NovelToon NovelToon
Apoteker Matre Dan Dewa Perang Papan Tripleks

Apoteker Matre Dan Dewa Perang Papan Tripleks

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Romansa Fantasi / Fantasi
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: heldahell

Shen Ruozi, mahasiswi kedokteran modern yang super judes dan matre, terlempar ke zaman kuno dan terpaksa tinggal di gua. Ogah hidup miskin, ia berniat menjadi juragan obat kaya raya memanfaatkan ilmu medis abad ke-21 miliknya.

Takdirnya berubah kocak saat ia menyelamatkan Long Tianxu, Jenderal Besar berwajah kaku seperti papan tripleks yang sekarat karena racun kronis. Bukannya tunduk pada wibawa sang Dewa Perang, Ruozi malah menjadikannya asisten magang tanpa gaji, buruh numbuk jamu, hingga investor paksaan untuk mendanai apotek barunya di ibu kota!

Menghadapi musuh politik kekaisaran dengan modal lencana emas Jenderal, tabib matre yang tidak pernah mau rugi ini siap mengguncang dunia medis kuno!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heldahell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 15: Hari pertama dan pasien darurat

Matahari baru saja naik beberapa jengkal di langit ibu kota, menandai hari pertama Shen Ruozi resmi menetap di Paviliun Bambu Hitam. Setelah semalaman tidur nyenyak di atas kasur bulu angsa, energi mantan mahasiswi kedokteran modern ini sudah terisi penuh. Alih-alih berdiam diri seperti gadis pingitan, Ruozi langsung menyulap meja kayu cendana di paviliunnya menjadi laboratorium darurat.

Sejak subuh, aroma menyengat dari rebusan akar-akaran dan kepulan asap tipis terus keluar dari jendela kamarnya. Ruozi sibuk memilah isi kantong herbal yang sempat ia bawa dari hutan terlarang. "Untung kemarin pas di hutan aku sempat menyabut Akar Angelica sama Daun Dewa yang subur-subur. Di zaman purba begini, ini modal berharga yang gak bisa dibeli pakai recehan," gumam Ruozi sambil menumbuk dedaunan hijau dengan penuh semangat.

"Nah, ini dia! Ramuan antiseptik dan pereda nyeri instan versi herbal alami!" seru Ruozi puas sambil menatap cairan hijau bening di dalam mangkuk keramiknya.

Baru saja ia hendak mengelap keringat di dahinya, sifat kepo Ruozi kumat saat mendengar suara langkah kaki yang terseret-seret di luar paviliun, diikuti suara rintihan tertahan.

Penasaran, Ruozi membawa mangkuk obatnya dan melangkah keluar ke halaman dalam. Alih-alih Jenderal Long, yang datang ternyata adalah Wakil Jenderal Lei Jin, tangan kanan kepercayaan Long Tianxu yang bertubuh kekar seperti petarung bebas.

Namun, pagi ini langkah kaki pria perkasa itu tampak pincang, wajahnya pucat pasi, dan tangan kirinya terus memegangi perut bagian kanan bawah dengan erat.

"Eh, Mas Wakil Jenderal! Kenapa tuh mukanya ditekuk kayak dompet tanggal tua?" sapa Ruozi santai, memecah ketegangan di halaman yang biasanya kaku itu.

Wakil Jenderal Lei Jin yang biasanya tegas dan disegani para prajurit hanya bisa meringis. Ia membungkuk sedikit, mencoba menahan rasa sakit demi menghormati Ruozi yang berstatus tamu agung Jenderal Besar. "M-Maaf jika hamba mengganggu kenyamanan Anda, Nona Shen. Hamba sedang terkena kutukan angin perut sejak subuh tadi. Rasanya seperti ditusuk-tusuk belati panas di bagian bawah perut. Tabib militer sudah memberi obat penenang, tapi sakitnya malah semakin menggila," rintih Lei Jin dengan keringat sebesar biji jagung menetes di dahinya.

Insting mahasiswi kedokteran modern Ruozi seketika meronta-rott-a melihat gejala tersebut. Tanpa memedulikan batasan antara laki-laki dan perempuan di zaman kuno, Ruozi dengan berani menarik tangan kekar Lei Jin dan menyuruhnya bersandar di tiang koridor. Jari-jari lentik Ruozi bergerak lincah, menekan titik spesifik di perut kanan bawah Lei Jin. Begitu jari Ruozi ditekan kuat lalu dilepas mendadak, Lei Jin langsung memekik kesakitan sampai hampir melompat dari tempatnya.

