Setelah akhirnya memasuki masa pensiun, Raya memutusakan menghabiskan hari tuanya seorang diri di sebuah vila mewah yang telah ia beli dengan hasil kerja keras selama puluhan tahun.
Namun, nasib seolah mempermainkannya. Baru sehari menikmati kehidupan sebagai pensiunan kaya, keesokan paginya ia terbangun di dunia yang sama sekali asing.
Bukan hanya itu, ia kini menghuni tubuh seorang wanita berusia tiga puluhan yang terkenal genit dan mesum.
Beruntung, ia mengetahui satu rahasia besar.
Halaman belakang rumah reyot yang tak diinginkan siapa pun itu ternyata terhubung dengan zaman lain.
Dalam ruangan penghubung dimensi, ternyata menyimpan kekuatan yang mengubah nya selangkah demi selangkah menjadi abadi.
2 Agustus 2026
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14 Yuzhi Sakit, Nyonya Tersedot Kering
"B-baik, namun panas demam nya sangat tinggi. Kemampuan saya terbatas, saya hanya bisa meresepkan obat penurun panas."
Su Wanwan mengangguk. "Baik, resepkan saja."
Tabib Sun segera mengotak-atik tas kotak yang di bawa nya, hingga setelah beberapa waktu ia memberikan obat untuk langsung di rebuskan kepada Bai Rongxin.
Setelah Bai Rongxin merebus obat, tabib Sun memperhatikan kain di atas kepala Shen Yuzhi dan pakaian serta selimut tipis yang di pakainya.
Dia melirik Su Wanwan dengan ragu-ragu, dia memang agak takut-- tidak mau berurusan dengan wanita ini. Namun nurani nya sebagai seorang tabib tidak mau diam, seolah di paksakan mulutnya berbicara. "Shen Yuzhi sedang demam, kenapa memakai pakaian dan selimut tipis? Lalu mengapa meletakkan kain di keningnya?"
Su Wanwan melirik apa yang di perhatikan tabib Sun, dengan santai ia menjawab. "Aku melihat tabib kota melakukan nya, saat demam tinggi jangan memakai selimut ataupun pakaian tebal. Tubuh sudah panas, jika terus kepanasan karena pakaian dan selimut... Anda bisa menebak panas dan panas tidak akan berakhir baik kan tabib Sun?"
Tabib Sun mencerna ucapan Su Wanwan dan seketika mengangguk dengan ekspresi seperti sudah tercerahkan.
"Dan kain ini, ini adalah kain basah dengan air hangat. Sedikit banyaknya membantu menurunkan demam."
Mata tabib Sun seolah bersinar terang, ia telah mendapatkan ilmu tambahan. "Nyonya Sun, apakah semua ini anda dengar dari tabib di kota?"
Tabib Sun sebenarnya hanya bisa sedikit pengobatan ringan dan beberapa resep obat yang masih cukup membantu penyakit sedang. Ia tidak memiliki guru, hanya terkadang beruntung mendapatkan sedikit demi sedikit pengetahuan tentang pengobatan dan bisa bertahan sebagai tabib desa, namun hanya tabib desa.
Jadi kualifikasi tabib kota sangat ia pandang tinggi.
Su Wanwan tidak ingin terlalu membenarkan dan tidak ingin langsung menyalahkan, jadi dia hanya membenarkan sebagai kepastian memberikan jawaban semu.
"Terimakasih atas pengetahuan baru yang nyonya berikan. Obat-obatan untuk Shen Yuzhi ini, tabib ini berikan gratis saja."
Su Wanwan diam-diam melirik dan memperhatikan nya, sepertinya tabib ini masih belum percaya dia akan membayar. Jadi menggunakan kesempatan ini untuk memberikan gratis agar dia tidak mendapatkan masalah dengan nya.
Seganas itukah ia sampai seorang tetua tabib yang di hormati saja haru menakutinya?
Su Wanwan melemparkan tael perak yang cukup besar ke tangan tabib Sun. "Terimalah, aku tidak akan mengambil gratisan lagi. Sisa nya anggap saja bayaran kompensasi karena perbuatan ku dulu."
"Ny-nyonya, ini..."
Su Wanwan menggerakkan tangan nya pelan, sambil berbicara layaknya nyonya besar yang agung dan bermartabat. "Hu Zheng, antar tabib Sun pulang."
"Baik Nyonya..."
Setelah Hu Zheng mengantar pergi tabib Sun dan Bai Rongxin masih merebus obat, Su Wanwan diam-diam mengulurkan tangannya menyentuh dahi Shen Yuzhi.
"Masih tetap panas..." Gumamnya, sambil tiba-tiba terdiam. "Sudahlah, kamu tidak boleh sampai menjadi bodah, nyonya ini akan sedikit membantu mu."
