NovelToon NovelToon
Istri Bar-Bar Ustadz Hanan

Istri Bar-Bar Ustadz Hanan

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:48.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mommy_Ar

“Bagaimana hafalanmu?"
“Susah! Bisakah dikurangi hafalannya!”
“Pakaianmu boleh diskon. Tapi urusan agama, jangan sampai ikut didiskon.”
Kayla Aurora adalah gadis cantik dengan dunia yang bebas, akrab dengan mabuk, klub malam, dan balap liar.
Aturan bukan temannya, apalagi nasihat agama. Hingga sebuah keputusan memaksanya masuk ke pondok pesantren.
Tempat yang terasa seperti penjara,
penuh hafalan, disiplin, dan larangan yang membuatnya tersiksa.
Di sanalah Kayla bertemu Hanan, lelaki tenang dengan kesabaran yang tak mudah habis.
Alih-alih menghakimi, Hanan memilih membimbing. Bukan dengan paksaan, melainkan dengan pengertian dan doa.
Di antara pelajaran yang memberatkan dan hati yang perlahan dilunakkan,
benih cinta pun tumbuh… bersamaan dengan iman yang mulai menemukan jalannya.
Karena terkadang,
Allah mempertemukan dua insan bukan untuk menyamakan dunia, melainkan untuk saling mendekatkan kepada-Nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Percakapan mengenai rencana pernikahan masih terus berlanjut dengan suasana yang hangat. Senja mulai turun perlahan, membuat cahaya di ruang tamu semakin lembut.

Tirai tipis di dekat jendela bergerak perlahan tertiup angin sore, menambah ketenangan pada momen yang terasa begitu penting itu.

Kayla masih duduk di samping Eyang Narti. Meskipun suasana sudah tidak setegang sebelumnya, ia tetap merasa sedikit canggung karena semua perhatian masih tertuju padanya.

Tangannya masih berada di pangkuan, sesekali memainkan ujung gamis yang ia kenakan.

Di seberangnya, Umi Anisa memperhatikan Kayla dengan penuh kelembutan. Wajah wanita itu memancarkan kehangatan seorang ibu.

Beberapa saat kemudian, Umi Anisa tersenyum pelan lalu bertanya dengan suara lembut.

“Kayla, kamu ingin mahar apa?”

Pertanyaan itu membuat Kayla sedikit terkejut. Ia tidak menyangka pembicaraan akan langsung sampai ke bagian itu.

Semua orang di ruangan itu kini kembali menoleh kepadanya. Arfin bahkan sampai mencondongkan tubuhnya ke depan karena penasaran.

Kayla terdiam beberapa saat. Pikirannya mulai berputar. Ia sebenarnya tidak pernah memikirkan tentang mahar sebelumnya. Baginya, semua yang terjadi hari ini saja sudah terasa seperti mimpi.

Kayla menunduk sedikit, mencoba memikirkan apa yang benar-benar ia inginkan. Sementara itu Hanan memperhatikannya dengan tenang. Pemuda itu lalu berkata dengan suara lembut namun penuh keyakinan.

“Katakan saja, jangan ragu.” Kayla mengangkat wajahnya sedikit. Hanan tersenyum tipis. “InsyaAllah, aku sanggup.”

Ucapan itu membuat pipi Kayla sedikit memerah. Ia tidak menyangka Hanan akan mengatakan itu dengan begitu mantap.

Namun tetap saja, ia merasa tidak enak jika meminta sesuatu yang berlebihan. Kayla lalu menoleh ke arah Eyang Narti.

Wanita tua itu langsung memahami tatapan cucunya. Eyang mengangguk pelan sambil tersenyum memberi dukungan.

Kemudian Kayla menoleh kepada Om Arman. Pria itu juga mengangguk kecil seolah berkata bahwa tidak apa-apa jika Kayla menyampaikan keinginannya.

Melihat itu, Kayla akhirnya menarik napas pelan. “Aku… mau cincin saja.”

Suaranya tidak keras, namun cukup jelas untuk didengar semua orang. Umi Anisa sedikit terkejut.

