NovelToon NovelToon
Annoying Ex-Boyfirend

Annoying Ex-Boyfirend

Status: tamat
Genre:Wanita Karir / Cinta Murni / Teman lama bertemu kembali / Pihak Ketiga / Tamat
Popularitas:25.8k
Nilai: 5
Nama Author: Vin Shine

Zevanna merasa gila. Setelah orang tuanya bercerai dan ayahnya menikah lagi dengan wanita yang usianya hanya terpaut lima tahun lebih tua darinya. Sekarang di depan mata kepalanya sendiri dia harus melihat Jayden, mantan kekasihnya, memasuki sebuah kamar hotel bersama Melisa, wanita yang tidak lain adalah ibu kandungnya.

Tidak cukup sampai di situ, Zevanna pun semakin dibuat terkejut saat mengetahui fakta kalau ternyata Jayden juga bekerja pada ibunya. Namun, di antara semua itu, hal yang paling mengejutkan bagi Zevanna adalah ketika mendengar Jayden menyetujui permintaan Melisa agar laki-laki itu tinggal bersama dia dan sang ibu.


Bagaimanakah kehidupan Zevanna saat tinggal bersama mantan kekasih serta ibunya? Apakah ia bisa berpaling pada sosok pria dari masa lalunya yang kembali datang ketika bayang-bayang Jayden terus mengikutinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vin Shine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Latihan Jadi Ayah

Zevanna mematut dirinya di depan cermin. Sekali lagi, memastikan bahwa penampilannya dalam balutan gaun warna krem terkesan kalem, tetapi tetap elegan. Menyunggingkan senyum manis, Zevanna menatap puas akan rupa wajahnya yang ehm ... cantik. Jayden harus melihatnya agar laki-laki itu menyesal karena sudah mencampakkan perempuan sebaik dan secantik dirinya—tunggu! Sepertinya ada yang salah. Zevanna akan pergi bersama Marvel, tetapi kenapa malah mantan sialannya yang justru terlintas di kepala. Ini tidak bisa dibiarkan.

Mendengkus sebal, Zevanna menyingkir dari depan kaca kemudian meraih tas bertali rantai emas dan menyampirkannya di bahu. Keluar dari kamar, pandangan Zevanna otomatis mengedar mencari Jayden. Kan! Lagi dan lagi lelaki itu. Bodo, ah, memang saat ini Zevanna butuh kehadiran sosok itu supaya bisa pamer. Sayangnya, hingga tiba di lantai satu, Zevanna tidak mendapati Jayden. Angan-angan Zevanna untuk melihat raut penyesalan Jayden menguap begitu saja.

"Marvel belum datang?" Melisa yang tengah menuruni tiga anak tangga terakhir bertanya.

"Belum. Mungkin sebentar lagi."

Benar saja, tidak lama kemudian deru mobil terdengar berhenti. Melisa membuka pintu sebelum tamunya menekan bel. Tampak Marvel yang baru turun dari mobil terkesan kikuk.

"Malam, Tante. Saya Marvel." Pria berkaus putih yang dilapisi blazer navy itu mengulas senyum.

"Tante masih ingat, kok," jawab Melisa, "masuk dulu, yuk!"

Ketika Marvel masuk dilihatnya Zevanna yang tersenyum padanya. Adik tingkatnya dulu itu sangat cantik malam ini. Tidak! Zevanna memang cantik sejak dulu. Bahkan, setelah seharian mereka mengerjakan ini dan itu karena mau ada event kampus, perempuan itu selalu mengagumkan meski dalam keadaan berantakan. Marvel menyukainya apalagi setiap mengingat anak rambut Zevanna yang beterbangan, lantas dia dengan sukarela menyelipkan ke belakang telinga.

"Ngobrol sebentar nggak apa-apa ya, Kak. Soalnya ada yang kangen," ujar Zevanna melirik sang mama.

Marvel manggut-manggut sambil tersenyum. Mereka duduk di sofa ruang tamu ditemani teh melati buatan Mbok Diah. Asisten rumah tangga Melisa ini memang sangat bisa diandalkan. Dari awal kerja hingga sekarang sudah lima belas tahun, setiap ada tamu pasti langsung membuatkan minum tanpa disuruh.

