NovelToon NovelToon
Cinta Tak Selamanya Pahit, Marco!

Cinta Tak Selamanya Pahit, Marco!

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Itha Sulfiana

Marco Maverick membenci wanita cantik. Trauma masa lalu membuat CEO jenius yang hobi bertingkah kocak ini lebih memilih melajang, menyawer live TikTok, dan mengasuh anak sahabatnya. Bahkan saat menyelamatkan wanita mempesona di klub malam, Marco menolaknya mentah-mentah.
Penasaran dengan satu-satunya pria yang berani mencampakkannya, Isabel nekat menyusup ke hidup Marco. Putri konglomerat yang sedang buron itu menanggalkan kemewahannya dan menjelma menjadi 'Lia', sekretaris berpenampilan cupu dan kusam.
Ironisnya, Marco justru menolak pesona Isabel dalam wujud aslinya, dan perlahan jatuh hati pada kesederhanaan Lia. Namun, tak ada kebohongan yang abadi. Ketika topeng sang sekretaris terbongkar, luka lama Marco kembali menganga, menghancurkan semua rasa percaya yang baru tumbuh.
"Apakah seru mempermainkan hatiku, Lia?"
Saat bahaya masa lalu kembali mengincar nyawa Isabel, sanggupkah ia meyakinkan pria itu bahwa cinta tak selamanya pahit, Marco!?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Keesokan paginya, Magnolia melangkah keluar dari lift lantai eksekutif dengan tekad baru. Ia sudah bersiap untuk menjadi sekretaris paling teladan sedunia demi bersembunyi dari ibunya yang kejam.

Namun, baru saja ia menaruh tas ranselnya di atas meja, suara bentakan keras terdengar dari balik pintu ruang kerja CEO yang sedikit terbuka.

"Tidak bisa, Nyonya! Keputusanku sudah bulat! Aku bisa mati muda kalau terus mempekerjakannya!"

"Tuan Maverick, dia hanya butuh waktu untuk beradaptasi!" balas suara Nyonya Brenda tak kalah keras. "Anda tidak bisa memecat orang seenaknya hanya karena masalah kopi dan dasi!"

"Ini bukan cuma soal kopi! Ini soal keselamatanku! Gadis itu ceroboh!"

Lia menelan ludah. Jantungnya berdebar kencang. Ia mengintip dari celah pintu. Di dalam, Nyonya Brenda dan Marco saling berhadapan dengan ekspresi sama-sama keras kepala.

Tiba-tiba, mata tajam Marco menangkap sosok Lia yang sedang mengintip. Pria itu langsung menunjuk ke arah pintu.

"Hei! Kau yang di luar! Masuk ke sini sekarang!" panggil Marco dengan nada tinggi.

Lia mendorong pintu itu perlahan, melangkah masuk dengan kepala menunduk dalam-dalam.

"S-selamat pagi, Tuan Maverick... Nyonya Brenda..."

Marco berkacak pinggang, menatap Lia dengan sorot mata dingin tak terbantahkan. Tanpa basa-basi, pria itu langsung menjatuhkan vonisnya.

"Kau dipecat, Magnolia."

Napas Lia tercekat. Matanya membulat di balik kacamata tebalnya. Ia menoleh dengan panik ke arah Nyonya Brenda. "Nyonya... t-tolong saya, Nyonya. Saya berjanji tidak akan mengulangi kesalahan kemarin..."

Nyonya Brenda membuang napas berat. Raut wajah wanita sepuh itu tampak pasrah. Ia menggeleng pelan. "Maafkan saya, Magnolia. Saya sudah berusaha keras membujuknya sejak pagi tadi. Tapi semua keputusan mutlak ada di tangan Tuan Maverick. Saya tidak bisa menolongmu lagi."

Kepanikan benar-benar melanda Lia. Ancaman ayahnya semalam kembali berputar di kepalanya. Jika ia kehilangan pekerjaan ini, ia juga akan kehilangan perlindungannya.

Lia menjatuhkan lututnya ke lantai karpet, meremas ujung blazernya. Air matanya langsung mengalir deras. Kali ini, tangisannya bukan sepenuhnya akting. Ketakutannya pada sang ayah bercampur dengan rasa frustrasi.

"T-Tuan... hiks... tolong jangan pecat saya..." isak Lia merana, menatap Marco dengan memelas. "Saya akan belajar lebih keras... hiks... Saya tidak punya tempat tujuan lagi..."

Namun kali ini, Marco sama sekali tidak bergeming. Wajah konyol-nya lenyap, berganti dengan ketegasan absolut seorang pemimpin perusahaan raksasa.

