Kisah seru sepasang sahabat dari Masa Sekolah, Kuliah, hingga bekerja saat ini, Tidak ada yang tau jodoh seseorang, hingga akhirnya mereka di satukan dalam ikatan perjodohan oleh kedua orang tuanya
Munculah kisah-kisah seru dan kocak di perjalanan hidup keduanya, setelah liku-liku percintaan yang kandas di tengah jalan, Teman dan sahabat yang saling mendukung dengan semua kehebohanya hingga akhirnya keduanya bersatu dalam sebuah ikatan
Percikan Asmara dan cinta akhirnya tumbuh diantara keduanya, namun mampukah mereka menghadapi badai ujian yang datang menghantam hubungan yang di jalaninya sampai ke pelaminan?
Yuk ikuti Cerita selanjutnya
Kisah ini merupakan lanjutan dari karya Author yang pertama yaitu "POWER OF WOMAN"
Salam dari Sinho
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 16 (Sikap Aneh)
Ira segera menormalkan kembali dirinya, sedangkan Ronald masih menatap Ira dan Satria bergantian
"Maaf, anda siapa ya?" Tanya Ronald
"Siapa saya, bisa anda dengar sendiri dari wanita di depan anda" jawab Satria
"Ehem, kenalkan ini Satria, teman dan sahabat saya pak Ronald"
"Sekaligus Tunangan Ira" ucap Satria menekankan
"Apa?!, Benarkah Ira?" Tanya Ronald terkejut
"Emh, sebenarnya ceritanya agak rumit pak, dan akhirnya kita bertunangan" jawab Ira gelagapan
Ira benar-benar merasa jengkel kali ini dengan sikap Satria, hingga menatapnya tajam
"Kenapa menatapku seperti itu?, Apa yang kamu lakukan disini Ir?" Tanya Satria
"Gak lihat aku sekarang lagi apa?" Tanya Ira
"Lalu kenapa kamu tidak membalas panggilanku?"
"Aku sibuk mengadakan rapat kerjasama dengan pak Ronald yang sekarang ada di depan mu"
Satria makin merasa emosi dan pergi meninggalkan Ira yang masih menikmati makanan nya dengan teman bisnis perusahaannya, sementara Satria sudah bergabung kembali dengan kedua sahabatnya di meja makan
"Ira sama siapa itu Sat?" Tanya Rio
"Kolega bisnis nya"
"Dan kamu salah paham habis melabrak nya?, Sungguh memalukan" sahut Andre
"Breng*sek, gimana aku gak emosi lihat calon bini di lap bibirnya sama laki-laki lain, mana di hubungi gak diangkat, pesan gak ada yang di balas"
"Sabar Bro, masih ada kita di samping loe" ucap Rio
"Eh anjir, mana bisa kalian menggantikan keberadaan Ira, Dasar!"
"Hahaha"
Kedua teman somplak Satria langsung tertawa
Sementara itu Ira masih melanjutkan makannya bersama Ronald, sesekali melihat ke arah Satria yang sedang makan dengan kedua temannya sambil berbincang dan tertawa, Ronald melihat apa yang tengah di lakukan Ira
"Kalau kamu tidak enak dengan calon suamimu, sebaiknya kamu menemani nya, aku sudah selesai makan dan akan pergi"
"Oh, gak apa-apa kok pak Ronald, saya juga akan kembali ke perusahaan"
"Jadi aku antar?"
"Sebaiknya saya pergi sendiri saja pak, bisa naik taksi online"
"Jangan, aku sudah berjanji akan mengantarmu kembali ke perusahaan, ayok kita pergi"
Ronald segera beranjak dan membayar semua makanan yang di pesannya tadi, setelah itu berjalan di samping Ira menuju ke mobilnya, sampai di dalam mobil semuanya terdiam, sungguh perjalanan yang menegangkan
"Maaf kalau aku membuat hubungan kalian tidak enak, aku tidak tau kalau kamu sudah bertunangan"
"Oh, gak apa-apa kok pak, lagian kita hanya makan siang saja, itu sudah biasa dilakukan antar kolega bisnis"
"Iya juga sih, tapi sekarang kamu lebih pendiam setelah bertemu dengan calon suamimu, apa kalian ada masalah?"
