Alina Hartawan gadis malang yang harus menebus semua hutang Ayah nya dengan cara terpaksa menikahi Ceo yang sangat Arogan dan Kasar padanya.
Akan kah Alina bisa meluluh kan hati sang Ceo dengan kelembutan yang ia miliki yuk merapat buat yang pengen tau kisah selanjutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon si imuut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16
''Hmm seperti nya ini ada unsur kesengajaan aku akan menyelidiki nya. '' sahut Zidan.
Mereka pun serempak menggukan kepala tapi tidak dengan Alin ia tidak ingin masalah ini berlarut-larut jadi ia memohon untuk tidak memperpanjang nya.
" Aku akan tetap mengusut nya Lin karna nyawa mu sedang dalam bahaya ada musuh di luaran sana yang sedang mengincar mu dan aku tak akan membiarkan itu begitu saja. " batin Zidan.
......................
Sementara itu disudut lorong rumah sakit di dalam sebuah kamar Vip seseorang tengah menerima Telpon dari orang suruhan nya.
📞"Iya... hallo bagaimana apa berhasil?"
📞"ok.. God job nanti saya akan mentransfer sisa nya. "
Sambungan telpon pun terputus,Zoya merasa sangat puas karna rencana nya berhasil. Yah Zoya lah yang telah merencanakan semua agar ia tak ketahuan dan membayar orang suruhan nya untuk mencelakakan Alin.
"Kak apa boleh aku pulang sekarang?sebentar lagi Zian akan pulang dan aku belum menyiapkan makan malam untuk nya. "
"Astaga Lin berhenti lah memikirkan orang lain.Lihat lah dirimu masih dalam ke adaan sakit seperti ini. Soal Zian nanti biar aku yang bicara padanya. "
"Tidak kak aku tak ingin membuat nya khawatir " elak alin.
"Andai posisi Zian itu aku pasti aku sangat bahagia sekali Lin,mendapat perhatian penuh dari mu. tapi aku hanya berharap suatu saat aku bisa merasakan itu. " batin Zidan.
''Sabar ya kaka tanya dulu sama dokter nya, kamu tunggu disini. Ayo sayang temani aku. '' Alena sengaja meninggal kan Alin berdua dengan Zidan karna ia tau bahwa Zidan sangat rindu dengan Alin dan ingin melepas rasa itu walau pun cuma sebentar.
Sesaat suasana di kamar itu sangat hening. Ada kecanggungan di antara kedua nya detak jantung mereka pun saling berpacu bak deburan ombak di lautan.
( ckckck gak nyambung ya 🤣)
"Lin,,,,Aku boleh nanya gak? '' akhirnya Zidan membuka suara untuk memecah keheningan itu. Alin mengerut kan kening nya pertanyaan apa yang hendak di tanyakan pada Dirinya.
''Boleh, Zid kamu mau nanya apa?''
''Hmmm,,, apa kamu bahagia dengan pernikahan mu?'' Zidan bertanya sambil menggaruk tengkuk nya yang tak gatal untuk menghindari ke gugupan nya.
''Aku bahagia,, kenapa emang nya Zid. '' Dusta Alin.
''Kamu jangan bohong Lin, mulut mu boleh berkata bahagia tapi tidak dengan mata mu. kalau kamu tak bahagia tinggal kan lah dia,aku siap menggantikan posisi Zian, aku siap menjadi imam mu, dan tak akan ku biar kan setetes air mata pun menetes di wajah indah mu Lin'' Zidan refleks membelai pipi mulus Alin yang sedikit Cuby membuat ia gemas.
Beberapa saat Alin hanyut degan belaian Zidan karna selama menikah dengan Zian tak sedikit pun ia merasakan belaian dari suaminya. tapi tak berapa lama Alin tersadar dan ia pun menepis tangan Zidan.
''Maaf Zid bukan bermaksud. '' perkataan Alin terpotong karna Zidan langsung meletakkan telunjuk nya di bibir mungil Alin.
''Sssttttt,,,,, jangan di terus kan, aku mengerti dan maaf karna telah lancang kepadamu Lin. ''
Alin hanya menggeleng pelan menjawab permintaan maaf Zidan. ia berusaha untuk menekan sakit hatinya yang bisa kapan saja meledak untuk meluapkan nya. tapi ia berfikir kembali karna tak ingin orang-orang disekeliling nya menjadi ikut merasa sedih atas semua ini.
