NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Duda

Terpaksa Menikahi Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:761k
Nilai: 4.9
Nama Author: Miss Merveille

Tak ada cinta yang tersisa di dalam hati seorang Digo Uparengga. Semenjak pengkhianatan yang dilakukan oleh sang istri dengan adik kandungnya sendiri bukan hanya meninggalkan luka yang menganga di dalam hati Digo, tetapi kelainan impoten yang membuat dirinya di cap sebagai lelaki anomali.

Berbagai cara telah dia lakukan untuk menyembuhkan kelainannya. Namun, tak ada satupun yang berhasil. Hingga, ia bertemu dengan seorang gadis mabuk yang membuatnya Turn on untuk sekian lama. Tanpa pikir panjang, untuk meyakini dirinya telah sembuh dia pun meminta permintaan gila kepada gadis itu, yaitu menikah dengannya.

Apakah gadis itu bersedia menikah dengan Digo?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Merveille, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kamu mau mahar apa?

Sebelum baca jangan lupa vote dan beri hadiah

***

Setelah selesai membacakan surat pranikah, pengacara pribadi Digo mengepak semua berkas-berkas yang berada di atas meja. Memasukkannya ke dalam tas jinjing hitam, dan mengeluarkan secarik kertas lagi dari dalam sana.

"Pernikahan kalian bukanlah pernikahan seperti bisnis." Ucapnya tiba-tiba dengan suara tegas. "Meski aku tau apa alasan kalian memutuskan untuk menikah seperti ini, tapi surat ini sudah menegaskan dengan jelas kalian tidak bisa mempermainkan pernikahan kalian semena-mena. Kalian harus terikat pernikahan seumur hidup, dan saling mencintai hingga maut memisahkan. Jika salah satu dari kalian melanggar dengan mengkhianati pernikahan kalian, sudah tertulis dengan jelas di surat pranikah ini kalian harus berpisah dan semua harta juga keturunan akan di ambil alih semua pada pihak korban."

Napas Arumi tertahan. Hilang sudah semua keinginan terbesarnya menikah dengan lelaki yang di cintai. Kini, dirinya harus berusaha belajar menerima dan mencintai Digo. Karena tak ada lagi jalan untuknya lari dari pernikahan ini.

"Apa ada yang di tanyakan nona Arumi?"

Arumi yang menundukkan kepala sedaritadi refleks menengadah menatap pengacara pribadi Digo.

"Boleh saya bertanya?" Takut, Arumi membuang pandangan secara bergantian kepada Digo dan pengacaranya.

"Course. Apapun." Jawab pengacara Digo.

"Jika seandainya selama pernikahan Digo tidak sembuh juga dari kelainan impotennya apa dengan aku memilih bercerai melanggar surat pranikah tersebut?"

Digo tertegun dengan ucapan Arumi. Hatinya terusik. Mendengar ucapan Arumi, seketika Digo merasa takut jika kelainan impotennya tidak akan sembuh meskipun menikahi gadis yang untuk pertama kali membuatnya turn on.

Kenapa dia sepesimis ini? Tidak! Kau tidak boleh ikutan pesimis Digo. Sudah hampir 15 tempat pengobatan yang kau jalanin tapi tak ada satu pun yang mampu mengobati mu, kecuali melihat tubuh gadis ini. Kau harus yakin jika Arumi dapat menyembuhkan mu.

"Itu adalah tugas mu, nona."

Mata Arumi mendelik. "Hah? Maksudmu?"

"Kau sudah menyetujui pernikahan ini, itu berarti tugas dan tanggungjawab mu untuk menyembuhkan tuan Digo."

"What?"

Digo bener-bener nyebelin ih... Gue mana paham soal begituan. Jangankan buat itunya tegang, lah ngeliat itu cowok aja gue belum pernah.

Kalau bukan demi nyawa sang ayah yang di ujung tanduk di rumah sakit, Arumi mungkin sudah mundur sedaritadi dan lebih memilih memikirkan cara lain untuk membalaskan dendamnya kepada Leon.

"Baiklah. Pertemuan kali ini saya tutup. Kalian hanya perlu menandatangani surat pranikah ini. Kita akan bertemu kembali di Indonesia setelah surat pranikah telah saya salin seluruhnya."

Pengacara Digo menyodorkan kertas yang sedaritadi ia genggam. Meletakkan tepat di depan kedua orang yang sebentar lagi akan berstatus menjadi suami istri. Tidak lupa, lelaki paruh baya itu memberikan pulpen pada keduanya dan menunjuk di mana saja mereka harus tanda tangan. Setelah selesai, mereka pun berlanjut dengan makan malam bersama.

Setelah makan malam selesai, Digo mengantarkan pulang Arumi. Sebelum pergi, dia berpesan kepada Arumi untuk bersiap kembali pulang ke Indonesia satu minggu lagi. Sebenarnya, Digo ingin kembali ke Indonesia besok. Namun, mengingat Arumi yang baru tiba di Belanda dua hari lalu rasanya tak enak. Digo membiarkan Arumi menghabiskan sisa waktunya untuk bersama teman lamanya Tessa, sebelum mereka benar-benar pergi meninggalkan Belanda dan entah kembali kapan.

Sesampainya di plat apartemen, Arumi sudah di tunggu Tessa dengan berbagai macam pertanyaan. Perlahan dengan sabar sambil membersihkan diri, Arumi bercerita awal mula bertemu Digo, hingga tawaran gila Digo ingin menikahinya juga kecelakaan ayahnya yang membuat Arumi mau tak mau menerima pernikahan tersebut karena seluruh perusahaan di ambil alih Leon.