"Oh, tidak pak, kami baik-baik saja"
"Hem, sudah sampai"
"Oh iya, terimakasih sudah bersedia mengantar saya pak Ronald, makasih juga traktiran makan siangnya"
"Iya, hati-hatilah"
Sampai juga akhirnya Ira di perusahaannya, kini dirinya sudah duduk di meja kerjanya dan melanjutkan tugasnya yang tertunda
Sementara itu di dalam Resto terlihat Satria juga masih menikmati makan siangnya bersama dengan kedua temannya , walaupun di hatinya sebenarnya masih jengkel melihat Ira makan berdua dengan orang lain, saat ketiganya menikmati keamanan tiba-tiba datanglah seorang wanita dan menyapanya
"Hai Sat, kau ada di sini juga rupanya" suara perempuan yang tak lain adalah Imelda
"Hai Mel, iya, kamu juga ada disini?"
"Iya, aku juga sedang mencari makan siang, katanya disini lumayan enak masakannya, jadi aku coba mampir"
"Oh iya"
"Boleh aku bergabung?"
"Oh, tentu saja silahkan" ucap Rio
Satria menatap tajam ke arah Rio
"Hehehe, maaf, kasian kan kalau cewek duduk makan sendirian Sat, bener gak Ndre?" Ucap Rio
"Sudahlah, mari ikut bergabung disini" ucap Satria kemudian
"Jadi kami sudah kembali ke Jakarta?, Aku dengar terakhir kau meninggalkanku pergi ke luar negeri" tanya Satria
"Maaf Sat, waktu itu aku tidak ada waktu pamit denganmu, dan memutuskan hubungan sepihak"
"Tidak usah dibahas disini, percuma juga" ucap Satria
Sedangkan kedua temannya hanya saling pandang dan bertanya-tanya dipikiran mereka masing-masing
"Iya, aku sudah kembali ke Jakarta dan membantu di perusahaan kakakku yang kemaren sempat bertemu denganmu"
"Oh, jadi begitu"
"O, iya Sat, Jakarta sudah banyak perubahan ya, aku Sampek hampir gak mengenal jalannya, lain kali boleh aku minta tolong padamu untuk mengantarku berkeliling?"
"Emm, gampang, nanti aku pikirkan ,mungkin kalau pas gak sibuk, boleh"
"Makasih ya Sat, minta nomer handphone kamu ya Sat"
Akhirnya mereka berdua saling bertukar nomer handphone, setelah makan siang selesai semuanya segera pergi untuk melanjutkan pekerjaannya
Sampai sore hari, Ira segera bersiap untuk kembali pulang ke Apartemen, tubuhnya benar-benar capek dan ingin segera beristirahat, namun saat Ira akan merebahkan tubuhnya di kasur terdengar suara telpon yang ternyata dari Satria
"Kamu sekarang ada dimana?"
"Di kamar Sat, emang kenapa?"
"Dikamar mana maksud mu Ira!?"
"Dikamar Apartemen"
"Apartemen laki-laki itu maksudmu?"
"Ish, apaan sih, menjengkelkan banget kamu tu, aku tutup ni ya Telpon nya!"
"Eh jangan berani ya!"
"Aku mau istirahat badan aku capek semua, kamu itu mengganggu ku saja Satria"
"Aku ke apartemen kamu sekarang!"
"Eh, mau ngapain?!" Teriak Ira
TUT TUT TUT
Belum dijawab Handphone sudah dimatikan oleh Satria
Ira makin jengkel dan beranjak pergi ke sofa depan TV, direbahkan tubuhnya disana sambil menunggu kedatangan Satria, dia memainkan handphone dan berselancar ke dunia Maya, mata Ira membulat ketika tanpa sengaja melihat fcb Andre yang meng-upload sebuah foto dan di beri kata 'makan siang bertemu mantan', dilihatnya kembali foto itu oleh Ira dan tampak Satria sedang duduk bersebelahan dengan wanita yang sepertinya dia kenal
"Bukannya ini Imelda, ngapain ada di meja makan bareng mereka?" Ucap Ira lirih bicara sendiri
"Breng*sek si Satria, berlagak emosi lihat aku makan bareng sama laki-laki lain, ternyata dia sendiri makan bareng sama mantannya" batin Ira
Tak lama kemudian terdengar suara bel pintu apartemen, dengan malas Ira menuju ke pintu dan membukanya sedikit
"Ada apa kamu kesini?"