"Kamu sudah lama banget nggak ke sini," ucap Melisa benar adanya.

"Nggak lama setelah lulus, saya lanjut S2 di England," jawab Marvel.

"Ooo ... pantas aja. Kalau sekarang sibuk apa?" tanya Melisa ingin tahu. Walaupun sudah mengenal Marvel cukup lama, tetapi keadaan sekarang jelas berbeda. Mereka—Marvel dan Zevanna—bukan lagi mahasiswa. Mereka adalah dua orang dewasa yang seandainya menjalin hubungan, Melisa berharap keduanya tidak sekadar main-main.

"Saya dan teman-teman lagi nyoba bikin game untuk ponsel. Saya juga invest di kedai kopi milik teman sama tempat pencucian mobil juga ada. Yeah, apa aja saya coba selagi masih ada dana buat diputar," jelas Marvel.

"Hebat banget kamu," puji Melisa sambil sesekali menatap Zevanna.

"Iya, iya, aku nggak hebat." Zevanna manyun. "Udah, ah. Ayo, Kak Marvel, kita pergi nanti keburu tambah malam," ajak Zevanna yang justru diartikan lain oleh mamanya.

"Iya, deh, yang nggak mau diganggu. Mama juga ada urusan, kok," ungkap Melisa.

Marvel kembali tertawa melihat interaksi ibu dan anak di hadapannya. Ketiganya lantas beranjak dari duduknya.

"Kalau begitu saya izin ajak pergi Zevanna ya, Tan, eumm ...." Marvel menyadari ada yang kurang. "Ze, papa kamu nggak di rumah?"

Zevanna dan mamanya saling melempar pandang. Ada kesan pahit di mata gadis itu. Marvel mungkin akan jadi orang kesekian yang kaget jika tahu orang tuanya bercerai.

"Papa udah nggak tinggal di sini," jawab Zevanna. "Ma, aku pergi dulu ya." Ia mencium pipi kiri mamanya.

"Hati-hati. Pulangnya jangan malam-malam."

"Iya, Tante." Marvel mengangguk singkat, kemudian melangkah keluar dan membukakan pintu mobil untuk Zevanna.

Tepat setelah mobil Marvel menjauh, Jayden turun ke lantai satu. Senyuman Melisa menyambutnya. Jayden lantas menghampiri karena ada perlu.

"Jay, Tante pergi dulu ya," ucap Melisa mendahului.

"Iya. Emm ... Tan, saya izin nginep di sini semalam lagi ya. Saya mau menyelesaikaan editing foto. Jadi, besok pas keluar dari sini, kerjaannya juga udah beres."

"Iya, Jay. Tapi, kalau masih sakit jangan dipaksa lho, ya?"

Jayden mengiakan. Setelahnya, Melisa berpamitan agar tidak terlambat menemui calon pengantin yang akan membuat gaun pengantin padanya.

Tinggallah Jayden dan kesunyian. Lelaki itu menghela napas, melanjutkan tujuannya ke dapur, kemudian kembali ke kamar. Namun, alih-alih menyelesaikan pekerjaan, ia justru duduk terdiam di sisi ranjang.

Jayden terngiang-ngiang obrolan Zevanna, Melisa, dan Marvel. Iya, dia mendengar semuanya. Dia juga melihat betapa cantiknya Zevanna malam ini, meski dari jauh—dari lantai dua. Dan harapan Zevanna diam-diam terkabul. Jayden menyesal, lebih tepatnya semakin menyesal telah meninggalkan gadis itu.

Jayden cemburu Zevanna pergi bersama laki-laki lain. Namun, melihat bagaimana Marvel, Jayden hanya bisa meringis pedih. Motornya tentu tak sebanding jika dijejerkan dengan Mercedes Benz milik Marvel. Zevanna pantas bahagia. Zevanna pantas mendapat yang lebih baik darinya.

Entah berapa lama, lelaki berkaus hitam itu merenung. Malam tahu-tahu kian larut ketika ponselnya berbunyi. Ada pesan masuk dari mama Zevanna.

