NovelToon NovelToon
Aliansi Dua Pewaris

Aliansi Dua Pewaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Orang Disabilitas / Fantasi Wanita
Popularitas:763
Nilai: 5
Nama Author: Peri Bumi

Bagi Roselia, musuh dia hanya satu: Gabriel, putra Adipati saingan keluarganya.

Dua keluarga Adipati itu sudah bermusuhan turun-temurun, jadi tontonan seluruh istana.

Sampai sebuah fitnah keji dari Pangeran Ke-4 menjatuhkan keluarga Roselia. Ia dibuang ke perkebunan terpencil yang kumuh.

Roselia pikir hidupnya sudah berakhir.
Sampai takdir mempertemukan mereka lagi.
Ia menemukan Gabriel — sang musuh bebuyutan yang sombong itu — hanyut pingsan di sungai dekat perkebunannya.

Saat terbangun, Gabriel menatapnya kosong.

"Siapa... aku?"

Dia hilang ingatan!

Dendam Roselia membara. Inilah kesempatannya!

Ia menjadikan pewaris Duke yang angkuh itu sebagai pesuruh kebunnya. Disuruh mencuci, memanen, tidur di gudang!

Balas dendam kecilnya terasa manis... sampai Roselia sadar, Pangeran Ke-4 yang menghancurkan keluarganya, ternyata juga dalang di balik kecelakaan Gabriel.

Mereka dijebak. Diadu domba sejak awal.
Kini, saat ingatan Gabriel perlahan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Peri Bumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Muslihat dibawah kabut

Kepulan debu dari rombongan Kapten Vane telah menyatu dengan kabut sore, namun rasa tegang di mansion Hazel sama sekali belum menguap. Pasukan Serigala Hitam yang mendirikan kemah tepat di luar gerbang utama membuat atmosfer perkebunan terasa bagaikan penjara beratap langit.

Di dalam kamar kerja pribadi Roselie, keheningan terasa begitu pekat.

Roselie berdiri di balik jendela yang tertutup tirai tipis, mengamati dua prajurit berzirah hitam yang berjaga di atas kuda dari kejauhan. Jemari lentiknya meremas kain tirai dengan erat.

"Paman Bret," panggil Roselie tanpa berbalik.

"Saya, My Lady," sahut Paman Bret yang berdiri membungkuk di dekat pintu.

"Bagaimana keadaan di gerbang selatan? Apakah jalur kurir laut kita masih aman?"

"Sangat riskan, Lady Roselie," jawab Paman Bret dengan nada penuh kecemasan. "Kapten Vane menempatkan tiga kelompok patroli kecil di sepanjang jalur hutan selatan. Setiap kereta kuda atau pekerja yang membawa barang bawaan diperiksa sampai ke dasar peti. Jika kita mencoba mengirimkan dokumen rahasia itu sekarang melalui jalur darat biasa, kemungkinan besar akan tercegat."

Roselie memejamkan mata sejenak, memikirkan posisi ayahnya yang saat ini terkurung sebagai tahanan rumahan di ibukota. Dokumen pemalsuan stempel di balik kompartemen dindingnya adalah satu-satunya kartu as yang bisa menyelamatkan nyawa Adipati Edward. Jika dokumen itu tertangkap oleh Vane, hancur sudah seluruh garis keturunan Hazel.

*Ketuk... ketuk...*

Pintu ruang kerja diketuk pelan. Gabriel melangkah masuk seraya membawa nampan kayu berisi piring roti hangat dan teko teh. Pria tegap itu menutup pintu rapat-rapat menggunakan tumit kakinya, lalu melangkah menuju meja kerja.

"Nona Roselie," sapa Gabriel tenang.

Roselie berbalik, menatap pria yang kini berdiri formal di hadapannya. Tatapan mata Roselie menyipit, mengamati raut wajah Gabriel yang tampak sangat tenang—terlalu tenang untuk seorang pria yang tadi pagi hampir saja tertangkap oleh musuh bebuyutannya.

"Kau tampak tidak panik sama sekali, Gabriel," tegur Roselie dingin, menyilangkan tangan di dada. "Prajurit yang membantai keluargamu sedang berkemah lima ratus meter dari sini. Sekali saja salah satu dari mereka mengenali garis wajahmu tanpa lapisan lumpur, kita semua akan digantung."

