NovelToon NovelToon
Bulan Untuk Bintang

Bulan Untuk Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Dokter / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:28.1k
Nilai: 5
Nama Author: Buna Seta

Sungguh tidak menyangka bagi dokter Rembulan. Ia akan mendengar permintaan aneh dari Mentari sahabat sekaligus pasiennya yang sudah dia tangani selama satu tahun. Mentari meminta untuk menjadi ibu bagi Talita. Menjadi ibu tiri anak Mentari berarti Rembulan harus menikah dengan Bintang suami sahabatnya.

Jelas Bintang suami Mentari menolak dengan tegas.

"Tolonglah Mas, Demi anak kita, aku sudah tidak kuat lagi."

"Sayang... jangan berpikir yang aneh-aneh, kamu akan sembuh dan kita akan hidup bahagia selamanya."




Apakah Bulan akhirnya menyanggupi permintaan Mentari? Lalu bagaimana tanggapan Bintang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Suasana di ruang makan terasa hening tapi menyesakkan saat emosi Ratih menguji kesabaran Bintang dan Bulan.

Tak!

 Tiba-tiba Ibu Ratih meletakkan gelas tehnya dengan kasar hingga bergema dan air pun muncrat, tatapannya tajam tertuju pada piring berisi roti gandum, telur ceplok yang baru saja bibi buat.

"Apa-apaan ini?" Tanya Ratih meninggi menatap bibi emosi.

"Maaf Nyonya... saya..." Bibi menunduk, meremas jemarinya sendiri saking takutnya.

 "Kau sengaja ya? Sarapan hambar begini kamu pikir saya mau makan! Hah?!" Teriaknya berapi-api.

"Hanya ini stok yang ada untuk saat ini Bu? Setelah sarapan nanti saya akan menyuruh Bibi pergi ke pasar," jawab Bulan penuh permohonan maaf karena ia pikir merubah pola makan di rumah ini yang sebelumnya kurang sehat tidak akan pernah ada masalah. Toh Bintang dan Talita mulai menyukai.

"Diam kamu! Apa hak kamu membuat aturan di rumah ini? Karena Mentari sedang sakit, saya yang akan mengantikan posisi nya mengatur keuangan. Mentari butuh makanan yang enak dan bergizi, bukan menu diet tidak ada rasa seperti ini!"

Semua orang menunduk termasuk Bulan dan Talita, bocah itu tampak ketakutan lalu dibawa ke kamar oleh Entin.

"Sudah Mah," Bintang hendak meluruskan, tapi Ibu Ratih menggerakkan tangan.

"Diam kamu Bintang!" Bentaknya, justru menumpahkan segala kekesalan seolah Bintang tidak tegas.

Mendengar bentakan mertua, Bintang meletakkan sendok dan garpu menunda makan, lalu menatap mertuanya datar.

"Saya bilang cukup, Mah," potong Bintang tegas dan berwibawa. Ia tidak mau tingkah Ratih ditiru oleh Talita.

"Saya hanya ingin aturan Mentari di rumah ini jangan diubah Bintang, apa saya salah? Mentari masih hidup saja sudah tidak dianggap, apa lagi jika nanti sudah ma-"

 "Cukup, Mah!" Bintang skip kata-kata mertua yang tidak ingin ia dengar.

"Mulai hari ini saya yang akan membuat peraturan! Sarapan apa adanya. Untuk menu makanan di rumah ini saya sudah menyerahkan kepada Dokter Bulan demi kesehatan Mentari dan juga keluarga kami. Kalau Ibu tetap tidak mau dan merasa tidak cocok, silakan membuat sarapan sendiri."

Suasana seketika hening. Ratih terbelalak kaget, mulutnya terbuka hendak menjawab tapi tidak ada satu kata pun yang keluar. Ia menatap wajah Bintang tidak percaya. Menurutnya Bintang sudah keterlaluan karena berani melawan dirinya. Wajah Ratih merah padam, tangannya meremas roti dalam piring hingga hancur.

"Saya tidak menyangka kamu akan berani bicara begitu kepadaku Bintang! Kamu telah berubah tidak sopan sama mertuamu sendiri hanya gara-gara wanita ini!" Tandas Ratih, beralih menatap Bulan penuh kebencian.

Bulan kaget karena dibawa-bawa tapi ia sama sekali tidak menjawab, lebih baik mengumpulkan piring kotor.

"Sejak ada wanita lain datang ke rumah ini, kamu berubah menjadi orang lain Bintang. Dia berhasil menghasut dan meracuni pikiranmu, hingga melawan saya mertuamu sendiri!"

"Bu.. yang sedang dibahas pagi ini tentang sarapan, tidak usah melebar kemana-mana, saya pesan online ya... Ibu mau makanan apa?" Tanya Bulan bermaksud menengahi.