"Kutukan angin perut ndas mu! Ini namanya Apendisitis akut alias radang usus buntu, Mas!" semprot Ruozi ketus, membuat Lei Jin melongo kebingungan mendengar istilah medis modern yang terdengar seperti mantra asing. "Kalau dibiarin sampai pecah di dalam perut, kamu bisa lewat dalam waktu dua hari! Untung kamu pingsannya di dekat paviliun ku. Duduk di sini, jangan banyak tingkah!"

Tanpa menunggu persetujuan, Ruozi berlari kembali ke kamarnya dengan cepat. Di zaman kuno yang belum memiliki ruang operasi steril atau pisau bedah titanium, melakukan operasi usus buntu adalah tindakan ekstrem yang berisiko tinggi memicu infeksi massal.

Namun, otak genius Ruozi langsung memutar memori tentang jurnal medis yang pernah ia pelajari di universitas mengenai pemanfaatan antibiotik herbal dosis tinggi. Ia mengambil ekstrak Daun Dewa pembeku darah, dicampur dengan Akar Angelica pengencer darah, serta beberapa tanaman bius alami dari hutan terlarang yang sudah ia murnikan semalam.

Ruozi kembali ke halaman dengan membawa gelas bambu berisi cairan berwarna kuning pekat yang aromanya sangat tajam. "Nih, minum sampai habis! Ini formula antibiotik, antiseptik, plus pereda radang super kuat versi herbal alami racikan Shen Ruozi. Memang gak seinstan operasi bedah, tapi formula modern ku ini bakal menghancurkan infeksi usus buntumu dalam hitungan jam!" perintah Ruozi dengan nada otoriter seorang dokter spesialis.

Wakil Jenderal Lei Jin sempat ragu melihat warna obat yang aneh, namun rasa sakit yang luar biasa membuatnya nekat meneguk habis cairan pahit tersebut hingga tetes terakhir.

Hanya dalam waktu lima belas menit setelah obat itu masuk ke sistem pencernaannya, sebuah keajaiban terjadi. Rasa nyeri yang tadinya seperti membakar perut Lei Jin perlahan-lahan menyusut dan mendingin, digantikan oleh rasa hangat yang sangat menenangkan.

Napas Lei Jin yang tadinya memburu kini kembali teratur, dan wajah pucatnya mulai merona kemerahan kembali.

"L-Loh? Sakitnya... sakitnya benar-benar hilang, Nona?!" pekik Wakil Jenderal Lei Jin dengan mata membelalak tidak percaya sambil meraba-raba perut bagian kanannya.

Ia mencoba berdiri tegak dan melakukan lompatan kecil, dan luar biasanya, tidak ada lagi rasa menusuk yang menyiksa. "Demi Dewa Perang! Tabib militer istana saja billing penyakit ini tidak ada obatnya selain pasrah pada takdir! Nona Shen, Anda benar-benar tabib sakti mandraguna!"

Ruozi melipat dadanya sambil mendongak sombong, sangat menikmati kepuasan dari kesuksesan medis pertamanya di ibu kota ini. "Halah, baru segitu aja udah takjub! Makanya, jadi orang jangan mau dibegoin sama tabib kuno yang cuma tahu jampi-jampi. Ilmu medis ku ini melampaui zaman, Mas!" seru Ruozi bangga dengan gaya selengeannya yang khas.

Tanpa mereka sadari, dari balik koridor lantai dua bangunan utama yang berjarak beberapa meter dari sana, Long Tianxu berdiri tegak memperhatikan seluruh kejadian itu dengan sepasang mata elangnya yang tajam.

Sang jenderal besar menyaksikan sendiri bagaimana tangan kanan kepercayaannya yang tadi hampir sekarat, kini membungkuk penuh rasa syukur di depan Ruozi. Sebuah senyuman misterius yang sangat tipis terukir di wajah dingin sang pangeran kedua; gadis desa yang ia tampung ini ternyata benar-benar sebuah permata berharga yang siap meledakkan kegemparan di seluruh penjuru ibu kota pada hari-hari berikutnya.