“Cincin?”

Kayla mengangguk pelan. Ia menunduk lagi sebelum menjelaskan dengan suara yang lembut.

“Iya… cincin saja.”

Sebenarnya bukan karena ia tidak ingin sesuatu yang lain. Tetapi Kayla merasa cincin sudah lebih dari cukup.

Baginya, yang terpenting bukanlah nilai maharnya. Melainkan niat dan kesungguhan orang yang memberikannya.

Hanan yang mendengar itu justru tersenyum. Senyum yang tulus. Jawaban Kayla terasa sederhana, namun di matanya justru menunjukkan ketulusan hati gadis itu.

Ia lalu mengangguk mantap. Hanan menatap Kayla dengan lembut.

“Baiklah. InsyaAllah.” Ia lalu menambahkan dengan suara penuh keyakinan, “Semoga niat baik kita dilancarkan oleh Allah.”

Kyai Hasan mengangguk penuh setuju. “InsyaAllah.”

Umi Anisa tersenyum hangat. Eyang Narti menatap cucunya dengan mata yang sedikit berkaca-kaca.

Sementara Arman menghela napas lega. Dan hampir bersamaan, mereka semua mengucapkan,

“Amin.”

Di tengah suasana yang penuh doa itu, Kayla tanpa sadar kembali menoleh kepada Hanan.

Pemuda itu masih tersenyum kepadanya. Senyum yang membuat hati Kayla terasa lebih tenang daripada sebelumnya.

...🌸🌸🌸...

Hari berikutnya, suasana di rumah Kayla terasa jauh lebih hidup dari biasanya.

Matahari siang memantulkan cahaya terang di permukaan kolam renang yang berada di samping taman belakang rumah. Airnya berkilau terkena sinar matahari, sementara angin sepoi-sepoi membuat dedaunan di sekitar taman bergoyang pelan.

Di sudut taman, berdiri sebuah gazebo kayu yang cukup luas. Tempat itu memang sering dijadikan tempat berkumpul santai.

Kayla duduk di sana bersama tiga sahabatnya. Adel, Ditha, dan Zayn. Ketiganya baru saja datang setelah Kayla menghubungi mereka sejak pagi. Kayla bilang ada hal penting yang ingin ia ceritakan.

Awalnya mereka mengira itu hanya cerita biasa. Namun sekarang—

Byurrr!

Adel tiba-tiba menyemburkan minuman yang sedang ia teguk. Minuman soda yang ia minum langsung muncrat ke depan hingga hampir mengenai meja.

“Anjirr!” serunya kaget.

Zayn yang duduk tepat di depannya langsung melonjak sedikit karena percikan minuman itu.

“Anjirr, gak usah pakai nyembur juga kali Del!” sungut Zayn kesal sambil mengelap lengan jaketnya yang sedikit terkena cipratan.

Adel langsung menutup mulutnya sambil menahan tawa.

“Sorry… sorry…” katanya sambil terkekeh.

Namun wajahnya masih menunjukkan ekspresi tidak percaya. Ia menatap Kayla dengan mata membulat.

“Tapi Kay… lo serius?”

Kayla yang duduk santai sambil memegang gelas jus hanya tersenyum kecil. Ia mengangguk pelan. “Iya. Dan kalian harus datang.’’

Adel langsung menatap dua temannya yang lain seolah meminta konfirmasi. Ditha bahkan sampai membuka mulutnya sedikit.

“Kayaknya gue emang butuh suasana baru,” lanjut Kayla dengan nada yang lebih tenang.

Ia menatap permukaan kolam sebentar sebelum kembali menoleh kepada mereka. Ucapan itu membuat suasana di gazebo menjadi sedikit sunyi.

Ketiga sahabatnya saling pandang. Ditha akhirnya bersandar ke kursi rotan sambil menatap Kayla dengan wajah serius.

“Ya tapi… gak menikah juga kan Kay?” katanya pelan.

Ia masih belum sepenuhnya percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Zayn yang sejak tadi menyilangkan tangan di dada langsung menimpali.

