Ulang tahun pernikahan nya yang ke empat, menjadi awal kisah rumah tangga Elvira. Elvira yang berniat memberi kejutan untuk sang suami, makan malam romantis di sebuah hotel berbintang dengan lilin aromaterapi yang memabukkan. Siapa sangka justru dia yang mendapatkan kejutan dari suaminya.
Elvira yang merasa di bohongi suaminya, nekat membayar pria untuk membalaskan sakit hatinya.
Ausky Luis pria yang di bayar Elvira. Mereka berdua menghabiskan malam panas di ranjang hotel yang Elvira hias sedemikian rupa untuk kejutan pada suaminya.
Bagaimana kisah Elvira selanjutnya...
Yuk kepoin..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mom Eca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.16 # Menyembunyikan noda
"Hantu bisa berbicara,"
Elvira masih mengira jika pria di belakang nya adalah hantu. Tapi tak lama kemudian Elvira terlonjak kaget saat tangan besar melingkar di pinggang ramping nya.
Elvira mendongak dan menatap tajam pada kaca. Nafasnya memburu menahan emosi jika pria yang ia kira hantu itu ternyata bukanlah hantu.
"Lepaskan tanganmu, brengsek."
Cup....
Tubuh Elvira meremang mendapatkan sentuhan lembut bibir Sky pada pundak nya. Tak hanya itu, bibir Sky merayap di telinganya dan mengecup nya.
"Aku akan mendapatkan mu lagi nona,"
Elvira membuka matanya, ia berbalik dan tersenyum smirk melihat wajah tampan Sky.
"Sudah ku bilang jika kau akan tergila gila pada ku. Tapi sayang nya aku sudah mendapatkan mangsaku yang baru. Lagi pula aku tak pernah bercinta dengan pria yang sama lagi. Jadi menyingkir dariku,!"
Elvira menatap tajam Sky, ia hendak pergi tapi Sky mencekal tangan nya dan membungkam bibir Elvira. Terang saja Elvira berontak, memukul Sky, tapi Sky masih belum melepaskan bibir Elvira. Sky baru melepaskan bibirnya saat Elvira menggigit bibir nya.
"Kau brengsek, apa maumu huh, aku sudah membayar mu. Apa masih kurang, baiklah aku akan memberikan nya lagi, jadi jangan macam macam denganku lagi."
Elvira merogoh tas miliknya tapi Sky lebih dulu membuang tas Elvira.
"Hey, brengsek,"
Cup.....
Lagi lagi Sky membungkam bibir Elvira dengan bibir nya. Tangan besarnya mengelus punggung Elvira dan menurunkan tali gaun Elvira. Elvira sendiri tubuhnya semakin meremang. Entah kenapa Elvira tak bisa menolak pesona Sky padanya. Elvira tak sadar jika gaun milik nya sudah merosot ke pinggang nya dan itu ulah tangan Sky.
Elvira mendorong tubuh tinggi Sky, ia menatap tajam pada Sky. Bibirnya mengumpat tubuhnya, yang terlena dengan rayuan pria bayaran nya.
"Kau, sialan, brengsek beraninya."
Segala umpatan Elvira pada Sky saat melihat tubuh bagian atas sudah polos oleh Sky.
"Ya dan aku tak akan membiarkan kau pergi begitu saja nona."
Cup...
Elvira geram saat pria ini menciumnya lagi. Nafasnya memburu menahan emosi. Jangan sampai Mark mengetahui.
Sky menyudahi ciuman panas nya pada Elvira saat tak mendapatkan penolakan. Sky diam, ia masih menetralkan nafasnya memburu memburu, menahan gejolak gairah yang memuncak. Ia menatap mata cantik Elvira, bulu matanya yang hitam dan lentik benar benar sangat cantik.
Dert..Dert...
