Jessica yang masih umurnya 21 tahun terpaksa menikah karena sebuah perjodohan dengan seorang CEO tampan kaya raya, laki-laki itu bernama Reyhan Dhalvin Wijaya.
Bagaimana jadinya jika di umur 21 tahun Jessica sudah menjadi seorang istri. mampukah ia melewati semua hal yang terjadi dalam hidupnya? Dan rahasia apakah yang Jessica sembunyikan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fuji Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ada apa dengan Jessica?
Dia keluar begitu pintu lift terbula, berjalan dengan suara heels yang beradu dengan lantai kantor.
"Selamat siang Nyonya Jessica."
Jessica tersenyum dan mengangguk, sapaan demi sapaan mulai terdengar.
Tring
Jessica masuk ke cafe yang berada dikantor dan membuat lonceng pintu berbunyi. Mengedarkan pandangannya dan berjalan menuju toko makanan.
"Jessica?"
Jessica menegang, suara yang tak asing di telinganya terdengar. Jessica berbalik secara perlahan dan memandang siapa pemilik suara itu.
Matanya membulat, seketika. "Aga."
Rangga Aditya mantan cinta pertama Jessica saat SMP dulu. Rangga dulunya kakak kelas Jessica.
"Wah, gue gak nyangka kalau lo berubah secantik ini."
Dan Jessica tak akan bisa mengelak, jika sudah seperti ini. Ditambah dengan tatapan membunuh dari pintu masuk cafe.
"Mampus...kenapa Mas Rey bisa sampai kesini dengan cepat!?" Batin Jessica panik.
Aura pria itu gelap, tatapannya sangat tajam. "Jessica, kembali ke ruangan saya. SEKARANG!!"
Semua yang ada di Cafe terkejut, ini akan menjadi gosip hangat di grub lambe turah kantor.
Tetapi Jessica tak beranjak, dan malah membuat Reyhan semakin emosi.
Dia berjalan cepat menuju Jessica, dan menarik kuat tangannya. Lalu menatap gelap Jessica.
"Kurang ajar, jangan dekati istri saya karena dia adalah milik Reyhan Dhalvin Wijaya. Jangan coba-coba dekati istri saya kalau kau tak mau mati ditanganku" Ujar Reyhan penuh kebencian dan ancaman.
Setelahnya dia membawa Jessica pergi bersamanya. Meninggalkan Rangga yang sunyi dan tegang.
"Ha? Tuh si bos kenapa sih, emang gua mau ngambil istrinya apa? Orang gua setia sama tunangan gua Celse." Gerutu Rangga.
***
Jessica memejamkan matanya saat Reyhan melempar benda-benda yang ada di meja kerjanya. Berkas, laptop, bingkai foto dan cangkir kopi jatuh ke lantai.
Semua barang berserakan, Reyhan benar-benar marah. Dia marah saat Jessica tadi bersama Rangga.
"Mulai nih bayi gede gua tantrumnya," batin Jessica.
"Mas, tenang ya sayang." Bujuk Jessica lembut, dia berusaha mendekat. Tapi tak bisa karena Reyhan melempar barang-barang secara sembarangan.
"AKU BENCI YA SAYANG KAMU DEKAT-DEKAT SAMA PRIA LAIN! AKU BENCI KALAU KAMU NYEBUT NAMA LAKI-LAKI LAIN!! AKU GASUKA!!" Teriak Reyhan emosi. Urat-urat dilehernya menonjol. Giginya bergemelatuk kuat.
Tangannya beralih pada sebuah vas bunga yang kaca berukuran kecil, dan melemparnya asal.
"Mas st--"
"Aw!" Ringis Jessica.
Reyhan membeku, dia berbalik dan melihat wanitanya terduduk seraya memegang dahinya yang mengeluarkan d*r*h.
Jantung Reyhan berdetak semakin cepat melihat itu, ia sudah melukai istrinya, wanitanya.
Dia segera berlari mendekat.
"Sa-ayang maaf, hiks..maafin R-rey..hiks.. Rey gak sengaja sayang.." Racau Reyhan panik. Dia berusaha menyeka d*r*h di dahi Jessica dengan ujung kemeja putihnya.
Tangannya bergetar hebat, dan wajahnya memucat. "Aku gapapa Mas, kamu jangan marah ya. Maaf aku salah." Bisik Jessica lembut.
Reyhan menatap takut Jessica, dia berdiri dan mundur beberapa langkah.
Reyhan berbalik dan langsung mendekati dinding di ruangannya.
"Hiks..tangan Reyhan nakal..hiks..harus dihukum." Lirihnya kesal, dia memukul dinding dengan kuatnya.
Membuat Jessica melotot dan segera berdiri walau terhuyung.
"M-mas stop! Tangan kamu bisa luka Mas!!""
"Hiks..bialin!! Tangan Ley nakal!!"
Jessica langsung memeluk punggung tegap Reyhan.
"Aku bakalan tinggalin kamu, kalau kamu gini terus!" Ancam Jessica. Secara otomatis tubuh Reyhan menegang, dan pukulannya berhenti.
Reyhan berbalik dengan cepat dan memeluk erat Jessica, membenamkan wajahnya di ceruk leher wanitanya.
"HUAAAAAAAA GAMAU HIKS..JANGAN TINGGALIN LEY!! HUAAAAAAA SAYANGGGG!!"