[Jay, malam ini saya nggak pulang. Titip rumah sama Zevanna ya]

Sudah jam sepuluh lebih saat Jayden melihat jam di dinding, dan Zevanna belum pulang mengingat ia belum mendengar suara mobil atau ketukan sepatu gadis itu. Jayden jadi khawatir. Ia ingin menghubungi Zevanna. Namun, apakah nomor gadis itu masih sama? Jayden sangsi.

Ia memutuskan untuk ke bawah, menunggui hingga Zevanna pulang. Setelah hampir satu jam lamanya, suara mobil akhirnya terdengar dan berhenti di depan rumah. Jayden menempelkan telinganya di pintu. Samar ia mendengar Zevanna mengucapkan terima kasih sebelum mesin mobil Marvel kembali menyala, kemudian perlahan menghilang.

Zevanna berjalan mengendap-endap, takut Mama masih bangun. Hati-hati ia membuka pintu. Namun, bukannya mamanya, melainkan Jayden-lah yang saat ini justru memergokinya dan menatapnya seakan-akan dia adalah bandar narkoba yang siap ditangkap.

"Kenapa jam segini baru pulang?"

Zevanna membuang muka. Peduli setan! Dia melewati Jayden begitu saja.

"Zevanna!"

"Bukan urusan lo!" seru Zevanna tanpa menghentikan langkahnya.

"Tapi kamu perempuan. Mama kamu nggak pulang malam ini dan dia nitipin kamu ke aku."

"Gue pergi sama Kak Marvel bukan orang asing, dan gue bukan anak kecil yang perlu dititip-titipin segala!" tegas Zevanna. Ia sudah berbalik menatap Jayden. Matanya menyeringai kesal karena rasa lelah ditambah sekarang marah gara-gara Jayden menghadangnya. "Lo lagi latihan jadi bokap tiri gue?"

"Maksud kamu?"

"Pura-pura bego!"

"Ze—"

"Udahlah!" Zevanna mengibaskan tangannya, enggan mendengarkan Jayden. Ia melanjutkan langkah menaiki anak tangga. Dan tepat ketika dia sampai di ujung, listrik tiba-tiba padam.

.......

.......

.......

...Aku baru sadar kalau cerita ini alurnya cukup lambat. Kalian merasa bosan nggak?...

1
Imas Karmasih
bagus cerita nya g muter 2
grey: nanti pusing kalo muter2 🤗🤗🤗
total 1 replies
Rita
akhirnya happy ending
Rita
kamu berhak dapat yg terbaik yg mencintaimu jg
Rita
ze marvell jg berjuang kuat ma perasaan nya saoa yg g kecewa dan cemburu
Rita
jodoh g kemana mending berhenti skrg drpd sm2 saling menyakiti
Rita
strong Jayden tenang Jay pasti indah pd waktunya
Rita
hmmmm sifat Ze mmng suka nethink duluan bnr g sich dengerin dulu Ze
grey: wkwkwkwk emang dia suka mikir yang sebenarnya nggak perlu 😆😆
total 1 replies
Rita
ada hikmahnya seenggaknya Ze meskipun itu menyakitkan
Rita
sampai sini seru ceritanya jg g terlalu panjang like it
Rita
emang enak dijadiin kmbg putih😂
Rita
penasaran
S A N I
tuhkan jadinya semua di jadiin satu bab 😍😍
grey: nulis panjang-panjang komennya malah gini hikss srotttt. aku sudah menepati janji kan ceritanya tamat di sini muehehehehe
total 1 replies
Hearty💕💕
Terima kasih K Vin... say akan kabarkan
grey: terima kasih 🥰🥰
total 1 replies
Hearty💕💕
Keren-keren 😍😍😍😍😍
Hearty💕💕
Gerah.....
Hearty💕💕
Daebak 💕❤💕❤💕❤💕❤💕❤
Hearty💕💕
Namanya keren...
Hearty 💕
Oh so sweet lain sultini
L i l y ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈💦
Terima kasih k Vin, special pake banget dari ldr an, nikah, ngidam dan punya anak
Happy banget bacanya🙏🤗
Ditunggu karya2 nya, sukses terus 😊
grey: sama-sama 🥰🥰
total 1 replies
S A N I
baru mau request ini 🤣🤣🤣qt mah ga mau beratin.... sampe mereka nikah juga udah bahagia akumah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!