Vivian Wei keluar dari penjara demi menanggung kesalahan kakak kembarnya. Dulu keras kepala dan bar-bar, kini ia berubah menjadi gadis tangguh yang tidak takut melawan siapa pun.
Pertemuannya dengan Delvin Yang, seorang CEO sekaligus direktur universitasnya, mengubah hidup Vivian. Awalnya Delvin berniat membatalkan pertunangan keponakannya dengan Vivi Wei.
Namun, setelah mengenal Vivian, Delvin justru mengubah keputusannya. Bukan Vivi, melainkan Vivian yang ingin ia jadikan istrinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Delvin Mendatangi Rumah Keluarga Wei
Perjalanan.
Delvin duduk di kursi belakang mobil, sementara Jo mengemudi dengan tenang.
"Tuan, setelah ini kita harus ke mana?" tanya Jo.
"Keluarga Wei. Sudah waktunya membatalkan pertunangan Mark dan Vivi Wei," jawab Delvin dingin.
"Baik, Tuan. Aku penasaran bagaimana reaksi mereka setelah Vivian Wei menjadi pilihan Yang Group dan mendapatkan beasiswa. Sementara Vivi Wei justru dikeluarkan dari Hua Qing."
Delvin menatap lurus ke depan.
"Pastikan tidak ada universitas maupun perusahaan dalam negeri yang mau menerimanya."
Jo sedikit terkejut.
"Tuan ingin memblokir jalan Vivi Wei?"
"Benar. Dia tidak bertanggung jawab, menyebarkan berita palsu, suka bergosip, dan berbohong. Orang seperti dia tidak layak bergabung dengan perusahaan mana pun."
Delvin terdiam sejenak sebelum melanjutkan.
"Dan satu hal lagi. Aku yakin sesuatu akan terjadi."
"Apa itu, Tuan?" tanya Jo penasaran.
"Keluarga Wei tidak akan melepaskan Vivian Wei begitu saja."
Tatapan Delvin menjadi lebih dalam.
"Kita lihat saja apa yang akan mereka lakukan."
Mansion keluarga Wei.
Vivian dan Vivi akhirnya kembali ke rumah.
Mike Wei, June, dan Tom langsung menyambut Vivi dengan wajah gembira, seolah tidak menyadari keberadaan Vivian.
"Adikku yang hebat! Tadi Asisten Jo menghubungi Papa. Katanya Nona Wei berhasil meraih peringkat pertama dan mendapatkan beasiswa. Selain itu, kau juga menjadi calon karyawan pilihan Yang Group. Bahkan kau dipilih langsung oleh Direktur Yang!" ujar Tom sambil merangkul bahu Vivi.
"Kakak, yang meraih peringkat pertama itu aku, bukan dia," kata Vivian.
"Cih... Vivian, kau harus sadar diri. Kau berada di penjara selama setahun dan banyak ketinggalan pelajaran. Mana mungkin kau bisa menjadi peringkat pertama?" ejek Tom.
"Iya, iya. Aku paling bodoh, kalian semua paling pintar," jawab Vivian santai sebelum duduk di sofa.
"Vivian, kau harus belajar dari kakakmu. Jangan selalu malas belajar. Sejak kecil kau tidak pernah serius belajar, jadi nilaimu rendah dan tidak pernah menjadi juara," ujar Mike.
"Pa, sejak kapan Papa pernah melihat nilaiku?" tanya Vivian.
"Kakakmu sudah melihatnya. Apa perlu kami melihatnya juga?" jawab Mike.
"Jadi maksud Papa, Vivi melihat nilaiku dan mengatakan nilaiku lebih rendah darinya?" tanya Vivian.
"Vivian, jangan marah. Apa yang Papa katakan demi kebaikanmu. Lihatlah kakakmu, dia bahkan berhasil direkrut langsung oleh Direktur Yang. Kelak kita juga akan menjadi besan dengan keluarga Yang. Dua berita baik ini adalah contoh terbaik. Kau harus belajar dari kakakmu," ucap June.
Vivian menatap Vivi.
"Vivi, apakah kau peringkat pertama?"
Vivi langsung terdiam.
"Kenapa aku tidak tahu? Direktur Yang mengumumkan bahwa aku yang mendapatkan beasiswa. Semua orang di sana juga melihat daftar peringkatnya. Kalau memang kau peringkat pertama, jelaskan kepada Papa dan Mama."
"Aku..." Vivi tidak mampu menjawab.
"Papa dan Mama tidak boleh tahu kalau aku dikeluarkan dari Hua Qing. Kalau mereka tahu, aku pasti akan dimarahi," batin Vivim
Tom kembali menyindir.
