Prinsipku menikah sekali seumur hidup, siapapun jodohku akan aku terima baik dan buruknya ~ Nayla
Nayla wanita cantik polos, baik hati dan dermawan wanita khas Indonesia berkulit kuning langsat berhijab dijodohkan dengan anak rekan bisnis ayahnya.
Saat hari H pernikahan sang calon mempelai pria pergi meninggalkan pernikahannya.
Ia tak menyangka harus menikah dengan suami pengganti rekan bisnis ayahnya yang sudah dianggap om olehnya.
Karena ayah Nayla tidak mau menanggung malu. Akhirnya menerima penawaran sang rekan kerja untuk menjadi suami pengganti untuk Nayla yang sudah dianggapnya seperti anak yaitu Orion.
Orion adalah CEO perusahaan IT & Teknologi yang tampan, sukses dan bersih dari pemberitaan miring karna terkenal rajin beribadah. Ia telah mencintai Nayla sejak lama. Ia tak menyianyiakan kesempatan menjadi suami pengganti.
Tapi kenyataan pahit lain untuk Nayla ternyata Orion sang suami pengganti belum bercerai secara hukum. Walaupun pernikahan Nayla syah secara hukum dan agama Nayla tetaplah istri kedua.
Akankah Nayla bertahan atau melepaskan Orion yang sengaja mengikat Nayla dengan janin di rahimnya?
Cerita diawal biasa saja semakin naik ke episode 25 kamu akan semakin penasaran jadi baca hingga tuntas dijamin suka cerita miss 🤭
Ini novel pertama saya, jika ada kesamaan karakter, tempat atau cerita itu ketidak sengajaan. Karna ini murni dari pemikiran saya 🤭😅
Jangan lupa like, vote dan komen
#istrikedua #CEOjatuhcinta #CEOtampan #perjodohan #perjodohanpaksa #CEOsombong #kekasihhalal
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss nayla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15. Private Dinner in My Roof Top
"Beneran yaa ini ga aneh-aneh lagi. Serius mas jangan bercanda mulu , iih." Tanya Nayla dengan mata yg ditutup penutup mata oleh Orion. Jam menunjukkan 19.30, sudah memasuki waktu makan malam.
"Serius sayang, pegang tangan mas ya." Orion mengajak Nayla ke Rooftop rumah mereka. Orion menuntun Nayla keluar dari mini bioskop menuju rooftop.
"Mas udah sampe? Buka, ya." Karna mereka tak lagi melangkah, Nayla pikir sudah sampai.
"Iya udah sayang, buka penutup matanya."
Dengan terkesima Nayla melihat pemandangan yang ada di depannya. Dua buah kursi dengan lilin, dan sekelilingnya lilin-lilin kecil menyala ditambah bunga yang dikelilingi lilin berbentuk love.
"Ya Allah mas, kapan mas nyiapin ini semua?"
"Rahasia, dek. Kamu suka?"
"Suka banget, makasih banyak ya mas." Nayla memeluk Orion yang terharu dengan kejutan Orion.
"Benarkan mas bilang kalo kejutan yang ini bikin kamu seneng?" Orion melepas pelukkan Nayla, memegang kedua bahunya dan menatapnya dengan penuh cinta
"Iya mas, Nay seneng banget. Romantis banget sih mas. Sekali lagi makasih ya." Nayla memeluk Orion kembali. Dan Orion mencium puncak kepala Nayla dan mengelus surai hitam legamnya. Malam itu Nayla menggunakan mini dress putih bermotif dibagian pinggangnya dengan rambut hitam panjang terurai.
"Mas juga seneng, jika bisa membuat kamu bahagia, dek. Mas janji akan selalu membuat kamu bahagia." Ujar Orion penuh kesehngguhan dengan mengeratkan pelukkannya.
"Mas kalau mau janji harus pake insya allah dong, kita kan ga akan tau mungkin ada hal yang menghalangi kita untuk menjalankan janji, atau tak ada yang tau umur kita." Ujar Nayla panjang lebar
"Nah kan mas makin cinta nih sama kamu dek, selalu mengingatkan mas. Insya allah mas akan selalu membahagiakan kamu dan keluarga besar kita kelak, aamiin.." Harap Orion dengan senyuman merekah
Malam itu makan malam indah pertama untuk Nayla dan Orion. Dan untuk pertama kalinya Nayla mau diajak berdansa. Walaupun Nayla besar dalam keluarga berada, sering mengikuti ayah ibunya ke acara-acara pesta besar, tapi ia tak pernah mau berdansa.
"Mas, Nay boleh tanya ga?" Nayla bertanya kepada Orion dengan posisi mereka sedang berdansa, kepala Nayla bersandar di dada bidang Orion
"Boleh sayang, selama mas mampu menjawab."
"Kenapa mas bercerai dengan tante Hanum?"
Deg,
Pertanyaan yang paling Orion hindari, karna perceraian secara hukum dengan Hanum belum terjadi.
