NovelToon NovelToon
Jembatan Dosa

Jembatan Dosa

Status: tamat
Genre:Roman-Angst Mafia / Mafia / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:167.7k
Nilai: 5
Nama Author: Stanalise

Ketika target Pelenyapan nya, adalah cinta nya sendiri! Apakah ia mampu melenyapkan nya?
Keduanya cerdas namun memiliki cerita hidup yang menyimpang, tapi bagaimana jika persimpangan itu sendiri menyatukan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Stanalise, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menerima Fakta dan Konsekuensi

...Aku menyesal telah mengabaikanmu...

...Maukah kau memaafkan dan kembali lagi padaku?...

...Mungkin kata maaf tidak akan cukup...

...untuk menyembuhkan lukamu...

...Tapi hanya itu yang bisa kuberikan untuk mempertahankanmu...

Brian mulai mendekati seorang gadis yang sedang terpuruk, di taman. Terlihat gadis itu tengah menangis sesenggukan. Brian berdiri disamping gadis itu tanpa sepengetahuannya.

"Apa kau ingin membuat taman seindah ini, hanyut dalam air mata?"

Kata Brian yang muncul tiba tiba dari balik punggung Bella. Suara yang begitu familiar itu, membuat Bella membalikkan tubuhnya. Brian menatap lurus ke-arah depan, bukannya tak berani menatap gadis disampingnya. Air mata Bella, selalu saja mampu membuat hatinya luluh tak berdaya. Kelemahan Brian adalah kepedihan hati Bella.

"Jangan terlalu sering menatapku, karena mungkin kau akan jatuh lagi dalam pesonaku!" Ujar Brian ketika Bella masih menatapnya.

Brian menatap langit, mendengar ungkapan Brian, Bella mengalihkan pandangannya.

"Apa aku ini pantas dimaafkan?" Gumam Brian.

"Untuk?" Bella menghadap Brian, yang juga menghadapnya.

"Kesalahan kesalahanku, dan ucapanku tadi padamu mungkinkah itu terlalu kasar, hingga menyebabkan berlian indah ini jatuh bercucuran."

Tangan tangan kasar itu mengusap lembut wajah cantik Bella, menghapus setiap air mata yang jatuh sia-sia.

"Aku membencimu! Kau selalu menyebalkan! "

Masih terisak Bella memukul kecil dada Brian, yang langsung meraih tubuhnya masuk kedalam dekapan hangaat milik Brian.

"Maaf."

"Hanya itu? Itu tidak sebanding dengan apa yang sudah kau lakukan padaku."

Brian melepas pelukan itu, menatap Bella lembut.

"Lalu?"

"Apa yang membawamu kemari? Bukankah kau tidak mencintaiku lagi?"

"Benar."

Jawaban singkat dari mulut Brian, membuat Bella kesal, ia melayangkan beberapa cubitan kecil pada Brian yang merintih karenanya.

"Jahat! Aku serius!"

Brian mencubit gemas, kedua pipi Bella dan tersenyum, megusap lembut surai panjang milik Bella.

"Mengejar cahayaku."

"Cahaya?"

"Kau cahayaku, sebelum aku benar benar pergi untuk penebusan dosa. Aku ingin menghabiskan waktu denganmu."

"Memangnya akan kemanakah kau setelah ini?" Brian tersenyum kecil mendengar itu.

"Bukankah pemuda dihadapanmu ini, adalah seorang pembunuh? Bukankah badai inilah, yang menyebabkanmu kehilangan seluruh anggota keluargamu?"

"Tidakkah kau tau, takdir serasa mempermainkan kita? Katakan padaku, dilema macam apakah ini yang datang mengoyak hatiku? Sadarkah kau? Ini terlalu sulit, ketika sebuah persimpangan, dihadapkan padaku. Dua hal,paling penting berada di dua jalan itu! Antara keadilan dan cinta, jalan manakah yang harus ku pilih? Awalnya memilih keadilan adalah tujuanku, tetapi ketika fakta tentangmu terungkap. Hatiku memilih cintaku, sebagai jalan yang ku pilih. Lalu mengapa setelahnya, Tuhan tega menjauhkanmu dariku?"

Bella menyentuh wajah Brian, dan menyangkal segala kenyataan yang keluar dari mulut Brian yang tetap tenang. Brian tersenyum kecil, mendengar setiap keluhan yang terlontar dari mulut Brian.

"Bella!" Lirih Brian.

"Apa kau percaya cinta sejati? "

Bella menjatuhkan tangannya mendengar itu. Ia menatap penuh kearah bola mata sebiru safir, yang ada dihadapannya, yang juga menatapnya dalam.

