NovelToon NovelToon
TERJERAT CINTA PAK KADES

TERJERAT CINTA PAK KADES

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Beda Usia
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: julieta

Dari desa yang sederhana tumbuh cinta yang tak pernah disangka...

Hal itulah yang mungkin dirasakan oleh Vallery gadis cantik yang lahir dan dibesarkan di kota dengan berbagai macam vasilitas mewah kemudian dipaksa untuk tinggal didesa terpencil yang jauh dari hiruk pikuk dan kemudahan fasilitas umum yang biasa ia dapatkan setelah diusir oleh nenenk tirinya dari rumah begitu kedua orang tuanya meninggal dunia. Tanpa disang,ka keputusan cepat yang dimabilnya untuk tinggal di Desa Maju Bersama, kampung halaman sang papa untuk tinggal bersama neneknya mengubah seluruh kehidupan Vallery termasuk kisah cintanya yang terejrat kepada seorang kepala desa yang berstatus duda perjaka di kampung neneknya itu yang terus mengejarnya secara ugal-ugalan hingga membuat hati Vallery pun menjadi luluh...
Kisah cinta romantis namun ada sedikit unsur komedi mewarnai kisah cinta keduanya membuat cerita kali ini bisa terbilang sangat ringan karena jauh dari intrik panjang dan berat.
HAPPY READING.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon julieta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MODUS

Begitu sampai di balai desa, setelah memarkirkan motor maticnya Baruna pun mengajak Vallery ke ruangan pak kades.

"Datang lagi kamu le...", sapa pak Yono ramah.

"Enggeh pak, biar proposal nya cepat acc", jawab Baruna cepat.

Pak Yono yang melihat semangat Baruna hanya bisa tersenyum lebar.

"Ya sudah sana, mumpung pak kades baru datang dan moodnya masih bagus, apalagi kamu bawa nduk ayu ini, pasti proposal mu cepat acc", kelakar pak Yono sambil tersenyum menggoda sebelum ia melangkah pergi ke kelurahan untuk memasukkan beberapa berkas yang perlu di legalitas oleh pak Lurah.

Tak ingin menghambat pekerjaan pak Yono, keduanya pun segera berjalan menuju ruang kerja pak kades.

"Sudah kukatakan berulang kali, jangan pernah datang lagi kemari dan membawakan apapun untuk saya. Sekarang kamu pergi dan bawa semua makananmu itu sebelum kesabaran saya benar-benar habis!", ucap Dirga tajam.

Sulastri yang kembali di usir, menebalkan mukanya dan tetap mencoba peruntungannya. 

"Ayolah pak kades, incipin sedikit saja. Ini Sulastri masak sejak pagi buta lho, masak pak kades sama sekali tak menghargai kerja keras Sulastri", ucap Sulastri dengan nada mendayu-dayu dan sedikit centil, membuat Dirga semakin murka.

"Suripp!!"

Begitu Dirga memanggil hansip bernama Surip yang merupakan  mantan preman dengan badan kekar dan wajah beringas, Sulastri tak berani lagi membantah dan dengan cepat kabur sambil membawa rantangnya begitu melihat wajah sangar Surip terlihat dari balik tembok belakang balai desa.

Melihat Sulastri kabur sambil membawa rantang susu ditangannya, Surip yang merasakan firasat buruk segera berlari tergesa-gesa menuju kearah ruang kerja Dirga.

"Maaf pak, saya kecolongan hingga Sulastri bisa masuk dan kembali menganggu bapak", ucap Surip dengan nafas ngos-ngosan.

Dirga yang sudah habis batas kesabarannya terhadap Sulastri segera mengeluarkan perintah, "Mulai besok dan seterusnya jangan pernah biarkan Sulastri itu masuk kedalam lingkungan balai desa, jika ada yang melanggar maka gaji kalian tiga bulan akan aku tahan. Ingat itu, dan sebarkan informasi ini kepada rekanmu yang lainnya".

Setelah mengatakan hal tersebut, tanpa menunggu respon Surip, Dirga segera masuk kedalam ruang kerjanya dengan wajah gelap.

Brakkk!