"Adek percaya mas kan?" Orion melepaskan pelukakan dan menuntun Nayla duduk di kursinya
Diam sejenak tak ada jawaban
"Dek, percayakan? Orion memastikkan kembali dengan menatap mata sipit Nayla
"Iya, Nay percaya." Jawab Nayla dengan ragu, sebenarnya pertanyaan yang Nayla ajukan saat ini untuk meyakinkan keraguan dalam hatinya. Agar ia bisa memberikan hati seutuhnya kepada Orion.
"Mas rasa pernikahan kami sudah tidak sehat. Dia yang tak mau mengandung karna tak mau tubuhnya rusak, ia lebih memilih karirnya, mengabaikan Arga dan kami bertemu hanya saat pagi sarapan dan malam, itupun sering kali pulang larut. Mas membutuhkan istri yang bisa menyambut mas saat pulang, melayani mas, menghormati mas sebagai kepala keluarga dan menjadi ibu untuk anak-anak mas."
"Apa mas mencintainya??" Tanya Nayla dengan ragu.
"Mas sudah pernah bilang, sayang. Mas menikahinya karna sebuah tanggung jawab. Sudah ya jangan tanyakan hal ini lagi. Kita nikmati moment kita. Jangan pikirkan orang lain apalagi masa lalu."
Masih banyak pertanyaan yang mengganggu pikiran Nayla. Tapi dengan mendengar respon terakhir Orion saja, membuat Nayla urung memborbardir Orion dengan berbagai pertanyaan. Ia sadar mengorek masa lalu hanya akan membuat ia terluka dan memicu pertengkaran.
"Maaf mas, Nay ga maksud merusak moment kita." Jawab Nay dengan nada kecewa
"Kamu ga perlu meminta maaf, sayang. Mas ngerti kamu mau tau mas lebih banyak. Tapi perlu kamu tau dek, masa lalu mas sudah tak penting. Yang terpenting saat ini kamu masa depan mas dan malaikat kecil yang mas harap akan hadir di tengah-tengah kita, aamiin. Ujar Orion menatap mata Nayla dengan kedua tangan mengenggam tangan Nayla di atas meja.
"Mas ingin segera punya anak dari Nay??"
"Iya sayang, mas sudah lama menginginkan kehadiran seorang anak lagi selain Arga, apalagi itu dari rahim kamu dek." Jawab Orion dengan sorot mata penuh harapan. "Di mana Hanum? Aargh ke mana dia? jika perceraian ini masih tak Hanum tanda tangani, dan memerlukan proses yang lama. Mas tak akan membiarkanmu pergi di sisi mas, mas akan mengikatmu dengan kehadiran janin di rahimmu,dek. Karna mas tau kamu selalu mementingkan kebahagian orang lain tak akan pernah menyakiti siapapun, apalagi memisahkan anak dari ayahnya. Maafkan mas yang tak ingin kehilanganmu. Batin Orion
"Memang mas mau punya berapa anak?" Tanya Nayla yang melihat Orion melamun. Orion tersadar dari lamunannya.
"Memang kamu siap memberikan mas anak berapa saja?" Tanya Orion dengan nada jahilnya menaik turunkan alisnya kanannya
"Hahaha...mas pikir aku apa? Pencetak adonan? Mas enak, ade lemes kali aah"
"Hahahaha." Orion terbahak dengan ucapan Nayla yang nyeleneh. "Mas maunya segimana Allah kasih saja, sayang. Banyak anak insya allah banyak rezeki, biar rumah kita rame. Mas ga mau kamu pake pil kontrasepsi, ya?"
"Emmm, mas yakin???"
"Seratus persen mas yakin sayang, apalagi anak mas lahir dari rahim kamu." Ujar Orion dengan kesungguhan
"Yaampun mas kesannya punya istri berapa bilang anak mas dari rahim kamu,hahaha." Ceplos Nayla dengan polos
Deg,
Orion merasa tertohok kedua kalinya. Setelah pertanyaan alasan bercerai dan saat ini secara tak langsung Nayla mencurigai perkataannya. Orion hanya tersenyum kaku.
Merekapun menikmati makan malam romantis, berdansa dan menikmati pemandangan kota Bandung yang indah dari Rooftop. Lokasi rumah Nayla dan Orion yang di atas kota Bandung bisa melihat jelas pemandangan di seluruh kota Bandung.
Udah mulai menduga-duga belum??? Orion udah mulai pinter ngeboong nih nyembunyiin statusnya. Kenapa si Tante Hanum belum mau tanda tangan surat cerainya ya??? Si tante ada di mana sih sebenarnya?
Penisirin gaaaa????
Like, tinggalin komen dah VOTE atuuh biar miss up cepet niiih 🤭
Btw miss info lagi yaa miss pemula nih di sini ini novel pertama miss, jadi mohon maklum yaaa kalo alurnya kurang berkenan di hati atau terlalu gimana gitu.
Miss nulis ngalir gitu aja deh sesuai yang ada di pala miss nih, namanya juga halu bin khayalan 🤭
Dinikmati dan diambil yang baiknya yaa riders Ketcuuup basah dari miss nih 😘😘
Tong hilap, jangan lupa VOTE, LIKE dan komen yaaa miiss pantengin nih ✌🏼😂