Elvira memejamkan matanya menikmati rasa yang entah itu apa. Tubuhnya merespon baik sentuhan pria di depannya ini. Hingga beberapa kali ponsel Elvira berdering, tapi Elvira masih membiarkan nya begitu saja. Elvira takut jika itu adalah Mark, suaminya.
"Siapa kau nona,?"
Elvira tersenyum miring mendengar pertanyaan dari Sky. Ia membenarkan pakaian milik nya yang kusut akibat ulah Sky.
"Kau tak akan melakukan ini padaku jika tau siapa aku. Sebaiknya kau menjauh dariku, aku sudah membayar mu, jadi jangan mencariku lagi, kau mengerti."
Elvira merampas ponsel miliknya di tangan Sky yang berdiri shock. Ya Sky baru saja melihat foto pernikahan Elvira dan Mark yang tersimpan pada kontak panggilan nya. Sky tak sadar jika saat ini Elvira meninggalkan nya di dalam kamar mandi.
Dari luar Elvira bernafas lega saat tak ada seorang pun yang memergokinya. Ia berjalan menjauh dari pria gila yang membuat nya emosi.
"Jika tau dia pria gila, mana mungkin aku mengajaknya bercinta. Pria sialan itu benar-benar mengganggu ku."
Sementara di dalam kamar mandi Sky merogoh ponsel milik nya dan menelpon Calvin. mAsih belum percaya dengan apa yang ia lihat dengan mata kepalanya sendiri.
"Siapa istri Mark Harrold, Calvin?"
Teriak Sky di dalam kamar mandi hingga suaranya menggema di seluruh kamar mandi. Emosi, tentu saja ia emosi melihat foto dalam ponsel Elvira.
"Elvira Jennifer, putri Damian Jack dan Raline Smith, tuan."
Jawab Calvin di sebrang telpon. Sedangkan Sky sendiri yang mendengar nya meremas ponsel miliknya dan membantingnya.
Prak...
"Brengsek.."
Sky mengusap wajah nya yang merah padam, ia baru tau jika wanita itu adalah istri Mark Harrold dan bukan wanita malam dan jalang. Dia putri Damian, yang artinya wanita adalah satu satunya pewaris kerajaan bisnis milik Damian.
Siapa yang tak tau siapa Damian Jack, pria tersohor di kota ini.
"Damn it.."
Brakk...
Sky mengamuk di dalam kamar mandi. Ia sungguh tak menyangka jika wanita itu adalah istri dari Mark. Tal lama kemudian Sky pergi dari dalam kamar mandi. Ia tak perduli dengan tatapan dua wanita yang baru saja masuk ke dalam.
*
"El, kau dari mana, Mark mencarimu."
Sonia meneliti tubuh sahabatnya ini, seperti ada yang berbeda dari Elvira. Tak lama kemudian mata Sonia melotot tak percaya.
"Dimana Mark,?"
Elvira menoleh ke kiri dan kanan nya, mencari keberadaan suaminya. Tapi Sonia menyeret tangan Elvira hingga Elvira kaget.
"Sonia, kau mau membawaku kemana.?"
Sonia melepaskan tangannya pada tango sahabat nya. Ia menatap tajam pada Elvira.
"Apa yang kau lakukan di kamar mandi, El.?"
Elvira melototkan matanya mendengar pertanyaan Sonia.
"Apa maksudmu,?" Kilah Elvira, melengoskan wajah nya tak berani menatap wajah Sonia.
"Kau jangan berbohong padaku El, apa ini, kau baru saja bercumbu di dalam kamar mandi. Oh ya ampun El, bagaimana jika Mark tau kelakuan mu, apa kau bodoh."
Elvira shock ia merogoh tasnya dan mengambil kaca. Tak lama kemudian matanya terbelalak melihat tanda merah di lehernya yang kontras dengan warna kulit nya.
"Shit sial.."
"El.." Seru Sonia.
"Diamlah aku akan menceritakan nya padamu nanti, tapi tidak sekarang Sonia."
Ucap Elvira sembari mengoleskan foundation pada leher merahnya.