"Vivian, jangan tidak tahu malu. Selain malas, kau juga bodoh. Kalau ingin dibandingkan dengan Vivi, kau bukan siapa-siapa."
Vivian tertawa kecil.
"Di mataku, kau juga bukan siapa-siapa. Kau hanya tahu menimbulkan masalah."
Ia menatap Vivi dan Tom satu per satu.
"Kalian berdua sangat cocok menjadi saudara kandung. Sepertinya aku memang anak angkat, jadi tidak mirip dengan kalian."
"Vivian, diam! Jangan bicara sembarangan. Cobalah belajar lebih giat seperti kakakmu. Apa salahnya?" tegur Mike.
Vivian terdiam sejenak.
Kemudian, tatapannya berubah dingin.
"Selama setahun aku di penjara, aku dipukul, disiksa, dan harus menghadapi semuanya sendirian. Mana mungkin aku masih bisa menjadi gadis yang lembut seperti dulu?"
Mike dan June terdiam.
"Maaf, Pa. Ma... aku bukan Vivi yang pintar berpura-pura dan selalu terlihat sempurna di depan kalian."
"Jaga mulutmu, Vivian! Bagaimana bisa kau berbicara seperti itu tentang kakakmu?" bentak June.
Vivian tersenyum pahit.
"Kalian menjebloskanku ke penjara, tetapi tidak merasa menyesal sedikit pun. Sekarang aku hanya mengatakan beberapa patah kata, kalian sudah merasa sakit hati."
"Kadang aku benar-benar bertanya-tanya... apakah kalian memang orang tuaku?"
"Vivian, kau selalu membuat masalah sejak kecil hingga dewasa. Kalau kau merasa mampu, keluarlah dari rumah ini dan hidup mandiri!" ujar Tom.
Vivian menatap Tom dengan tenang.
"Tom Wei, apakah kau lupa? Selama ini aku memang hidup mandiri."
Tom terdiam.
"Kau dan Vivi mendapatkan biaya sekolah dari keluarga. Sedangkan aku harus bekerja sendiri sambil bersekolah. Aku dituntut mencari uang untuk memenuhi kebutuhanku, sementara kalian berdua hidup sebagai anak kesayangan di rumah."
Tatapan Vivian beralih kepada Mike dan June.
"Jadi, siapa yang sebenarnya tidak mandiri selama ini?"
Ia tersenyum pahit.
"Sampai sekarang kalian berdua masih bergantung pada orang tua. Sedangkan aku hanya tinggal di sini dan makan sekali sehari."
Ruangan mendadak hening.
"Papa dan Mama yang dikenal sangat penyayang tidak pernah menanggung biaya pendidikanku."
"Vivian, sebenarnya semua ini hanya demi kebaikanmu," ujar June pelan.
"Tidak perlu memberi alasan. Aku sudah muak."
Tiba-tiba terdengar suara tepuk tangan pelan dari arah pintu.
"Hebat sekali."
Semua orang langsung menoleh.
Jo berjalan masuk bersama Delvin Yang.
Jo menatap seluruh keluarga Wei dengan senyum tipis.
"Ternyata keluarga Wei yang selama ini terlihat begitu megah dan luar biasa justru membiarkan putrinya sendiri bekerja keras untuk membiayai pendidikannya."
Jo menggelengkan kepala.
"Luar biasa."
Wajah Mike, June, dan Tom langsung berubah.
Sementara Vivian menatap kedua pria itu dengan terkejut.
"Perkenalkan! Ini adalah Direktur Yang, paman dari Tuan Muda Mark!" kata Jo.
"Direktur Yang!" sapa Mike, June, dan Tom dengan ramah.
Sementara itu, Vivi hanya terdiam dengan wajah cemas.
"Direktur Yang, silakan duduk. Apakah tujuan Anda datang untuk membahas pertunangan Vivi dengan Tuan Muda Mark?" tanya Mike.
Delvin berjalan menuju sofa lalu duduk dengan wajah dingin.
"Tujuanku adalah membatalkan pertunangan antara keponakanku dan Vivi Wei."
Mike, June, dan Tom langsung terdiam.
Delvin menatap mereka dengan tatapan tajam.
"Aku tidak setuju wanita yang tidak tahu malu menginjakkan kaki di rumah keluarga Yang."
Suasana ruang keluarga seketika membeku.
Wajah Vivi langsung pucat.
Mike dan June saling berpandangan, sementara Tom mengepalkan tangannya.