"Tidak usah sok perhatian sama saya kamu!" balas Ratih menarik tangan Sherly lalu kembali ke kamar, tidak ada selera untuk sarapan.

"Pak, kalau boleh saya sarankan, sebaiknya uang belanja Bapak serahkan kepada beliau," kata Bulan. Ia tidak mau dituduh berkuasa, padahal selama seminggu ini ia belanja untuk kebutuhan rumah ini menggunakan uang pribadi.

"Memang siapa Dia?" Bintang tidak sudi memberikan uang belanja kepada mertua yang menurutnya sok kuasa.

"Jangan begitu, Ibu Ratih itu orang tua Mentari loh," Bulan berusaha menjernihkan suasana agar persoalan tidak semakin parah. Walau sebenarnya Bulan tahu akan sulit, mengingat karakter Ratih yang sangat keras.

"Kemarin kamu minta aku tegas kepada beliau bukan? Sekarang kamu istri aku, jadi mulai sekarang kamu yang memegang atm dan mengelola keuangan di rumah ini," Bintang meletakkan benda tipis di depan Bulan.

"Tapi kita hanya..."

"Jangan katakan lagi pernikahan ini hanya sandiwara Bulan, aku menikahi kamu serius," jawab Bintang dengan suara tinggi.

Bulan tidak menjawab, sungguh ia belum menerima pernikahan yang tiba-tiba seperti ini. Tidak mengenal pribadi Bintang sebelumnya, Bintang suami orang, dan yang terakhir, Ratih. Wanita itu seperti ujung tombak yang sewaktu-waktu akan menusuk nya.

"Baik, saya akan menjalankan amanah ini, mengelola uang kamu sebaik mungkin, tapi untuk menerima kamu, tolong beri saya waktu karena hati ini belum bisa," tegas Rembulan. Dia masukkan atm ke dalam saku, kemudian membantu bibi membawa piring kotor ke belakang.

"Bi... tolong nanti belanja kesukaan Ibu Ratih ya..." titah Bulan sambil memeriksa stok lauk dan sayur di lemari pendingin.

"Baik Dok..." bibi yang sedang mencuci piring menoleh Bulan.

"Memang mereka mau di rumah ini lama ya, Dok?" Tanya Bibi wajahnya tampak menyimpan kekhawatiran.

"Nggak tahu Bi, memang kenapa?"

"Dua orang itu cerewet banget Dok, beda sekali dengan Non Mentari yang selalu ramah kepada kami walau hanya seorang art," tutur bibi, belum genap dua hari keluarga Mentari tinggal di rumah ini sudah membuatnya tidak betah.

"Bi, saya tahu perasaan Bibi dan juga Entin," Bulan mendekat, lalu menepuk pelan punggung tangan Bibi.

 "Tapi kan Bibi juga tahu, ibu Ratih sedang menanggung beban kekhawatiran yang sangat berat atas kondisi Mentari, amarah beliau bukan sepenuhnya ditujukan pada Bibi. Jika Bibi membalas atau terpancing emosi, suasana makin runyam dan justru mengganggu istirahat Mentari. Biarkan saja amarahnya berlalu seperti air yang mengalir, diam dan mengalah adalah cara terbaik menjaga kedamaian di rumah ini."

"Saya mengerti, Dok," bibi menatap Bulan tidak percaya. Entah dibuat dari apa hatinya hingga bisa memaafkan dengan mudah. Padahal dokter yang justru menjadi pelampiasan.

"Saya ke kamar dulu ya, Bi," pungkas Bulan sambil berlalu ke kamar, hari ini giliran shift malam ia akan minta izin Bintang ke rumah mami bersama Lita karena semenjak pernikahan ia tidak bertemu ibunya.

Sementara Bintang menyuapi Mentari sebelum berangkat ke kantor.

"Aku sudah kenyang Mas," lirih Mentari.

"Tinggal sedikit lagi kok, dihabiskan, supaya cepat sembuh," jawab Bintang tersenyum menatap pipi istrinya lebih berisi daripada beberapa waktu yang lalu. Begitulah, selama ini pria itu memang selalu merawat istrinya sungguh-sungguh dari memandikan, ganti pakaian, dan juga menyuapi.

"Pagi ini Bulan kan masuk shift malam, boleh tidak aku ajak dia dan Talita ke kantor?" Bintang ingin memperlihatkan di mana selama ini mencari rezeki.

"Tentu saja Boleh Mas..." tulus Mentari.

Bintang mencium pipi istrinya lembut lalu memanggil Entin, tidak lama kemudian remaja 22 tahun itu muncul.

"Saya Tuan..."

"Jaga istriku, beritahu saya jika ada apa-apa," Begitulah pesan Bintang yang tidak pernah ia lupakan setiap hendak bepergian.

"Tentu saja, Tuan..."

Bintang meninggalkan tempat itu lalu naik tangga masuk ke kamar Bulan. Ia tidak tahu jika seseorang mengikuti dari belakang.

