Ini handuknya Nona," ucap salah satu Asisten Rumah Tangga di kediaman Harry, yang di saat itu membawakan handuk dan menyerahkannya langsung kepada Diandra sesuai perintah Sasa.
"Terima kasih ya Bi," ucap Diandra menerimanya.
Tidak hanya itu saja, Sasa pun membawa Diandra ke dalam kamarnya untuk membersihkan diri dan berganti pakaian. Sedangkan Kenzo langsung saja pulang karena sudah basah kuyup. Meskipun Sasa juga menawarkannya untuk mengganti pakaian Satria, tentunya Kenzo tidak akan sudi, sehingga ia pun memilih untuk meninggalkan lokasi pesta. Baginya, sudah melihat Diandra baik-baik saja itu sudah membuatnya menjadi tenang.
*****
Bram tampak mondar-mandir di ruang kerjanya, ia tampak ketakutan jika mengingat apa yang sudah terjadi 5 tahun yang lalu di saat ia telah melakukan kesalahan yang begitu fatal.
"Bagaimana Danu bisa ada di sana? Bagaimana jika Danu melihatku? Pasti dia akan sangat marah karena waktu itu aku telah mengkhianatinya, apa yang harus aku lakukan sekarang?" Ucap Bram di dalam kebimbangannya, bahkan di saat itu terlihat ruang kerjanya yang sangat berantakan, entah apa yang dilakukan Bram tadi saat ia tiba di rumah.
Di saat itu pun terdengar mobil di depan rumah dan ternyata Kenzo telah kembali. Sehingga Bram pun langsung saja keluar untuk menghampiri anaknya tersebut.
"Kenzo, kenapa kamu bisa basah kuyup seperti ini?" Tanya Bram yang melihat anaknya seperti kucing yang baru saja tersiram air.
"Panjang ceritanya Pi, aku mau mandi dulu," ucap Kenzo yang langsung saja meninggalkan orang tuanya.
"Apa yang terjadi? Kenapa Kenzo bisa seperti itu?" Membuat Bram menjadi bertanya-tanya. Mungkin saat ini belum tepat untuk ia menanyakan tentang Danu, karena ia ingat betul bagaimana tadi Kenzo melihat ke arah Danu dan wanita muda yang digandengnya itu, menandakan jika Kenzo mengenal salah satu diantara mereka.
*****
Waktu berjalan begitu cepat, meskipun saat ini waktu sudah siang, tetapi tampaknya tak membuat para mahasiswi di kampus berhenti untuk membahas bagaimana Kenzo menolong Diandra saat tercebur ke dalam kolam. Bahkan terlihat jelas video yang beredar karena ada seseorang yang sengaja merekamnya dan menyebarkan video tersebut di kampus.
"Eh Diandra, beruntung banget sih kamu ditolong Kenzo. Tapi sepertinya kamu sama sekali tidak tahu terima kasih ya," kata seorang mahasiswi saat melihat Diandra dan Sasa lewat di depan mereka.
"Maksud kamu apa bilang Diandra tidak tahu terimakasih?" Tanya Sasa yang merasa tak terima.
"Sa sudah Sa, jangan marah-marah seperti itu dong," kata Diandra.
"Ini orang mulutnya nggak sopan banget sih," kata Sasa terlihat emosi.
"Kamu nggak perlu marah-marah seperti itulah Sa. Memang benar 'kan sahabat kamu ini nggak tahu terimakasih, nggak tahu diri malah. Kenzo sudah menolongnya sampai hari ini dia nggak bisa masuk ke kampus karena demam, pasti karena sudah menolong Diandra tadi malam. Tapi kamu malah tenang berada di kampus, sama sekali nggak ada pedulinya dengan Kenzo," kata mahasiswi lainnya.
"Bicara apa sih kalian, jangan asal bicara deh. Mana mungkin Kenzo demam hanya gara-gara masuk ke dalam kolam renang, sementara Diandra yang tercebur saja tidak ada masalah. Diandra baik-baik saja." Lagi-lagi Sasa yang menjawabnya, sementara Diandra di saat itu tampak terdiam dan berpikir.
"Apa iya Kenzo demam gara-gara menolong aku tadi malam? Pantas aja dari tadi aku nggak melihat Kenzo di kampus ini," batin Diandra yang mendadak khawatir terhadap pria itu.
Bersambung …
Rekomen bangeettt ❤️❤️❤️