HIATUS
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susanti 31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyelamatku
Kantor Firma Hukum
Anin duduk di meja kerjanya sembari memandangi kelender kecil yang berada di samping laptopnya. "Sudah lewat satu minggu, tetapi kenapa aku belum datang bulan? biasanya datang tepat waktu" batin Anin,
Anin merasa mual dan perutnya terasa melilit membuatnya berlari kecil menuju kamar mandi. Ia muntah muntah didalam toilet.
Tari yang baru saja masuk ke kamar mandi mengerutkan keningnya saat mendengar suara tidak asing muntah-muntah di dalam toilet. Ia mendekati pintu dan menguping.
Setelah merasa baikan Anin keluar dari toliet dan kaget saat melihat tari. Ia melewati tari dan menuju wastafel untuk membersihkan tangan dan mulutnya.
Tari yang melihat temannya lemas dan sedikit pucat jadi khawatir dengan kesehatan Anin. "Anin kamu tidak apa-apa? kenapa kamu muntah-muntah?" tanya Tari dengan ekspresi khawatir.
"Mungkin aku salah makan tadi" ucap Anin sembari mengerinkan tangannya dengan tisu toilet.
"Bagaimana mungkin, kamu sudah muntah-muntah dari tadi pagi saat di rumah. Jangan-jangan kamu....." Tari diam sejenak, membuat Anin sedikit takut jika Tari akan mengatakan bahwa dia hamil. "Mengidap penyakit maag." ucap Tari membuat Anin bernafas lega.
***
Setelah kevin mengadakan rapat di Firma Hukum yang di pimpin Charles. Ia berniat menemui Charles di ruangannya, saat akan berjalan keruangan Charles Kevin di suguhkan pemandangan tidak menyenagkan.
Kevin berhenti dan memgamati perdebatan atau lebih tepatnya penindasan di ruangan administrasi.
"Jam makan siang sudah lewat, tapi kenapa kau belum menyelesaikannya? berkas itu sangat penting." bentak Tino kepala devisi administrasi.
"Tadi saya ada urusan, saya akan menyelesaikannya segera." ucap Anin sembari membereskan berkas-berkas di meja kerjanya.
"Cepat!" bentak Tino,
"Iya" ucap Anin,
Kevin menatap tajam kearah mereka "Bukankah saya sudah memberi tahunya untuk lebih tegar dan percaya diri." batin Kevin.
"Anin" panggil dewi "Bukankah sudah saya katakan di kantor banyak pekerjaan kenapa kau malah mengambil cuti minggu lalu." bentak Dewi sembari melempar berkas kehadapan Anin.
Anin hanya menundukkan kepalanya menerima perlakuan orang-orang di sekitarnya. Begitulah keseharian Anin selalu di tindas dan tidak pernah di hargai.
"Anin" panggil seorang pria yang berjalan menghampirinya dan langsung mencengram pergelangan tangannya dengan kasar, membuat Anin meringis kesakitan.
"Lepaskan saya!" perintah Anin,
Kevin yang melihat Anin meringis kesakitan, menghampirinya dan langsung mencengkram pergelangan tangan Vito, dan memilinnya kebelakang dengan satu tangannya membuat Vito berjongkok di depan Anin.
"Siapa?" teriak vito kesakitan,
Semua karyawan yang tadinya sibuk dengan pekerjaan masing-masing menghentikan pekerjaannya dan memperhatikan keributan itu. Apalagi pak Kevin CEO Adhitama Grub yang super duper tampan dan keren tapi terlihat dingin dan arogan itu turun tangan.
"Bukankah saya sudah pernah bilang padamu, jangan pernah muncul dihadapan saya lagi. kenapa kamu malah datang kesini dan muncul dihadapanku?" ucap Kevin dingin.
"Lepaskan" perintah Vito.
Kevin semakin mencekram tangan vito "Minta maaf pada Anin!" perintah Kevin.
"Lepaskan!" ucap Vito meronta-ronta ingin dilepaskan.
Kevin semakin menarik dan melipat tangan Vito "Minta maaf." perintah Kevin lagi.
"Maaf" ucap Vito,
"Saya peringatkan padamu, jika kau datang menganggu Anin lagi, aku tidak akan melepaskanmu." ancam Kevin sembari melepaskan tangan Vito.
"Saya salah maaf." ucap Vito sembari bangkit dan berlari keluar dari ruangan itu dengan memegang tangannya yang kesakitan.
Setelah kepergian Vito, Kevin menatap Anin dan menaikkan alisnya sekilas, membuat Anin kembali menundukkan kepalanya.
"Anin ini semua gara-gara kamu, kau membuat kekacauan seperti ini, dasar." bentak Dewi.
Setelah memarahi Anin, Dewi menghampiri Kevin "Pak Kevin kamu tidak apa-apa?" tanya Dewi lembut, itulah kebiasaan Dewi. Ia selalu memanfaat kan kesempatan yang ada untuk menjilat pria berjabatan tinggi.
"Apa menurutmu saya akan baik-baik saja? jelas-jelas orang yang mebuat onar adalah pria itu, tapi kamu malah menyalahkan korban. Jelas-jelas karyawan meminta cuti dengan alasan yang jelas, tapi kau malah sengaja mempersulitnya." ucap Kevin dingin di sertai tatapan tajamnya, membuat Dewi diam membisu.
"Apa semua karyawan di kantor ini sama sepertimu? atau memang kebiasaan karyawan kantor ini menindas karyawan yang polos dan lemah?" tanya Kevin membuat semua karyawan menundukkan kepalanya.
"sepertinya saya akan mendiskusikan masalah ini dengan pengacara Charles" ancam Kevin.
"Anin, ikut saya!" perintah Kevin dan berjalan keluar dari ruangan administrasi.
Anin mengikutinya dibelakang dengan menundukkan kepalanya. Bagaiman tidak, semua karyawan yang ada di ruangan itu menatapnya dengan tatapan penasaran.
Tak terkecuali pengacara tari sahabat Anin yang baru saja masuk kedalam ruangan itu Setelah mendengar keributan.
TBC
Jangan lupa meninggalkan jejak !!!