NovelToon NovelToon
Mendadak Menjadi Mama Muda

Mendadak Menjadi Mama Muda

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:4.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Van Theglang Town

Sebuah kecelakaan besar membuat hidup Ajeng berubah total. Karena sebuah balas budi dan intrik dari keluarga Demian dan Mahesa dia harus menikah dengan Raka, laki-laki yang diselamatkannya dengan seorang anak kecil.

Ajeng harus terjebak dalam konflik keluarga kaya. Kehadiran Ajeng membuatnya harus menjadi seorang mama untuk anak kecil yang dia selamatkan.

Apakah Ajeng bisa menemukan kebahagiaan dengan menjadi Mama anak itu. Atau dia justru terperangkap masalah dan konflik keluarga kaya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Van Theglang Town, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mendadak Hati Cenat Cenut

Kedatangan Raka ke rumah membuat Ajeng merasa tersanjung. Karena demi menjemput Ajeng Raka bersusah payah dengan kondisinya seperti itu. Raka pun langsung berbasa basi dengan keluarga Ajeng.

"Bagaimana kaki loe, udah ada kemajuan belum?" tanya Arya. Ya meskipun Arya sedikit kasar dan terkesan jutek dengannya namun sebagai tuan rumah dan juga calon kakak ipar Arya kudu menampilkan sisi ramahnya pada Raka.

"Sudah agak lumayan kok Bang, Ajeng suka bantuin terapi jalan." Jawaban Raka membuat Arya semakin tinggi rasa protektif nya pada Ajeng.

"Nak Raka sudah makan belum, Bunda lagi masak Ayam semur kesukaan Ajeng?" tanya Bunda.

"Sudah kok Bun, Raka mau langsung jemput Ajeng saja pulang, soalnya nanti malam mau ada pertemuan keluarga," jawab Raka menolak dengan sopan.

"Oh gitu, apa pertemuan keluarga itu untuk membahas rencana pernikahan kalian?" tanya Bunda ingin tahu. Karena memang sampai saat ini mereka belum mendaptkan tanggal yang pasti meskipun bulan pelaksanaannya bulan depan.

"Mungkin sekalian itu juga, tapi kurang lebihnya pertemuan keluarga ini sekalian mengenalkan Ajeng juga pada keluarga besar Papah Raka Bun," Raka sedikit menundukkan kepalanya saat dia menyebutkan nama keluarga papahnya. Ajeng pun sadar kalau Raka mungkin teringat akan mendiang papahnya yang meninggal.

"Ya udah Bun, Bang Gor, Mbak Mer Ajeng pamit pulang dulu ya!" Ajeng pun berpamitan dengan mencium tangan mereka. Lalu disusul oleh Raka.

"Bang Gor, kalau sempat dan ada waktu aku pengen ngobrol santai bareng abang?" ucap Raka ikutan memanggil Bang Gor sambil melihat Bang Arya yang sedang melipat kedua tanganya di depan dada.

"Maaf kok aku nggak rela ya dipanggil Bang Gor sama kamu," seru Arya dengan muka masam.

Ajeng pun menyubit pinggang Raka dan berbisik.

"Bang Gor hanya panggilan khusus dari aku, orang lain tidak boleh, karena sudah beda lagi artinya," bisik Ajeng ke telinga Raka. Raka mengernyitkan dahinya pertanda dia tidak paham maksud perkataan Ajeng.

"Memangnya ada apa dengan panggilan itu, nama Abang Goroku bukan?" tanya Raka asal mencoba humor namun malah garing.

"Nama gue ingat ya, Arya Caesar, bukan Gor. nyet kasih tahu dia!" pinta Arya dengan muka yang masih kesal.

"Nah kenapa kamu di panggil Nyet Jeng, masa cantik dipanggil nyet sih?" protes Raka sewot pada Arya.

"Sudahlah kamu nggak tahu kalo itu cara kita manggil yang unik," jawab Ajeng mencoba menengahi kedua makhluk yang sudah nampak saling sign war.

Arya kemudian menghampiri Raka kemudian membisikkan sesuatu ke telinga Raka. "Awas jangan macam-macam sama adik gua, kalo nggak gue bisa masukin ke penjara, kalo loe mau bebas milikin dia, tunggu kalian sah dulu menjadi suami istri!" bisik Arya dengan penuh ancaman. Wajar saja sebagai seorang kakak pengganti ayah, Arya merasa cemas dengan Ajeng,

Raka kemudian mesam mesem mengangguk. Dan mengacungkan jempolnya ke dapan Arya. Ajeng yang tidak paham apa yang mereka bicarakan hanya mampu memandang keduanya bergantian dan mendelikkan matanya.