"Untuk apa Kak Bintang masuk ke kamar Dokter Rembulan? Jangan-jangan..." gumam wanita yang tak lain Sherly, kemudian menuruni anak tangga dengan cepat.

"Mah, Kak Bintang diam-diam masuk ke kamar Bulan," lapor Sherly dengan napas tersengal-sengal saat tiba di kamar.

"Yang benar saja kamu?!"

"Beneran Mah, kalau nggak percaya coba lihat."

"Kita jebak mereka!" Ratih menyentak kakinya menuju kamar Rembulan.

...~Bersambung~...

1
Eka ELissa
nah kan...mentari 🌞🌞🌞 dlm bhya bhkn di sia siakn ma ibu Surjana nya itu ...😡😡😡😡
tiara
Ternyata Ratih membawa Mentari cuma ingin uang penjualan rumah saja,sedangkan sama Mentari dia ga peduli,dasar mak lampir
sebentar lagi kamu pasti mendekam di penjara rasain
Eka ELissa
pasti ulah duo keong racun itu😡
Valen Angelina
siapa lagi.. pasti manusia setan itu😂
Teh Yen
aduh kenapa tuh rmhnya bintang ?
Teh Yen
langit ketemu siapa tuh ?
Eka ELissa
di rampok atau kebakaran....Biii...
aduhhh entahlah hy emak yg tau
Eka ELissa
waduhh siapa tuh
tiara
siapa tuh yang datang,jadi penasaran nih
Teh Yen
siapa yah yg tega bikin papa mentari ky gt apakah Bu Ratih ? terlalu kl.bener mereka yg lakuin yah ..... kok aku Jadi takut yah mentari kenapa kenapa itu beneran d bawa mau d obatin atau ada niat lain yah ibu Ratih sama mentari
Eka ELissa
waduh...knpa tu papa nya mentari truss 🌞🌞🌞🌞 kmana wah dsr ni ya duo keong racun kmna tu orang 😡😡😡😡atau jgn 2🌞🌞🌞mntari bukan ank bp yng kmu tolong....bin 🌟🌟🌟 entahlah hy emak yg tau
Teh Yen
nah loh alamatnya palsu atau mereka sudah pindah rumah yah ,, aku engg ngerti deh sama jalan pikiran nya mentari itu huuuh
Perempuan
kamu itu pembawa sial utk org yg kamu anggap sahabat. jangan krn sakit seenaknya saja memaksakan kehendak
falea sezi
🤣🤣 bulan bodoh minta cerai ngapain berbagi batangan satu doank iihh
Rohmi Yatun: naahh betul ituuu.. gak punya harga diri aja.. selamanya bakal menyandang pelakor.. jdi bikin emosi tu si Bulan👎
total 2 replies
Eka ELissa
nah loh..... kmana tu mertua gila mu bawa mentari 🌞🌞🌞🌞🤦🤦🤦gaje bgt kn Mreka
Eka ELissa
aneh bgt cih kmu...🌞🌞🌞kmu yg minta bulan 🌙🌙🌙 Msuk kini stelah bulan.... cobain brtahn...kmu mlhn mundur....knpa kmu GK metong sklian cih.....klau cumn buat bulan istri pengganti mu buat 🌟🌟🌟 bintang 😡😡😡😡🤦 ikutan emosi aku.....
Buna Seta: yang nulis juga emosi 🤣
total 1 replies
Eka ELissa
hey.... mertua GK tau diri justru ank mu yg bikin bulan masuk ke kluarga mu yg penuh drama mu itu...🌞🌞🌞yg paksa bulan ada di antara dia dan bintang 🌟🌟🌟 knpa bulan 🌙🌙🌙 di sphin....aneh bgt 😡🤦
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
ngk pernah espek sma siapapun yg jdi orng ketiga walupun bkn maunya (terpaksa),atau apapun yg dilakukan dlm keadaan sadar ttp aja pelakor, mau itu di suruh, terpaksa keadaan,atau alasan si pasanganx cuek, sibuk atau apapun itu trus dgn dalih memberi perhatian lo mau jdi madu fiks GOBLOK,harga diri diatas segalanya, hidup itu pilihan Tuhan ngasih kita cobaan itu ada pilihannya bkn asal iya aja
Eka ELissa
aduh brasa ikutan lari 2 kjer duo keong racun itu....kira 2 ke kejar GK ya... entahlah hy emak yg tau...
Buna Seta: Kejarrr daku kau kutangkap 🤣
total 1 replies
Rohmi Yatun
Bulan.. rasain sendiri akibat kebodohan kamu sendiri.. kamu itu hanya dijadikan alat.. iihh sebel banget bodoh kok dipelihara... malah sekarang mulai jatuh cinta ma Bintang.. hadeehhhh👎👎
Rohmi Yatun: iyaaa.. banget🤣
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!