Jessica menghela napas pendek dan mengelus punggung tegapnya. "Ya..Mas..." Bisiknya, sebelum akhirnya kehilangan kesadaran.
Reyhan segera menahan tubuh Jessica begitu tubuhnya lunglai ke belakang. Matanya terpejam dengan d*r*h yang mengalir melewati pelipisnya.
Reyhan panik dan cemas. "SAYANG BAGUNN!!"
Ini kali pertama, Reyhan merasakan ketakutan yang sangat besar. Selain ketakutan akan Jessica yang meninggalkannya, ia tidak bisa hidup tanpa Jessica.
***
Setelah kejadian kemarin saat dikantor Reyhan sudah tenang.
Hari pun silih berganti.
Saat Jessica terbangun dari tidurnya dia merasa ada beban yang menindih bagian perutnya. Saat Jessica melihat ternyata itu tangan Reyhan yang memeluknya sepanjang tidurnya. Jessica pun merasa desiran hasrat yang cukup kuat namun Jessica dapat menahannya. Ia pun membangunkan Reyhan karna mengingat ini adalah hari senin.
"Mas, bangun udah pagi," ucap Jessica menepuk-nepuk pipi Reyhan.
"Masih ngantuk sayaaaang.. Bentar lagi yaa." jawab Reyhan justru semakin mengeratkan pelukannya.
"Ini udah jam 6 Mas... Mas Rey kan harus mengajar, aku juga harus kuliah," Ucap Jessica pada suaminya.
"Iya iya istrikuu yang cantiikkk, Mas bangun kok ini," ucap Reyhan sambil menciumi leher Jessica.
Jessica pun berangkat bersama dengan Reyhan. Sesampainya di kampus Jessica langsung berjalan menuju kelasnya dan Reyhan menuju kantor dosen.
Sesampainya di kelas.
"Jessica lo udah selesai tugas dari pak Reyhan belum?" Tanya Viola c bertanya pada Jessica.
"Hah? Emang ada tugas ya? Mampus gua lupa." kaget Jessica sambil menepuk jidatnya.
"Ih ko lo bisa lupa sih Jes. Nyari penyakit aja lo. Lo tau kan pak Reyhan itu lumayan killer Hes. Bisa bisa lo di hukum lagi," Ucap Anggun yang juga terkejut karna bisa bisanya Jessica lupa jika ada tugas matematika dari suaminya.
"Mel, gua nyontek dooong.. Pleaseee." mohon Jessica pada Amel di sertai wajah melasnya.
"Kalau soalnya sama si udah gua kasih liat dari tadi. Kan soalnya beda Jes," ucap Amel tak habis fikir pada Jessica.
"Mampus gua," ucap Jessica pasrah, pasalnya Jessica lupa jika ia mempunyai tugas dari suaminya yang harus di kerjakan, mengingat waktu bell masuk tinggal 3 menit lagi dan pelajaran suaminya merupakan pelajaran pertama di hari senin ini.
Bel pun berbunyi menandakan saatnya memulai pelajaran. Jessica semakin resah tak karuan, pasalnya Reyhan bilang jika di lingkungan sekolah dia akan bersikap layaknya seorang guru kepada Jessica, walaupun di rumah Reyhan sosok yang hangat namun beda dengan di luar rumah. Reyhan berubah menjadi sosok yang dingin dan tak berperasaan. Dia bisa tega menghukum para muridnya dengan menyuruhnya membersihkan halaman kampus yang luasnya seabreg.
Tak lama Reyhan pun memasuki kelas Jessica.
"Selamat pagi," Ucap Reyhan dengan nada dingin yang langsung di jawab oleh murid yang berada di dalam kelas.
"Pagi pak Reyhan," Ucap seluruh murid pada Reyhan.
Reyhan sesekali melirik ke arah Jessica, ia melihat istrinya sangat resah dan gelisah, ia bertanya tanya.
"Ada apa dengan Jessica, kenapa terlihat begitu resah pagi ini?" batin Reyhan.
"Oke pelajaran akan saya mulai,, buka halaman 80," ucap Reyhan sambil melihat buku yang di pegangnya.
Jessica hanya bisa pasrah dengan keadaannya hari ini.
"Baiklah maju satu persatu dan kumpulkan buku kalian di meja saya, dari baris sebelah kanan dulu," Ucap Reyhan yang di iyakan semua murid.
Tibalah saatnya giliran Jessica yang maju ke meja Reyhan untuk menyerahkan tugasnya. Jessica hanya membawa sebuah buku yang kosong tanpa jawaban di lembarnya.
"Mas aku lupa ada tugas, jadi aku nggak ngerjain tugasnya," Ucap Jessica lirih pada Reyhan tanpa terdengar yang lainnya. Reyhan menoleh melihat wajah istri kecilnya.
"Setelah ini kamu ke ruangan saya!" ucap Reyhan tegas, sontak di dengar semua murid di kelas.
"Baik pak." jawab Jessica.
Jessica pun kembali duduk lagi di bangkunya.
"Jes kayanya pak Reyhan mau hukum lo deh, soalnya lo di suruh ke ruangannya," Cicit Viola engan wajah sedihnya.
"Biarlah Vio, mau gimana lagi emang gua salah," Ucap Jessica pasrah.
"Tapi kayaknya Lo nggak bakal dihukum deh Jes, Lo kan bininya pak Reyhan," ujar Amel.
"Ya tetep aja lah Mel." Balas Jessica.