NovelToon NovelToon
PENGANTINKU DIREBUT DIHARI PERNIKAHANKU

PENGANTINKU DIREBUT DIHARI PERNIKAHANKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Identitas Tersembunyi / Evolusi dan Mutasi
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Aksara Handini

Tiga tahun aku merawat cinta dan membesarkan anak seorang diri di balik bayang-bayang kesibukan perusahaan, sementara tunanganku, Rian, bersiap menyambut hari pernikahan kami. Namun, tepat di altar suci di mana harusnya aku bersumpah setia, ia justru mempermalukanku di hadapan ratusan tamu undangan demi bersanding dengan wanita lain yang dihamirinya.
​Mereka mengira aku akan hancur lebur dan memohon iba. Mereka salah besar. Aku tidak datang ke altar untuk menangis, melainkan untuk mengambil alih seluruh imperium bisnis keluarganya dan membuat pria itu berlutut di lantai kotor tanpa sisa.
​Apakah Rian benar-benar mengira air mataku adalah kelemahan, sebelum aku mencabut seluruh kekuasaannya dalam satu malam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aksara Handini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15: ALESHA JADI KETUA ARISAN BERLIAN BLOK M

Hotel Grand Mulia. Ballroom Diamond lantai tiga.

Lokasi yang persis dua pekan lalu jadi saksi betapa hinanya Alesha di atas altar. Gaun pengantinnya direbut paksa Clarissa, ibunya diusir kasar security karena dianggap bau kampung, sementara dirinya dibiarkan sendiri di depan lima ratus tamu.

Hari ini, ruangan megah itu kembali disewa penuh. Tapi bukan untuk nikahan.

Melainkan untuk Arisan Berlian Blok M, perkumpulan sosialita paling elite di Jaksel. Iuran per bulan seratus juta. Hadiah undiannya bukan alat rumah tangga, tapi unit apartemen dan berlian asli.

Pukul sepuluh pagi, tiga puluh sosialita sudah duduk di meja bundar pakai gaun adibusana fantastis. Mereka saling bisik-bisik.

"Eh, denger enggak? Nyonya Listia resmi dikeluarin dari arisan karena gagal bayar iuran."

"Ya ampun, kasian. Katanya sekarang kerja jadi lady companion di Bar Mawar Blok M."

"Sudah risiko! Dulu dia paling congkak ngerendahin Alesha!"

Pintu utama ballroom berderit terbuka.

Seketika semua sosialita spontan berdiri.

Alesha melangkah masuk.

Bukan lagi Alesha yang dulu pakai gaun pengantin murah dua juta dan sandal jepit karena sepatunya disembunyiin Clarissa. Bukan Alesha yang nangis di atas altar dengan makeup luntur berantakan.

Ia adalah Alesha Vion.

Ia pakai gaun putih rancangan Chanel terbaru seratus lima puluh juta, rambut di-blow sempurna, makeup flawless, sepatu hak tinggi Louboutin merah menyala. Di leher jenjangnya melingkar kalung berlian biru yang senada dengan cincin lima karat di jari manisnya. Di belakangnya, Vion jalan tegap pakai jas hitam sempurna, rangkul pinggang istrinya posesif, dikawal empat pengawal tegap yang tenteng empat koper besar.

Seisi ruangan mendadak sunyi. Puluhan sosialita memandang Alesha dengan kagum, iri, sekaligus segan.

Alesha berjalan menuju meja utama ketua arisan, meja yang selama lima tahun dikuasai Nyonya Listia. Meja tempat Nyonya Listia dulu hina dia, "Buat apa kau datang ke sini, Alesha? Kau kan cuma calon menantu miskin, mana punya uang seratus juta buat ikut arisan ini!"

Hari ini, Alesha duduk di kursi singgasana itu dengan penuh anggun.

Vion menarikkan kursi untuknya seperti pelayan setia bagi sang ratu.

Alesha duduk, menyilangkan kaki jenjang dengan anggun, lalu pelan lepas kacamata hitamnya.

"Selamat pagi, ibu-ibu cantik penguasa Blok M," sapa Alesha ramah tapi penuh otoritas. Senyumnya manis, tapi sorot matanya dingin. "Perkenalkan, saya Alesha Vion. Ketua Arisan Berlian yang baru."

Seketika, tepuk tangan meriah bergemuruh, jauh lebih gegap gempita dibanding zaman Nyonya Listia dulu.

"Terima kasih. Saya paham, dulu kalian kenal saya sebagai Alesha yang miskin, yang ditinggal di altar, dan yang diinjak harga dirinya sama Nyonya Listia. Tapi hari ini saya berdiri di depan kalian bukan lagi sebagai Alesha yang tidak punya apa-apa. Melainkan sebagai Nyonya Vion, CEO Vantec Group, dan istri sah Vion Mahendra."

Vion senyum tipis, lalu kasih gestur ke pengawalnya.

Brak! Brak! Brak! Brak!

Keempat koper jumbo dibuka serentak.

Isinya bukan sekadar uang iuran seratus juta.

