NovelToon NovelToon
DI BALIK SENYUM VARA

DI BALIK SENYUM VARA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Nikahmuda
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Jmn

Dirga mengira Vara adalah istri polos yang mudah dibohongi. Namun, Vara sudah mengetahui perselingkuhan dan rencana busuk suaminya.
Kini, hanya perlu berpura-pura menjadi wanita yang sama... sebelum semuanya kebalik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Jmn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukti cinta

"ASTAGA VARA!"

Reno begitu terkejut melihat Vara sudah berada di dalam mobilnya. Ia bahkan refleks mengelus dadanya.

"Cepat masuk," ucap Vara santai.

"Iya, iya."

Reno segera masuk ke dalam mobil, lalu menyalakan mesin dan meninggalkan area kantor.

Beberapa saat mereka terdiam.

"Bagaimana?" tanya Vara.

"Sesuai rencana kamu, Vara. Dirga setuju dengan rumah itu." Reno melirik Vara sekilas. "Kemungkinan besar dia akan mengajak Monica ke sana."

Vara menyunggingkan senyum tipis. "Dasar bodoh."

"Itu suami kamu," sahut Reno.

Vara menatapnya malas. "Terus?"

Reno terkekeh kecil. "Kamu benar-benar sudah nggak peduli?"

"Sejak aku tahu siapa mereka sebenarnya, aku sudah nggak punya alasan untuk peduli."

Vara kemudian mengambil ponselnya dan mencari sebuah nomor.

Reno melirik sekilas, ia tidak perlu bertanya siapa yang Vara hubungi. Sebab, ada bagian lain dari rencananya yang akan berjalan.

Panggilan tersambung.

"Sekarang giliranmu bertindak."

"Siap, Nona."

Panggilan berakhir.

Vara memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas.

Reno meliriknya. "Kamu yakin semuanya akan berjalan sesuai rencana?"

Vara menatap lurus ke depan melalui kaca depan mobil. Wajahnya tenang, tetapi sorot matanya menunjukkan keyakinan.

"Bukan harus berjalan sesuai rencanaku."

Reno mengernyit. "Lalu?"

Vara tersenyum tipis. "Yang penting, mereka terus melakukan apa yang kuharapkan."

Reno terdiam sesaat, lalu tertawa kecil. "Kasihan juga mereka."

"Ck, buat apa kasihani orang seperti mereka." Vara menyandarkan tubuhnya ke kursi. "Mereka sendiri yang memilih jalan ini."

Reno mengangguk pelan dan kembali fokus pada jalan.

Sementara itu, Vara menatap keluar jendela. Satu per satu, semua yang sudah direncanakannya mulai bergerak.

Dan kali ini, bukan Dirga yang mengendalikan permainan.

Vara-lah yang menentukan ke mana permainan itu akan berakhir.

°°

"Sayang, kamu mau bawa aku ke mana?"

Monica terlihat begitu antusias sejak Dirga mengajaknya pergi.

"Kalau aku kasih tahu, bukan kejutan dong," jawab Dirga sambil meliriknya sekilas sebelum kembali fokus mengemudi.

"Iya, sih."

Raut wajah Monica terlihat sangat senang. Ia bahkan beberapa kali mencoba menebak-nebak tujuan mereka.

Monica menyandarkan tubuhnya dengan santai, lalu menoleh ke arah Dirga.

"Sayang, tadi Melati sewot banget sama aku."

Dirga mengerutkan kening. "Sewot bagaimana?"

Monica pun menceritakan perdebatan kecil yang terjadi antara dirinya dengan Melati. Ekspresinya tampak kesal saat mengingat kejadian tersebut.

"Apa?" Dirga langsung menatap Monica dengan terkejut. "Jadi, mereka tahu hubungan kita?"

"Iya, Sayang. Tapi kamu tenang saja." Monica tersenyum tipis. "Mereka nggak akan membocorkannya. Rahasia mereka ada di tanganku."

Dirga terdiam sejenak. Ia tidak lagi mengajukan pertanyaan, tetapi dalam hatinya berharap para karyawannya tidak sampai memberitahukan perselingkuhannya kepada Vara.

Sementara itu, Monica mulai menyusun rencana untuk memberi Melati pelajaran karena sudah berani bersikap seperti itu kepadanya.

"Aku harus memberi dia pelajaran," gumam Monica dengan tatapan tajam.

Tak lama kemudian, mobil Dirga memasuki kawasan perumahan elit.

Monica yang sejak tadi melihat keluar jendela langsung terpaku. Rumah-rumah besar dengan desain mewah berdiri rapi di sepanjang jalan. Lingkungannya juga terlihat tenang dan terawat.

"Cantik banget," ucapnya pelan.

Namun, Dirga masih bisa mendengarnya.

Beberapa saat kemudian, mobil Dirga berhenti di depan salah satu rumah.

"Ayo turun."

Monica segera membuka pintu dan turun dari mobil.

"Sayang, kita mau ketemu siapa?" tanyanya penasaran.

"Nanti kamu juga akan tahu."

Dirga kemudian menunjuk rumah di hadapan mereka. "Kamu suka kawasan ini?"

Monica langsung mengangguk antusias. "Iya, Sayang. Suka banget, malah. Nanti kita beli rumah di sini, ya."

Dirga hanya tersenyum. "Tak perlu tunggu nanti."

Monica mengernyitkan kening, tetapi sebelum sempat bertanya, seorang wanita menghampiri mereka.

"Pak Dirga?"

Dirga menoleh. "Viona, ya?"

Wanita itu mengangguk sopan. "Iya, Pak. Saya Viona, property consultant yang menangani rumah di sini. Sebelumnya saya sudah berkomunikasi dengan Pak Reno."

