Awal bulan mei, bulan yang penuh dengan keindahan yang pernah ku rasakan, karena bertemu dengan seseorang. Dia tinggi, hitam manis, orangnya cuek, dan bukan tipe banyak bicara. kami saling berkenalan, itu karena berada di tempat yang sama, tapi siapa sangka ternyata dia adalah kakak tingkat ku..
sosok yang ku cerita ialah Anton Mark, bukankah itu nama yang indah...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Runi Baene, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
4. pembahasan pertama
Rani telah sampai ke rumah, dan seperti biasa rani menyelesaikan perkerjaan rumah sebelum makan malam tiba.
perkerjaan Rani telah selesai. Rani langsung merebahkan tubuhnya di atas sofa yang terletak di ruang tamu mu.
"capek banget" gumam Rani
Tak lama kemudian, kedua orangtua Rani telah sampai di rumah dan melihat rumah telah bersih. Pandangan mama Sinta langsung tertuju pada Rani yang tertidur di sofa itu.
"nyenyak banget tidur nya"ucap mama Sinta dengan nada pelan
"pasti capek" sambung mama Sinta
"udah mam, jangan di ganggu biarin aja dia tidur" tegur suaminya karena melihat tingkat istrinya yah sedari tadi memegang kepala Rani
"mmm" gumam mama Sinta dan bangkit dari tempat nya.
Rani terbangun dari tidurnya, karena aroma masak dari dapur. Rani bangkit dan langsung menuju ke dapur untuk membantu mama Sinta memasak. Mama Sinta yang merasakan kehadiran anak perempuannya itu.
"udah bangun sayang?" tanya mam Sinta, walaupun
"udah mah" balas Rani yang telah berdiri di samping mamanya
"ada yang bisa Rani bantu?" tawar Rani
"nggak usah sayang, lebih baik kamu mandi" tolak mam Sinta dengan nada lembut.
"serius mama" Rani memastikan kepada mama nya
"ia sayang, mama bisa kok masak sendirian, lagian kamu udah selesai perkerjaan rumah. Sekarang kamu mandi" ucap mama sinta
"oke mama, Rani ke kamar dulu yah mau mandi" ucap Rani dengan terpaksa
" ia sayang" balas mama sinta dengan senyum manisnya.
mau tidak mau Rani harus nurut pada perintah mama, kalau nggak sudah dipastikan semua peralatan dapur akan melayang. jadi Rani mengambil langkah yang aman dan tentram.
Setalah Rani selesai mandi dan sudah menyelesaikan beberapa tugas. Rani turun dari kamarnya untuk makan malam, karena sedari tadi mama Sinta sudah memanggil.
seperti biasa, suasana makan malam terasa lebih segar dan penuh dengan tawa dan cerita tentang keseharian mereka. Setelah makan Rani kembali ke kamarnya.
Rani mengambil handphonenya yang sedari tadi bergetar, banyak notif yang masuk, di mulai dari grup kelompok, grup kelas dan grup mereka bertiga. Dari banyak pesan yang masuk Rani lebih tertarik membuka grup obrolan mereka bertiga, karena pembahasan yang tidak lain adalah tentang sosok laki-laki yang duduk semeja dengan kami.
isi pesannya
vio
ehhh, Abang yang baju hitam tadi, lumayan lah.
Lia
benar, tinggi lagi
Vio
betul banget, terus pas aku lihat dia, jadi ingat sama laki-laki yang pernah aku suka.
Lia
nggak usah di ingat, udah punya istri itu
Vio
boleh tidak usah menyadarkan saya tentang kebenaran ini @lia
Lia
nggak bisa @vio, kamu harus disadarkan secepat mungkin. Ini dari tadi @rina nggak muncul sih
Vio
nggak tau, mungkin sibuk kali
Tak lama setelah itu, Rani pun ikut nimbrung karena penasaran dengan apa yang mereka bahas.
^^^Rani^^^
^^^knp @lia^^^
Lia
akhirnya muncul juga
Vio
nah itu orang nya, baru di ceritain udah muncul aja dianya
^^^Rani^^^
^^^emang kalian bahas apa sih?^^^
Rani kepo dengan apa yang mereka bicarakan dalam grup
Lia
makanya lihat chat di atas @rani
^^^Rani^^^
^^^laki-laki yang mana?^^^
Vio
laki-laki yang duduk di samping kau itu
^^^Rani^^^
^^^suka gitu sama dia^^^
Rani pun paham, siapa laki-laki yang kedua temannya itu bahas.
^^^Rani^^^
^^^jadi karena itu, kau suka sama dia gitu!?...^^^
^^^Vio^^^
yah begitu lah kira-kira
^^^Rani^^^
^^^bukannya kau nggak suka cowok perokok?^^^
Vio
iya sih, tapikan aku bilangnya hanya suka lihat dia aja sih, walaupun ada sedikit perasaan.
Lia
nggak apa kok, kalau memang @vio suka sama tuh cowok.
^^^Rani^^^
^^^terserah kamu aja sih, lagian aku kan cuman nanya^^^
percakapan dalam grup terus berlanjut dan jam juga terus berputar. Rani yang sudah kelelahan membaca dan membalas pesan dari teman dekatnya itu, dan juga suda muak karena sedari tadi yang di bahas adalah laki-laki itu. Rani di buat pusing dan jengkel mereka membahas laki-laki yang tidak di kenal oleh Rani dan tidak tau siapa namanya, walaupun sudah duduk semeja tadi.
Rani menurut jam sudah menuju pukul 23.30 malam. Rani pun mengakhiri percakapan nya dengan kedua temannya itu. Walaupun sebenarnya dia udah bosen dengan cerita nya
Rani meletakkan handphone nya dan berjalan ketempat tidurnya. Sebelum tidur Rani terlebih dahulu berdoa.
Rani langsung tidur dan menutup kedua matanya, dia tidak peduli dengan notif yang terus masuk, yang Rani utamakan sekarang adalah tidur...