NovelToon NovelToon
Cegil Merajut Luka Hatinya

Cegil Merajut Luka Hatinya

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rofiwan

"Aku mengejarmu karena mengira kamu adalah malaikat penyelamatku. Ternyata, kamu hanyalah luka paling berdarah yang sengaja aku pelihara."

Selama dua tahun di SMA Taruna Bakti, Rian Pratama rela menjadi budak cinta demi Keysha Mariela, sang kapten cheerleader. Rian tulus, ia hanya ingin membalas budak kebaikan gadis yang ia kira telah menolongnya di malam ibunya meninggal dunia. Namun, ketulusan Rian dibanting hancur di pesta ulang tahun Keysha. Di depan ratusan mata, Keysha menolaknya mentah-mentah demi Marvel, cowok idaman sekolah, sambil menertawakan kemiskinan Rian.

Di titik terendah saat Rian ingin mengakhiri segalanya, Ziva Zakiyah datang membawa satu rahasia terbesar. Cewek genius, manipulatif, dan terkenal 'cegil' (cewek gila) ini membawa satu misi: balas dendam untuk menghancurkan Keysha dan Marvel.

Saat Rahasia Ziva mulai terkuak, memicu antara benci dan cinta. Apakah Ziva akan benar-benar merajut luka hatinya Rian, atau justru hancur bersama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13. Kerja Kelompok Sosialogi.

Aroma kertas lembar kerja dan AC ruangan yang berderit samar tidak mampu mendinginkan suhu kepala Keysha.

Matanya terasa perih, sisa dari tangisan di koridor sepuluh menit yang lalu.

Di ujung kelas, Marvel duduk dengan kaki menyilang, sibuk dengan ponselnya, bersikap seolah ancaman putus yang dia lontarkan baru saja hanyalah obrolan cuaca.

Cowok itu sengaja mengabaikannya, sebuah taktik manipulatif klasik agar Keysha datang merangkak memohon maaf.

"Oke, perhatian semuanya," suara Bu Lastri memotong keheningan kelas, mengetuk papan tulis dengan spidol. "Tugas proyek sosiologi kali ini akan dikerjakan berpasangan. Ibu sudah membagi kalian berdasarkan analisis nilai ujian semester lalu agar seimbang."

Keysha menahan napas. Tangannya meremas ujung rok abu-abunya.

"Kelompok satu: Marvel dan Keysha."

Begitu nama mereka disebut, Marvel menurunkan ponselnya. Dia menoleh ke arah Keysha, memberikan senyum miring yang penuh kemenangan.

Tatapan matanya seolah berkata:

Lo lihat? Semesta pun tahu lo gak bisa lepas dari gue.

Dada Keysha bergemuruh. Rasa mual yang sempat hilang kini kembali dengan intensitas ganda. Dia menatap Marvel, lalu beralih ke Bu Lastri.

Sesuatu di dalam dirinya—sebuah jangkar harga diri yang tersisa—mendadak patah. Cukup. Dia tidak mau lagi dikontrol oleh ego Marvel Sanjaya.

"Bu," Keysha mengangkat tangannya. Suaranya agak bergetar, namun cukup lantang untuk membuat satu kelas menoleh. "Saya keberatan. Saya mau pindah kelompok."

Kelas mendadak sunyi. Marvel menegakkan posisi duduknya, matanya menyipit tajam, rahangnya mengeras seketika.

Pemilihan kata Keysha adalah tamparan langsung bagi egonya di depan publik.

"Keberatan kenapa, Keysha? Ini sudah Ibu sesuaikan dengan porsi nilai," kata Bu Lastri, sedikit terkejut.

"Saya rasa gaya belajar saya dan Marvel sudah tidak sejalan, Bu. Saya ingin kelompok yang lebih fokus," jawab Keysha dingin, tanpa menoleh sedikit pun pada Marvel yang kini menatapnya dengan kilat amarah yang siap meledak.