Surip yang ada didepan pintu ruang kerja Dirga hanya bisa mengusap dadanya terkejut melihat kemarahan dari sang kepala desa yang biasanya cukup tenang dalam menghadapi sebesar apapun masalah yang ada.

Menyaksikan pemandangan tersebut, Vallery menoleh dan menatap Baruna, "Apa kita masih lanjut untuk menghadap?".

Baruna yang masih ingin membuktikan kebenaran ucapan Idris, memberanikan diri mengangguk,."Tentu saja. Kita sudah ada disini jadi harus masuk".

Keduanya saling tatap sejenak dan mulai menguatkan tekad. "Anak-anak karang taruna sudah bekerja keras jadi mereka tak boleh mundur sebelum mencoba", batin keduanya kompak.

Baruna mengambil nafas dalam beberapa kali sebelum satu tangannya yang sudah terangkat didepan pintu, mengetuk.

tok tok tok

"Masuk.."

Begitu ada jawaban dari dalam, dengan tubuh sedikit gemetar, Baruna memutar gagang pintu dan keduanya pun masuk kedalam ruang kerja Dirga yang cukup rapi itu dengan langkah pelan, takut suara langkah kaki mereka yang berisik kembali membangkitkan amarah dalam diri Dirga.

Dirga yang tengah memeriksa berkas diatas meja kerjanya lansung mendongak untuk melihat siapa tamu yang datang berkunjung setelah aroma vanila musk yang sangat ia rindukan beberapa hari ini tercium di hidungnya.

"Vallery!", batin Dirga terkejut mendapati gadis cantik yang selama ini sangat dirindukannya ada tepat dihadapannya.

Tatapan tajam dan wajah gelap Dirga yang sedari terlihat tiba-tiba lenyap tanpa bekas, berganti dengan tatapan hangat dan lembut.

"Oh kalian,  ayo silahkan duduk", ucap Dirga ramah.

Baruna dan Vallery yang kali ini melihat senyum tipis Dirga dengan ekspresi sangat lembut dan hangat merasa terkejut dan keduanya saling tatap, seolah berkata"Apa pak kades salah minum obat?", kalimat yang hanya bisa keduanya ucapkan dalam hati saja.

Tak ingin membuat mood Dirga kembali buruk, keduanya pun dengan cepat duduk didepan meja kerja Dirga.

Vallery yang memang mendapatkan tugas untuk menyerahkan proposal pengajuan kegiatan segera mengeluarkan berkas tersebut dari dalam tasnya dan menyerahkannya kepada Dirga.

"Lho, kamu sekarang ikut masuk menjadi anggota karang taruna?", tanya Dirga terkejut.

"Hanya ikut dalam kepanitian acara saja pak, untuk jadi anggota karang taruna, saya kan bukan warga Desa Maju Bersama jadi sepertinya kurang  pantas".

Jawaban Vallery tentu saja membuat Dirga mengerutkan kening dengan ekspresi tidak setuju.

"Kenapa tidak pantas? nenek kamu adalah warga asli Desa Maju Bersama dan kamu cucu kandung nya berencana tinggal disini cukup lama. Daripada suntuk dirumah, mending ikut masuk dalam karang taruna, selain mengusir kebosanan kamu juga bisa menambah wawasan dan bertukar pikiran dengan  para pemuda pemudi Desa Maju Bersama serta mendapatkan banyak teman baru yang mungkin membuatmu betah untuk tinggal disini ", ucap Dirga panjang kali lebar, dan hal tersebut sukses membuat Baruna dan Vallery kembali dibuat terkejut karena tak menyangka jika pria tampan yang irit bicara itu bisa mengeluarkan kalimat yang sangat panjang, apalagi saat ini Dirga menyambut keduanya dengan sangat ramah setelah insiden tak mengenakkan yang baru saja dialami oleh kepala desa tersebut sebelumnya,membuat keduanya terdiam membeku selama beberapa detik, sebelum akhirnya keduanya kembali tersadar dan mulai menormalkan ekspresi mereka.

"Baik pak, nanti akan coba saya pertimbangkan ucapan bapak mengenai masuk menjadi anggota karang taruna", jawab Vallery bijak.