Gabriel meletakkan nampan teh di meja. Dia mendongak, menatap iris mata hijau zamrud milik Roselie dengan ketenangan seorang komandan tempur yang tak tergoyahkan.

"Panik tidak akan mengubah posisi Vane di luar gerbang, Nona," jawab Gabriel serak namun mantap. "Kapten Vane adalah tipe pemburu yang mengandalkan intimidasi. Dia tahu dia tidak punya wewenang hukum untuk menerobos mansion ini, jadi dia mencoba memancing Nona agar melakukan kesalahan karena panik."

Roselie tersentak kecil di dalam hati. Analisis Gabriel sangat tepat dan tajam.

"Lalu apa usulmu, 'Pengawal'?" sindir Roselie halus pada kata terakhir, sengaja menguji sikap pria itu.

"Serang dari sudut yang tidak dia awasi," ujar Gabriel pelan seraya melangkah mendekati meja kerja. Jemari tegapnya menunjuk ke arah peta wilayah perkebunan yang terbentang di meja. "Vane memusatkan pengawasannya di jalan utama dan jalur hutan selatan karena dia mengira Nona akan mengirim pesan ke ibukota melalui jalur darat."

"Lalu?" desak Roselie, ketertarikannya mulai terpancing.

"Jalur sungai tebing utara," tunjuk Gabriel pada garis biru yang meliuk di peta. "Aliran sungai deras di bawah tebing utara terhubung langsung dengan muara muara muara sungai di pesisir barat—wilayah kekuasaan armada laut keluarga Hazel. Jika dokumen itu diluncurkan melalui tabung kedap air menyusuri arus sungai malam ini, kurir laut Nona bisa mengambilnya di muara tanpa perlu melewati penjagaan Vane satu pun."

Roselie menatap titik peta yang ditunjuk Gabriel, lalu beralih menatap wajah tegap pria di hadapannya.

‘Strategi taktik perairan... ini murni keahlian keluarga Hazel dan doktrin militer Valerius,’ batin Roselie terpukau. Di balik topeng amnesia yang dimainkan Gabriel, kapasitas otak pria ini sebagai lulusan terbaik Akademi Kerajaan sama sekali tidak berkurang.

"Rencana yang sangat cerdas," puji Roselie dengan senyuman tipis yang misterius. "Tapi siapa yang akan membawa dokumen itu menuju tebing utara di tengah kepungan patroli malam Vane?"

Gabriel membusungkan dadanya yang tegap, menatap Roselie tanpa ragu sedikit pun.

"Saya yang akan membawanya, Nona Roselie," tegas Gabriel. "Bukankah saya ini... 'kekasih' yang berjanji akan mempertaruhkan nyawa demi melindungimu?"

*Deg!*

Kata-kata Gabriel yang diluncurkan dengan nada polos namun tersirat penekanan dingin itu membuat dada Roselie berdesir hebat. Roselie menatap mata biru Gabriel dengan tajam, mencoba mencari tahu apakah pria ini benar-benar masih terjerat kebohongan romantisnya atau sedang menyindirnya secara terang-terangan.

Namun raut wajah Gabriel tetap polos dan disiplin bagaikan dinding batu yang tak tertembus.

Roselie menarik napas panjang, mencoba menetralkan degupan dadanya. "Baiklah. Kita akan mengeksekusi rencana ini tengah malam nanti, saat kabut tebing sedang berada di puncaknya."

 

Sementara itu, di kamar tidur bagian samping mansion...

Lily duduk di tepi ranjangnya seraya memeluk boneka kain tua. Pendengarannya yang peka menangkap langkah kaki Gabriel yang melintas di koridor luar.

"Kak Gabriel...?" panggil Lily pelan dari balik pintu kamar yang sedikit terbuka.

Gabriel menghentikan langkahnya dan melangkah masuk ke kamar adiknya. Pria itu berlutut di samping ranjang Lily, memegang tangan kecil adiknya dengan lembut. "Iya, Lily. Kakak di sini."

Lily menelusuri jemari tegap Gabriel, meraba kapalan di telapak tangan kakaknya seraya berbisik dengan raut wajah sangat cemas. "Tadi pagi... ada banyak orang berzirah besi di halaman kan, Kak? Aku mendengar suara sepatu bot mereka yang berat."

"Tidak apa-apa, Lily. Hanya pengawal dari luar yang sedang lewat," bujuk Gabriel lembut, mengusap kepala adiknya.

