Nayla Faranisa, gadis cantik yang masih duduk di bangku SMA kelas 12, Ia tinggal berdua dengan Abang nya yang merupakan seorang pengusaha kaya raya, sejak kematian kedua orang tua mereka delapan tahun silam, Gerald sang kakak adalah orang yang selalu melindungi adik satu-satunya yang kini telah menginjak dewasa, siapa sangka Gerald mulai menyukai Nayla yang kini bertransformasi menjadi seorang gadis yang sangat cantik, Ia tak rela jika sang adik dekat dengan laki-laki lain selain dirinya. Hingga akhirnya Gerald benar-benar jatuh cinta kepada adiknya. Dan ia bertekad untuk menjadikan adiknya sebagai miliknya agar tidak ada pria yang coba-coba mendekati Nayla.
Nayla pun tak terima dengan perlakuan sang Kakak, tapi Gerald tetap meyakinkan kepada Nayla jika dirinya benar-benar mencintai gadis itu.
Akankah Gerald berhasil meluluhkan hati Adiknya? Rahasia apa yang membuat Gerald yakin jika Nayla akan menjadi miliknya untuk selamanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LichaLika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16 HTA
Gerald mengambil sesuatu dari sebuah laci di bawah meja kerjanya, sebuah foto keluarga, sepasang suami istri dan seorang bayi perempuan yang masih dalam gendongan sang Ibu, bayi cantik yang saat itu baru saja dilahirkan, foto itu terlihat di ambil dari sebuah ruangan rumah sakit. Gerald menunjukkan foto itu kepada Nayla.
"Lihatlah!" Gerald memberikan foto itu kepada Nayla.
"Apa ini? Siapa mereka? Kenapa Abang memberikan foto orang yang nggak Nay kenal?" Nayla tidak mengerti kenapa Gerald memberikan foto itu kepadanya.
"Kamu memang tidak mengenal mereka, tapi mereka mengenalmu, pria dalam foto itu adalah Pak Nurdin dan istrinya, dan ini adalah anak perempuan mereka, Aku mendapatkan foto ini dari Pak Nurdin sendiri yang memberikannya kepada ku sebelum beliau meninggal dunia, dan kamu tahu siapa bayi perempuan itu, bayi itu adalah kamu. Kamu adalah anak kandung Pak Nurdin dan bukan Adikku." seru Gerald.
Sontak apa yang dikatakan oleh Gerald membuat Nayla lemas, lututnya seakan tak bisa dibuat berdiri, Ia terduduk lemas di atas lantai, dengan tangan gemetaran, Nayla memegang foto itu, bibirnya tak mampu berucap apa-apa, sementara Gerald terlihat menjelaskan semuanya tentang dirinya yang bukan adik kandungnya.
Sambil mendengarkan Gerald menceritakan bagaimana bisa ia di asuh oleh keluarga besar Adams, tak terasa air mata itu tumpah seketika, Nayla mulai terisak, sekarang dirinya tahu bahwa Ia bukan lah anak dari Sudarsono dan dia bukanlah Adik kandung Gerald.
"Kenapa? Kenapa harus seperti ini?" ucap Nayla dengan suara yang gemetar, dengan cepat Gerald merangkul sang Adik dan mencoba menenangkan nya sembari mengusap rambut Nayla.
"Sudah! Jangan menangis, Abang tahu perasaan mu, Kamu tidak sendirian, Abang akan selalu bersamamu, Nay!" ucap Gerald sembari mencium kening Nayla, sontak Nayla mendorong tubuh Gerald dan menjauh darinya.
"Jangan deketin Nayla, bang!"
"Kenapa? Bukankah hubungan kita sah-sah saja, kamu bukan Adik kandung ku. Kita akan tetap berhubungan meskipun Oma melarangnya, kita diam-diam saja." Gerald terus meyakinkan Nayla.
"Jadi ini kenapa Abang melakukan hal itu padaku, karena Abang sudah tahu jika Aku bukan Adik kandung Abang? Sehingga Abang seenaknya merenggut semuanya dariku, kamu tetaplah orang yang jahat, Bang! Aku benar-benar nggak nyangka, ternyata selama ini Aku didampingi oleh orang jahat seperti kamu, diam-diam kamu ambil kesempatan, diam-diam kamu merenggut masa depan ku." mendengar pengakuan Nayla, seketika Gerald berkata, "Masa depan mu ada bersamaku, Nay! Kamu tidak perlu takut dengan reaksi suamimu tentang kesucian mu yang terenggut, suamimu akan menerima nya dengan iklhas, dia tidak akan peduli jika kamu sudah tidak perawan, itu tidak penting baginya." jelas Gerald sembari menatap wajah Nayla dalam-dalam.