Dirga mengangguk.

Viona tersenyum, lalu mempersilakan mereka melihat rumah.

"Rumah ini termasuk salah satu unit yang cukup diminati di kawasan ini, Pak. Lokasinya juga strategis karena tidak terlalu jauh dari pusat kota dan akses menuju jalan utama cukup mudah."

Viona menunjuk bagian depan rumah. "Bangunannya terdiri dari dua lantai, memiliki beberapa kamar tidur, ruang keluarga yang luas, dapur, halaman belakang, dan garasi yang cukup untuk beberapa mobil. Sistem keamanannya juga cukup ketat karena kawasan ini menggunakan akses terbatas dan penjagaan selama dua puluh empat jam."

Monica memperhatikan rumah itu dengan mata berbinar.

"Sayang, ini apa sih maksudnya?"

Dirga tersenyum. "Sayang, kamu minta apartemen, kan?"

Monica mengangguk. "Iya."

"Daripada kamu tinggal di apartemen, lebih baik aku belikan kamu rumah."

Mata Monica langsung terbelalak. "Apa? Kamu serius?"

"Iya, Sayang." Dirga tersenyum. "Kamu suka, kan, kawasan ini?"

"Suka banget!"

Monica langsung memeluk Dirga. "Makasih ya, sayang."

Dirga membalas pelukannya. "Ini bentuk cinta aku buat kamu. Jadi, jangan ragukan aku lagi, ya."

Monica mengangguk cepat. "Iya, Sayang. Aku percaya sama kamu."

Viona yang berdiri di samping mereka hanya tersenyum tipis. "Kalau begitu, Pak, bagaimana? Bapak mau melihat bagian dalamnya?"

"Boleh. Saya lihat dulu."

"Tentu, Pak. Silakan."

Viona membukakan pintu rumah dan mempersilakan mereka masuk.

Begitu masuk, Monica langsung terpaku.

"Wah..."

Ia berjalan perlahan mengelilingi ruang tamu, memperhatikan desain interior yang mewah. "Sayang, lihat ini."

Monica bahkan tidak berhenti memperhatikan setiap sudut rumah.

Dirga yang melihatnya kemudian mendekati Viona.

"Viona."

"Iya, Pak?"

"Berapa harga rumah ini?"

Viona tampak sedikit terkejut. "Untuk rumah ini, harganya empat miliar, Pak."

"Apa?!"

Dirga spontan membelalakkan mata.

"Iya, Pak. Harganya memang cukup tinggi, tapi sesuai dengan luas bangunan, fasilitas, lokasi, dan keamanan kawasan ini." Viona menjelaskan dengan tenang.

Dirga menghela napas panjang.

Empat miliar bukan jumlah yang sedikit. Ia menoleh ke arah Monica yang masih terlihat begitu bahagia melihat-lihat rumah tersebut. Tidak mungkin menarik ucapannya sekarang.

Apalagi setelah mengatakan bahwa rumah ini adalah bentuk cintanya kepada Monica.

Viona kemudian berkata. "Kalau Bapak belum ingin membayar lunas, kami juga menyediakan pilihan cicilan."

"Serius?"

"Iya, Pak. Tenang saja. Nanti skemanya bisa kami jelaskan lebih detail."

Dirga kembali menatap Monica. Wanita itu terlihat begitu senang. Akhirnya, Dirga menghela napas.

"Baiklah. Saya cicil dulu."

"Baik, Pak. Nanti saya bantu siapkan semua dokumennya."

Dirga mengangguk.

Sementara itu, Monica masih sibuk melihat-lihat rumah impiannya. Ia terus mengagumi setiap sudut rumah itu. Baginya, rumah tersebut sudah terasa seperti rumah impiannya.

1
Ayudya
Dirga tidur mu terlalu nyenyak hingga lupa bangun🤣🤣🤣🤣🤣
Nona Jmn
Sabar, Vara ada kejutan🫰🫰😁😁
Meee
vara mending keluarga toxik begitu di lebas secepatnya😡😡
Ayudya
gimana sadar orang matanya Uda ketutup ma batu kerikil🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
siapa pun akan berubah ibu diana.apa lagi masalah yg menyangkut pekerja 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
lah Bu Diana menghancurkan Vara yg ada kamu akan hancur di buat ma Vara Bu diana🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
ok Dirga nikmati aja dulu masa senang mu kan ntar lagi kamu bakalan kembali kesetalan pabrik🤣🤣🤣🤣🤣
Nona Jmn
Karma Be Like: Tunggu aku Monica😁🫰
Ayudya
lah hasil ngerebut songong Lo monika.ntar yg ada kamu nyesel dan malu🤣🤣🤣🤣
Ayudya
saat rencana kamu berhasil yg ada dirga stres banget🤣🤣🤣🤣🤣
Nona Jmn
Kak Dirga, bukan Arga😭🤭😁😂
Ayudya
hadeh monica kamu bilang Arga ga tergoda ma Vara kamu salah Arga sudah tergoda habis oleh vara🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
Bu Diana kalau mimpi jangan siang hari ntar yg ada sakit
Nona Jmn: Wkwkwhhh
total 1 replies
Ayudya
vara kamu jangan kelihatan lemah di depan Dirga dan monika.kamu harus lebih badas lagi biar tau tu si Dirga dan Monika kalau kamu ga gampang di tindas🤣🤣🤣🤣🤣
Nona Jmn: Kita lihat kejutan Vara, ya🤭
total 1 replies
Nona Jmn
/Sob/
Ayudya
mampir kak
Nona Jmn: Terima kasih🤭
total 1 replies
Ayudya
niat banget Bu Diana dan Dirga buat merebut harta vara
Ayudya
Daras Dirga mokondo tapi banyak tingkah🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!