"Air mata mu tidak mempan lagi hari ini, Magnolia," ucap Marco dingin, mengangkat sebelah tangannya menghentikan drama gadis itu. "Aku butuh sekretaris yang cekatan, cerdas, tanggap, dan tahu apa pun yang kubutuhkan sebelum aku memintanya! Bukan sekretaris ceroboh yang nyaris mencekikku dengan dasi! Wiliam Group bukan tempat penitipan anak!"

"T-tapi Tuan—"

"Aku akan mentransfer gaji sebesar satu bulan penuh ke rekeningmu hari ini juga," potong Marco final, memutar tubuhnya membelakangi Lia. "Dan karena aku yang memilih untuk mengakhiri kontrak kerjamu secara sepihak, HRD akan memberimu tambahan bonus kompensasi. Ambil uang itu, kemasi barang-barangmu, dan cari pekerjaan di tempat lain."

Lia masih terisak, namun Nyonya Brenda sudah memegang bahunya, menariknya berdiri dengan lembut namun tegas.

"Ayo, Magnolia. Jangan memperburuk keadaan," bisik Nyonya Brenda.

Dengan air mata berderai dan langkah gontai, Lia akhirnya ditarik keluar dari ruangan itu. Di mejanya, ia mengemasi barang-barangnya ke dalam kardus kecil. Nyonya Brenda hanya menatapnya dengan pandangan kasihan, namun tak bisa berbuat apa-apa.

Pukul sepuluh pagi, Lia resmi diusir dari gedung Wiliam Group.

Namun, menyerah tidak ada dalam kamus seorang Magnolia Isabella Ramsey.

Sore harinya, saat jam kerja berakhir, Marco berjalan menuju area parkir basement khusus VIP. Ia memutar kunci mobil Aston Martin miliknya. Baru saja ia hendak membuka pintu kemudi, sebuah bayangan melompat dari balik pilar beton.

"Tuan Maverick!"

"Astaga naga!" Marco melompat kaget hingga nyaris menabrak pintu mobilnya sendiri. Ia menatap gadis berkacamata tebal yang kini berdiri menghalanginya. "Sedang apa kau di sini, Lia?! Berhenti mengikutiku!"

"Tuan, saya mohon..." Lia menangkupkan kedua tangannya di depan dada. "Beri saya satu kesempatan lagi! Saya janji tidak akan ceroboh lagi!"

"Tidak! Menyingkir dari mobilku!" Marco mendorong tubuh Lia pelan dengan ujung jarinya, lalu masuk ke dalam mobil. Ia segera menutup pintu dan memacu kendaraannya keluar basement, meninggalkan Lia yang masih berdiri keras kepala di sana.

*****

Keesokan paginya.

Marco baru saja turun dari mobilnya di lobi utama perusahaan. Langkahnya yang gagah dan penuh wibawa tiba-tiba terhenti. Di samping pintu putar kaca, berdiri sosok gadis dengan blazer cokelat kedodoran dan kacamata tebal yang sangat familiar.

Lia membungkuk sembilan puluh derajat. "Selamat pagi, Tuan Maverick."

Marco memijat pangkal hidungnya. "Untuk apa kau masih ada di sini, Magnolia?"

"Untuk bekerja, Tuan," jawab Lia polos dan mantap. "Saya meminta satu kesempatan lagi."

"Kau sudah kupecat kemarin! Pulang sana!" omel Marco, berjalan masuk ke dalam gedung dan mengabaikannya.

Hari berganti.

Lia menepati janjinya. Ia menjadikan trotoar di depan lobi Wiliam Group sebagai pos jaganya. Setiap pagi saat Marco datang, gadis itu ada di sana, membungkuk sopan dan meminta pekerjaan. Setiap sore saat Marco pulang, gadis itu masih menunggunya di dekat gerbang parkir, memohon hal yang sama.

Satu hari. Tiga hari. Lima hari.

Hingga genap seminggu berlalu.

Jumat pagi itu, cuaca sedikit mendung. Marco turun dari mobilnya dengan kantung mata yang sedikit menebal. Ia kurang tidur karena harus mengurus berkas yang biasanya disortir oleh sekretarisnya. Nyonya Brenda menolak membantunya sebagai bentuk protes, membuat Marco kelimpungan.

Dan di sanalah gadis itu. Berdiri di tempat yang sama, dengan pakaian yang sama, terlihat sedikit lebih kusam namun dengan sorot mata yang tak pernah padam.

"Selamat pagi, Tuan Maverick," sapa Lia, suaranya sedikit parau karena kelelahan.