Bu Lastri menghela napas, melihat catatan di mejanya. "Masalahnya, semua sudah pas berpasangan. Kecuali... kelompok terakhir. Rian dan Ziva. Tapi mereka kelompok khusus karena Rian masih absen karena sakit, dan Ziva mengajukan diri untuk mengambil porsi dua orang sementara waktu."

Mendengar nama Rian, Keysha seperti melihat jalan keluar sekalian bentuk penebusan dosanya. Dia tahu Rian masuk rumah sakit karena ulah Marvel. Menolak Marvel dan memilih Rian adalah pernyataan perang yang mutlak, tapi Keysha sudah terlanjur basah.

"Saya bersedia masuk ke kelompok Rian dan Ziva, Bu. Saya bisa bantu handle bagian Rian selama dia belum masuk," potong Keysha cepat, tegas, tanpa ragu.

Bisik-bisik langsung pecah di penjuru kelas.

Keysha menolak Marvel demi anak beasiswa yang dijatuhkan kemarin? Gosip segar langsung menyebar lewat tatapan mata antar murid.

Di sudut lain, Ziva, yang sejak tadi hanya memperhatikan dengan wajah datar sambil memutar-mutar pulpen di jarinya, langsung menghentikan gerakannya.

Matanya yang tajam langsung mengunci figur Keysha.

"Keysha, kamu yakin?" Bu Lastri memastikan. "Kelompok mereka bertiga jadinya, dan tugasnya akan lebih berat karena kondisi Rian."

"Yakin, Bu." Keysha mengangguk mantap. Dia sengaja menatap Marvel, mengembalikan tatapan menantang yang biasanya membuat dia ciut. 'Lo mau putus? Silakan' batin Keysha.

Marvel mengepalkan tangannya di atas meja hingga buku jarinya memutih. Dia merasa dikhianati dan dipermalukan di level paling dasar.

"Oke, kalau begitu, Keysha masuk ke kelompok Ziva dan Rian. Marvel, kamu Ibu pasangkan dengan..." Bu Lastri melanjutkan pembagian, namun Keysha sudah tidak mendengarnya lagi. Dia segera membereskan tasnya dan berjalan menuju kursi di barisan belakang, tempat Ziva duduk sendirian dengan aura defensifnya yang pekat.

Keysha menarik kursi di sebelah Ziva, mencoba tersenyum tipis sebagai tanda perdamaian. "Hai, Ziv. Gue gabung ya. Gue bakal bantu urus bagian Rian, lo gak usah khawatir."

Ziva tidak membalas senyuman itu. Dia justru meletakkan pulpennya ke meja dengan ketukan yang sengaja dibuat keras, menciptakan bunyi prak yang mengintimidasi.

Cewek dengan rambut berkuncir dua itu memutar tubuhnya menghadap Keysha, matanya menatap Keysha dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan pandangan merendahkan.

"Gak usah repot-repot," kata Ziva, suaranya pelan tapi sarat akan penekanan yang dingin.

Keysha agak tersentak. "Maksudnya?"

Ziva bersedekap, bersandar pada kursinya dengan gestur yang sangat menjaga jarak. "Gue gak butuh pahlawan kesiangan di kelompok gue. Terutama, pahlawan yang dapet privilege dari pacar penjahat nya."

"Ziv, gue di sini mau bantu Rian. Gue tahu apa yang Marvel—"

"Lo tahu?" Ziva memotong, senyum sinis terukir di bibirnya. "Lo baru tahu sekarang setelah cowok lo bikin nyawa orang hampir melayang? Ke mana aja lo selama ini waktu Marvel nindas anak-anak lain di sekolah ini? Lo nikmatin kan, rasa aman jadi pacar penguasa sekolah?"

Kalimat Ziva menghantam Keysha tepat di bagian yang paling rapuh. Fakta bahwa itu benar membuat dada Keysha terasa sesak. Dia memang menutup mata selama ini karena rasa amannya sendiri.

"Gue akuin gue salah," bisik Keysha, menahan getar di suaranya agar tidak terdengar lemah. "Tapi kali ini gue serius. Gue mau tanggung jawab. Gue mau bantuin Rian."