"Cinta sejati akan selalu ada bersama kita, meskipun jiwa telah meninggalkan raga. Tetapi cinta sejati akan tetap bersamamu, aku merasakan itu ketika aku hampir mati tertembak. Hanya satu nama yang kuserukan Bella, hanya kau yang kuingat dan hanya kau yang menjadi alasan aku tetap disini. Aku merasakan cintamu, meskipun kita berada di tempat yang berbeda. Aku sudah menemukan cinta sejati dalam hidupku. Kau adalah hal yang paling indah, yang belum pernah kujumpai di hidupku. Percayalah satu hal, meskipun nantinya kita berbeda dimensi nanti, cintaku akan selalu bersamamu. Karena hatiku sepenuhnya milikmu "

Mendengar ucapan Brian, Bella tersentuh. Itu adalah kalimat yang jarang sekal, keluar dari mulut seorang Brian. Dengan satu tarikan kecil, Brian memeluk lagi tubuh mungil milik Bella mengusap dengan sayang.

"Mau sampai kapan kau menangis hah? Sudah, hapus air matamu ini. Kau jadi jelek ketika kau menangis" Bella menghapus air matanya.

"Kau pun juga sangat jelek saat ini! Lihat, pucat dan tak menawan!"

Brian melepas pelukannya, menghapus setiap air mata yang mengalir dimata Bella.

"Bagaimana jika kita menikmati es krim? Apa kau mau?"

Mendengar tawaran dari mulut Brian, Bella mengangguk, Brian menggenggam tangannya, membawanya ke suatu tempat. Mereka kini berada di sebuah café yang tak jauh dari rumah sakit.

"Cafe?" Tanya Bella.

"Iya"

"Kenapa kita tidak ke restoran saja?"

"Karena yang ingin kita nikmati adalah es krim, bukan gyoza ataupun ramen!" Seorang waiter menghampiri mereka berdua, tersenyum ramah.

"Kami ingin dua es krim tiga rasa, dua kentang goreng dan dua spaghetti. "

"Baiklah, ada lagi?"

"Tidak, itu cukup."

Setelah mencatat semua pesanan yang diinginkan Brian, waiter itu pergi dari hadapan mereka. Brian memperhatikan Bella yang sedang membaca, sebuah majalah yang disediakan di restoran itu.

"Baca apa?"

Cukup lama Brian memperhatikan Bella yang sedang membaca majalah, akhirnya ia mengeluarkan suara untuk bertanya. Tanpa mengalihkan pandangannya, dari majalah itu Bella menjawab.

"Majalah Travel "

Brian mengambil majalah itu, sejenak tatapannya beralih ke arah mata teduh milik Bella. Kemudian beralih lagi, pada majalah yang ada di tangannya.

"Paris?"

"Kau terlalu sibuk membaca bagian ini tadi? Apa kau ingin ke perancis?"

"Iya."

"Kenapa? Dibandingkan Perancis, Negara kita lebih indah bukan?"

"Tempat itu istimewa, aku ingin melihat Eifel."

"Sangat ingin?"

"Sangat, apalagi sekarang aku sudah memilikimu bukan? Pasti bahagia, jika kita bisa menimati keindahan Kota Paris bersama."

"Berdoalah mungkin suatu saat kau bisa kesana!"

"Suatu saat? Tapi kapan itu terjadi?"

"Entahlah, tapi untuk saat ini lebih baik kita nikmati momen-momen kita bersama."

Bella mengulum senyum miris mendengar itu, tapi memang ia tak berdaya kali ini. Hatinya hanya bisa menjerit, menerima kenyataan pahit yang terucap dalam lisan kekasihnya. Kenyataan pahit yang benar adanya, bahwa pemuda yang ada di hadapannya ini, pemuda yang begitu ia cintai akan pergi meninggalkannya.

Mungkin benar menikmati momen momen indah bersamanya, itu lebih baik daripada terus menerus menangis, meneteskan air mata yang terbuang sia sia. Karena menangis pun tidak akan merubah apapun. Lebih baik menikmati ini, menjadikannya momen berkesan dan mengingatnya selamanya.

"Kau melamun apa hmm?"

Suara baritone milik Brian membuyarkan pikirannya, yang terhanyut dalam dunia ilusi. Bella menggeleng dan tersenyum pada Brian.

"Tidak ada."

Mata sebiru samudra itu menatap lembut ke-arah Bella, menguncinya. Tatapan sepasang kekasih ini membawanya merasakan perasaan cinta. Tanpa berucap, hanya tatapan mata yang menyampaikan perasaaan cinta yang begitu dalam.

"Tidak baik menyembunyikan sesuatu dariku, katakanlah!"

"Aku tidak memikirkan apapun, sungguh!"

"Tapi matamu berkata lain, sayang!"

Bella hatinya begitu bahagia ketika mendengar kata Sayang, yang terucap dari lisan kekasihnya, kata yang jarang sekali ia dengar dari seorang Brian.

"Katakan lagi!"

"Apa?"

"Kalimat itu!"

"Yang mana?"

"Jangan berpura pura tidak mengingatnya!"

Brian sedikit bingung, ia berfikir sejenak mengingat kata apa yang ia ucapkan tadi pada Bella hingga senyum kekasihnya itu mengembang. Ketika ia mengingatnnya, ia tertawa dalam hatinya Pantas saja Bella seperti ini pikir Brian.