Langkah Marco terhenti. Pria itu menghela napas sangat panjang, memutar tubuhnya, dan berjalan menghampiri Lia. Berkacak pinggang, Marco menatap sekretaris anehnya itu dengan tatapan tak habis pikir.

"Tujuh hari, Magnolia," desah Marco, wajahnya terlihat luar biasa frustrasi. "Tujuh hari berturut-turut kau berdiri di sini seperti patung selamat datang! Kau ini niat melamar kerja atau mau menagih utang, hah?! Satpamku sampai takut mengusirmu karena kau menangis meraung-raung kalau diseret!"

Lia mendongak, menatap mata Marco lurus-lurus.

"Saya sangat butuh pekerjaan ini, Tuan," ucap Lia, kali ini tanpa isakan palsu. Nadanya terdengar sangat putus asa dan tulus. "Selama seminggu ini, saya belajar. Saya sudah bisa membuat kopi hitam dengan takaran gula yang pas tanpa MSG. Saya sudah berlatih mengikat dasi ratusan kali menggunakan boneka beruang di rumah. Saya hafal semua rute jadwal Tuan tanpa harus melihat buku agenda."

Lia menundukkan kepalanya dalam-dalam. "Saya benar-benar ingin memperbaiki segalanya. Tolong... tolong beri saya kesempatan sekali lagi, Tuan Maverick. Cukup satu kali."

Keheningan melanda lobi itu selama beberapa detik. Hanya terdengar suara angin yang bertiup pelan.

Marco menatap puncak kepala gadis di depannya. Di satu sisi, ia benci orang ceroboh. Tapi di sisi lain, persistensi dan kegigihan gadis ini sedikit... mengesankannya. Tidak ada karyawan yang pernah memohon sampai berminggu-minggu dengan wajah tebal seperti ini.

Ditambah lagi, Nyonya Brenda benar-benar mogok membantunya. Meja kerja Marco saat ini berantakan seperti kapal pecah.

Marco mengacak-acak rambutnya sendiri dengan kasar. Ia mengerang, menyerah pada kekeraskepalaan gadis cupu ini.

"Argh! Baiklah! Baiklah!" seru Marco frustrasi, menunjuk wajah Lia. "Satu kesempatan lagi! Hanya satu! Paham?!"

Lia mendongak cepat, matanya langsung berbinar cerah. "B-benarkah, Tuan?!"

"Masuk ke dalam dan rapikan mejaku sekarang juga!" omel Marco sambil berbalik berjalan masuk ke dalam lobi. "Tapi kuperingatkan kau, Ensiklopedia Basah! Kalau kali ini kau sampai memasukkan micin ke dalam tehku, kau benar-benar akan kulempar ke laut beserta boneka beruangmu itu!"

"Terima kasih, Tuan Maverick! Terima kasih!" seru Lia girang, segera berlari kecil mengekor di belakang bos besarnya, diam-diam tersenyum penuh kemenangan. Tamengku kembali!

1
Sastri Dalila
😅😅😅💪💪💪
Sastri Dalila
🤣🤭🤭
ryuka
aduhhhh marcooo.. semoga kamu cepet sembuh ya.. isabella baik kok walau licik gitu 🤭🤭🤭🤭🤭
ryuka
duuhh isabela.. kamu salah cara nya 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Nung_che
awas bell,, ada Noah yg tau identitas Magnolia mu 🤭
ryuka
ada saat nya nanti kamu membalas nya🤭🤭🤭🤭🤭 marco
ryuka
🤭🤭🤭🤭🤭🤭 sabar ya marco 🤣🤣🤣🤣🤣
ryuka
mantaab noahhh🤭🤭🤭🤭😍😍😍😍
Muft Smoker
sabar yx marcoo😹😹😹😹
Sastri Dalila
😅😅😅😅
Muft Smoker
aduuuh Lia ,, hati2 si iblis tamvan sangat mudah mengenali mu🤭🤭🤣🤣🤣
Sastri Dalila
🤣😅😅
ryuka
ciieeee marcooooo 😍😍😍😍😍🤣🤣🤣🤣🤣
Sastri Dalila
🤣🤣🤣
Muft Smoker
aaa tuan marcoo mulai nyaman niih ma sekertaris baruu ny🤭🤭🤭
ryuka
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 mau di colok liaaaa idung kamu 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Sastri Dalila
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Muft Smoker
mau di colok tu hidung mu Lia 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
ryuka
👍👍👍👍/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Sastri Dalila
🤣🤣🤣💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!