NovelToon NovelToon
Cinta Dalam Taubat

Cinta Dalam Taubat

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:4.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Syifa Sifana

Sedang REVISI

Info novel 👉🏻 ig @syifa_sifana

Dendam sang anak yang membuatnya terjerumus pergaulan bebas.

Hidayah datang membuatnya kembali dan bertaubat kepada Allah.

Dalam Taubatnya ia menemukan Cinta yang sekian lama hatinya tertutup karena masa lalu nya yang suram.

Balasan Allah kepada hamba-Nya yang bertaubat.

Kisah Cinta yang Romantis dan perjalan Cinta yang Menguras Air Mata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syifa Sifana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EP : 16 MALAM PERTAMA

"Assalamualaikum, Dek" ucap Rama menghampiri Mira yang sedang duduk di tepi ranjang.

"Wa'alaikum salam, Mas," jawab Mira melirik sekilas, kemudian menekukkan wajahnya.

"Bolehkah Mas membatalkan wudhumu?" Rama duduk di sampingnya.

Mira mengangguk pelan.

Mengangkat dagunya, lalu mengecup keningnya.

"Dek, bolehkah Mas meminta hak Mas malam ini?" menatap penuh harap.

"Aku halal untuk Mas, sentuh Mira sesuka hati, Mas," tutur Mira penuh kelembutan.

Rama tersenyum, tangannya mematikan lampu. Rama mulai menjelajahi, meneguk manisnya cinta dengan penuh suka rela.

Malam yang indah berlalu begitu cepat.

*****

Suasana shalat subuh di mushalla tidak seperti biasanya, karena kedua pasangan melaksanakan shalat di kamar.

Makan pagi pun tidak terlihat kedua pasang tersebut.

"Ma, Sepi banget sih, pada ke mana orang-orang di rumah ini?" tanya Maira melihat kursi kosong di meja makan.

"Biasalah pengantin baru," ucap Sara tersenyum.

"Pagi Ma, Pa, Maira," sapa Salman menatap mereka silih berganti.

"Nah, nongol ni," sahut Maira dengan cepat.

"Asyi mana Salman?" Salman bingung melihat Salman hanya sendiri.

"Ada di kamar." Menyendok nasi.

"Kenapa nggak ikut makan sama kita?"

"Lagi hmm—" Salman mengedip mata kirinya sebagai isyarat.

"Oh, baiklah." Sara mengerti mengangguk sambil tersenyum.

Salman buru-buru menuangkan lauk ke dalam piring, berpamitan pada Sara, lalu beranjak pergi.

"Bi, tolong antarkan makan ini juga untuk pengantin baru kita," pinta Sara pada Bibi Asih.

...****************...

Salman membuka pintu, lalu masuk dengan nampan di tangannya. Ia berjalan mendekati Asyi yang sedang terbaring dan meletakkan nampan di atas nakas.

"Sayang, bangun! Mas udah siapin sarapan pagi untuk kita," Salman mengusap kepalanya.

Membuka matanya tersenyum saat melihat wajah tampan suaminya. Ia segera bangun dan duduk berhadapan dengannya.

"Kenapa repot-repot begini, Mas?" tanya Asyi melihat sarapan pagi untuknya.

"Nggak repot kok. Kamu harus banyak istirahat."

"Aku nggak sakit kok, Mas."

"Pokoknya Sayang jangan banyak gerak! Hari ini Mas libur kantor sampai besok. Kamu istirahat aja ya! Kalau butuh apa-apa bilang sama Mas." Salman terlihat posesif.

"Mas, aku istri Mas. Kenapa Mas yang melayaniku?"

"Sayang sakit seperti ini karena ulah Mas loh! Jadi Sayang harus ikutin semua yang Mas bilang ya!" Membelai dengan lembut.

Asyi mengangguk kepala sembari berdiri.

"Eh, mau ke mana?" Salman menarik tangannya.

"Mau ke kamar mandi." Asyi menunjuk jari telunjuknya ke arah kamar mandi.

Salman langsung menggendong Asyi ke kamar mandi.

"Mas!" Asyi membelalak.

"Jangan bergerak! Mas gendong Sayang ke mana pun Sayang mau."

Asyi tersenyum lalu mengalungkan kedua tangannya dan mencium pipi Salman sambil berbisik, "Aku beruntung memiliki suami seperti Mas."

Salman menatap istrinya penuh cinta dan ia berikan kecupan di kening istrinya.

"Sayang mau mandi?" Menganggukan kepalanya.

"Kita mandi bareng ya?"

Wajah Asyi memerah. Kemudian mereka mandi bersama.

Setelah mandi, Salman menggendong istrinya kembali ke tempat tidur dan memilihkan baju untuknya.

Asyi memakai baju yang dipilihkan suaminya dan sarapan pagi bersama suaminya.

Salman menyuapi istrinya dengan penuh cinta begitu juga Asyi menyuapi suaminya dengan romantis.

"Mas, ini susu untuk siapa?" tanya Asyi melihat segelas susu putih.

"Untuk kamu dong, Sayang." Salman tersenyum gemas dan mencubit hidung Asyi.

"Kok untuk aki sih? Kan Mas tau aku tuh nggak suka minum susu putih," keluhnya.

"Sayang minum ya, sedikit aja!" pinta Salman mengambil susu dan menyugukan untuk Asyi.