Tessa yang mendengar cerita Arumi merasa campur aduk. Marah kepada Leon lelaki tidak tau diri yang mengambil perusahaan arumi, sedih karena ayah Arumi yang masuk rumah sakit, dan terheran-heran dengan penawaran Digo.

"Jadi kalian habis membuat surat pranikah?" Tessa berdiri di ambang pintu kamar mandi. Berkacak pinggang sambil menempelkan telinganya di daun pintu tak sabar mendengar jawaban Arumi.

"Kalau menurut aku itu bukan hanya sekedar surat pranikah si."

"Terus?"

"Surat perjanjian aneh bin konyol."

Tessa cekikikan mendengar ucapan Arumi yang sedikit berteriak karena suaranya terbenam oleh deru air shower.

"Tapi Digo itu cowok cuek dan dingin loh di kantor aku. Bahkan karyawan yang mengenal Digo gak ada yang berani bicara sama dia kaya kamu. Makanya setiap dia nganterin kamu, aku gak berani keluar."

Pintu terbuka, Arumi keluar hanya menggunakan handuk dengan rambut yang basah.

"Cuek dan dingin? Masa?" Matanya mengeling. Tak percaya jika Digo memiliki sifat seperti itu.

"Serius, aku gak bohong."

Bibir Arumi tersungging ke atas. Masa tak percaya dengan ucapan yang dikatakan oleh Tessa. Meskipun banyak yang mengatakan jika Digo lelaki dingin cuek dan anomali, tapi Arumi tidak menemukan sifatnya itu ketika bersama Digo.

Apa lelaki itu memiliki kepribadian ganda?

"Tapi bersama ku dia bersikap layaknya lelaki normal. Mengobrol bersama dan tidak menunjukkan kalau dia dingin cuek dan anomali."

"Itu karena kau mampu menaklukkan hatinya." Menjawil hidung Arumi kemudian beranjak menuju ke dapur.

Di kamar sambil memakai baju tidurnya Arumi menatap tubuhnya di pantulan cermin. Dengan seksama, dia memperhatikan lekuk tubuhnya dari atas hingga bawah sambil bergumam.

Apa yang menarik dengan tubuh ku? Apa tubuh ini benar-benar bisa membuat Digo sembuh? Jika di pikir-pikir tubuhku tidak se sexy mantan istrinya. Bahkan perutku saja berlemak karena sering makan junk food dan soda.

Lamunan Arumi buyar tentang bentuk tubuhnya ketika ponselnya berdering. Ia segera memakai baju tidurnya dan mengangkat telpon yang ternyata dari Digo.

"Halo calon istri?"

Ponsel di jauhkan dari telinga Arumi. Apaan si nih cowok?

"Heh, lo gak denger ya?"

Kembali, Arumi menempelkan kembali ponselnya di telinga. "Kenapa?" jawabnya cetus.

"Yaelah biasa aja dong. Gak usah galak-galak gitu."

"Lo itu ganggu gue mau tidur, Digo."

"Masa?"

"Bodo."

Di seberang Digo cekikikan. Arumi tak habis pikir bagaimana lelaki menyebalkan yang jelas-jelas selengean kaya gini bisa di bilang dingin, cuek, dan tak tersentuh.

"Gue mau tanya sama lo boleh?"

Arumi sudah berada di ranjang. Duduk dengan memeluk bantal. "Apa?"

"Lo mau mahar apa dari gue?"

Mata Arumi mengerjap cepat. "Mahar?" tanyanya malah seperti orang bingung.

"Ya. Lo mau mahar apa dari gue, Arumi Maharani?"

Terdiam, Arumi berpikir keras. "Gue gak tau, Digo?" jawabnya ragu.

"Lah, lo gimana. Lo mau apa? Rumah? Tanah? Emas?"

"Kalau pulau ada?" Sambil menahan tawa Arumi bertanya.

"Ada." Jawabnya tiba-tiba serius.

"Hah, serius?" Mata Arumi berbinar cerah. "Pulau apa? Yaudah mahar gue itu aja gak usah mahal-mahal."

Tiba-tiba tertawa. Arumi pun ikut tertawa dan membayangkan jika dia benaran di berikan mahar sebuah pulau pribadi.

"Pulau Kapuk."

"DIGO!"

***

1
Kaizar Kaizar
sudah pindah lapak kah??
Cahaya Lisbet
bingung.baca apa ko ga nyambung..
Greenindya
diulang nih jadi pusing 😵
Greenindya
judul bab Arumi Maharani tapi isinya Naysila
bingung euy
Eni Nuraini
happy anniversary rumi dan digo...
Eni Nuraini
pemeran diego di ranjang tuan lumpuh juga ini kan???
pokok e tampan bgt,hot duda wkwk
Eni Nuraini
gak donk...
sebenarnya kamu baik kok,iya kan?
Eni Nuraini
mau dicoba
nikah dikit ya?
Tuti
ayo kak lanjut...
Yurniati
lanjut thorr
Sahiroh
lanjut
Nunung Ningrum
lanjut😘😘😘
dimas wahyu
akhirnya muncul lagi setelah sekian purnama
v3r4
lanjut thor👍🏻
Bambang Setyo
Akhirnya lanjut.. Kirain gak bakalan dilanjut nih cerita..
MommyNu
Masih setia menanti kelanjutannya 💪
hasimnely
lanjutdonk thor......😘😘
Tuti
lanjut...jangan digantungkan critanya
Indah Rudi
lama gak up kak😑😑
Yoca Messakh
mana lanjutannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!