NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Ketua Geng, Jiwa HRD

Transmigrasi: Ketua Geng, Jiwa HRD

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Transmigrasi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nyvara

Sebelum transmigrasi, Bella adalah mimpi buruk SMA Garuda Bangsa. Ketua geng. Tukang bolos. Suka membuat keributan. Nilai nyaris tidak tertolong.
Setelah transmigrasi?
Ia datang ke sekolah tepat waktu, memakai seragam rapi, membawa agenda, dan mengadakan rapat sebelum pelajaran dimulai.
Teman-temannya mengira Bella sudah bertobat.
Mereka salah.
Bella yang lama ingin menguasai gengnya. Bella yang sekarang ingin mengelolanya.
Karena jiwa yang menempati tubuh itu adalah Sarah, mantan manajer HRD yang bahkan setelah mati pun masih berpikir tentang SOP, KPI, evaluasi, dan restrukturisasi.
Kini, geng paling berandalan di sekolah punya masalah baru.
Ketua mereka bukan lagi preman.
Ketua mereka adalah HRD.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyvara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Rumor adalah mata uang paling berharga di sekolah menengah atas, dan saat ini nama Bella Anastasia sedang mengalami inflasi besar-besaran di pasar gosip SMA Garuda. Perubahan mendadak Geng Bone Breakerz dari kawanan preman beringas menjadi kelompok siswa semi-militer yang gila kebersihan dan belajar telah menciptakan kebingungan masif. Siswa-siswa kelas sepuluh yang biasanya menjadi korban pemalakan kini kebingungan karena Rindi, sang mantan bendahara pemalak, secara resmi mengembalikan uang mereka di dalam amplop putih berstempel tulisan "Refund Operasional". Sementara itu, Dion yang biasanya nongkrong di kantin sambil menggoda siswi-siswi, kini terlihat duduk tegak di perpustakaan, membaca buku LKS Sosiologi dengan wajah tertekan seolah sedang menjinakkan bom.

​Anomali ini tidak luput dari radar manajemen sekolah. Pada jam istirahat kedua, seorang anggota OSIS yang menjabat sebagai kurir administrasi mendatangi kelas 11 IPS 2.

​"Permisi," kata anggota OSIS itu dengan suara gemetar, menatap langsung ke arah meja Bella di sudut belakang. "B-Bella Anastasia? Ada panggilan dari Bu Ratna, kamu diminta menghadap ke ruang BK sekarang."

​Ruang kelas seketika senyap. Panggilan ke ruang BK (Bimbingan Konseling) biasanya berarti satu hal bagi anggota geng yaitu skorsing atau surat peringatan. Dion dan Rindi langsung berdiri, wajah mereka tegang.

​"Bos, mau gue temenin?" bisik Dion, Insting Head of Internal Security-nya langsung menyala. "Bu Ratna pasti mau nyari-nyari kesalahan kita lagi."

​Bella menutup buku catatannya dengan tenang, menyejajarkan pulpennya, dan berdiri. "Tidak perlu, Dion. Ini adalah 1 on 1 meeting antara aku dan pihak HRD sekolah, tetap di pos kalian. Jika aku belum kembali dalam waktu tiga puluh menit, laksanakan SOP Belajar Mandiri."

​Bella melangkah keluar kelas dengan postur tegak paripurna, meninggalkan teman-teman sekelasnya yang saling berbisik. SOP Belajar Mandiri? Bahasa planet mana itu? ​Sesampainya di ruang BK, suasana terasa dingin dan berbau kapur barus. Bu Ratna duduk di balik meja besarnya, menatap Bella dari balik kacamata berbingkai tebalnya dengan pandangan mengintimidasi bak jaksa penuntut umum.

​"Duduk, Bella," perintah Bu Ratna, suaranya tajam.

​Bella tidak langsung duduk. Ia menarik kursi dengan hati-hati agar tidak menimbulkan suara decitan yang mengganggu, lalu duduk dengan postur 90 derajat, punggung lurus, tangan terlipat di pangkuan. Sebuah postur wawancara kerja yang sempurna.

​"Selamat siang, Ibu Ratna," sapa Bella, intonasinya sopan namun sangat datar. "Apakah ada agenda meeting spesifik yang perlu kita bahas hari ini? Saya sedang dalam proses menyusun ringkasan materi untuk kuis sejarah esok hari."

​Bu Ratna mengernyit. Kosakata Bella terdengar sangat janggal. "Jangan mencoba mengalihkan pembicaraan dengan gaya bahasa barumu, Bella. Saya memanggilmu karena ada laporan masuk dari beberapa guru dan siswa. Apa yang sebenarnya sedang kamu rencanakan?"

​"Perencanaan strategis saya saat ini berfokus pada peningkatan Indeks Prestasi Akademik dan perbaikan citra publik," jawab Bella mantap.