Melainkan tumpukan uang tunai empat miliar, empat puluh tas Hermes asli, empat puluh berlian murni satu karat, dan empat puluh sertifikat kepemilikan apartemen di Vion Tower.

Jerit histeris membahana di ballroom. Bola mata para sosialita membelalak sempurna.

"Ini... apa ini, Nyonya Vion?" tanya salah satu dengan suara gemetar tidak percaya.

"Cinderamata perkenalan dari saya," jawab Alesha santai sambil seruput teh hangat. "Dulu, Nyonya Listia cuma kasih hadiah panci dan uang sepuluh juta buat arisan ini karena memang pelit. Saya beda. Arisan saya kasih bonus apartemen, karena saya berkecukupan. Semua harta ini hasil dari paten yang dulu dicuri mantan suami saya, yang kini hasilkan satu miliar tiap hari."

Ia jentikkan jarinya sekali lagi.

Pengawal bergerak sigap bagikan satu tas Hermes, satu berlian, dan satu sertifikat apartemen ke setiap anggota yang hadir. Tiga puluh sosialita, dapat tiga puluh set hadiah mewah.

Pekikan histeris makin tak terbendung. Bahkan ada beberapa yang pingsan karena tidak sanggup cerna kenyataan di depan mereka.

"Dan mulai bulan ini," lanjut Alesha sambil bangkit dari kursi ketua, melangkah pelan kelilingi meja bundar. Hak Louboutin-nya berdering nyaring di lantai marmer ballroom yang sama tempat ia dulu diinjak martabatnya. Tuk. Tuk. Tuk.

"Iuran arisan kita resmi naik. Dari seratus juta jadi lima ratus juta per bulan. Karena kita bukan lagi sekadar arisan biasa. Ini Arisan Sosialita Nyonya Vion. Kalau ada yang keberatan dengan nominal itu, silakan mundur, persis seperti nasib Nyonya Listia."

Semua sosialita angguk cepat tanpa bantahan. Lima ratus juta terasa murah bagi mereka kalau dibanding balikannya apartemen senilai lima miliar.

Alesha berhenti tepat di depan kursi kosong berdebu yang dulu selalu diduduki Nyonya Listia.

Ia raih papan nama bertuliskan NYONYA LISTIA - KETUA ARISAN yang masih tergeletak di sana, lalu lempar begitu aja ke tempat sampah di depan semua saksi mata.

Prang!

Para sosialita refleks tahan napas.

Alesha ganti dengan papan nama baru berlapis huruf emas berkilau: NYONYA ALESHA VION - KETUA ARISAN ABADI - PENGUASA BLOK M.

"Ah, satu hal lagi," ujar Alesha dengan nada manis. "Saya dengar Nyonya Listia kini kerja di Bar Mawar Blok M. Sungguh menyedihkan. Sebagai ketua arisan baru, saya merasa terpanggil untuk perhatian. Jadi, saya sudah belikan seragam baru."

Ia kembali jentikkan jari.

Seorang OB masuk bawa sehelai seragam lady companion Bar Mawar merah menyala, sangat pendek dan ketat, pakaian yang hampir dipakai Nyonya Listia kemarin.

"Tolong antar pakaian ini ke Bar Mawar. Gratis, dari saya. Mantan menantunya. Biar dia bisa kerja lebih giat. Karena dulu dia cap saya wanita murahan yang tidak layak sanding dengan anaknya. Kini, biar dia nikmati peran sebagai wanita murahan yang sebenarnya."

Seisi ballroom hening sejenak, sebelum meledak dalam tawa tertahan campur decak kagum.

Tepat di luar pintu ballroom, sembunyi di balik pilar megah lobi Hotel Grand Mulia, Nyonya Listia berdiri terpaku. Ia pakai seragam lady companion merah menyala pinjaman dari Mami Rosa yang baru diantar pesuruh suruhan Alesha.

Ia saksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana Alesha duduki singgasananya, bagikan tas Hermes dan unit apartemen, disembah rekan sosialita yang dulu jilat dia.

Air mata Nyonya Listia tumpah deras, lunturkan riasan murah di wajahnya.

Wanita itu jatuh bersimpuh di balik pilar lobi, terbalut baju merah vulgar, nangis histeris sendirian di lokasi tempat ia dulu hina Alesha sebagai perempuan melarat.

Di dalam ruangan, Alesha angkat tinggi gelas porselen tehnya.

"Untuk Blok M yang baru. Tanpa Nyonya Listia. Cheers!"

"Cheers, Nyonya Vion!" pekik tiga puluh sosialita serempak, angkat gelas untuk sang ratu baru.

Vion yang berdiri siaga di belakang Alesha, memandangi wanita itu dengan mata penuh cinta dan bangga mutlak yang tak pernah ia kasih ke siapa pun.

"Ratuku," bisik Vion mesra di telinga Alesha. "Kau bahkan jauh lebih kejam dari aku. Dan aku semakin tergila-gila pada kekejamanmu itu."

Alesha senyum tipis, sandarkan kepalanya nyaman di dada bidang suaminya.

Sementara di balik pilar lobi, Nyonya Listia jatuh pingsan tak sadarkan diri. Tidak ada satu pun yang peduli untuk tolong dia.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!