 

Raka pun segera menarik tangan Ajeng kemudian mengajaknya segera pergi. Karena mereka harus segera sampai di rumah. Ajeng pun menuntun Gea dan mengikuti langkah Raka di belakangnya.

Ajeng tidak tahu kalau malam ini akan ada pertemuan dengan keluarga papah Raka. Setahu dia, itu berarti dia akan bertemu dengan keluarga dari mendiang Bapak Restu Mahesa. Dan Ajeng mulai merasa khawatir dengan pertemuan itu. Dia merasa kalau dia akan menjadi orang yang akan menghadapi tukang jagal. Apalah dia hanya seorang perempuan yang masih menjadi seorang mahasiswa dan juga hanya seorang anak dari tukang jahit biasa. Ajeng mulai merasakan tegang.

Di mobil Raka mulai membuka pembicaraaan.

"Kamu ke rumah Bunda mau ngapain?" tanya Raka penasaran.

"Bang Arya nyuruh aku pulang lagi ke rumah, katanya dia akan tinggal di rumah dinasnya sama Mbak Merry," jawab Ajeng apa adanya.

"Apaaa, kamu mau pulang ke rumahmu lagi, nggak boleh. AKu nggak izinin!" kata Raka terlihat sangat marah. Kemudian disusul dengan memasang wajah manyun yang tentu saja membuat Ajeng menjadi gemas karena itu terlihat sangat imut. Dia tersenyum melihat wajah Raka yang ngambeknya seperti itu.

Ajeng pun melihat sikap Raka seperti itu sebagai bukti kalau Raka mungkin benar saja menyukainya. Ajeng pun ingat perkataan Raka waktu itu. Kalau dia berani bertaruh kalau Ajeng akan menyukainya dalam waktu seminggu.

Astaganaga. Ini baru mau lima hari dan Ajeng sudah mulai merasakan getaran aneh itu. Apakah mungkin dia mulai merasakan jatuh cinta. Kenapa dia menjadi mendadak hatinya menjadi cenat cenut seperti ini.

 

Bersambung

 

TInggalkan dukungan dan cinta kalian pada Van dengan menekan tombol Jempol sempatkan Komen di bawah ini untuk sekedar krisar ataupun boleh spoiler. Vote sebanyak-banyaknya agar Van tambah semangat untuk update cerita setiap hari.

Terimakasih Reader Setiaku,

1
janah bibah
Kecewa
DianaCintaTiara
💯👍🏻
Sandrina
👍
Ruth Khoiriyah
muter2 kemana lagi ceritanya bokin sebel thor hidupmu begitu ya thor
Ruth Khoiriyah
seorang ibuk yg g jelas
Ruth Khoiriyah
kos mestiiii ada peganggu sih thor selalu selalu bikin jengkel aja
Mayang
kyknya ank kk raka deh???
Lj19
jangan mau jeng
Lj19
lebih baik raka jujur di awal, dari pada dengar dari orng lain jdi ajeng tidak tambah kecewa
mungkin dengan raka jujur di awal ajeng akan mengerti tidak salah paham begini
Lj19
moga saja pas ajeng pinsang, bayu gak manfaatin siatuasi, yang membuat konflik tmbah panas 😇
Margaretha Sukmawati
ajeng lo gampang di hasut.seharusnya lo sama raka saling terbuka dan saling menguatkan dlm rumah tangga. lo ajeng nek liat lo. gampang di hasut bayu
mudahlia
hahahah
Muniroh Mumun
nyesek jd Ajeng n Raka ....korban keegoisan klrg besar Raka, kasihan Ajeng tak ngerti apa" jg bukan gila harta .....tp kena imbasnya
Muniroh Mumun
khaaann ...jd Ajeng yg terkesan selingkuuuuh .....g rela aku ......😭😭😭😭😭
Muniroh Mumun
kasihan Ajeng thoor .....kebaikan hatinya ketulusannya di putar balik seperti ini ......sial kali nasibnya Ajeng .....semua org menilai dg harta
Ismu Srifah
ojok d tinggal ajeng ka
Ismu Srifah
suit banget raka lopeyu
Ismu Srifah
jahat juga bayu ternyala lbh licik, berarti rendy juga sama kayak bayu licik terhadap raka
Ismu Srifah
nenek yg gak tau kebahagiaan cucunya itu hanya ajeng seorang
Ismu Srifah
thor bawangnya terlalu banyak yaa..... sampek dada sesak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!