​"Omong kosong!" Bu Ratna menggebrak meja pelan, mencondongkan tubuhnya. "Dion, Rindi, Tono, dan Bono... anak-anak bermasalah itu tiba-tiba menjadi jinak. Mereka mengembalikan uang palakan, mereka rajin masuk kelas, dan mereka selalu mengikutimu ke mana-mana seperti anjing penurut. Saya tahu kamu adalah bos mereka. Jadi katakan padaku, bentuk pemerasan psikologis macam apa yang kamu gunakan pada mereka? Apakah kamu membuat sekte aliran sesat? Atau kamu sedang menggalang dana ilegal untuk tawuran besar-besaran?"

​Sarah Paramitha di dalam tubuh Bella nyaris memutar bola matanya. Inilah masalah dengan HRD amatir di institusi publik, batinnya. Mereka selalu mengasumsikan niat buruk (malicious intent) pada setiap anomali data, alih-alih melakukan observasi objektif.

​"Ibu Ratna," Bella membalas tatapan guru itu dengan ketenangan yang membekukan. "Tuduhan Ibu tidak memiliki landasan empiris. Mengapa ketika sekelompok siswa menunjukkan perbaikan kinerja akademis dan kedisiplinan, manajemen sekolah justru mencurigai mereka melakukan tindak kriminal?"

​"Karena ini tidak wajar!" desak Bu Ratna. "Kalian adalah pembuat onar!"

​"Kami pernah beroperasi dengan inefisiensi dan melanggar kode etik, benar. Namun, saya telah menerapkan program Training & Development serta Performance Management System secara internal di dalam kelompok saya," jelas Bella, menggunakan istilah korporat tingkat tinggi yang membuat Bu Ratna terdiam kebingungan. "Saya menetapkan KPI (Key Performance Indicator) bagi mereka. Jika mereka berprestasi, mereka mendapat bonus. Jika mereka melanggar aturan sekolah, mereka saya keluarkan dari kelompok. Sesederhana itu, saya sedang melakukan pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh divisi Bimbingan Konseling ini."

​Kalimat terakhir itu meluncur halus, namun menusuk tepat di ulu hati profesionalisme Bu Ratna. Wajah guru itu memerah padam karena merasa diremehkan oleh seorang siswi berusia tujuh belas tahun.

​"Kamu berani menggurui saya soal bimbingan siswa?!" suara Bu Ratna meninggi.

​"Saya hanya menyajikan fakta operasional, Bu," jawab Bella tanpa mengubah volume suaranya. Mengendalikan emosi saat berhadapan dengan atasan yang temperamental adalah keahlian dasar Sarah. "Berdasarkan data absensi kelas 11 IPS 2 minggu ini, tingkat kehadiran Geng Bone Breakerz adalah 100%. Tidak ada catatan perkelahian. Tidak ada barang sitaan. Jika Ibu merasa program pembinaan internal saya ini melanggar aturan sekolah, silakan terbitkan Surat Peringatan tertulis dengan mencantumkan pasal tata tertib mana yang kami langgar karena menjadi siswa yang rajin."

​Bu Ratna membuka mulutnya untuk membalas, namun tidak ada kata yang keluar. Logika Bella terlalu rapat, tidak ada celah untuk didebat. Menghukum siswa karena mereka tiba-tiba rajin adalah tindakan yang absurd secara administratif.

​Tiba-tiba, pintu ruang BK terbuka, sesosok pria paruh baya dengan perut sedikit buncit melangkah masuk. Itu adalah Pak Surya, sang Kepala Sekolah.

​"Ada keributan apa ini, Bu Ratna?" tanya Pak Surya, pandangannya beralih dari guru BK yang wajahnya merah padam ke arah Bella yang duduk setenang patung pualam.

​"Pak Surya," Bu Ratna buru-buru berdiri. "Anak ini... Bella... dia bertingkah sangat mencurigakan dan berani membantah proses konseling!"

​Pak Surya menatap Bella dengan rasa ingin tahu yang besar. Ia telah mendengar rumor dari para guru dan ia telah melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Bella memimpin anak buahnya saat upacara bendera.

​"Bella," panggil Pak Surya lembut namun penuh otoritas. "Ikut saya ke ruangan saya sekarang. Ada hal yang ingin saya diskusikan denganmu secara langsung."

​Bella mengangguk, berdiri, dan merapikan lipatan roknya. "Baik, Pak Kepala Sekolah. Saya siap untuk eskalasi diskusi ini ke tingkat direksi."

​_____

Sorry kemarin nggak up bab baru, karena ada urusan keluar kota. Karena dadakan, jadi nggak ada waktu buat nyusun bab baru kemarin.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!