Seberkas cahaya hijau kehidupan tiba-tiba keluar dari tangan nya, merasuki ke dalam tubuh dan kepala Shen Yuzhi seperti lambaian asap yang masuk sempurna ke sama celah pori-pori tubuh.
Su Wanwan menggunakan energi Qi spirit nya, untuk menyembuhkan penyakit di seluruh Shen Yuzhi sampai berkurang sekitar 70%, namun jika di teruskan dia akan menyedot kering tubuhnya sendiri. Beruntung dia sempat mengendalikan nya di detik-detik terakhir, sehingga tidak sampai terkuras kering.
Wajahnya sedikit pucat, Su Wanwan serasa ingin langsung kabur ke dalam ruang dimensi. Namun ia mendengar suara langkah Bai Rongxin, "nyonya, obatnya selesai di rebus."
Su Wanwan mengangguk. "Sudahlah, kau minumkan saja padanya. Jika demam nya tetap tak kunjung turun besok, beritahu aku. Aku tidak akan menjaga nya, dia mungkin tidak akan menghargai nya." Ucapnya setelah itu pergi.
Bai Rongxin hanya menatap kepergian tuan nya dengan perasaan yang agak mengganjal di hatinya, wajah tuan nya pucat, dia melihatnya dengan sangat jelas. Dan di akhir tuan nya mengatakan itu, perasaan nya jadi makin enak.
Apakah tuan nya yang sudah berubah baik ini memikirkan sikap Shen Yuzhi yang membencinya?
Meskipun begitu, Bai Rongxin tetap tidak bisa melakukan apa-apa. Dia mengerti jika perasaan itu tidak bisa di paksakan, dan rasa benci Shen Yuzhi pun begitu.
Begitu memasuki kamarnya, Su Wanwan langsung membuka pintu menuju ruang dimensi nya. Saat hidungnya mulai bernapas, seketika perasaan nyaman memenuhi tubuhnya, perasaan lelah seperti di peras kering itu akhirnya menghilang.
Ia langsung duduk bersila, memasak sikap berkultivasi. Walaupun sebenarnya di dalam ruang ini tidur saja energi aka masuk ke tubuh, namun sikap tubuh berkultivasi dan pikiran berkonsentrasi ini adalah sikap paling cocok untuk menarik Qi ke dalam tubuh.
Su Wanwan sudah meneliti nya, sikap ini bisa membuat Qi yang terserap tubuh lebih cepat 3 kali lipat. Di tambah, dibandingkan tidur, berkultivasi justru membuat tubuh terasa lebih segar setelahnya.
**
Keesokan paginya.
Di alam bawah sadar nya, Shen Yuzhi merasa seperti terbakar dan terkurung di tempat pengap. Hingga beberapa saat kemudian sebuah sentuhan misterius membuat nya merasa baikan, namun meskipun begitu rasa panas tetap menyiksa nya.
Sebuah suara tiba-tiba terdengar di pikiran nya, "Sudahlah, kamu tidak boleh sampai menjadi bodah, nyonya ini akan sedikit membantu mu."
Tidak lama kemudian sebuah gelombang sejuk seperti membasuh tubuhnya, seperti sebuah gurun di suntik cahaya kehidupan. Shen Yuzhi tiba-tiba merasakan tubuhnya di penuhi hawa sejuk penuh vitalitas, seperti setiap sel-sel di tubuh beregenerasi dan penyakitnya mulai menghilang.
Mengingat kan nya pada perasaan kehidupan masa kecilnya yang riang, bebas dan sehat.
Tubuhnya seolah melayang di udara, terasa nyaman dan berenergi hingga akhirnya kesadaran alam bawah sadarnya semakin kuat dan kuat--- mata itu terbuka.
Shen Yuzhi menatap atap kamar nya, tubuhnya penuh keringat, namun tidak seperti sebelum-sebelumnya keringat yang membuat tubuh lemah dan tidak nyaman. Keringat kali ini membuat tubuhnya terasa nyaman dan berenergi.
Dia dengan takjub menggerak-gerakkan lengan nya, perasaan seperti ini rasanya benar-benar seperti mimpi.
Ckleek...
"Kakak Shen, kau sudah bangun! Bagus, aku akan melaporkan nya pada nyonya!" Seru Bai Rongxin dengan semangat segera berbalik pergi.
Mendengar Bai Rongxin berbicara begitu dan langsung pergi, Shen Yuzhi sedikit tidak mengerti. Hu Zheng masuk dan memberikan Shen Yuzhi semangkuk air.
"Kau tiba-tiba demam tinggi, tabib Sun mengatakan kau mungkin akan bodoh."
Perkataan Hu Zheng yang mungkin sedikit mengejek itu tidak menjadi fokus utama nya. Shen Yuzhi menghubungkan kata-kata Bai Rongxin dan Hu Zheng.
"Apakah... Nyonya meminta tabib Sun datang mengobati ku?" Tanya nya ragu.