Setelah Wakil Jenderal Lei Jin berpamitan dengan membungkuk hormat berkali-kali, Ruozi langsung meregangkan kedua tangannya ke atas. Senyuman puas menghiasi wajah cantiknya. "Hari pertama yang produktif! Satu jiwa tentara berhasil diselamatkan dari ancaman usus buntu tanpa perlu pakai pisau bedah kuno," gumam Ruozi riang sambil memunguti sisa potongan herbal di atas meja teras paviliunnya. Langkah awalnya di ibu kota terbukti berjalan sangat mulus berkat bantuan promosi gratis dari tangan kanan dewa perang tersebut.

Di sisi lain, Lei Jin yang berjalan kembali menuju barak militer utama masih dipenuhi oleh rasa takjub yang luar biasa. Sepanjang jalan, ia tidak bisa berhenti meraba perut bagian kanannya yang kini benar-benar terasa sangat sehat tanpa ada sisa rasa nyeri sedikit pun.

Jiwa militernya yang jujur dan blak-blakan langsung tidak tahan untuk tidak membagikan mukjizat medis ini kepada para prajurit lain yang sedang berkumpul di lapangan latihan, memicu gelombang bisik-bisik penasaran yang langsung menyebar cepat ke seluruh penjuru barak malam itu juga.

Sementara itu, Long Tianxu yang masih memperhatikan dari koridor lantai dua perlahan menarik kembali tatapannya begitu Ruozi melangkah masuk ke dalam paviliunnya.

Sang pangeran kedua membalikkan badannya dengan kibasan jubah hitamnya yang elegan, berjalan masuk ke dalam ruang kerjanya yang dipenuhi dokumen rahasia.

Keberadaan Ruozi ternyata bukan hanya sekadar hutang budi nyawa di hutan terlarang lagi, melainkan sebuah variabel baru yang sangat berharga yang bisa ia gunakan untuk mengguncang konspirasi politik saudaranya di ibu kota.

Malam pun tiba, menyelimuti Paviliun Bambu Hitam dengan ketenangan yang damai. Ruozi meringkuk nyaman di dalam selimut bulu angsanya sambil memeluk peti emasnya dengan senyum lebar, membayangkan rencana-rencana besar yang akan ia lakukan untuk membangun kerajaannya sendiri di dunia kuno ini.

Hari pertama telah berlalu dengan sukses besar, dan mantan mahasiswi kedokteran modern ini sudah siap untuk menyambut hari kedua dengan segala kejutan yang menantinya di esok pagi.

1
Fwyz
hu'um thor
Fwyz
rouzi merebus obat herbal di hutan belantara dan di kemiskinan itu pake apa ya, lagipula kok bisa nemu botol banyak, emang botolny dari kayu kah?
heldahell: bikin botol dari kayu kak,zaman dlu kan belum ada botol ya😁
total 1 replies
Fwyz
keren bangett ceritanya bisa nambah wawasan dan berasa baca komik🤭luf yuu batt😍😍👍👍
Fwyz: iya thor ma sama
total 2 replies
sibaweh abduh
bagus sekali
Maria Lina
tambah dikit aj up nya hadeh😭😭🤔
heldahell: lagi sibuk kak,jadi 2 bab aja up nya🥹,tungguin besok lagi yaa
total 1 replies
Maria Lina
kenapa 2 lgi thor biasa 5 bab 🤣🤣🤣
Aisyah Suyuti
good
Maria Lina
wkwk kasian bocor
Maria Lina
mkasih thor ud up bnyk😘😘🙏🙏
lin sya
lucu klo baca ceritanya komedinya dpt thor
The Dream26: hai kak, Novel 'RUMAH' telah hadir, cerita spektakuler dan seru dari Author The Dream26, mampir ya
total 1 replies
Maria Lina
wkwk dsr lo rouzi haha..makasih thor ud up nya😘😘😘🙏🙏🙏
Maria Lina
mantap raouzi wkwk
Maria Lina
maaksih bnyk thor ud up nya🙏🙏😘😘
Maria Lina
mkasih thor ud up bnyk🙏🙏😘😘
Maria Lina
lanjut lgi thor wkwk..sebagian cerita mu ud ku baca thor wkwk
heldahell: terimakasih kak,sudah setia baca karya²ku, terharu banget🥹🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!