Tak ingin melenceng terlalu jauh, Vallery pun mengembalikan pembicaraan kepada proposal kegiatan yang mereka ajukan.

"Untuk proposal kegiatan yang baru kami revisi ini bagaimana pak?", tanya Vallery.

"ini...ada beberapa kegiatan yang ditambah ya", ucap Dirga setelah membaca sekilas proposal yang baru saja Vallery sodorkan kepadanya.

"Sebenarnya bukan ditambah pak, tapi dalam proposal sebelumnya hanya disebutkan secara global bukan rincian seperti ini...".

Vallery pun segera menjelaskan secara rinci isi dan maksud dari proposal tersebut, dan diskusi ringan pun terjadi.

Baruna, sebagai ketua karang taruna sekaligus ketua panitia kegiatan Agustusan, sesekali ikut menimpali jika ada penjelasan Vallery yang kurang rinci.

Setelah melakukan diskusi ringan selama setengah jam, proposal pengajuan kegiatan Agustusan akhirnya di ACC, membuat hati keduanya merasa lega.

"Untuk kelancaran kegiatan, kalian bisa langsung berkomunikasi dengan pak Jamil, bendahara desa", ucap Dirga.

Tak ingin membuang kesempatan yang ada, Dirga segera mengeluarkan ponselnya dan meminta nomor Vallery dengan alasan untuk memudahkan komunikasi selama kegiatan Agustusan berlangsung.

Baruna yang baru pertama kali melihat pak kadesnya memiliki inisiatif meminta nomor ponsel seseorang secara langsung hanya bisa tersenyum tipis. 

Meski ia mengetahui modus pak kadesnya itu, tapi Baruna tak bermaksud membongkarnya agar dana  kegiatan bisa mengalir dengan lancar.

Begitu keluar dari ruang kerja Dirga, keduanya segera berjalan menuju ruangan dimana pak Jamil sang bendahara desa berada sambil membawa memo penarikan dana kegiatan awal yang hendak mereka cairkan untuk dipergunakan dalam mempersiapkan acara.

Keduanya pun meninggalkan balai desa dengan langkah ringan karena dengan mengantongi persetujuan dari pak kades dan pengucuran dana awal dari pak Jamil yang menandakan mereka bisa segera melaksanakan satu persatu kegiatan yang sudah dirancang dengan sempurna dalam proposal.

“Ayo Vall, kita beli es cendol dan camilan buat anak-anak sebelum mereka kita ajak bekerja keras mensukseskan kegiatan Agustusan tahun ini”, ajak Baruna bersemangat

1
Fadilah Fadilah
lanjutkan cerita nya
Fadilah Fadilah
lanjutkan
PengGeng EN SifHa
alamaj mbah luraaaaaaaahhpantasimu menakutkan mbah🤣🤣🤣
Fadilah Fadilah
lanjutkan cerita nya
Fadilah Fadilah
lanjutkan
Fadilah Fadilah
lanjutkan cerita nya
Fadilah Fadilah
lanjutkan
Fadilah Fadilah
lanjutkan cerita nya
Fadilah Fadilah
lanjutkan
Rian Moontero
Mampiiirrr😍👍👍
Fadilah Fadilah
lanjutkan cerita nya 🙏🙏🙏
Fadilah Fadilah
lanjutkan sampai habis cerita ini jan🙏🙏🙏
Fadilah Fadilah
lanjutkan
PengGeng EN SifHa
BERSAMBUNG...


TENG TENG TEEEEEEEEEENNNNGGGGG☕️

SELAMAT PAGI SEMUAAAAAA
PengGeng EN SifHa: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Fadilah Fadilah
lanjutkan
PengGeng EN SifHa
walah walah walah walah...dunia dirga benar2 sangat seru dengan mereka yg mempunyai keinginan yg berbeda² demi sebuah VALIDASI
PengGeng EN SifHa
tampah...tledok...kalau ditempatku namane
Fadilah Fadilah
lanjutkan
PengGeng EN SifHa
Tatapanmu bagaikan mata si elang🦅🦅🦅 yang siap menerkam ga🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!