"Aku tidak mengingatnya

Coba ingat ingat!"

"Jika kau ingat kenapa kau tidak mengatakannya!"

"Aku ingat, tapi lebih cocok jika kau yang mengucapkannya."

"Memang apa salahnya jika kau yang mengucapkannnya?"

"Itu tidak seperti diriku

Bagaimana aku bisa mengucapkannya, jika aku tidak mengingatnya contohkan dulu! Baru akan kukatakan nanti." Bella mendengus kesal mendengar ucapan Brian yang tanpa ekspresi menatapnya.

"Tapi matamu berkata lain sayang!" Mendengar ucapan kecil yang terlontar dari mulut Bella, Brian tertawa.

"Tapi mata gunanya melihat, berkata atau berucap itu tugas bibir bukan?"

"Kau yang mengatakannya. Kenapa kau malah tertawa dan membully-ku?"

"Ahh, biar kukatakan sesuatu"

"Apa itu?"

"Jika kau bisa menjawabnya aku akan memberimu hadiah."

"Benarkah? Baiklah apa itu?"

"Apa tugas bibir selain untuk berbicara?"

Bella sedikit berfikir sejenak, sedangkan Brian tersenyum sambil memperhatikannya.

"Bagaimana kau menyerah?"

Bella mendongak menatap mata Brian dan menggeleng kecil. Itu membuat Brian tersenyum licik.

"Kemarilah! "

Bella pun mendekat ke arah Brian, beberapa detik kemudian kecupan lembut, Brian berikan tepat di pipi Bella. Senyum terlukis di wajah Brian, ketika melihat wajah Bella yang bersemu merah.

"Itu gunanya!"

Bella membulatkan matanya. Tangannya mulai lincah mencubit kecil, kekasihnya yang sudah berani mencari kesempatan dibalik kesempitan. Tak lama, seorang waiter datang membawa makanan makanan yang telah dipesan oleh Brian. Makanan pun disajikan. Bella dan Brian pun menikmatinya.

_____0_____

1
Andriani
baca dulu
Andriani
hadir kk
ʝσуα♉
apa bryan punya dendam kesumat atau aga kurang anu sehingga menganggap di dunia hanya ilusi
ʝσуα♉
bryan manusia apa jelmaan ya🤔
🗿
knp jdi dikurang sih si bryan? emm penasaran gwe jadinya,

wiihh ngomong² nm nya sama gwe thor hahahaa...

kaget gwe pas pertama bca..
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦💜⃞⃟𝓛 ѕнαѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
bersyukur edie dan Brian membawa mereka semua ke jalan yg benar yaa..tak lagi berada di dunia hitam
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦💜⃞⃟𝓛 ѕнαѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
bellaaa apakah kau tidak mengenali yg menjemput itu Brian 😔
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦💜⃞⃟𝓛 ѕнαѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
dan suprise akan segera menunggumu di sana bella..kejutaaaaaannnn
Deniayu ajah⚞⚟🧕🤑💦
kok perasaan ku gak enak sama pelayan yg ngasih minuman itu jangan jangan ramuan peluruh kandungan dari Nami, selamat ya Bella dan Brian pasti kamu senang Stevan dpt ponakan
Deniayu ajah⚞⚟🧕🤑💦
Nami bener bener sangat licik,Stevan kamu harus extra hari hati menyelidiki reiner
Deniayu ajah⚞⚟🧕🤑💦
Stevan Janagn mudah goyah ma rayuan Nami,Janagn buat kakakmu kecewa
Doͥctͣoͫr•ន𝑎𝗻𝐝ī🦅
Bau² nya bakal berjodoh ni Brian dan Bella 🚴🏻‍♂️🚴🏻‍♂️
@Ani Nur Meilan
Brian tenyata masih hidup namun Bella tidak mengetahui nya...
@Ani Nur Meilan
Bagaimana nasib Brian loloskah dari hukuman itu🤔🤔🤔
Doͥctͣoͫr•ន𝑎𝗻𝐝ī🦅
Si tajam dan si teduh, cie uda saling melengkapi ni🤭
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ 𓆈
ya itu benar, dan setiap pertemuan pasti ada perpisahan
Doͥctͣoͫr•ន𝑎𝗻𝐝ī🦅
Sudah jelas itu pasti target keturunan nya si Bella, haduh ini parah ini, sgala jenis buntut dan ekor mw di habiskan pdahal gk punya salah kejam sekali si tua bangka itu 🙄🗿
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ 𓆈
dunia ini panggung sandiwara kata nike
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ 𓆈
hadehh sekuat kuatnya wanita pasti pingsan juga,, krn mereka hanya berusaha untuk tetap kuat, namun mereka tidak tau, wanita diciptakan dengan kelembutan 🤣
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ 𓆈
sayang banget berlian cuma buat diduduki🚶‍♂️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!