"Mas!" Asyi merengek menggeleng kepala.

"Sedikit aja ya! Susu ini bagus untuk kandungan, Sayang." Menatap penuh harap. Asyi mengangguk terpaksa.

"Iya deh, tapi dikit aja." Salman tersenyum melihat istrinya patuh meskipun cara minum susu agak terlihat aneh, dia minum susu dengan mengulur lidahnya untuk mencicipi sedikit, lalu menutup hidup baru meneguknya.

"Gimana enak kan?"

"Uwek ... Ihh, nggak enak banget." Asyi sambil menjulur lidahnya keluar membuat Salman terkekeh.

"Kok Mas ketawa? Senang ya lihat aku menderita?" Asyi langsung menuduh dengan lirikan tajam.

Salman menggeleng kepala. "Kamu sangat imut, Sayang." Mencubit hidungnya sekilas, lalu berpindah mencuri ciuman pada bibir yang dibuat manyun karena kesal.

Asyi mendorong bidang datar suaminya. "Mencuri kesempatan dalam kesempitan," cibirnya.

"Mencuri apa lagi? Semuanya udah Mas miliki, udah Mas jelajahi, apa lagi?" balas Salman tersenyum kemenangan.

"Dasar genit!" Memutar bola mata tersipu malu.

"Sama istri sendiri, HALAL." Salman terkekeh membelai rambut lebat yang tergerai hingga sepinggang.

...****************...

Di lain kamar, tepatnya kamar pengantin, Bibi Asih menautkan gepalan tangan di daun pintu, lalu mengetuknya perlahan.

"Non, Bibi bawakan sarapan!"

Masih tertidur dengan berpelukan, suara ketukan pintu sukses membuat mereka mengerjap. Mengucek mata, lalu Mira hendak bangun dengan segera dicegah oleh tangan besar yang memegang lengan putih yang lebih kecil darinya itu.

"Tidur aja lagi! Biar Mas yang bukakan pintu," ucapnya serak, meraih baju yang terlipat di atas nakas, lalu memakainya. Kaki polosnya berjalan menuju ke arah pintu, lalu membukanya sedikit.

"Ada apa, Bi?" tanya Rama menatap Bi Asih.

"Den, ini," menunjukkan nampan di tangannya. "Ibu suruh antar sarapan untuk kalian."

"Terima kasih, Bi. Maaf sudah merepotkan." Rama mengambil nampan berisi dua piring sandwitch dan dua gelas susu.

"Sama-sama, Den. Bibi turun dulu ya." Mengangguk kepala. Bibi pun beranjak pergi.

Rama menutup pintu dan kembali mendekati Mira dengan membawa nampan.

"Apa itu Mas?" tanya Mira sambil duduk.

"Bibi bawain sarapan untuk kita, mama yang suruh katanya," jawab Rama meletakkan nampan di atas nakas.

"Mama suruh bibi pasti karena kita nggak turun ni," duganya tersenyum kecil.

"Mau makan apa mandi dulu?" tatap Rama.

"Mandi dulu, lagian badan aku rasanya lengket," ujar Mira menatap tubuhnya dari balik selimut yang masih ditutup hingga dada.

Rama berdiri, membungkuk, lalu menggendong Mira. "Mas, lepasin!" Mira ketakutan dan memukul dada Rama.

"Kamu nggak akan bisa jalan setelah malam panjang yang sudah kita lewati bersama," ujar Rama menyeringai. Membuat Mira merona dan mengalungkan tangan di lehernya. Urat malunya seakan dikoyak oleh Rama hingga bersama dengannya ia hanya bisa pasrah.

Setiap detik terasa bahagia menjalani hidup tanpa ingin pisah satu sama lain.

Cinta tidak butuh waktu untuk menantinya. Cinta hanya butuh kepastian dan kemantapan hati.

1
rey_ya
ya Allah aku terharu
Yoel's Yuliana
bagus
Muhamad Taufikurrohman
alur ceritanya keren thor, saling menjaga perasaan mamanya dan istri tanpa harus menyakiti.
Selmawati Selma
h
Nonong Erawati
dpat diambil contoh setelah baca novel ini untuk kehidupan kita dlm berrumah tangga mksih untukpenulid👍
Erna Yunita
Bismillahirrahmanirrahim
Noviyanti Hendrata
l"l""""l"lll"l"
Novi Insani
lirikan menodai mata 🙈🙊
~¥^D^~
bagus bisa lanjut nih
Salma Alfian Otolomo
uuupp
Syamsurya
ceritax bagus thor,aku suka semngat dan sehat selalu
Siti Nurhana51a
intan kerjasama sama dr mantan nya arsy
Ilham Risa: Hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "bangkitnya pria terhina" makasih kak🙏
total 1 replies
Siti Nurhana51a
kasian arsy....terlalu.sabaaar
Siti Nurhana51a
Kasian.arsy
Siti Nurhana51a
nyesek baca nya
Nazhila Baidha Rahma
assalamualaikum mampir
deewaaaaa
kak kenapa gak lanjutin cinta dalam taubat?ngegantung banget
Syifa Sifana: di kbm kk
total 1 replies
Sukmawati Wong
Gemes
Sukmawati Wong
Semangat yah
Yuli S
jadi ikutan tersayat" nangis mewek ....di kirain kenapa ma suami ....karna ikutañ haru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!