“Iya, gila aja.” Ia menatap Kayla dengan alis terangkat. “Apalagi sama orang yang belum kamu kenal, Kay!”

Kayla justru tersenyum. Bukan senyum ragu. Melainkan senyum yang lembut dan… sedikit malu.

“Tapi dia baik,” jawab Kayla pelan. Ia menunduk sebentar, lalu menambahkan dengan suara yang lebih lirih. “InsyaAllah… dia akan jadi imam yang baik buat gue.”

Kalimat itu membuat suasana gazebo kembali hening. Namun kali ini bukan karena kaget. Melainkan karena ketiga sahabatnya sedang memperhatikan ekspresi Kayla.

Pipi Kayla terlihat sedikit memerah. Tatapannya lembut. Bahkan cara bicaranya terasa berbeda dari biasanya. Membuat Adel, Ditha, dan Zayn saling melirik.

Lalu mereka bertiga langsung bergidik bersamaan.

“Ih!” Zayn sampai merinding sambil memegang lengannya sendiri. “Apaan sih muka lo begitu!”

Adel bahkan menepuk meja kecil di tengah mereka. “Gila…”

Ditha menutup mulutnya sambil menahan tawa. Zayn akhirnya menunjuk Kayla dengan ekspresi dramatis.

“Fiks.” Ia menggeleng pelan. “Nih anak beneran jatuh cinta sama tuh ustadz!”

‘’Gue jadi penasaran, se spesial apa sih ustadz itu? Sampai buat muka temen gue kaya kepiting rebus!’’ kata Adel.

‘’Martabak kali ah, pakai special segala!’’ saut Zayn lalu mereka tertawa Bersama.

1
Eka ELissa
uang Kayla byk umi kmrin aj abis mnang balap liar 200 juta tiap main...
apa aj umi.... Kayla pasti ikut aj
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
🌷🌷 Mmh_Ara 🌷🌷
insya allah Hanan akan membimbingmu Kayla😍😍😍
🌷🌷 Mmh_Ara 🌷🌷
duuhh yg bentar lg mau di lamar,,,deg-degan ya😁😁😁😁
billaacha90
sabar Kay, nanti kalau kamu sudah mengerti kamu pasti malu sendiri
billaacha90
tentu dong, kamu boleh kok kalau sama om nya Kayla, Fatimah 🤣🤣
billaacha90
asyik asyik asyik 🤗🤗
billaacha90
Nah kamu tahu sendiri kan Fatimah, kamu yang sebagai perempuan ae bisa bilang begitu🤭
billaacha90
tentu malu lah kakakmu Fatimah, yang di tolong cewek yang sungguh menggoda lho 🤭
billaacha90
itu juga kan anak umi🤣🤣
billaacha90
ealah ustadz tadi keluar ternyata dari rumah pak kyai tho🤣🤣
sansan
wahhhh ditanya lsg soal mahar... emang Umi calon mertua paling didambakan
Enisensi klara
Si Kunti emang virus 😏😏
💥💚 Sany ❤💕
Padahal Kay yang dilamar napa aku yang senyum2 gak jelas, untung gak da yang lewat 😂😂😂
💥💚 Sany ❤💕
Selamat ya Kay... aku ikut seneng. Semoga lancar sampai hari H
💥💚 Sany ❤💕
lagi serius-serusnya tapi malah hampir ngakak gara2 tingkah Fatim dan Arfin. Suka banget ma karakter Fatim yang apa adanya dan si Arfin yang kadang ada olengny dikit tapi bikin suasana hidup.
billaacha90
Wah Kayla pingsan ini, karena beban yang dia tanggung dihadapi sendirian. untung masih ada orang yang masih perduli dengan dia
billaacha90
semoga kamu bisa mengerti apa maksudnya cowok yang menolong kamu Kay
Ririn Alfathunisa
semoga lancar sampe hari h ya buat kalian,dan semoga GK ada halangan alias drama dari Mak Lampir emaknya si arfin
billaacha90
untung mas nya bisa beladiri ini, jadi Kayla ada yang menolongnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!