Nayla membalikkan badannya dan membelakangi Gerald, dengan wajah kesal Ia pun berkata, "Yakin sekali kamu, Bang! Kamu tidak bisa menjamin kebahagiaan ku nanti, karena kamu bukan siapa-siapa Nay, Kamu hanya seorang pria yang sudah merusak masa depan seorang gadis, seenaknya kamu bicara seperti itu, kamu pikir kamu siapa, Bang!" ucap Nayla sembari terus mengeluarkan air mata nya. Sudah waktunya Gerald untuk memberi tahukan kepada Nayla tentang rahasia pernikahan mereka. Perlahan Gerald berjalan mendekati Nayla yang berdiri membelakangi dirinya. Gerald kini berdiri di belakang Adiknya dan menyibak rambut hitam Nayla yang tergerai indah.
Gerald hendak membisikkan sesuatu pada telinga Nayla, sementara gadis itu berusaha pergi dari hadapan Gerald yang sudah menggenggam tangannya erat.
"Lepaskan, Bang! Biarkan Aku pergi dari sini!" rengek Nayla sembari berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Gerald. Namun, Gerald tak membiarkan istrinya pergi begitu saja.
"Kamu tidak bisa pergi kemana-mana, kamu akan tetap di sini menemani ku, Karena Aku ... adalah suamimu, Nayla!"
Seketika Nayla membelalakkan matanya mendengar apa yang baru saja Gerald katakan, Ia pun segera membalikkan badannya dan menatap wajah Gerald serius.
"Apa lagi maksud mu, Bang? Kamu suamiku? Apa-apaan ini?"
"Sebelum Ayahmu meninggal dunia, Ia sempat berpesan kepada ku untuk menikahi mu, agar putri mereka satu-satunya ada yang menjaganya, dan Ayahmu mempercayakan hal itu kepada Abang, jadi sebenarnya kita adalah suami istri yang sah secara agama, Almarhum Pak Nurdin sudah menikahkan dirimu dengan ku saat itu juga, disaksikan oleh seorang dokter dan beberapa perawat, Aku berhasil menjadikan mu resmi sebagai Istriku, Nay! Itulah sebabnya kenapa Aku berani melakukan hubungan itu, selain karena Aku sudah tidak bisa menahan nya, ada ikatan pernikahan yang membuat hubungan itu tidak menjadi dosa, bahkan harus dan wajib kita lakukan" Nayla sontak terdiam, pantas saja Gerald tidak merasa berdosa setelah melakukan hal itu padanya, Gerald justru tersenyum bangga Ia bisa menjadikan Nayla sebagai miliknya.
Nayla tidak bisa berkata apa-apa, dia tidak bisa lagi melawan perkataan Gerald, Nayla menundukkan kepalanya seakan Ia tak mampu menatap wajah pria yang dulu Ia anggap Abang kandung nya sekarang berubah menjadi suaminya.
Gerald mengangkat dagu sang Istri sembari tersenyum kepadanya. "Aku tahu kamu pasti masih syok, tapi memang ini kenyataan nya, hubungan kita tidak pernah terlarang, Aku bukan Abang kandung mu, sekarang Aku adalah suamimu, Nay! Kamu tidak perlu lagi khawatir bagaimana dengan sikap suamimu nanti, saat tahu jika kamu tidak suci lagi, dan tentu saja Aku jawab, Aku sangat bangga dengan istri ku, karena ternyata Aku sendiri orang yang pertama kali menyentuh istriku, yaitu kamu Nay!"
"Bang Gerald!"
"Aku sangat mencintaimu, Nayla!"
Nayla menundukkan wajahnya dan masih belum percaya jika dirinya sudah menikah dengan sang Abang, Ia mulai terpikirkan Oma Hera, bagaimana jadinya jika sang Oma mengetahui yang sebenarnya, pasti Oma Hera akan marah besar, karena Nayla tahu bagaimana sikap Hera kepada Nayla, sekarang Nayla sadar kenapa sang Oma selalu membeda-bedakan dirinya dan Gerald, ternyata itu sebabnya, karena Nayla bukanlah cucu kandung nya.
"Bagaimana jika Oma tahu, Bang! Oma pasti marah besar." ucap Nayla yang khawatir jika saja Hera benar-benar menentang hubungan mereka.
"Untuk sementara kita sembunyikan dulu rahasia kita, hingga Abang bisa meyakinkan Oma jika hubungan kita sudah terikat pernikahan, Aku yakin suatu saat Oma pasti menyetujui nya dan Oma akan memberikan restu untuk kita, percaya lah!"
"Maksud Abang, kita sembunyi-sembunyi dulu sampai Oma Hera setuju?" tanya Nay sembari mengerutkan keningnya.
"Iya ... !" jawab Gerald yakin.
"Tapi Aku tidak yakin, Bang! Dari dulu Oma Hera tidak pernah menyayangiku, sekarang Aku tahu kenapa Oma Hera bersikap tidak adil kepada kita, dan ternyata Aku bukan lah cucu kandung nya." Nayla semakin bersedih, mungkin Gerald bisa menjadi suami Nayla, tapi untuk mendapatkan restu dari sang Oma, rasanya itu sulit.
...BERSAMBUNG...
Mampir thor,Kayaknya seru nih...