"Tanggung jawab lo gak laku di sini, Keysha," sahut Ziva keras kepala. Dia tidak memberikan ruang sedikit pun untuk empati. Bagi Ziva, semua orang di lingkaran Marvel adalah musuh. "Rian masuk UKS bukan buat jadi bahan eksperimen rasa bersalah lo. Lo cuma mau bersihin nama baik lo sendiri kan, biar gak kelihatan bersalah?"

"Gak, bukan gitu!"

Ziva mengabaikan pembelaan Keysha. Dia langsung berdiri, mengangkat tangannya tinggi-tinggi hingga perhatian Bu Lastri kembali teralih ke bagian belakang kelas.

"Bu Lastri!" panggil Ziva lantang.

"Iya, Ziva? Ada masalah?"

Ziva menatap Keysha dengan pandangan lurus yang dingin, penuh penolakan yang mutlak, sebelum kemudian melempar suaranya ke depan kelas.

"Saya menolak Keysha masuk ke kelompok saya dan Rian. Lebih baik saya kerjain tugas ini sendirian daripada nama dia ada di lembar kerja kami."

Satu kelas kembali menahan napas. Keysha membeku di tempatnya, terjebak di antara tatapan murka Marvel dari depan, dan penolakan kejam Ziva di sampingnya.

......................

...****************...

Tbc,

1
Luna
untuk yg suka simpel dan no drama Indosiar,,,novel ini aku kasih bintang 5
Luna
akhirnya tamat juga,happy ending ceritanya,
Luna
timy ,,, akhirnya wujudmu muncul juga setelah sekian purnama🤣🤣🤣🤣,pantes aku feeling kok ada nama Jihan berarti ada timy 🤭🤭🤭🤭
Luna
jadi ingat dulu setelah SMA pingin kuliah tapi GK bisa GK ada biaya ,,, setelah bertahun tahun mempunyai 2 anak baru bisa kuliah lagi,,,😌
falea sezi
plin plan amat Riyan ini🤣 lu doyan kesya balik aja sana biar Ziva dpet cowok lain yg ganteng kaya lebih dr eluuu😒
Luna
penerus ziva dah nongol🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Luna
good job sya👍
Luna
semangat sya💪,berubah jadi baik itu emang sulit . keberanian kamu ngomong ke guru tua keren loh,
Luna
akhirnya si Keysa waras juga,,, siapa tau nanti muncul jodoh mu sya🤭,
Rofiwan: akan kukabulkan jodoh untuk keysha yang... setara🤭
total 1 replies
falea sezi
bagus
falea sezi
uda ziva jauhin pindah sekolah😕 laki. oon. g ba nrima takdir ya😓
falea sezi
jangan ampe nyesel lu rian kehilangan ziva😓 buat ziva pergi aja thor rian bego malah nyalahin ziva
Luna
udah ziva menjauh aja dari cowok yang GK bisa terima takdir , siapa juga yg mau nabrak orang ,,,egois sekali ,,jadi GK respect sama Rian ,
falea sezi
malah nyalahin Ziva🤣 oon bgt ini Riyan plin plan
falea sezi
🤣🤣 si plin plan mending pergi aja ziv laki! gk tau diri cocok sama sampah kayak. keysa
Luna
GK respect sama Rian ,,, ujung ujungnya nanti marahan lagi sama ziva,,,,apa GK ada cowok lain yg bantu Keysa ,atau emang sengaja citra pengen ngerusak hubungan orang,
Luna
makin bodoh yg seharusnya minta tolong om nya dong buat klarifikasi,,,😑
falea sezi
😒 gila ini keysa
Luna
kan itu sudah jadi pilihan kamu sya dari awal ,,, jangan menyesal,cowok idaman mu ternyata tak sempurna seperti halusinasi mu🤣🤣🤣🤣🤣 terima takdir,Marvel memang kaya tapi sifatnya kek psikopat dan kamu sendiri yg membangkitkan nya keysa🤣🤣🤣🤣🤣
Queen Aisyah
🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!