Lily menggelengkan kepalanya pelan. "Bukan, Kak... bau aroma mereka sama seperti bau malam saat kediaman kita di ibukota terbakar. Aku ingat bau minyak zirah itu..."

Jantung Gabriel bagaikan dihantam palu godam. Kata-kata polos Lily memicu sengatan ingatan yang teramat pedih di benaknya—bayangan adiknya yang terdesak di sudut ruangan saat api membakar kediaman Valerius.

Gabriel merengkuh tubuh kecil Lily ke dalam pelukannya dengan erat.

"Jangan takut, Lily," bisik Gabriel dengan suara yang berat dan sarat janji. "Kakak ada di sini. Kali ini... Kakak tidak akan membiarkan siapa pun menyakitimu atau merebut apa yang tersisa dari keluarga kita."

Di balik pelukan hangat itu, iris mata biru Gabriel berkilat sangat dingin. Malam ini, di bawah tebing utara, pergerakan balik Ksatria Valerius untuk menghancurkan cengkeraman Pangeran Cedric resmi dimulai.

 

1
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
semoga mereka bisa sampai di ibukota tepat waktu dan semangat 😭😭😭.
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡: selamat aiihhh 🤣🤣🤣
total 1 replies
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
wkwkwkwkw.. apa Gabriel minta Kiss buat hadiahnya..🤭🤭🤭
panik Khan Rosalie..
kebayang malunya gimana 🥲. Rosalie udh donk jangan sandiwara trus. Gabriel udh inget itu 😭😭😭
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
Ayooo uppp🤭🤭
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
jadi penasaran siapa yang bakalan jatuh cinta duluan.. dua2 bersandiwara dengan baik... nggak mungkin kan setelah semuanya beres bakalan musuhan lagi... seenggaknya selama hidup bersama pasti ada rasa yang tertinggal..
eeehhhh🤭🤭🤭
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
nyaris aja Gabriel di tangkap Vane. semoga tabung itu bisa selamat sampai di armada keluarga Hazel 🥲🥲.
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
yaaahh... kok ketahuan sihhh🥲...
trus gimana donk.. satu2nya jalan keluar Gabriel terjun ke sungai.. tapi..... 😮‍💨😮‍💨
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
kondisinya semakin sulit.. ruang gerak semakin sempit.. sekalinya Gabriel atau Rosalie salah langkah... ga ada lagi harapan 🥲🥲
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
untungnya matanya pada bolor...🤣🤣🤣 Gabriel bisa selamat.. tapi masih ada ancaman... ckckckc
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
aduuhh.. semoga dalam waktu singkat Gabriel bisa berpikir cepat bagaimana caranya bersembunyi dari prajurit pangeran Cedric
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
yaahh...🤣🤣🤣 yaaahh... dia mulai ingat... hayoloohh Rosalie ketahuan dehhh dia berbohong 🤭
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
kirain Gabriel udh inget semuanya.. ternyata cuma sebagian..m harus mulai hati2 Rosalie.. dalam memperlakukan Gabriel.. salah2 nanti pas Gabriel inget semua, bisa balas dendam dia🤭🤭
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
yaaahh.
. Gabriel udh inget lagi...🤭🤭🤭 gmNa nasib Rosalie yang mentah2 membohongi Gabriel..🤣🤣🤣 aduuhh pasti abis ini Gabriel pura2 deh sama Rosalie.. mau ngapain coba dia🤣, nggak mungkin kalo nggak balas dendam
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
pasti Gabriel mau mengalihkan para prajurit itu supaya menjauh..
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
nggak sabar nunggu moment Gabriel sembuh dari amnesianya.. alibi apa yang akan dikatakan oleh Rosalie 🤣🤣
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/ Rosalie.. cari perkara sendiri dia... aduuhh gmana kalo gabriel inget nanti.. pasti mgakak🤣
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
dan kamu tidak sadar, setelah sembuh nanti .. makin menyusahkan tau🤣🤣🤣
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
makin banyak kebohongan ini🤣🤣. astaga.. nanti kalo amnesianya sembuh.. makin bingung jelasinnya
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/ jadi kena batunya dehhhh. hayoohh gimana cara jelasinnya
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
tapi kalo dia ingat lagi... bisa gawat loohh Rosalie.. ngga takut dia balas dendam nanti 🤣🤣
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
kaykny pangeran Cedric mau merebut tahta kah?? mulai menyingkirkan penghalangnya termasuk Gabriel ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!