Ucap Ira dengan berdiri di pintu apartemennya
"Masuk dulu, ngapain ngomong di didepan pintu gini" ucap Satria
"Nggak bisa, aku sedang capek, pengen istirahat dan tidak mau diganggu, katakan ada apa kamu kesini, cepat!"
"Hah, kamu kesambet dari mana Ir?, Aneh sekali , minggir, aku mau masuk"
BRAK
Satria langsung menerobos masuk ke dalam Apartemen Ira
"Satria!, Dasar kamu itu, ini Apartemen ku, jangan seenaknya sendiri!"
"Kamu itu kenapa sih Ir, kelakuan makin aneh gini, kenapa pesan sama teleponku gak kamu angkat?"
"Kan sudah aku angkat telpon kamu waktu mau kesini, dah lupa?, Dasar pikun"
"Bukan yang itu, yang mulai pagi Sampek siang, lihat noh handphone kamu, berapa kali aku telpon ma Kirin pesan ke kamu"
"Sorry, sibuk seharian, kamu tau sendiri kerjaan ku kalau pas banyak banget gitu, gak sempat aku pegang handphone"
"Tapi pegang si Ronald itu sempet?"
"Ish, apaan sih kamu sat, mana ada pegang-pegangan, orang cuma makan siang doang"
"Makan siang pakek acara mesra gitu depan umum, gak malu dilihatin banyak orang?"
"Mesra apanya, gak sengaja akunya belepotan makan, dia cuma bantu membersihkan aja"
"Emang tangan kamu gak bisa membersihkan sendiri?"
"Apaan sih Sat, udah deh, jangan tanya yang aneh-aneh, aku cuma makan siang aja, gak ada yang lain, lagian dia juga adik bos ku"
"Tapi kamu juga harus hati-hati, kalau dibiarkan terus dia nyaman, bisa berubah jadi naf*su yang lain"
"Ngomong aja terus kritik aku, kamu sendiri bagaimana?"
"Maksudnya?"
"Pikir aja sendiri, aku mau ambil minum dulu, adu mulut sama kamu buat aku haus, kamu mau minum nggak?"
"Mau lah, haus juga aku"
Sesaat kemudian Ira sudah duduk kembali di sebelah Satria sambil membawa minuman dingin dan meminumnya di depan satria, dengan mata melebar satria menatap Ira sambil menelan ludah saja
"Ah, seger banget" ucap Ira
"Lah, minumanku mana, kan kamu tadi nanya udah aku jawab kalau aku haus juga, kok aku gak dibuatkan?"
"Eh, enak aja, aku cuma nanya doang, kalau haus ya buat sendiri sana!"
"Dasar kamu, calon istri gak ada akhlak!"
Satria langsung merebut minuman Ira yang tinggal separo dan meminumnya sampai kandas
"Satria!!"
Bersambung
Kisah ini kelanjutan dari Karya Author yang pertama "POWER OF WOMAN"
Masih bisa Up sekali sehari 1 Episode
Jangan lupa berikan dukungan Author
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
FAVORIT FAVORIT FAVORIT
HADIAH HADIAH HADIAH
Imanmu setipis kulit bawang di belah 1000 bang Sat.. 🤦🏻♀️🤦🏻♀️
Pantes mereka cocok karena karakternya sama!
Sama2 ngga bisa tegas ke perempuan!
Satria yang paling fatal!
Ntar klo sampe kehilangan perusahaan n Ira baru nyesel..
Makanya jadi laki2 kudu punya sikap!
Katanya pemilik perusahaan tapi ngga ada bijak2nya! 🤦🏻♀️
Menurutku Satria ini kurang tegas sebagai laki2 apalagi laki2 yg sudah punya istri
Tapi dari awal sebelum nikah pun Satria ini terlalu baik hingga lupaa batasan dg mantan
Bahkan setelah nikah pun masih ajaa ngga tegas.. seolah masih ngasu harapan dan mauu ajaa di bego2in sama Imelda
Harusnya sebagai laki2 yg sudah punya istri bisa ngasi batasan tegas sama Imelda 😤🤦🏻♀️