Tak lama Alena pun masuk bersama bagas karna Alin sudah diperbolehkan pulang oleh dokter dan juga Alen sudah menebus obat untuk kembaran nya.
''Alin yuk kita pulang. pelan-pelan ya. ''
Mereka semua pun pulang bersama sesampai di parkiran Zidan berinisiatif untuk mengantarkan Alin pulang.
''Lin kamu pulang nya sama aku aja ya. biar Alen juga bisa langsung pulang sama Bagas. ''
'' Tapi apa tidak merepotkan Zid? Aku bisa naik taxi aja ''
''No Lin, kamu harus pulang dengan aku.'' Zidan menarik lembut tangan Alin dan membawa ke mobil.
''Len kita duluan ya. ''
''Sip... aku titip Alin ya. ''
Dan mereka pun meninggal kan halaman parkiran rumah sakit dengan arah yang berbeda.
Tak butuh waktu lama sekitar 45 menit perjalanan mereka pun sampai di apartemen milik Zian.
''Zid makasih ya udah nganterin, aku turun disini saja. ''
''Aku antar ya sampe ke dalam '' tawar Zidan karna ia tak tega melihat kondisi Alin yang masih terluka.
Alin langsung menggeleng cepat
''Tidak Zid, aku tidak ingin orang lain salah menanggapi dan aku tidak mau itu menjadi gosip orang sekitar. lebih baik aku turun disini aja. ''
''Ok.. kalau itu mau kamu Lin tapi hati-hati ya. ''walau dengan berat hati Zidan melepas kepergian Alin.
Akirnya Alin sampai di depan pintu dan langsung membuka pintu itu. ia lega karna Zian belum pulang jadi ia masih sempat menyiap kan makan malam untuk sang suami.
Alin langsung menuju dapur,dengan susah payah Alin pun menyelesaikan masakan nya dan secara perlahan ia pun menata di atas meja makan.
Di saat bersamaan Zian pulang dari kantor,ia langsung nyelonong masuk tanpa menyapa Alin tapi ia melirik Alin sekilas dan langsung menuju kamar.
Tak berapa lama Zian kembali turun dan tanpa basa basi langsung menyantap hidangan yang ada di atas meja. Zian makan dengan sangat lahap entah kelaparan atau memang masakan Alin yang sangat lezat. sehingga ia terus melahap semua makanan itu.
Saat suapan terakhir ia mengerutkan dahinya dan baru menyadari kalau banyak luka di tubuh Alin.
''Kenapa dengan tubuh mu?'' tanya Zian dengan tatapan dingin nya.
Alin yang di tanya sedikit gugup melihat tatapan dingin Zian. ''In.. Ini tadi di serempet orang. '' jawab Alin sambil menunduk kan kepala.
''Makanya kalau jalan itu pake mata.. kalau gak punya mata pake tu mata kaki. ''
Alin terkejut mendengar ucapan Zian,ia langsung mengangkat kepala nya tak percaya dengan jawaban dari Zian.
''Apa !! kamu tidak senang pergi saja dari sini.'' Zian pun bangkit dan langsung menuju kamar nya.
Alin hanya memandangi punggung lebar itu meninggal kan dirinya.sungguh menyedihkan punggung yang seharusnya tempat Alin bersandar di kala sedih dan punggung yang seharusnya ia peluk di saat ia senang.
Tapi tak bisa ia raih. malah hanya bisa manatap dari kejauhan dan membiarkan punggung itu pergi menjauh begitu saja.
''Ya Allah aku lelah... tapi aku tidak akan menyerah, aku hanya lelah saja untuk sesaat. semoga aku bisa meleleh kan bongkahan es itu dan mencairkan nya. '' Batin Alin.Ia pun langsung membereskan sisa makanan Zian dan segera menuju kamar nya karna ia juga sangat lelah hari ini.
''Semoga hari esok lebih baik lagi Aamiin'' Doa Alin sebelum matanya terlelap di kasur empuk nya.
BERSAMBUNG.........
eeh ada kak inem ..🤗🤗😂😂🤭makin seru wae ki lanjutt